Master Of Elements

Master Of Elements
ME 88 Moon Wolf


__ADS_3

“Dibutuhkan pemilik elemen api tingkat Bonze VII ke atas. Diutamakan mereka yang fokus pada penyerangan.”


“Dicari seseorang yang ahli dalam penyembuhan. Kami memiliki tim lengkap.”


“Dicari anggota tim untuk berburu monster Moterio.”


Berbagai teriakan seperti itu bisa Matthew dengarkan. Teriakan mencari anggota tim dengan kriteria tertentu saling bersahutan di sana sini. Bagi Matthew, ini bukanlah hal yang aneh. Di desanya dulu sering ada orang yang berkumpul dan melakukan hal ini.


Mereka adalah para tentara bayaran dan petualang yang akan menjalankan beberapa misi di Hutan Morento. Sekarang ini di pintu masuk Hutan Nordrhein, kejadian yang sama terjadi.


“Ramai juga ternyata,” ucap Clarissa yang memandang orang-orang di sekitarnya dengan tatapan penasaran.


“Tentu saja ramai. Hutan Nordrhein menjadi tempat beberapa orang menggantungkan hidupnya. Tentu saja di pintu masuknya ada banyak orang yang berkumpul,” jelas Leonard,


Sekarang ini rombongan Matthew semakin mengecil. Ini karena Felix dan Bianca tinggal di Kota Archdale untuk mencari informasi mengenai keberadaan orang tua Matthew. Jadi, selain Matthew, Jasper, dan Ellie, hanya ada Clarissa dan Leonard saja di rombongan ini.


"Apakah kita akan langsung masuk ke Hutan Nordrhein sekarang?" tanya Ellie.


"Tentu saja. Kita sudah membeli sebuah keperluan lain di Kota Archdale. Jadi kita langsung saja masuk ke dalam hutan selagi langit masih terang. Kita nanti akan bermalam di Hutan Nordrhein nanti."


"Baiklah, ayo kita masuk."


Mereka berlima langsung memasuki Hutan Nordrhein. Beberapa orang juga masuk ke dalam hutan bersamaan mereka. Meski begitu, ketika masuk lebih dalam, mereka menganbik arah yang berbeda dengan rombongan Matthew.


"Kita sudah masuk di area di mana monster biasanya muncul. Jadi, aku harap kalian meningkatkan kewaspadaan kalian. Jangan sampai ada yang lengah. Aku memang bisa membantu kalian. Namun, kita datang kemari untuk latihan bukan? Jadi, jika bukanndalam keadaan mendesak, aku tidak akan turun tangan," jelas Leonard.


Mendengar hal itu, Matthew mengangguk pelan. Ia lalu memegang dengan erat tongkat sihir miliknya, begitu pula dengan Ellie dan Clarissa. Sementara itu, Jasper memegang erat pedang miliknya. Daripada tongkat, Jasper lebih memilih menggunakan pedang. Jasper ingin terlihat sebagai laki-laki gagah seperti ayahnya.

__ADS_1


Mereka berlima berjalan dengan penuh kewaspadaan. Setelah tiga puluh menit berjalan, Matthew merasakan pergerakan di arah jam dua dari tempat mereka berdiri. Hal itu membuat Matthew mengangkat sebelah tangannya untuk meminta yang lain berhenti.


"Ada apa, Matt? Kenapa Kau meminta kami berhenti?" tanya Jasper.


"Ada pergerakan dari arah sana," ucap Matthew sembari menunjuk ke arah munculnya sebuah pergerakan. "Aku rasa ada monster yang akan menyergap kita. Jadi, aku minta kalian semua bersiap."


Mendengar ucapan Matthew, Clarissa langsung mempersiapkan rune miliknya untuk melakukan serangan. Lalu Matthew dan Ellie juga mempersiapkan serangan mereka. Tongkat yang mereka pakai adalah tongkat elemen api. Nantinya kekuatan serangan mereka akan bertambah jika menggunakan tongkat ini.


Sementara itu, Jasper sudah memegang erat pedangnya dengan kedua tangan. Selama ini Jasper sudah mempelajari teknik berpedang di akademi. Sebelumnya pun Jasper juga sudah meminta Sebastian untuk mengajarinya teknik berpedang. Jadi, meski sekarang Jasper belum ahli, ia sudah memiliki teknik dasar berpedang.


Seperti yang diperkirakan Matthew, ada seekor monster yang muncul dari arah yang tadi Matthew tunjuk. Monster itu mirip seperti serigala. Bulunya berwarna abu-abu cerah. Ketika melihat Matthew dan rombongannya, serigala tersebut mengeram.


"Ini adalah Moon Wolf, salah satu jenis serigaka yang ada di Hutan Nordrhein. Serigala ini memiliki kemampuan elemen angin. Gerakannya akan sangat cepat. Meski Moon Wolf hanya memiliki potensi sampai tingkat Bronze VI, tetapi karena gerakan mereka yang cepar Moon Wolf dewasa memiliki kekuatan setara dengan Bronze VIII."


"Lalu, Moon Wolf di depan kita ini belum mencapai tingkat dewasa. Jadi, aku perkirakan kekuatannya masih di awal tingkat Bronze. Mungkin Bronze I atau Bronze II," jelas Clarissa.


"Wow ... Clarissa, Kau memiliki pengetahuan yang luas juga. Kau bisa mengetahui apa yang sedang kita hadapi sekarang," puji Jasper.


Selama ini Matthew, Jasper, dan Ellie tidak mengikuti kelas umum yang diadakan oleh akademi. Jadi, mereka sama sekali tidak mengetahui mengenai informasi dasar mengenai monster. Mereka bahkan baru tahu nama monster yang akan mereka hadapi dari Clarissa.


'Sepertinya setelah pulang dari latihan ini, kita perlu membaca buku mengenai monster-monster yang ada di benua ini. Setidaknya kita perlu mengetahui karakteristik dari monster yang akan kita hadapi,' ucap Matthew melalui telepati.


'Kau benar, Matt. Kita selama ini hanya fokus meningkatkan kekuatan kita dan juga mempelajari kemampuan tambahan. Kita lupa mempelajari informasi dasar karena kita terlalu fokus dengan hal yang lain,' jawab Ellie.


"Hey kalian. Kalian ini sedang menghadapi monster sekarang. Selemah apa pun monster yang sedang kalian hadapi, jangan pernah meremehkan mereka. Jadi, fokuslah kepada pertarungan di depan kalian," ucap Leonard memperingatkan.


"Maaf. Kami akan fokus kembali," jawab Jasper.

__ADS_1


Moon Wolf di depan mereka masih mengeram. Monster itu memperlihatkan taring tajam miliknya. Ia seolah memperingatkan rombongan Matthew untuk mundur. Namun, Matthew dan yang lain tidak akan melakukannya.


Hutan Nordrhein cukup luas. Meski begitu, tidak setiap saat mereka bisa menemukan monster. Apalagi monster yang cocok untuk dijadikan lawan tanding latihan. Jelas Matthew tidak akan mensia-siakan hal ini.


"Clarissa, gunakan elemen bumi milikmu untuk mengurangi pergerakan Moon Wolf. Jika bisa, buat dia tidaj bisa bergerak. Ellie fokus menyerang ke perutnya. Jasper fokuslah untuk mengalihkan perhatian Moon Wolf itu," ucap Matthew memberi instruksi.


"Baik," jawab yang lain secara bersamaan.


Clarissa mengikuti instruksi Matthew. Ia lalu menggunakan elemen bumi untuk menghentikan pergerakan Moon Wolf di depan mereka. Namun, Moon Wolf di depan mereka ini memilki insting yang kuat. Monster itu langsung menghindari serangan Clarissa. Gerakannya cukup cepat.


Yang lain tidak tinggal diam. Ellie dengan elemen apinya melakukan serangan dengan bola api. Ia mengarahkan ke arah perut Moon Wolf. Lagi-lagi pergerakan cepat yang dilakukan oleh Moon Wolf berhasil menghindari serangan. Bola api milik Ellie hanya mengenai sebuah pohon yang ada di sana sebelum kemudian meledak.


Jasper kemudian mengayunkan pedang miliknya. Beberapa serangan berupa pedang api muncul dari pedang Jasper dan mengarah ke Moon Wolf. Kali ini, tidak semua serangan Jasper berhasil dihindari. Ada satu serangan dari Jasper yang berhasil mengenai kaki belakang dari Moon Wolf.


Matthew dari tadi tidak langsung iku menyerang. Ia masih ingin mempelajari pergerakan dari Moon Wolf. Matthew ingin melakukan satu serangan yang bisa mencederai Moon Wolf ini. Jadi, dia menyimpan tenaganya untuk serangan akhir. Ketiga rekannya masih sanggup menghadapi Moon Wolf ini.


Setelah mendapat serangan dari Jasper, pegerakan dari Moon Wolf itu sedikit melambat. Hal ini membuat Matthew tersenyum. "Coba lukai kakinya. Kita buat pergerakan Moon Wolf ini melemah."


"Baik."


Clarissa kembali menyerang dengan elemen bumi miliknya. Kali ini Clarissa tidak berusaha menahan kaki dari Moon Wolf. Ia memilih membuat ranjau berupa tanah runcing yang menyebar di sekitar Moon Wolf. Clarissa berniat melukai monster tersebut.


Namun, Moon Wolf itu kembali menghindar. Belajar dari pengalaman sebelumnya, Clarissa tidak hanya menyerang sekali. Beberapa ranjau Clarissa ciptakan mengikuti pergerakan Moon Wolf. Meski ini akan menguras energinya, hanya ini yang bisa Clarissa lakukan.


Melihat Moon Wolf yang sibuk menghindari serangan Clarissa, Jasper dan Ellie tidak tinggal diam. Mereka kembali melakukan serangan sama seperti sebelumnya. Kali ini, Matthew juga ikut menyerang. Ia membantu Clarissa memnuat beberapa ranjau untuk mengatur pergerakan Moon Wolf.


Nampaknya kerja sama mereka berjalan dengan baik. Pergerakan Moon Wolf tersebut sesuai dengan keinginan Matthew. "Kena Kau," ucap Matthew.

__ADS_1


Sekarang, ada sebuah tanah runcing yang berukuran besar muncul secara tiba-tiba dari tanah yang diinjak oleh Moon Wolf. Monster tersebut belum sempat menghindari serangan tersebut. Akibatnya, tanah runcing tersebut berhasil menembus perutnya.


Moon Wolf tersebut hanya bisa merintih pelan sebelum kemudian tidak ada pergerakan sama sekali. Monster tersebut telah menghembuskan napas terakhirnya setelah menerima serangan dari Matthew.


__ADS_2