Master Of Elements

Master Of Elements
ME 65 Perundungan Di Akademi


__ADS_3

Jasper menarik nafas panjang setelah kedua gadis itu menjauh. “Ah akhirnya mereka pergi. Nafas mereka benar-benar bau. Aku tidak kuat mencium bau mulut mereka.”


“Apa itu sangat buruk Jas?” Tanya Ellie penasaran.


“Sangat buruk. Mulut mereka sangat bau, melebihi bau kotoran Cosen Cow.” jawab Jasper.


Sementara itu, Clarissa yang memperhatikan semua itu sekarang terlihat berkeringat cukup banyak. Matthew bisa melihat bahwa Clarissa sedang ketakutan sekarang.


“Lihat apa yang sudah kau lakukan Jasper.” ucapnya dengan suara yang sedikit bergetar.


“Memangnya kenapa Clarissa. Aku hanya berkata jujur mengenai mereka berdua. Mulut mereka memang sangat bau sekali.” ucap Jasper sembari mengernyitkan dahinya, bingung dengan ucapan Clarissa barusan.


“Mereka itu dari keluarga Johanson. Banyak anggota keluarga Johanson yang berada di Akademi Andradius. Lalu asalkan kalian tahu, aku dengar keluarga mereka akan membalaskan siapa pun yang menggaggu anggota keluarga mereka.” jelas Clarissa.


“Tahun lalu saja aku dengar mereka menghajar seseorang di akademi hingga ia babak belur. Jika bukan karena seorang mentor yang mengetahui kejadian itu, maka sudah pasti anak itu akan mati di tangan anggota keluarga Johanson.”


“Kalian bisa lihat bukan bahwa mereka itu seorang pendendam. Pasti mereka akan mengganggu kita, terutama Kau Jas, ketika di akademi nantinya. Apalagi Jasper sudah mengatakan hal tabu dengan keras seperti itu.”


“Bau mulut mereka adalah hal turun temurun yang dimiliki oleh keluarga Johanson. Jadi, mereka pasti akan lebih keras dalam mengganggu kita. Apa yang Jasper lakukan seperti sebuah hinaan bagi semua anggota Johanson.”


“Kenapa mereka bisa sebebas itu melakukan perundungan di akademi? Apakah tidak ada mentor lain yang menghukum mereka karena hal ini? Kenapa mereka bisa melakukannya sejauh itu?” tanya Matthew.


“Itu karena salah satu tetua keluarga mereka menjadi salah satu mentor yang cukup dihormati di akademi. Jadi anggota keluarga Johansson banyak yang berbuat semena-mena di akademi.”


Matthew mengernyitkan dahinya mendengar penjelasan Clarissa. Ia tidak menyangka kedua gadis tadi memiliki identitas seperti itu.


Jika apa yang barusan Clarissa ucapkan benar adanya, maka hari-hari mereka di akademi pasti akan penuh dengan masalah nantinya. Dirinya dan kedua adiknya masih bisa mencari perlindungan kepada mentor kedua orang tua mereka. Mereka juga bisa menceritakan hal ini kepada John.

__ADS_1


Tetapi bagaimana dengan Clarissa? Tentunya gadis ini tidak memiliki seseorang di belakangnya yang bisa melindunginya. Apa yang Jasper katakan kepada kedua gadis tadi memang bisa membuat Clarissa dalam masalah. Matthew tidak menyalahkan Jasper tentang hal ini, tetapi sudah seharusnya mereka bertanggung jawab tentang hal ini bukan?


“Kami akan mencari cara untuk mengatasi hal itu. Kau tenang saja Clarissa. Aku dan kedua adikku tidak akan mereka melakukan perundungan kepadamu.” Jelas Matthew.


“Tidak hanya mereka yang memiliki koneksi di dalam akademi. Bisa dibilang kami juga memiliki beberapa koneksi di dalam akademi. Jadi kau tidak perlu khawatir.”


“Itu benar Clarissa, koneksi yang mereka miliki tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan koneksi yang kami miliki. Semua akan aman-aman saja setelah ini.” Imbuh Jasper.


Seorang mentor dan seorang Kepala Akademi, jelas kedudukannya lebih tinggi Kepala Akademi. Dua gadis yang memiliki bau mulut itu tidak akan bisa melakukan apa pun jika Jasper melaporkan semua ini kepada John.


Setelah itu, ketiga bersaudara itu menemani Clarissa menunggu gilirannya untuk dipanggil. Sepertinya sekarang ini tidak banyak yang belum melakukan tes karena setengah jam kemudian nomor peserta milik Clarissa dipanggil.


Mungkin mereka yang masih berkerumun di sini ingin melihat prosesi tes. Sehingga meskipun di lapangan ini terlihat banyak kerumunan tetapi hanya sedikit yang mendaftar.


Bisa jadis sebagian besar dari mereka memilih melakukan tes besok. Atau mungkin juga mereka sudah tahu bahwa mereka tidak akan lolos tes. Jadi mereka datang hanya untuk meramaikan saja.


Hasil tes dari Clarissa tidak mengalami banyak perubahan. Gadis itu memiliki tiga elemen yaitu elemen kehidupan, elemen bumi dan elemen air. Ketika hasil tes Clarissa keluar, terjadi sedikit kehebohan. Banyak yang tidak menyangka bisa menemukan pemilik elemen kehidupan dalam tes seleksi kali ini.


Mereka ingin setelah Clarissa lulus dari akademi, dia mau bergabung dengan keluarga mereka. Mungkin dengan menikahi keturunan mereka sehingga bisa mengikat Clarissa di keluarga mereka.


Meski para bangsawan itu tidak mengatakannya secara jelas, tetapi Matthew bisa mengetahui maksud mereka. Jika Clarissa saja sudah diperebutkan seperti ini, bagaimana dengan dirinya dan kedua adiknya?


Mereka memiliki banyak elemen, dan hampir semua elemen royal ada pada mereka. Bukankah itu malah akan membuat kehebohan yang lebih besar daripada yang terjadi karena Clarissa pemilik elemen kehidupan seperti saat ini?


“Hah, aku tidak menyangka para bangsawan itu seperti itu.” ucap Ellie ketika mereka berhasil “melarikan diri” dari para bangsawan tersebut. Kini mereka sudah berada di kamar penginapan yang mereka tinggali.


“Itu adalah hal yang wajar El. Pemilik elemen kehidupan sangatlah langka. Jadi para bangsawan itu ingin merekrut Clarissa masuk ke dalam keluarga mereka.”

__ADS_1


“Kau tahu bukan bahwa ada yang bilang bakat seorang anak menurun dari orang tuanya. Para bangsawan itu menyodorkan anak mereka pada Clarissa karena mereka berharap akan ada keturunan mereka yang memiliki elemen kehidupan.” Jelas Matthew.


Anak itu kemudian mengarahkan pandangannya kepada Clarissa yang kini sudah membersihkan diri dan berganti pakaian. Gadis itu terlihat lebih cantik setelah ia membersihkan kotoran di tubuhnya.


“Jadi Clarissa, apa rencanamu setelah ini? Kau sudah lolos seleksi sekarang. Apa kau akan mengikuti Kami untuk pergi ke Akademi Artinco melalui portal teleportasi?”


“Sepertinya aku ikut kalian saja. Aku tidak memiliki banyak uang, aku takut nantinya aku kehabisan uang dan tidak bisa membayar portal teleportasi.” Jawab Clarissa.


“Jadi lebih baik aku ikut kalian saja. Juga jika aku tetap di sini, para bangsawan itu pasti akan terus menerus ingin membujukku bergabung dengan keluarga mereka aku tidak mau itu terjadi.”


“Baguslah. Aku tadi sudah mengatakan mengenai dirimu yang bergabung dengan Kami kepada Kakek John. Dia tidak memiliki masalah dengan hal itu.”


“Baiklah tetapi aku tidur di mana?” tanya Clarissa memandang ke arah dua ranjang yang ada di sana.


Kedua ranjang itu tidak terlalu besar menurutnya. Jika ada dua orang yang tidur di satu ranjang, sudah pasti mereka akan berdesak-desakan. Itu pasti akan sangat tidak nyaman.


Matthew baru menyadari hal itu. Kamar di penginapan ini masih penuh jadi tidak mungkin mereka membuka kamar baru untuk Clarissa.


“Kau bisa tidur di kamar dengan dua ranjang ini bersama dengan Ellie. Sementara itu aku dan Jasper bisa berbagi ranjang di kamar sebelah.”


Lalu Matthew teringat akan kamar yang dipakai oleh dua orang anggota dari organisasi Black Shadow. Bisa jadi kamar tersebut belum ada yang memakainya.


“Ah, tapi apakah itu tidak masalah untukmu? Aku tidak enak jika harus memakai ranjangmu.”


Matthew mengibaskan sebelah tangannya. “Itu tidak masalah untukku. Sepertinya masih ada kamar kosong. Aku akan menanyakan hal itu pada resepsionis.”


“Jika tidak ada kamar kosong pun tidak menjadi masalah untukku. Aku sudah banyak beristirahat dengan nyaman. Aku lihat Kau sangat butuh beristirahat daripada aku.” Ucap Matthew yang kini memandangi kantung mata Clarissa.

__ADS_1


Terlihat jelas bahwa gadis itu kurang tidur, lihat saja bagian bawah matanya menggelap seperti itu.


“Ehm baiklah. Terima kasih karena kalian semua sudah baik padaku.”


__ADS_2