
Matthew mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. Ia mengamati besarnya bola elemen yang ada di sekitar seseorang. Dari besarnya bola elemen itu Matthew bisa memperkirakan tingkatan kekuatan seseorang.
Meski Matthew belum bisa mengkatagorikannya kekuatan seseorang dari bola elemen mereka dengan pasti, tetapi Matthew bisa memahami siapa yang memiliki kekuatan yang tinggi dan siapa yang tidak.
Dengan kemampuannya itu, Matthew bisa memilih untuk mengamati pertarungan yang diinginkannya. Ia ingin mengawalinya dengan mengamati pertarungan seseorang yang memiliki kekuatan tidak terlalu tinggi.
Setelah beberapa saat mencari, Matthew mendapatkan apa yang diinginkannya. Jauh di depan karavan terdapat pertarungan antara pengawal karavan dengan bandit. Elemen-elemen yang ada di sekitar mereka sedikit lebih besar ukurannya dibandingkan dengan yang dimiliki oleh Matthew.
Mungkin karena dirinya mulai menjadi seorang profesional, ia masih bisa melihat dengan jelas pertarungan tersebut meskipun dari jarak puluhan meter. Dari tempatnya saat ini, ia bisa melihat bahwa pengawal tersebut menggunakan pedang sebagai senjata sedangkan bandit tersebut menggunakan pedang lengkung.
Di tubuh kedua petarung tersebut, Matthew bisa melihat sesuatu yang seperti tato. Tato tersebut terbentuk dari garis-garis yang membentuk gambar sedemikian rupa. Jika tidak salah itu tidak jauh berbeda dengan rune.
‘Mungkin yang muncul di tubuh mereka adalah rune yang sering Ayah dan Ibu jelaskan.’ Gumam Matthew dalam hati.
Seingat Matthew, di tubuh pengawal karavan tadi Matthew tidak melihat adanya rune tersebut. Kemungkinan besar, rune-rune tersebut muncul karena orang itu ingin menggunakan elemennya untuk bertarung. Matthew kemudian memusatkan pandangannya ke arah rune-rune tersebut.
Matthew bisa melihat bahwa rune tersebut menarik elemen-elemen yang ada di sekitar tubuh pengawal karavan. Tidak lama kemudian, rune-rune tersebut mengkompres dan memadatkan elemen-elemen yang berhasil diserap. Kemudian, elemen yang sudah diolah tersebut dialirkan ke senjata sang pengawal.
Di setiap tebasan pedang pengawal karavan keluar sebuah serangan berupa pedang yang terbuat dari elemen angin, sesuai dengan elemen yang dimilikinya. Hal tersebut juga tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh bandit yang dilawannya. Setiap tebasan pedang dari bandit tersebut, seekor ular yang terbuat dari elemen api keluar dari pedangnya.
Dari sini sedikit banyak Matthew mengetahui bagaimana seseorang menggunakan elemen untuk bertarung. Mereka perlu mengolah elemen yang ada dengan cara mengompresnya lalu memadatkannya. Elemen yang seperti inilah yang bisa digunakan oleh seseorang.
Matthew menebak, kegunaan rune-rune tersebut adalah untuk membantu mengompres dan memadatkan elemen yang ada. Tetapi, kenapa ia tidak melihat rune-rune semacam itu muncul di tubuh Elisa ketika ibunya itu memakai elemen cahayanya untuk menyembuhkan.
Apakah ada perbedaan antara seorang Knight dan Mage dalam menggunakan elemen mereka? Matthew sendiri tidak mengetahuinya. Yang Matthew pahami saat ini adalah dirinya mendapatkan pengetahuan baru.
__ADS_1
Setelah semua kejadian ini diselesaikan, ia bisa menanyakan semua ini kepada John. Selagi John bersama mereka, sudah seharusnya mereka memanfaatkan pengetahuan laki-laki itu. Mungkin ia bisa mendapatkan beberapa rune dari John agar dirinya dan kedua adiknya bisa mengunakan elemen yang mereka miliki.
Mungkin lebih tepatnya untuk mengelabuhi orang yang mereka temui bahwa mereka menggunakan rune. Ini karena, penggunaan elemen yang dilakukan oleh Matthew dan orang pada umumnya sangat berbeda.
Dirinya tidak perlu lagi mengompres elemen yang ada untuk bisa menggunakannya. Justru, elemen tersebutlah yang berkumpul dan memadat dengan sendirinya ketika ia meminta.
Matthew juga melihat bahwa elemen yang ia keluarkan ketika bertarung, terasa lebih murni daripada elemen yang orang lain keluarkan. Matthew sendiri tidak paham kenapa ini bisa terjadi.
Mungkin ia perlu mendengarkan penjelasan lebih mendalam mengenai mekanisme penggunaan rune. Barulah nanti ia akan tahu kenapa itu berbeda.
Sekarang Matthew memang tidak memerlukan rune untuk menggunakan elemen, tetapi ia masih butuh. Jika mereka tidak memiliki rune sama sekali, maka mereka akan menarik perhatian orang di sekitar. Kenapa mereka bisa menggunakan elemen tanpa rune?
Setelah memahami perbedaan antara dirinya dan pengguna elemen di dunia ini, Matthew sudah tidak terlalu peduli dengan pertarungan yang ada. Pertarungan di sekitarnya sangat mengerikkan. Beberapa orang sudah gugur menjadi korban.
Ketika Matthew memandang mereka, ia tidak menemukan kebahagiaan pada wajah mereka seperti sebelumnya. Keduanya yang awalnya sangat bersemangat dalam melihat pertarungan, kini menampilkan wajah pucat. Darah seolah sudah menghilang dari wajah mereka.
Ellie bahkan sudah menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia tidak tega melihat apa yang sedang terjadi. Hal itu membuat Matthew langsung memeluk adik perempuannya itu. Matthew langsung mengelus punggungnya dan memberikan kata-kata yang menenangkan untuk Ellie.
“Tenanglah Ellie, Kau akan baik-baik saja. Ada aku di sini yang akan melindungimu. Tenanglah Ellie.” Ucap Matthew pelan.
Jika dibandingkan melihat seseorang terbakar habis menjadi debu, melihat orang terbelah menjadi dua karena sabetan senjata memang lebih mengerikkan. Tidak heran jika kedua adiknya menjadi seperti ini.
“Me-mereka mati Matt. Semuanya.” Ucap Ellie dengan terbata-bata.
“Aku tahu, aku tahu El. Kau harus tenang dan menghadapi kenyataan ini El. Dunia ini tidak seindah yang kalian pikirkan. Petarungan di sini pun tidak seindah di buku yang dibelikan oleh Ibu. Semuanya mengenai hidup dan mati.” Ucap Mathew pelan.
__ADS_1
“Tetapi, jangan Kamu jadikan ini alasanmu menjadi takut dan tidak mau melakukan apapun. Justru pakai ini untuk menjadi penyemangatmu menjadi lebih kuat lagi. Dengan begitu, orang lain tidak akan memiliki kesempatan untuk menyakitimu.”
Ketika Matthew berkata demikian, tiba-tiba ada salah satu bandit yang menyerang mereka. Hal itu membuat Jasper takut dan mendekat ke arah Matthew dan Ellie. Tetapi serangan bandit tersebut tidak sampai mengenai mereka.
Barier yang sebelumnya John buat sekarang sudah menunjukkan fungsinya. Barier tersebut menahan serangan dari bandit tersebut. Hal ini membuat mata bandit tersebut berbinar. Ia berpikir bahwa di kereta ini ada sesuatu yang berharga. Jika tidak, kenapa ada sebuah barier yang melindungi kereta ini?
Bandit tersebut melayangkan serangan bertubi-tubi. Tetapi tidak ada perubahan apa pun. Barier tersebut tetap kokoh melindungi. Meski ada barier yang melindungi mereka, Jasper masih ketakutan dengan serangan itu.
“Matt, apa Kau bisa melakukan sesuatu untuk menyingkirkan bandit ini?” Tanya Jasper.
“Sebentar aku akan mencobanya.” Jawab Matthew.
Bandit yang sekarang menyerang mereka memiliki kekuatan yang tidak terlalu tinggi. Elemen yang ada di sekitar bandit itu tidak jauh berbeda dengan milik Matthew. Ini berarti bandit tersebut sama seperti Matthew berada di tingkat Besi. Hanya saja levelnya sedikit di atas Matthew.
Ada hal yang Matthew pelajari mengenai penggunaan elemen dan bandit ini cocok untuk menjadi lawan dalam eksperimen kecil ini. Matthew berkonsentrasi pada elemen yang ada di sekitarnya. Ia lalu meminta para elemen api memasuki dirinya.
‘Teman-temanku elemen api, berkumpul dan menyatulah denganku. Berkumpullah menjadi satu.’ Ucap Matthew melalui telepati.
Seperti yang sebelumnya ia rasakan, sekarang elemen-elemen itu berkumpul di tanganya. Meski elemen api sudah berkumpul, tetapi Matthew tidak langsung melepaskannya begitu saja. Ia ingin mereka mengkompres menjadi satu.
Dari pengamatannya, rune yang dipakai oleh para profesional di dunia ini membantu mengkompres elemen yang ada. Jadi, Matthew ingin mencoba melakukan hal yang serupa.
Matthew lalu memposisikan jari-jari tangannya seolah-olah membentuk pistol. Ia lalu membayangkan sebuah peluru dan mengirimkan imajinasinya itu kepada elemen api yang ada di tanganya. Matthew meminta mereka membentuk sebuah peluru ketika ia lepas nanti.
Dengan satu perintah dari Matthew, elemen api yang sekarang terkompres dalam bentuk peluru, sekarang melesat dari ujung jarinya menuju ke arah bandit.
__ADS_1