Master Of Elements

Master Of Elements
ME 17 Transaksi (1)


__ADS_3

Sudah setengah jam sejak kepergian Albert dan Elisa. Jasper dan Ellie kini yang duduk di samping Matthew menyeruput susu Cosen Cow dari gelas. Sepertinya keduanya ingin menikmati segelas susu terakhirnya di rumah ini.


Jika biasanya mereka meminum susu tersebut dalam beberapa tenggakkan seperti seseorang yang tengah terburu-buru, kini mereka menikmatinya secara perlahan.


Di depan ketiga saudara kembar itu Kepala Akademi terlihat menikmati roti isi miliknya. Ini adalah roti kelimanya sejak ia mulai makan dua puluh menit yang lalu. Setelah menghabiskan roti kelimanya itu, Matthew kira Kepala Akademi akan kembali mengeluarkan sebuah roti isi.


Tetapi tidak, Kepala Akademi menjilati setiap sisa saos yang ada ditangannya. Setelah itu, ia mengeluarkan air dari elemen disekitar untuk membasuh tangannya tersebut.


“Anak-anak sudah saatnya kita pergi.” Ucap Kepala Akademi.


“Bukankah masih kurang setengah jam lagi? Kenapa kita pergi sekarang?” tanya Matthew.


Kepala Akademi mengelengkan kepalanya. “Tidak perlu menunggu terlalu lama. Mereka sudah cukup jauh. Aku yakin mereka sudah mulai melakukan pertarungan. Ini saatnya kita pergi.” Kepala Akademi mengeluarkan tiga buah botol vial berisi cairan berwarna ungu dari cincin ruangnya.


“Kalian minumlah ini terlebih dahulu.” Perintah Kepala Akademi.


“Apa itu? Apa itu makanan? Apa itu enak?” tanya Jasper penasaran.


“Bukan. Ini adalah sebuah ramuan khusus buatanku. Dengan meminum ramuan ini, penampilan kalian akan berubah selama sebulan. Dengan begini kita bisa menghindari semua masalah yang mungkin saja muncul. Apa kalian tahu, wajah kalian ini memiliki kemiripan yang tinggi dengan orang tua kalian. Wajah kalian adalah perpaduan keduanya.”


“Jika nanti dalam perjalanan kita bertemu dengan anggota lain dari organisasi Black Shadow, maka mereka tidak akan mengganggu kita. Aku yakin mereka juga sudah memiliki salinan dari gambar wajah kalian. Kita harus sesegera mungkin tiba di akademi. Kita tidak bisa terlalu lama berhenti.”


Ellie menghempaskan nafas panjang. Pundaknya sedikit menurun setelah mendengar bahwa cairan di botol vial tersebut bukanlah makanan. Anak perempuan itu memiliki pemikiran yang sama seperti Jasper. Berpikir apa yang Kepala Akademi tawarkan adalah sebuah makan.


“Aku kira itu makanan lezat.” Dengan sedikit berat hati Ellie dan Jasper menerima vial ramuan yang Kepala Akademi berikan. Keduanya langsung membuka tutupnya dan menenggak isinya.


Setelah cairan berwarna ungu itu melewati kerongkongan mereka, Jasper dan Ellie merasakan keanehan dalam tubuh mereka. Mereka merasa seperti ada banyak semut yang berjalan di dalam tubuh mereka. Itu agak menggelikan. Apalagi di area wajahnya. Seperti ada jutaan semut yang bergerak di sana.


Tidak ada rasa sakit yang mereka rasakan. Namun keanehan yang mereka rasakan ini sedikit membuat Jasper dan Ellie takut. Jasper mengarahkan tangannya ke arah wajahnya. Dengan tangannya, Jasper bisa merasakan kulit wajahnya seperti berubah menjadi lunak.


Sementara itu, Ellie memandang Matthew yang masih memegang vial pemberikan kepala akademi tanpa berniat meminumnya sekarang. Dari padanngannya, Ellie seolah meminta bantuan Matthew mengenai apa yang sedang ia alami saat ini.


‘Matthew apa yang terjadi padaku.’ Teriak Ellie melalui telepati mereka.

__ADS_1


‘Wow Jas, El, kalian berubah.’ Ucap Matthew yang kini mengamati perubahan pada diri kedua adiknya.


Matthew tidak langsung meminum ramuan yang diberikan oleh Kepala Akademi. Ia percaya ini bukan racun, tetapi ia ingin tahu apa yang terjadi jika ia meminumnya. Jadi Matthew ingin melihat perubahan apa yang terjadi pada kedua adiknya yang terlabih dahulu meminum ramuan itu. Setelahnya baru Matthew akan meminum ramuan ini.


Matthew merihat tubuh kedua adiknya yang berubah derastis. Badan mereka terlihat lunak lalu kemudian berubah. Terutama di bagian wajahnya. Perlahan wajah kedua adiknya berubah.


Mata Ellie yang tidak terlalu besar itu terlihat lebih besar, pipinya sekarang terlihat lebih tirus, dan bibirnya terlihat lebih tipis. Jasper juga tidak jauh berbeda. Pipinya yang chubby itu kini juga berubah menjadi tirus.


Perubahan pada wajah mereka ini membuat mereka terlihat seperti seseorang yang memiliki usia empat belas tahun. Wajah seseorang yang sudah melewati pubertas.


Tidak hanya wajah, warna mata dan rabut kedua adiknya juga berubah. Mata Jasper yang semula berwarna biru berubah menjadi coklat, rambutnya yang semula berwarna emas berubah menjadi warna hitam.


Lalu Ellie, matanya yang semula berawarna hijau kini berubah menjadi hitam, rambut merahnya itu berubah menjadi perak. Jasper dan Ellie yang sekarang berdiri di depan Matthew seratus delapan puluh derajat berbeda dengan Jasper dan Ellie yang dikenal Matthew.


Matthew saja sebagai saudara kembar Jasper dan Ellie tidak mengenali mereka yang sekarang. Jika tidak melihat sendiri perubahan yang mereka alami, maka Matthew tidak akan percaya jika ada yang mengatakan bahwa orang yang ada di depannya adalah saudara kembarnya.


“Wow. Ramuan ini sungguh hebat. Dia benar-benar berubah. Aku bahkan tidak mengenalinya. Ini sungguh keren. Apakah aku bisa mempelajari hal ini Kepala Akademi?” tanya Matthew dengan penuh semangat.


Matthew kemudian menenggak ramuan yang ada ditangannya. Matthew mengiraukan rasa geli yang timbul setelahnya. Ia menatap ke arah Kepala Akademi. Berharap laki-laki itu mau mengajarkannya membuat ramuan yang baru saja diminumnya.


“Tidak akan semudah itu anak muda. Aku tidak akan mengajarkan ramuan ini kepada siapapun. Aku tidak mau ramuan ini jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab.” Ucap Kepala Akademi.


Ah Matthew lupa akan kemungkinan ini. Jika orang jahat memiliki ramuan ini, maka mereka bisa melakukan kejahatan tanpa ada rasa takut. Toh mereka melakukan kejatahan tidak dengan “wajah” mereka. Jadi mereka tidak akan memiliki kekhawatiran ditangkap.


“Lalu, jangan panggil aku kepala Akademi. Kau bukan murid akademi. Jadi Kau tidak perlu memanggilku dengan panggilan Kepala Akademi. Aku pergi dari sana karena lelah mendengar orang memanggilku dengan sebutan itu. Panggil aku Kakek John.” Jelas Kepala Akademi yang bernama John itu.


“Matthew Kau berubah.” Suara Jasper, membuat Matthew harus menghentikan pembicaraannya dengan John. Ia kemudian memandangi saudara kembarnya itu. “Kau memiliki rambut coklat dengan mata hijau. Kau terlihat sangat berbeda sekarang.” Jelas Ken.


“Kau juga berubah Ken. Rambutmu berwarna hitam, dan matamu berwarna coklat. Pipi tirusmu itu membuatmu terlihat jauh lebih tua lagi. Aku yakin orang yang melihat kita akan mengira dirimu sebagai kakakku, bukan saudara kembarku.”


“Lalu Kau Ellie, sekarang ini Kau memiliki mata berwarna hitam dan rambut berwarna perak. Kau terlihat cantik dengan penampilan itu.” Jelas Matthew.


‘Sekarang, biarkan aku berbicara dengan kakek John. Jangan ajak aku berbicara dulu.’ Matthew kembali memandangi John, dan mengiraukan racauan kedua adiknya yang mulai menilai penampilan baru yang mereka miliki.

__ADS_1


“Kakek John, tidak bisakah Kau membuat pengecualian padaku. Kau tau identitas kami bukan? Jika kami berada di akademi dengan wajah asli kami, pasti akan ada yang menebak siapa kami sebenarnya.”


“Aku yakin keluarga dari orang tua kami akan mencari masalah dengan kami. Tentu hidup kami tidak akan tenang nantinya. Jadi, bisakah Kau buat pengecualian? Kami ingin memiliki kehidupan yang tenang di akademi.” Ucap Matthew memohon.


“Tidak.” Jawab John tegas.


“Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan agar Kau mengijinkanku mempelajarinya? Apakah aku harus melakukan sebuah sumpah? Lagi pula aku akan memakainya bukan untuk berbuat jahat bukan? Jadi ayolah Kakek John.”


“Tidak. Tetap saja aku tidak akan membuat pengecualian kepadamu. Bagaimanapun Kau memohon tidak akan aku kabulkan permintaanmu itu.”


“Ah bagaimana kalau kita bertaruh. Dalam waktu dua bulan ini, sebelum tahun ajaran baru akademi di mulai, aku akan membangkitkan elemen keenamku. Jika dalam waktu dua bulan ini aku tidak membangkitkan elemen keenamku, maka aku tidak akan lagi memohon hal ini padamu. Tetapi jika aku berhasil Kau harus mengajari aku resep membuat ramuan itu Kakek John.” Ucap Matthew dengan seringai tipis di bibirnya.


Ada alasan kenapa Matthew mau mengajak John taruhan seperti ini. Selain karena dia memang benar-benar membutuhkan ramuan itu, alasan lainnya adalah rasa percaya dirinya. Matthew bisa merasakan hubungannya dengan elemen ruang semakin dekat.


Mungkin ini ada kaitannya dengan kedua adiknya yang memusatkan latihan mereka pada elemen ruang selama tiga hari terakhir. Hal itu membuat kedekatan Matthew dengan elemen ruang semakin bertambah. Ia yakin tidak lama lagi dirinya bisa membangkitkan elemen ruang miliknya.


Matthew kurang setuju dengan ucapan ibunya bahwa elemen yang dimiliki seseorang merupakan takdir yang mereka miliki sejak lahir. Seseorang tidak akan bisa memiliki elemen baru jika memang mereka tidak ditakdirkan memiliki elemen tersebut. Sekeras apapun mereka berusaha tetap saja tidak akan berhasil.


Memang ada beberapa elemen yang sudah ditakdirkan dimiliki oleh seseorang. Tetapi pendapat mengenai seseorang tidak akan pernah bisa membangkitkan elemen lain, selain elemen yang ditakdirkan menjadi elemen mereka, menurut Matthew semua itu tidak benar.


Bukankah selama ini mereka memiliki elemen-elemen itu dengan cara “berteman” dengan para elemen. Selama ini yang Matthew dan kedua adiknya lakukan sama seperti halnya menjinakkan hewan liar.


Mereka akan menarik perhatian elemen-elemen itu, mendekatinya, membiasakan elemen-elemen tersebut dengan tubuh mereka, dan tahap terakhir adalah menggiring elemen-elemen tersebut ke tubuh mereka.


Itulah cara yang Matthew ajarkan kepada kedua untuk memiliki elemen-elemen tersebut. Mereka menjinakkan elemen-elemen tersebut, “berteman” dengan mereka, bukan membangkitkan elemen seperti yang selama ini dianggap oleh kedua orangtua mereka.


Lalu dari pengamatan Matthew, yang dilakukan oleh orang lain untuk menjadikan elemen-elemen lain milik mereka adalah seperti seseorang yang mencari sinyal. Mereka menjadikan tubuh mereka seperti ponsel dan elemen yang mereka miliki ada provider yang mereka pakai.


Bagaimanapun juga mereka hanya memanfaatkan sinyal dari provider tersebut tanpa pernah mencoba mencari sinyal baru tanpa bantuan provider. Jadi tentu saja mereka hanya bisa memiliki elemen yang sudah menjadi takdir mereka.


Perbedaan prinsip pengumpulan elemen inilah yang membuat Matthew dan kedua adiknya bisa memiliki banyak elemen ketika mereka masih muda. Mungkin perkataan bahwa seseorang hanya bisa membangkitkan elemen mereka saat berusia delapan sampai sepuluh tahun, dikarenakan saat-saat tersebutlah tubuh mereka mulai bisa menangkap sinyal.


Jika Matthew tidak pernah menemukan cara ini, ia sendiri tidak mengetahui elemen apa yang akan ia miliki. Tetapi ia mengetahui bahwa salah satu elemen yang menjadi takdir dari Jasper dan Ellie adalah elemen ruang.

__ADS_1


Bukankah dia sudah menunjukkan ciri khas pemilik elemen ruang? Kerakusan mereka terhadap makanan. Keduanya sudah sangat rakus akan makanan sejak mereka dalam kandungan. Jadi tidak mengeherankan jika mereka memiliki elemen ruang.


__ADS_2