
Baru saja Matthew hendak mencari keberadaan Leonard, seseorang sudah menghampiri mejanya. Di antara semua orang yang mendatanginya, Matthew tidak menyangka yang datang adalah Josh, orang yang sudah memberikan pengumuman menggemparkan itu.
“Rupanya benar yang dikatakan Leonard, ada murid baru yang diterima lebih awal dari yang lainnya,” ucap Josh yang langsung mengambil duduk di sebelah Matthew.
Josh memandangi satu persatu wajah Matthew dan kedua adiknya. Josh seolah mencoba mengingat wajah mereka dengan baik. Sayangnya dia akan kecewa nantinya. Saat ini, wajah mereka belumlah berubah ke wajah asli mereka. Jadi apa yang Josh lakukan ini percuma saja.
“Namaku Josh Luinox. Aku mendengar nama kalian dari Leonard.”
“Jadi Kau mengenal Leonard?” tanya Ellie.
“Tentu saja aku mengenalnya. Dia adalah anak buahku. Tidak mungkin aku bisa mengumpulkan banyak informasi dengan cepat jika tidak memiliki banyak anak buah. Leonard hanya salah satu telingaku yang ada di akademi ini.”
Matthew mengangguk pelan. Apa yang dikatakan oleh Josh ada benarnya. Jika Josh ingins menjadi orang yang memiliki informasi terbaru, maka ia butuh banyak telinga untuk membantunya mendengarkan semua berita yang muncul.
“Aku tidak menyangka kalian ini mengenal Kepala Akademi John Gallager. Memangnya, apa hubungan kalian degannya?” tanya Josh setengah berbisik.
‘Jangan katakan apa pun kepada dia,’ ucap Matthew memperingatkan kedua adiknya melalui telepati mereka.
Matthew tidak mau kedua adiknya membeberkan informasi kedekatannya dengan John kepada murid yang lain. Jadi, Matthew akan membiarkan Josh membuat spekulasinya sendiri.
“Dia menemukan kami ketika melakukan pengelanaan. Kami terpisah dari kedua orang tua kami ketika kawanan monster menyerang. Jadi, Kakek John membawa kami kemari karena dia mengatakan kami ini cukup berbakat.”
Apa yang Matthew katakan ini tidak sepenuhnya salah juga tidak sepenuhnya benar. Tetapi ini adalah informasi yang cukup logis yang bisa Matthew berikan kepada Josh.
“Ah seperti itu rupanya.”
__ADS_1
Meski Matthew sudah memberikan jawaban, tetapi Josh tahu bahwa jawaban itu tidak sepenuhnya benar. Pasti ada satu dua hal yang Matthew tutupi darinya. Tetapi itu tidak masalah. Dari cara Matthew memanggil nama kepala akademi, Josh sudah tahu bahwa hubungan mereka cukup dekat.
“Josh, apakah Kau tahu keberadaan Leonard?”
“Memangnya Kau kenapa mencari dia?”
“Aku ingin pergi ke Kota Archdule untuk menyetok beberapa barang. Lalu, kami butuh seseorang yang lebih mengenal Kota Archdule untuk menjadi pemandu kami.”
“Bagaimana jika kalian pergi bersamaku saja. Aku akan menjadi pemandu yang terbaik untuk kalian. Kebetulan, aku juga ingin menyetok beberapa bahan makanan. Jadi kita pergi bersama.”
Pada akhirnya Matthew memutuskan untuk pergi bersama dengan Josh. Di dekat gerbang akademi, sudah ada ratusan orang murid yang terlihat berkumpul. Mereka terlihat sibuk mebicarakan sesuatu. Josh yang sudah menawarkan diri menjadi pemandu, menjelaskan apa yang sedang terjadi kepada Matthew dan yang lainnya.
“Saat ini mereka tengah menunggu kereta yang bisa membawa mereka ke Kota Archdule datang. Jumlah kereta yang ada biasanya terbatas. Lalu, sekarang ini semua orang secara bersamaan akan pergi ke kota. Jelas akan banyak antrian yang menunggu.”
“Ah seperti itu. Apakah akademi tidak memiliki monster khusus yang bisa dijadikan alat transportasi?” tanya Matthew.
“Tentu saja ada. Hanya saja, biaya naiknya lebih mahal daripada menaiki kereta. Mereka yang tidak memiliki uang lebih, tidak akan memilih menaiki transportasi khusus ini.”
“Memangnya apa itu?” tanya Ellie penasaran.
“Itu dia,” ucap Josh sembari menujuk ke arah lapangan kosong yang ada di sudut kanan gerbang.
Di sana terlihat beberapa monster besar berbentuk seperti burung. Jika Matthew membandingkannya dengan kendaraan yang ada di dunianya dulu, monster itu memiliki ukuran seperti truk muatan. Di bagian punggung burung terdapat area yang cukup luas untuk dua puluh orang dewasa.
“Jika menaiki burung Puvre kita hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai di kota. Itu akan sangat menghemat waktu. Tetapi, sekali jalan setiap orang perlu membayar lima puluh koin perak,” jelas Josh.
__ADS_1
Pantas saja banyak yang memilih antri untuk menaiki kereta. Ini karena tarif dari Akademi Andradius menuju ke Kota Archdule, hanya membutuhkan lima koin perak saja. Tetapi, waktu yang mereka habiskan dalam perjalanan juga cukup lama.
“Matt kita naik itu saja ya? Aku ingin mencoba terbang lagi? Boleh ya, boleh ya?” pinta Jasper yang terlihat sangat antusias dengan kemungkinan mereka akan menaiki monster yang bisa terbang.
“Aku tidak masalah. Karena aku sudah memintamu untuk menjadi pemanduku, aku akan membayar biaya perjalananmu Josh.”
“Benarkah? Padahal aku sendiri berniat melakukan hal yang sama. Membayar biaya perjalanan menuju kota. Jika Kau memang mau membayarnya tidak masalah. Nanti, dalam perjalanan pulang biar aku yang membayarnya.”
Josh lalu membimbing Matthew dan yang lainnya untuk mendekat ke arah burung Puvre. Ada tiga burung di tempat ini. Matthew sendiri sudah melihat beberapa murid akademi menunggu gilirian mereka untuk naik ke punggung Puvre.
“Josh siapa ini yang sedang bersamamu?”
Seorang laki-laki berjubah hijau menanyakan hal itu kepada Josh ketika mereka ikut mengantri. Sebuah pin berwarna perak dengan angka VI di atas pin tersebut, menempel di dada kirinya. Itu menandakan bahwa laki-laki ini memiliki kekuatan tingkat Silver VI.
“Draven Dawnson. Aku tidak menyangka akan pergi ke kota bersaman denganmu. Kau terlihat sendiri, di mana sepupumu yang lain?” tanya Josh.
Pandangan Matthew dan kedua adiknya seketika menatap orang bernama Draven itu dari ujung kaki hingga ujung kepala. Ini karena Draven memiliki nama belakang yang sama dengan nama ayah mereka, Dawnson. Itu berarti, mereka masih saudara. Ada kemungkinan ini adalah sepupu mereka.
“Kau belum menjawab pertanyaanku. Siapa mereka?” tanya Draven sekali lagi.
“Kau tetap tidak berubah, Draven. Kau ingin mengetahui identitas semua orang dan menilai mereka. Kau pasti akan memikirkan apakah orang itu cocok untuk Kau rekrut menjadi pasukanmu di kemudian hari. Memang Kau ini calon penerus Jenderal Dawnson.”
Draven tidak menanggapi ucapan Josh tersebut. Ia memilih menatap tajam ke arah Josh. Meski Draven tidak mengatakan apa pun, tetapi Josh tahu bahwa Draven memintanya menjawab pertanyaan yang belum ia jawab.
“Mereka ini hanya murid baru yang diterima lebih awal. Aku menawarkan diri untuk menjadis pemandu mereka untuk berkeliling di Kota Archdule.”
__ADS_1
“Seorang Josh sang pembawa pesan sekarang sudah berubah profesi sebagai pemandu? Aku tidak menyangka Kau melakukan hal ini.”
Draven menatap Josh dengan penuh kecurigaan. Laki-laki ini tidak akan melakukan sesuatu jika hal itu tidak akan menguntungkannya. Ini berarti, anak-anak baru yang bersama Josh ini memiliki identitas yang tidak biasa.