
John menatap ke arah mentor Akademi Andradius yang kini sudah menduduki posisi mereka masing-masing. Semalam John berniat membicarakan mengenai masalah Keluarga Johanson dengan mentor yang lain. Namun, beberapa dari mereka tidak berada di Akademi.
Rapat baru bisa mereka mulai hari ini, agar lebih banyak mentor yang hadir. Meski begitu, John tetap mencapai salah satu tujuannya kembali ke Akademi Andradius. Ia berhasil membujuk empat tetua Akademi Andradius untuk menerima Matthew dan kedua adiknya menjadi murid akademi.
Meski begitu, keempat tetua itu ingin mengetes ulang mereka. Jika bakat mereka seperti yang John ceritakan, maka keempat tetua itu akan dengan senang hati menerima mereka.
Bahkan, tetua yang selama ini lebih mementingkan penelitian mereka, dan tidak mengurusi akademi, akan membuat pengecualian untuk menerima Matthew serta kedua adinya, sebagai murid pribadi para tetua. Itu adalah tingkatan tertinggi bagi murid di akademi.
Ini karena, siapa pun yang dipilih tetua sebagai murid mereka, kemungkinan besar akan menjadi Kepala Akademi Andradius, suatu hari nanti. John sendiri juga begitu. Jadi bisa dibilang tetua yang ada di sini adalah guru John sewaktu ia masih menjadi murid akademi.
Kembali lagi ke ruang rapat, beberapa mentor cukup heran mengetahui John mengajak mereka melakukan rapat. Pasalnya, selama ini jika John kembali ke akademi, dia tidak akan pernah melakukan rapat. John lebih memilih mngurung diri di ruangnnya untuk menyelesaikan berkas-berkas terkait dengan akademi.
“Apa kalian tidak tahu kenapa aku mengumpulkan kalian kemari?” tanya John memulai rapat.
Wajah serius yang sekarang John tunjukkan membuat mentor yang lain tidak berani menjawab pertanyaan John. Mereka takut salah dan harus menghadapi amarah John.
“Salah satu mentor di akademi ini telah melakukan penyalah gunaan wewenang. Aku tidak akan langsung menyebut siapa orangnya. Saat ini, aku tengah membentuk tim khusus untuk menyelidiki hal ini.”
“Hanya saja, jika penyelidikan sudah selesai, orang yang terbukti melakukan penyalah gunaan wewenang itu akan dicopot dari posisinya sebagai mentor. Jika yang dilakukan itu sudah keterlaluan, maka keluarganya pun akan mendapatkan hukuman juga.”
“Jangan kira karena aku jarang berada di akademi, kalian bisa bebas melakukan apa pun dan mengancam keselamatan murid di sini. Akademi ini didirikan dengan tujuan memberikan tempat yang aman untuk anak-anak genius belajar. Jangan sampai, apa yang kalian lakukan itu membuat mereka menjadi takut belajar di sini.”
Mendengar peringatan dari John tersebut, semua orang yang ada di sana terdiam. Diam-diam mereka melirik ke arah satu orang yang berada di barisan paling belakang. Meski John tidak menyebut nama, tetapi semua mentor tahu siapa orang yang dimaksud oleh John itu.
Keringat dingin mengalir di punggung Louis Johanson. Ia tidak menyangka kepulangan John ke akademi malah membawa berita yang cukup buruk baginya. Entah siapa yang memberitahu, tetapi John sekarang memfokuskan perhatiannya pada masalah yang ada di akademi.
__ADS_1
Jika sampai John menemukan semua bukti-bukti kejahatannya, maka ia tidak akan diampuni. Apalagi kejahatan yang Louis lakukan adalah kejahatan yang tergolong menjadi kejahatan yang tidak termaafkan bagi Akademi Andradius.
Sudah pasti itu semua membuat Keluarga Johanson ikut mendapatkan hukuman. Kemungkinan terburuk semua anggota Keluarga Johanson akan di bunuh.
Hukuman paling ringan pun mengharuskan anggota inti dari Keluarga Johanson untuk dibunuh. Lalu, keluarga mereka tidak akan bisa diterima di Akademi Andradius selamanya.
Apa pun pilihan hukuman untuk Keluarga Johanson nantinya, itu bukanlah pilihan yang baik. Louis sendiri tidak bisa pergi dari akademi dan mengabarkan semua ini kepada keluarganya. Sudah pasti dirinya tengah diawasi sekarang.
Jika dirinya kabur sekarang, maka semua anggota Keluarga Johanson akan dibunuh, tanpa terkecuali. Ini adalah pilihan yang berat.
“Hanya itu saja yang ingin aku sampaikan. Setelah ini, kalian perlu melakukan persiapan untuk penerimaan murid baru. Aku mau semuanya berjalan lancar. Rapat selesai sampai di sini.”
…
“Rupanya mereka ada di kantin. Kalau begitu, aku akan menemui mereka sekarang.”
Ketika sampai di kantin, John melihat Matthew dan yang lainnya tengah asik menikmati sarapan mereka. Itu lebih tepatnya Matthew, Jasper dan Ellie menikmati makanan mereka, sedangkan yang lain menyaksikan mereka makan.
“Aku meminta satu roti isimu,” ucap John sembari mengambil roti isi terakhir yang ada di piring Jasper.
Di antara ketiga anak Albert dan Elisa, hanya Jasper yang akan marah besar jika makanannya disentuh. Meski Ellie suka makan, ia tidak akan mudah marah. Hal itu membuat John senang menggoda Jasper.
“Siapa itu yang bera ….”
Jasper tidak lagi melanjutkan ucapannya ketika mengetahui siapa yang sudah mengambik makanannya. Ia hanya menampakkan wajah kesalnya itu kepada John.
__ADS_1
“Kau itu sangat kaya Kakek John. Tidak bisakah Kau membeli makananmu sendiri? Kenapa Kau malah mengambil makanan terakhirku.”
“Sudahlah, aku cukup sering mentraktir kalian makan. Satu potong roti isi tidak masalah bukan?”
Jasper yang ingin kembali protes, hanya bisa menelan kata-katanya setelah diplototi oleh Matthew. Sudah pasti Matthew melarangnya melanjutkan protesnya.
Sementara itu Leonard, terdiam setelah melihat kedatangan John. Ia bukan kaget karena John yang datang tiba-tiba. Yang membuat Leonard kaget adalah pakaian yang John pakai.
Saat ini John memakai jubah warna hitam dengan satu garis emas di area pergelangan tangannya. Itu adalah jubah khusus yang dipakai oleh Kepala Akademi Andradius. Lalu, anak-anak ini terlihat cukup dekat dengannya sampai memanggilnya kakek.
Sepertinya Leonard mendapatkan ikan besar sekarang. Harapannya untuk berteman dengan orang yang memiliki latar belakang hebat, bisa terlaksana sekarang. Di balik anak-anak ini ada Kelala Akademi Andradius. Sudah jelas itu lebih hebat daripada yang lain.
Lalu, jika tidak salah ingat anak-anak ini mengatakan bahwa mereka Keluarga Johanson akan berakhir setelah ini? Kemungkinan besar itu adalah berita sebenarnya. Ia bisa menyebarkan informasi ini dan mendapatkan uang banyak.
Mungkin uang yang ia keluarkan untuk mentraktir anak-anak ini bisa kembali kepadanya dengan cepat. Keakuratan informasi ini bisa dipercaya. Banyak yang melihatnya bersama dengan anak-anak yang dekat dengan Kepala Akademi.
“Apa yang akan kita lakukan setelah ini Kakek John?" tanya Matthew.
"Ada yang ingin bertemu dengan kalian bertiga. Kalian ikut aku dulu."
"Lalu Clarissa bagaimana Kakek John? Tidak mungkin bukan kita membiarkan dia sendirian di sini?"
Saat itu juga Leonard mengetahui bahwa dia memiliki kesempatan menjadi orang yang lebih berguna lagi.
"Tenang aaja Ellie .... Aku akan menemani Clarissa dan mengajaknya berkeliling. Kalian bisa pergi dengan tenang sekarang. Clarissa aman bersamaku."
__ADS_1