
Beberapa orang berpakaian hitam terlihat menunggangi Hontrea melalui sela-sela pepohonan. Orang-orang tersebut lebih memilih melewati sela-sela pepohonan di dalam hutan daripada jalan resmi yang sudah terbebas dari pepohonan. Hal ini mereka lakukan bukan tanpa alasan. Mereka secara sembunyi-sembunyi tengah mengikuti sebuah karavan pedagang.
“Bos satu jam lagi langit akan menggelap.” Ucap seseorang kepada laki-laki yang menunggang Hontrea di barisan paling depan.
Sementara laki-laki yang mendapatkan laporan tadi hanya mengangguk pelan. Terdapat sebuah bekas luka di wajah laki-laki tersebut, yang menambah kesan menyeramkan darinya. Dia adalah Raul, pimpinan bandit yang bermarkas di salah satu gunung yang ada di pegunungan Chesterel.
Jika dilihat dari peta, Pegunungan Chesterel terbilang cukup jauh dari hutan Morento. Sangat mustahil menemukan kelompok bandit yang dipimpin Raul di daerah sekitaran Hutan Morento.
Kali ini, mereka tidak sedang melakukan perampokan biasa. Jika hanya untuk merampok, Raul tidak akan membawa anak buahnya jauh-jauh ke sini. Jalanan di dekat Pegunungan Chesterel sendiri pun banyak dilewati karavan pedagang. Jadi, masih banyak yang bisa dijadikan mangsa di sana.
Sebulan yang lalu seseorang menemui Raul untuk menjalankan sebuah misi. Mereka harus merampok sebuah karavan yang beroperasi di sekitar hutan Morento. Bayaran dari misi ini tidak banyak menurut Raul, hanya lima ribu koin emas.
Raul bisa dengan mudah mendapatkan uang sebanyak itu dengan merampok bebeberapa kelompok karavan. Jadi, untuk apa dirinya repot-repot membawa anak buahnya menempuh jarak ratusan kilometer hanya untuk merampok. Itu hanya akan membuang-buang tenaga dan waktu mereka bukan?
Informasi mengenai barang yang dibawa oleh karavan tersebutlah yang membuat Raul menerima misi ini. Barang yang dibawa oleh karavan itu adalah sebuah inti monster dari monster tingkat Diamond III. Itu adalah monster yang sangat berbeda dari yang selama ini Raul hadapi. Raul dengar juga, itu adalah inti monster dari monster dengan elemen gelap. Sudah pasti akan mahal.
Jika Raul bisa mendapatkannya, ia bisa menjual kembali inti monster tu di rumah lelang dengan harga yang cukup tinggi. Raul pernah mendengar bahwa inti monster dari monster tingkat Platinum X saja bisa terjual dengan harga lima puluh Kristal elemen tingkat menengah. Tingkat menengah bukan lagi tingkat rendah. Jadi sudah pasti inti monster tersebut harganya jauh lebih mahal.
Diamond adalah tingkatan setelah platinum. Meski monster tersebut hanya di tingkat Diamond III Raul yakin ia bisa menjualnya setidaknya lima puluh kristal elemen tingkat menengah.
Perbedaan antara leval setiap moster cukup signifikan. Hal ini membuat harga dari inti monster tiap levelnya berbeda sangat jauh.
Inilah alasan utama Raul menerima misi ini. Jika misi ini berhasil kelompok bandit mereka bisa beristirahat selama beberapa tahun. Uang sebanyak itu bisa mereka pakai foya-foya tanpa perlu bingung memilih target di bulan berikutnya.
Yang membuat Raul percaya diri menerima misi ini adalah kemampuan dari pengawal karavan. Tingkat tertinggi dari pengawal karavan hanyalah Knight tingkat Emas. Tidak ada Mage di karavan itu.
__ADS_1
Raul yakin dengan dirinya yang memiliki kekuatan tingkat Platinum II serta delapan anak buahnya yang memiliki kekuatan tingkat gold mereka bisa berhasil menjalankan misi ini.
Belum lagi ada puluhan anak buahnya yang memiliki rata-rata kekuatan tingkat silver. Ini seperti menaruh emas di sebuah piring dan menyajikannya kepada Raul.
Raul tidak memikirkan mengenai alasan kliennya memberikan tugas ini kepadanya. Apalagi orang itu tidak meminta bagian dari hasil rampokan mereka. Tetapi semua itu Raul kesampingkan.
Toh jika sudah berhasil mendapatkan monster core tersebut, Raul bisa mengajak anak buahnya melarikan diri. Bukankah tempat ini tidak jauh dari hutan Morento? Ia bisa melarikan diri ke sana dan bersembunyi di wilayah kerajaan lain bukan? Dengan begitu mereka akan sulit menemukan Raul.
…
“Sudah saatnya kita mendekati mereka. Apa semuanya sudah siap?” tanya Raul kepada anak buahnya.
“Semuanya sudah siap Bos. Yang lainnya sudah menunggu di tempat penyergapan. Karavan Gold Mine ini mengambil rute sesuai dugaan kita. Jadi, semua berjalan dengan rencana.”
“Baguslah kalau begitu.” Jawab Raul sembari menunjukkan seringai lebar di bibirnya.
Minimnya jumlah Hontrea tingkat Gold dan Platinum milik kelompok bandit mereka, membuat Raul memutuskan untuk memakai rencana ini. Dengan begini, mereka bisa mengejar Karavan Gold Mine setelah mereka melakukan perjalanan yang cukup jauh. Perbedaan tingkatan dari Hontrea mebuat hal ini bisa tercapai.
*****
Kecemasan tercetak jelas di wajah Lucas. Semakin lama ia merasakan orang-orang yang mengejar mereka semakin mendekat. Lucas bisa merasakan orang-orang yang mengejarnya itu memiliki rata-rata tingkat gold.
Setidaknya ada delapan orang yang mengejar mereka. Lucas yakin tidak hanya delapan orang itu yang memiliki niat jahat kepada mereka. Mungkin saja di depan rekan dari orang-orang itu tengah menunggu untuk menyergap mereka.
Benar saja, lima ratus meter kemudian, Lucas dapat melihat dengan samar kumpulan orang yang tengah menghadang jalan di depan mereka. Berbagai macam senjata berada di tangan orang-orang tersebut. Pakaian mereka pun sama seperti orang yang mengejar mereka, hitam.
__ADS_1
“Sial. Kita sudah dikepung.” Umpat Lucas.
Lucas kemudian memelankan laju Hontreanya. Ia ingin melaporkan hal ini kepada Simon. Setidaknya bosnya harus mengetahui bahwa mereka telah dikepung saat ini. Mungkin saja simon memiliki rencana untuk mengatasi semua ini.
Tok, tok, tok.
Lucas mengetuk kereta yang ditumpangi oleh Simon. Tidak lama kemudian, korden dari kereta itu terbuka. Wajah serius Simon menyapa Lucas dari balik korden.
“Bos saat ini kita tengah di kepung. Di depan sudah ada sekelompok orang yang menghalangi jalan. Sebentar lagi orang-orang yang mengejar kita juga akan sampai. Jadi apa kau punya rencana?” tanya Lucas.
Lucas berharap Simon memiliki rencana kali ini. Setidaknya Simon pasti memiliki rencana cadangan ketika menerima misi pengantaran inti monster itu bukan? Jika tidak kenapa mengambil misi penuh resiko ini?
Simon menghirup panjang, dan menghembuskannya perlahan. Ia terlihat pasrah. “Tidak ada rencana lain. Mage yang sebelumnya akan aku ajak menjalankan misi ini telah ditarik oleh markas pusat. Jadi kita sendiri di sini.”
Sebelumnya Simon tengah meminta seorang mage untuk ikut dalam misi pengantaran ini. Namun entah mengapa Steven tiba-tiba saja meminta mage tersebut untuk menjalankan misi yang lain. Semakin lama Simon merasa misi yang dijalankannya sangat aneh.
Kenapa semua seperti serba kebetulan seperti sekarang ini. Tiba-tiba saja Steven memintanya menjalankan misi ini, tiba-tiba saja mage yang ia ajak mendapatkan misi lain. Semua keanehan ini berunjung pada Steven.
‘Sial.’ Umpat Simon dalam hati.
Sepertinya semua misi ini adalah jebakan. Steven adalah dalang di balik semua ini. Mungkin ini semua Steven lakukan karena karavan yang Simon pimpin selalu menjadi yang memberikan keuntungan paling besar dari pada karavan-karavan lain yang dikelola oleh keluarga Rensburg. Meski Steven adalah atasan langsung dari Simon, tetapi pada kenyataannya Simon bekerja untuk Stuart.
Steven dan Stuart adalah saudara seayah dengan ibu yang berbeda. Beberapa tahun ini keduanya bersaing untuk memperebutkan posisi sebagai penerus keluarga Rensburg. Steven mengelola karavan, sementara Stuart mengelola beberapa industri lain yang dimiliki oleh keluarga Rensburg.
Simon merupakan kaki tangan yang sangat Stuart andalkan. Dengan lenyapnya dirinya, maka akan berkurang juga anak buah yang handal di sisi Stuart. Simon yakin misi ini adalah jebakan untuknya.
__ADS_1
Bisa jadi, klien yang meminta mereka mengantarkan inti monster itu adalah orang-orang Steven sendiri. Simon mulai menyikapi lebih serius masalah ini. Kemungkinan besar musuh yang mereka hadapi saat ini memiliki kekuatan jauh dari mereka.