
Setelah Knight tersebut menghilang dari pandangannya, Ellie mengalihakan pandangannya ke arah Matthew dan Jasper yang kini masih tertidur pulas. Air liur terlihat menetes di sudut bibir Jasper.
Melihat Jasper yang seperti itu Ellie dengan sedikit terburu-buru menyeka sudut bibirnya. Mungkin saja dirinya juga memiliki air liur di sudut bibirnya. Setelah memastikan tidak ada apa-apa di sana, Ellie bernafas lega.
Ellie lalu menggoyang-goyangkan tubuh Matthew, mencoba membangunkan saudara kembarnya itu. Tidak menunggu lama untuk Matthew terbangun dari tidurnya. Memang mereka adalah tipe orang yang cukup mudah dibangunkan. Hanya perlu sedikit suara gaduh atau goyangan pada tubuh mereka maka mereka akan bangun.
“Apa ini sudah pagi Ellie? Apa sudah saatnya makan lagi?” tanya Jasper.
Rupanya ketika Ellie menggoyangkan tubuh Matthew, Jasper ikut terbangun. Kembarannya yang satu ini bangun-bangun malah menanyakan makan dan bukan kenapa ia membangunkannya. Tetapi bicara soal makan, Ellie juga sudah merasa lapar lagi.
Tetapi sekarang bukan saat yang tepat membicarakan hal itu. Sesuatu sedang terjadi sekarang. Jadi, Ellie perlu memberitahu kedua saudara kembarnya mengenai hal ini.
Ellie menggelengkan kepalanya merespon pertanyaan Jasper. “Akan terjadi sesuatu Jas. Kakek John meminta kita untuk bangun. Ia bilang kita bisa mengamati kejadian yang akan terjadi ini. Mungkin kita akan mempelajari satu atau dua hal dari kejadian ini. Itu yang Kakek John katakan padaku.”
“Lalu dimana dia sekarang?” Tanya Matthew.
Ketika ia bangun hanya ada kedua adiknya. Ia tidak melihat keberadaan John. Meski begitu, Matthew bisa melihat bangku yang sebelumnya John duduki masih memiliki bekas. Itu berarti, John belum lama meninggalkan tempat duduk itu.
Ellie mengarahkan telunjukknya ke atas. “Dia di atap.”
Setelah berucap demikian, Matthew merasakan kereta yang mereka tumpangi memelankan lajunya. Tidak lama kemudian kereta tersebut benar-benar berhenti. Setelahnya Matthew bisa mendengar beberapa teriakan dari arah depan dan belakang Karavan.
Samar-samar Matthew mendengar permintaan tolong, ada juga yang meneriakkan kata bandit. Dari situ, Matthew bisa menebak apa yang sedang terjadi.
“Sepertinya karavan ini diserang bandit Jas.” Jelas Matthew.
__ADS_1
“Benarkah? Bisakah kita melihatnya?” Ucap Jasper penuh semangat.
Ada sedikit rasa kecewa yang Jasper rasakan ketika tidak bisa melihat pertarungan Matthew dan beberapa orang siang tadi. Padahal, ia ingin melihat bagaimana cara bertarung seseorang. Itu terdengar keren sekali menurut Jasper. Jadi, Jasper tidak sabar ingin melihat pertarungan yang terjadi.
“Aku juga ingin melihatnya. Aku sangat penasaran ingin mengetahui bagaimana seseorang memakai elemen mereka. Mungkin dengan aku melihatnya aku bisa mengetahui mekanismenya.” Ucap Ellie dengan penuh semangat.
Sementara itu Matthew tidak memiliki pemikiran yang sama dengan kedua adiknya. Ia bisa tahu betapa kejamnya dunia ini. Sebuah pertarungan di dunia ini bisa berakhir dengan kematian. Lalu, cara mereka mati pun cukup tragis menurut Matthew.
Matthew tidak yakin kedua adiknya yang tidak pernah melihat pertumpahan darah bisa mengatasi semua itu. Mala mini jelas akan terjadi pertumpahan darah. Apalagi penyerangan bandit. Mereka pasti tidak akan kenal
ampun.
Matthew bisa membayangkan penumpang lainnya pada karavan ini, yang merupakan orang biasa, banyak yang tidak akan selamat dalam penyerangan ini.
Jika tidak salah, orang tuanya pernah mengatakan bahwa elemen bisa digunakan jika kita memiliki rune yang tepat. Sebelumnya Matthew memiliki pemikiran untuk mengamati John yang akan berteleportasi. Ia ingin memahami mekanisme penggunaan elemen dalam teleportasi.
Namun rencana tersebut tidak bisa Matthew jalankan. Ketika melakukan teleportasi yang pertama, dirinya belum siap. Itu membuat Matthew tidak dapat mengamati perubahan yang terjadi. Sedangkan di teleportasi mereka yang kedua, semuanya terjadi begitu cepat.
Mungkin karena John memiliki kekuatan jauh lebih tinggi darinya sehingga membuat Matthew kesulitan dalam melakukan pengamatan.
Kali ini Matthew bertekad untuk mengetahui mekanisme tersebut. Jika yang menyerang karavan benar-benar kelompok bandit, maka akan banyak pertarungan yang terjadi. Matthew bisa memiliki banyak pilihan orang untuk
dijadikan objek pengamatannya.
Tidak semua orang memiliki tingkatan tinggi bukan? Matthew yakin dari mereka yang bertarung, ia bisa mengamati satu dua orang. Dari orang sebanyak itu pasti akan ada yang berhasil Matthew amati.
__ADS_1
Matthew mengeluarkan kepalanya dari jendela. Ia menengadahkan kepalanya ke atas. Dengan suara yang cukup keras, Matthew mengatakan sesuatu kepada John, yang Matthew yakiin masih berada di atap.
“Kakek John, apa Kau masih di atas? Kami ingin kesana. Sepertinya dari atap kereta kami bisa mengamati dengan jelas pertarungan yang ada.” Pinta Matthew.
Kepala John muncul dari atap kereta. Ia memandang ke bawah ke arah Lily. “Ck.” John mendecakkan lidahnya. “Merepotkan saja.”
Meski berkata demikian, John kembali muncul di dalam kereta. Tidak lama kemudian, laki-laki itu kembali muncul di atap kereta dengan Matthew dan kedua adiknya.
Benar saja, dari atap kereta Matthew bisa melihat pertarungan yang ada. Meski suasanya kali ini sedikit remang-remang karena minimnya cahaya, tetapi Matthew menerjab-terjabkan matanya untuk menyesuaikan dengan keadaan sekitar. Matthew bisa melihat beberapa orang berpakaian hitam tengah bertarung dengan pengawal Karavan Gold Mine.
“Kalian diam saja di sini. Apapun yang terjadi kalian tidak boleh meninggalkan kereta ini. Aku sudah memasang barier di sini. Jadi, selama kalian tidak meninggalkan kereta ini kalian akan aman. Aku akan memberikan pertolongan kepada mereka.” ucap John yang kemudian menghilang dari tempatnya berdiri.
Matthew melihat saat ini John muncul beberapa puluh meter dari kereta mereka. Ia melihat John memukul seseorang dari kelompok bandit yang mencoba membuka pintu kereta. Jika Mathew tidak salah ingat, kereta tersebut berisikan beberapa orang tanpa kemampuan yang bergabung dengan karavan di Desa Siendra.
Di dalam kereta tersebut ada enam orang penumpang dengan dua di antaranya adalah laki-laki sedangkan yang lainnya adalah perempuan.
Jasper yang ada di samping Matthew terlihat bersemangat melihat hal itu. “Wow…. Apa Kau lihat itu Matt, El? Itu sangat hebat. Satu pukulan dari Kakek John bisa membuat bandit itu terpental belasan meter. Jika aku berlatih, pasti nanti aku memiliki kemampuan seperti itu. Aku pasti nantinya akan lebih hebat dari Kakek John.” Ucap Jasper dengan penuh semangat.
Matthew menghiraukan John yang bisa dengan mudah mengatasi keadaan di sana. Ia juga tidak memerlukan Jasper dan Ellie saat ini. Biarkan saja kedua anak itu menikmati pertarungan yang ada. Toh mereka tidak akan membantu banyak dalam rencana Matthew kali ini.
Setidaknya dengan melihat pertarungan ini kedua adiknya bisa lebih semangat lagi berlatih. Pertarungan ini akan akan mengajarkan mereka bahwa kekuatan adalah hal yang terpenting untuk dimiliki oleh seseorang di dunia ini.
Tanpa adanya kekuatan, seseorang akan dengan mudahnya kehilangan nyawa mereka karena tidak bisa melindungi diri. Tidak selamanya mereka akan memiliki seseorang untuk melindungi. Jadi Matthew berharap ini menjadi penyemangat mereka untuk mau maju dan menjadi lebih kuat lagi.
Meski caranya cukup brutal, tetapi tidak ada yang bisa Matthew lakukan.
__ADS_1