
Matthew yang sedari tadi diam, kini tiba-tiba ikut berbicara. “Memangnya berapa yang perlu kami bayar? Apakah lima puluh elemen Kristal cukup? Jika kurang, Tuan tinggal mengatakannya kepadaku. Meski tidak banyak, aku rasa aku bisa membayar biaya transportasinya.”
Bukan tanpa alasan Matthew menawarkan diri untuk membayar sendiri biaya trasnportasinya. Ia hanya tidak mau terlalu merepotkan John. Setidaknya John sudah melindungi mereka bukan? Jadi jika memang perlu, Matthew tidak keberatan mengeluarkan uang untuk biaya transportasi ini.
“Apa Kau yakin akan memberiku sebanyak itu gadis kecil?” tanya Tom dengan bibir menyeringai.
“Tentu saja Tuan. Apakah segitu cukup?” tanya Matthew sekali lagi.
“Hey itu terlalu mahal Tom. Apa Kau mau memeras mereka? Menaiki kereta jauh lebih murah. Dari Kota Suiria ke Kota Greenwood aku hanya perlu membayar beberapa koin emas. Lima puluh Kristal elemen sangat mahal Tom.”
“Anak muda, aku sarankan jangan menawarkan uang sebanyak itu kepada laki-laki ini. Jika Kau menawarkan sebanyak itu, maka orang ini pasti melakukan berbagai cara agar Kau mau menghabiskan uangmu itu kepadanya.” Jelas John sembari melirik ke arah Tom.
“Kau jangan menuduhku seperti itu John. Ini hanya bisnis. Tidak ada salahnya bukan aku melakukan bisnis.”
“Heh.” John mengdengus pelan. “Kau lebih serakah dari pedagang yang paling serakah yang pernah aku temui. Berikan kami harga yang wajar. Aku akan membayarnya, kali ini aku akan benar-benar membayarnya.”
“Kau bisa merusak bisnisku jika seperti itu John.” Ucap Tom sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Baiklah-baiklah. Untuk kalian aku akan kenakan tarif lima Kristal elemen tingkat rendah. Tidak ada yang namanya berhutang, bayar kontan di muka, tidak ada yang namanya dicicil. Besok pagi kita akan berangkat.”
Tom kemudian mengulurkan tangannya ke arah John. Ia meminta pembayaran di muka. Tom paham sekali seperti apa John. Kata malu tidak ada dalam kamus John. Dia selalu saja memanfaatkan pertemanan untuk mendapatkan hal yang gratisan. Jadi Tom tidak mau John berkilah lagi jika dirinya menagih hutang kepadanya.
“Baiklah-baiklah akan aku bayar.” John lalu mengeluarkan Kristal elemen seukuran bola kelereng.
Jika Matthew lihat, Kristal elemen yang dikeluarkan oleh John dengan Kristal elemen miliknya memiliki perbedaan. Kristal elemen yang diserahkan oleh John kepada Tom lebih bening warnanya, sedikit trasnparan menurut Matthew, dibandingkan dengan Kristal elemen miliknya yang sedikit lebih pekat warnanya. Mungkin ini yang membedakan tingkatan-tingkatan dari elemen Kristal. Bukan ukurannya, tetapi kepekatannya.
“Kau harus menyiapkan tempat untuk kami beristirahat. Aku tidak bisa mengajak kedua anak-anak itu ke penginapan. Jadi Kau harus menyiapkan tempat untuk kami tidur.”
“Tentu saja. Aku bisa mengaturnya. Ada ruang kosong di ruangan nomer lima, enam dan tujuh. Kalian bisa memakainya.” Setelah berucap demikian, Tom membalikkan badannya dan memasuki ruangan nomer sembilan. Setelah itu, Tom membanting pintu yang ada di sana.
__ADS_1
Bam.
Sepertinya orang di rumah gadai ini sangat senang membanting pintu. Apa mereka tidak takut pintu mereka rusak?
“Baiklah anak-anak. Kalian dengar sendiri bukan ucapan Pak Tua itu. Jadi, kalian bisa memilih ruangan mana yang akan kalian pakai.”
“Bisakah kami memakai satu ruangan saja Kakek John?” tanya Matthew tiba-tiba.
John memandang keduanya. Ia tidak kaget dengan permintaan Matthew kali ini. Selama perjalanan ini, ketika mereka bermalam di penginapan, tiga bersaudara itu memang lebih memilih tidur satu ruangan. Jadi permintaan Matthew kali ini sangat mudah untuk John kabulkan.
Tetapi sepertinya ada yang harus mereka ketahui. John tidak tahu apakah Sebastian atau Amore sudah memberitahu mereka tentang ini apa belum. Yang jelas John akan mengatakan hal ini kepada mereka.
“Kalian tahu laki-laki dan perempuan itu sangat berbeda? Meski kalian adalah saudara, kalian tidak bisa terus terusan tidur bersama. Itu tidak akan baik. Aku rasa sudah saatnya tidur terpisahkan. Di akademi nanti, kalian memiliki asrama yang berbeda.”
“Jadi, jika kalian tidak membiasakan diri untuk tidur terpisah mulai dari sekarang, kalian akan merasa kesulitan nantinya. Lalu, aku tidak akan membatu kalian di akademi untuk mendapatkan kamar yang sama.” Jelas John.
“Kami mengerti Kakek John. Kami sudah lama tidur di kamar kami masing-masing. Bukankah Kau sudah tahu hal ini?” tanya Jasper.
Ini adalah perkataan yang sudah Matthew rencanakan dengan kedua adiknya. Sebenarnya, Ellie Sama sekali tidak mendapatkan mimpi buruk. Meski kejadian bertemu dengan para bandit itu sedikit memberikan trauma, tetapi Ellie sudah baik-baik saja.
Itu semua hanya alasan yang ingin Matthew berikan agar John tidak terlalu mempermasalahkan hal ini. Yang sebenarnya Matthew dan kedua adaiknya lakukan adalah latihan. Mereka tengah melatih elemen mereka.
Matthew juga membantu kedua adiknya berlatih cara menggunakan elemen agar lebih lihai lagi. Meski sebelumnya mereka sudah bisa melakukannya, tetapi berlatih lebih keras lagi.
Selain itu, Matthew juga ingin mempercepat prosesnya “berteman” dengan elemen ruang. Berlatih bersama dengan kedua adiknya hanya fokus mengumpulkan elemen ruang membuat penguasaan Matthew lebih cepat.
Sekarang ini Matthew merasa perkembangan elemen ruangnya semakin mendekati kata sempurna. Elemen-elemen itu sudah mempercayai Matthew. Beberapa memang sudah terlihat melayang di sekitar tubunya.
Tetapi, itu belum bisa dikatakan bahwa Matthew sepenuhnya memiliki elemen tersebut. Mungkin beberapa hari lagi Matthew yakin bisa membuat elemen ruang benar-benar menjadi “temannya”.
__ADS_1
“Ah ya. Aku sampai melupakan hal itu. Kalian memiliki kamar kalian sendiri di rumah. Baiklah jika sekarang kalian lebih memilih tidur berdua aku tidak akan melarangnya. Aku minta kalian cepat beristirahat. Jangan tidur terlalu larut.”
“Kami mengerti Kakek John.” Ucap Matthew dan kedua adiknya bersamaan.
….
Matthew dan kedua adiknya terbangun oleh suara ketukan pintu. Suara John yang berada di balik pintu, dapat didengar oleh ketiga saudara kembar tersebut.
“Anak-anak cepat bangunlah. Sebentar lagi kita akan berangkat.” Ucap John membangunkan keduanya.
“Baik Kakek John. Kami akan segera bersiap.” Jawab Matthew.
Matthew kemudian memusatkan konsentrasinya kepada elemen air, tidak lama kemudian bola air muncul di tangannya. Matthew gunakan air tersebut untuk membasuh wajahnya.
Beberapa hari terakhir ini memang melatih penggunaan elemennya dengan cara seperti ini. Cara sederhanya seperti ini membuatnya lebih memahami penggunaan elemen secara efisien.
Tidak jauh dari Matthew, Ellie juga melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan. Menurut Ellie, sejak ia mengetahui bagaimana cara menggunakan elemen, semua hal terlihat jadi lebih mudah untuk dilakukan. Lihat saja sekarang ini, ia tidak perlu berjalan jauh ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
Beberapa hari yang lalu ia juga mencicipi air yang ia buat melalui elemen. Air itu terasa sangat segar dan dingin. Dengan begini bukankah Ellie juga tidak perlu lagi berjalan jauh ke dapur untuk mencari air minum bukan?
Sementara itu Jasper yang belum memiliki elemen air, ia meminta Matthew memberikannya beberapa air untuk membersihkan diri seperti yang lain.
Setelah mereka siap, mereka keluar dari ruang tersebut. Di luar ruangan sudah ada John dan Tom yang sudah menunggu mereka. Ketika mereka keluar, Matthew bisa merasakan John memandang mereka dengan tatapan menelisik. Tetapi dia tida mengatakan apapun kepada mereka.
“Apakah kita akan berangkat sekarang juga?” tanyaJasper.
“Ya. Kalian ikuti aku. Kita akan keluar dari Kota Suiria. Tetapi kita tidak akan melewati gerbang kota.”
“Jika tidak melewati gerbang Kota, lalu akan kemana kita?” tanya Jasper.
__ADS_1
“Ikuti saja aku nanti kalian juga akan tahu sendiri.” ucap Tom.
Laki-laki itu kemudian berjalan mendahului rombongan kecil tersebut. Meski John bilang bahwa Tom tidak dapat melihat, tetapi laki-laki itu bisa berjalan dengan lancar tanpa perlu meraba area sekitarnya. Mungkin karena dia sudah hafal dengan tempat ini sehingga laki-laki itu tidak perlu lagi menggunakan alat bantu agar bisa berjalan tanpa menabrak sesuatu.