
Senua itu terdengar begitu lama. Tetapi sebenarnya hanya beberapa detik saja. Saat ini Matthew melihat beberapa elemen yang sudah “berteman” dengannya, memasuki tubuhnya. Matthew bisa merasakan bahwa elemen-elemen itu bergerak aktif mengikuti aliran darahnya.
Matthew mencoba melakukan sesuatu. Ia memusatkan perhatiaannya kepada elemen api yang ia miliki.
‘Teman-temanku elemen api, bantulah aku dalam pertarungan ini. Berkumpul.’ Gumam Matthew dalam hati.
Anak laki-laki itu meminta elemen api berkumpul di tangannya yang memegang pedang pendek. Langsung saja Matthew merasakan tangan kanannya mulai terasa panas.
Ia lalu menyabetkannya ke udara kosong di depannya, tepat di mana musuh yang ada di depannya berada. Meski pedangnya ini tidak akan mengenai musuhnya, entah kenapa Matthew tiba-tiba percaya bahwa serangannya ini bisa melukai musuhnya. Benar saja, tidak lama kemudian keajaiban terjadi.
Dari ujung pedang yang Matthew sabetkan keluar sebuah bola api. Namun, bola api tersebut tidaklah terlalu besar. Hanya seukuran kelereng. Mungkin karena level Matthew sendiri yang masih sangat rendah sehingga dirinya tidak bisa mengeluarkan bola api berukuran besar.
Bola api tersebut langsung mengenai pakaian musuhnya. Mereka hanya memakai baju dari kain bukan dari kulit monster. Jadi, apa yang mereka pakai bisa terbakar dengan mudahnya. Musuh Matthew itu pun langsung berteriak berusaha memadamkan api yang mengenainya.
Namun api tersebut bergerak cepat. Sekarang pakaiannya terbakar habis, kini giliran kulitnya yang terbakar. Ia sekarang mulai berteriak kesakitan.
Melihat serangannya berhasil, Matthew pun bergegas melakukan serangan lainnya. Ia kembali melakukan hal yang sama. Kali ini Matthew menyerang orang yang ada di samping kanannya. Orang itu juga mengalami nasib serupa. Pakaiannya terbakar.
Ketika dirinya ingin melakukan serangan ketiga, Matthew merasa dirinya tidak bisa melakukannya. Memang para elemen api sudah berkumpul di tangan kanannya, tetapi ia tidak bisa mengeluarkan mereka dari tubuhnya. Dirinya seolah sudah tidak memiliki kekuatan untuk melakukan hal itu.
‘Sial. Sepertinya levelku yang rendah membuatku tidak bisa melakukan serangan dengan leluasa.’ Batin Matthew.
Keadaan semakin genting sekarang. Dua orang lainya sudah akan menyerangnya. Awalnya mereka cukup kaget karena Matthew ternyata seorang profesional. Ia bisa menyerang dengan memanfaatkan elemen.
__ADS_1
Tetapi kedua orang yang masih bertahan bertahan itu menyeringai ketika melihat Matthew sudah tidak lagi bisa menggunakan elemen. Mereka yakin setelah ini mereka bisa menyerang anak laki-laki ini dan membalaskan dendam rekan mereka.
“Apakah energi jiwamu sudah habis anak muda? Aku tidak menyangka anak seusiamu sudah bisa menggunakan elemen. Tetapi, sepertinya Kau ini adalah seorang Mage yang berpura-pura menjadi Knight. Sekarang, karena energi jiwamu sudah habis, terimalah pembalasan dari kami.”
“Berani sekali orang sepertimu menghajar teman kami.” Teriak salah satu musuh Matthew.
Ada dua kepalan tangan yang mengarah ke arahnya. Matthew berniat melompat menjauhi serangan lawan. Namun, sebelum dia bisa melakukannya, kakinya ditarik oleh seseorang. Rupanya laki-laki yang pertama kali Matthew lukai sekarang ini tengah menarik kakinya. Hal itu membuat Matthew terjatuh.
Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh mereka yang tidak terluka dalam pertarungan ini. Salah seorang dari mereka langsung menindih Matthew. Dengan begini, Matthew tidak akan bisa kabur dari sini.
Laki-laki itu kemudian berniat memukul wajah Matthew dengan kepalan tangannya. Tenaga yang ia pakai sekarang cukup besar. Jika tinjuannya ini mengenai kepala Matthew, itu akan membuat wajahnya menjadi babak belur. Ada kemungkinan pula bahwa giginya akan copot karena tinjuan itu.
Tetapi hal mengejutkan terjadi. Ketika laki-laki itu melayangkan tinjunya ke wajah Matthew, kepalan tangnnya berhenti tiga sentimeter dari kulit Matthew. Ada sebuah tabir tipis berdiameter lima belas sentimeter, yang berasal dari air, menghentikan serangan dari laki-laki itu.
Sekarang dirinya bisa menggunakan elemen air untuk melindungi dirinya. Matthew kemudian memikirkan hal yang lain. Ada kemungkinan di levelnya yang sekarang, ia hanya bisa menggunakan dua serangan dari setiap elemen yang ia punya.
Ini berarti dirinya masih memiliki tujuh serangan lagi untuk bisa mengalahkan orang-orang ini. Dua serangan untuk setiap elemen cahaya, petir, dan udara. Lalu satu serangan dari elemen air.
“Heh, aku tidak menyangka Kau memiliki lebih dari satu elemen. Itu malah lebih bagus lagi. Aku bisa menjualmu lebih mahal jika Kau memiliki elemen seperti ini.” Ucap laki-laki itu.
Tanpa berpikir panjang, langsung saja Matthew menggunakan ilmu yang ia miliki di kehidupan sebelumnya. Ia menyerang orang yang sekarang menindihnya dengan elemen air. Tubuh laki-laki itu menjadi basah.
Ia hanya tertawa saja karena apa yang Matthew lakukan itu tidak menyakitinya sama sekali. Namun tawa itu terhenti ketika Matthew menggunakan elemen petir miliknya untuk menyerang laki-laki itu. Air merupakan konduktor yang baik untuk mengalirkan listrik.
__ADS_1
Sekarang, laki-laki yang tengah menindih Matthew itu tubuhnya mengalami kejang-kejang karena sengatan listrik yang Matthew berikan. Hal itu membuatnya terjatuh ke tanah. Dengan begini, Matthew bisa bergerak bebas lagi.
Tetapi, meski sudah tidak ada yang menahan dirinya, Matthew tidak bisa bergerak dengan mudah. Ada sesuatu yang masih menahan tubuhnya. Hal itu membuat Matthew memandang ke arah bagian bawah tubuhnya.
Matthew bisa melihat bagian perut hingga kakinya sekarang diselimuti oleh tanah yang mengeras. Ia bisa melihat adanya elemen bumi di sekitar tanah tersebut. Ini berarti, ada seorang profesional yang sedang menyerangnya.
Tidak lama kemudian, Matthew mendengar suara langkah kaki dan sebuah tepuk tangan dari seseorang. Orang itu memiliki tubuh yang cukup besar. Di tangannya terdapat sebuah tongkat panjang yang di atasnya terdapat sebuah kristal berwarna kecoklatan. Matthew bisa melihat banyaknya elemen bumi yang berkumpul di sana.
‘Sial ada seorang profesional di antara mereka.’ Gumam Matthew dalam hati.
“Bos Leonard.” Teriak beberapa dari lima penyerang Matthewyang masih bisa berbicara dengan lancar.
“Bos anak ini memiliki tiga elemen Bos. Kita harus menangkapnya. Aku yakin Tuan Sein akan sangat senang jika kita menyerahkan anak ini padanya.” Ucap salah satu orang yang ada di sana.
“Aku sudah melihat semua itu. Kalian bekerja sangat baik. Aku yakin kalian akan mendapatkan hadiah yang cukup bagus dari Tuan Sein. Tunggu saja dia kembali ke sini.” Jawab laki-laki bernama Leonard itu.
Setelah berucap demikian, laki-laki beranama Leonard tersebut mendekati Matthew yang masih berbaring di tanah. Ia menampakkan sebuah senyuman lebar.
“Hem… bakatmu cukup bagus anak muda. Jika Kau mau bergabung dengan kelompokku, maka Kau akan mendapatkan banyak keuntungan yang luar biasa. Tetapi, jika Kau menolak, maka bersiaplah kehilangan seluruh elemen yang Kau miliki.” Ucap Leonard setengah berbisik kepada Matthew.
Dari ucapan Leonard tersebut, membuat Seno tahu siapa orang-orang yang menyerangnya ini. Mereka berada di kelompok yang sama dengan organisasi gelap yang sedang mereka hindari. Black Shadow.
Matthew tahu bahwa dirinya sekarang sedang dalam keadaan bahaya. Langsung saja Matthew mengirim sebuah telepati kepada kedua adiknya. Ia berharap mereka bisa datang bersama dengan John untuk menolongnya sekarang.
__ADS_1