Master Of Elements

Master Of Elements
ME 21 Permintaan Adik


__ADS_3

Teleportasi kedua kali ini efek samping yang dialami Jasper dan Ellie tidak separah sebelumnya. Ia hanya merasakan sedikit mual saja. Mungkin karena ia sudah siap dengan teleportasi kali ini, atau mungkin saja karena seluruh isi perutnya sudah ia keluarkan sebelumnya, sekarang ini keduanya tidak muntah sedikit pun.


Matthew menarik nafas panjang, mencoba menangkan perutnya yang bergejolak. Setidaknya sekarang dirinya butuh sedikit beristirahat. Setelah ini mereka masih harus berjalan satu kilometer lagi. Dari tempatnya berdiri Matthew bisa melihat desa yang disebutkan oleh John.


Menurut John desa ini tidak jauh berbeda dengan desa Sogremon tempat mereka tinggal. Namun Matthew tidak mengetahui kebenarannya. Dia sendiri jarang keluar dari rumah bukan? Yang jelas, desa yang akan mereka datangi kali ini terlihat cukup ramai.


“Ayo Matthew. Kita sekarang cari makanan itu. Setelah aku muntah, badanku lemas. Aku harus segera mengisi tenagaku.” Ucap Jasper penuh semangat.


“Kau sama sekali tidak terlihat seperti seseorang yang lemas Jas. Kau sangat bersemangat sekali kali ini.”


“Aku hanya ingin segera mengisi tenagaku itu saja. Ayo Kakek John. Ayo cepat aku tidak mau kita kehabisan makanan.”


Ini adalah pertama kalinya Jasper memanggil nama John. Selama beberapa hari belakangan, jika mereka berbicara Jasper tidak pernah memanggil namanya, bahkan ketika keluarganya masih memanggilnya dengan sebutan kepala Akademi, Jasper masih tidak menyebutnya.


Anak laki-laki itu masih dendam dengan John terkait dengan susu Cosen Cow yang John minum. Sepertinya sekarang Jasper melupakan dendam kecil itu.


“Aku juga ingin mencicipi makanan itu.” Ucap Ellie yang tidak mau kalah dengan Jasper.


“Sabarlah anak muda. Jangan terlalu terburu-buru. Aku juga perlu memulihkan tenagaku sebelum kita pergi ke sana. Meski energi yang aku keluarkan untuk dua kali berteleportasi tidak terlalu banyak, tetapi aku masih harus tetap memulihkannya. Untuk berjaga-jaga jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.”


“Ck.” Jasper mendecakkan lidahnya. “Dasar orang tua.” Gumam Jasper pelan.


“Kakek John, apakah kita tidak memerlukan sebuah tanda pengenal atau semacamnya?” Tanya Matthew. “Maksudku selama ini kami tinggal di wilayah Kerajaan Deluce. Meskipun kami tidak tau kami ini penduduk kerajaan mana, tetapi apakah kami tidak perlu menunjukkan tanda pengenal ketika memasuki wilayah kerajaan lain?”


“Tanda pengenal? Itu tidak perlu. Tidak ada tanda pengenal yang diperlukan bagi seseorang yang melakukan perjalanan antar wilayah. Kecuali dalam keadaan perang. Kita hanya perlu membayar beberapa keeping perunggu ketika memasuki Kota. Kau tidak perlu membayar jika memasuki desa.”


Ini tidak bisa bisa dihindari. Matthew masih memiliki beberapa pemikiran tentang dunia lamanya. Di sana jika seseorang akan mengunjungi negara lain, orang tersebut haruslah memiliki paspor. Matthew mengira mereka juga perlu memberikan tanda pengenal semacam paspor di dunia ini ketika berpergian ke wilayah lain.


“Apakah orang tua kalian tidak menjelaskan hal ini?” tanya John.


“Tidak.” Jawab Ellie. “Orang tua kami tidak pernah memberitahu tentang hal itu. Dan lagi kami jarang keluar dari rumah. Jadi, kami tidak mengetahui hal itu.”


“Ck. Ck. Ck.” John mendecakkan lidahnya. “Malang sekali nasib kalian. Terkurung seperti tahanan di dalam rumah sendiri. Sekarang kalian sudah tidak terkurung lagi, dalam perjalanan ini kalian akan bisa melihat banyak hal yang menakjubkan selama hidup kalian.”

__ADS_1


“Lalu bagaimana dengan uang? Apakah uang di setiap kerajaan berbeda atau mereka memakai uang yang sama?” tanya Matthew.


Ini juga perlu diperhatikan bukan? Memang Elisa sudah memberi mereka bekal uang. Namun, jika setiap kerajaan memiliki mata uang masing-masing ini berarti seluruh uang yang diberikan oleh kedua orang tuanya tidak akan bernilai. Uang-uang tersebut hanya akan memiliki nilai jika dipakai di wilayah Kerajaan Deluce.


Untuk itu Matthew ingin memastikannya. Bisa jadi seluruh kerajaan di benua Andradius memiliki mata uang yang sama bukan? Beberapa cerita fantasi yang pernah Matthew baca, kebanyakan mereka memiliki mata uang yang sama meskipun dari kerajaan yang berbeda.


Jika memang demikian, maka tidak akan ada masalah. Semua uang yang diberikan Elisa bisa mereka gunakan dimanapun mereka berada selama berada di benua Andradius.


“Semua kerajaan memiliki uang yang sama. Sebuah koin dengan gambar benua Andradius di satu sisi, dan sebuah gambar pedang dan tongkat di sisi yang lain. Itu adalah uang resmi yang ada di benua Andradius. Apa orangtuamu memberimu uang?” tanya John.


Bukannya John tidak mau memanggung biaya makan ketiga saudara kembar itu tetapi dirinya masih harus tetap realistis bukan. Tidak selamanya dirinya berada di dekat kedua bersaudara itu.


Memang John bisa saja menanggung semua biaya selama perjalanan, lalu bagaimana setelahnya? Bagaimana kehidupan mereka setelah berada di akademi? Apakah mereka akan terus meminta dari orang lain?


“Kau tidak perlu khawatir Kakek John. Orang tua kami sudah memberikan kami uang. Aku tidak tau apakah uang itu cukup tetapi jika kami berhemat mungkin uang-uang itu cukup untuk kami.”


“Oh ya, aku juga ingin tahu, berapa kurs mata uang disini. Maksudku, satu koin silver berapa koin perunggu,? Juga dengan satu koin emas berapa koin silver? Setidaknya aku mengetahui hal itu. Aku tidak ingin ditipu orang hanya karena tidak mengetahui kurs dari uang yang ada.”


“Sepertinya orang tua kalian belum memberikan kalian informasi mengenai pengetahuan umum ini. Aku akan menggantikan tugas mereka kali ini. Jika tidak benar seperti katamu anak muda, Kau bisa saja ditipu orang hanya karena tidak mengetahui besarnya nilai uang.”


“Satu koin silver sama dengan seratus koin perunggu. Satu koin emas sama dengan seratus koin silver. Masih ada lagi mata uang lainnya, yaitu elemen kristal. Tetapi tidak banyak orang yang memakai elemen kristal sebagai transaksi. Kebanyakan yang memakainya adalah mereka yang terjun ke dunia profesional.”


“Elemen kristal sendiri terbagai menjadi beberapa katagori. Elemen kristal tingkat rendah, elemen kristal tingkat sedang, elemen kristal tingkat menengah, elemen kristal tingkat tinggi, dan elemen kristal tingkat murni.”


“Satu elemen kristal tingkat rendah setara dengan seratus koin emas. Elemen kristal tingkat sedang setara dengan seratus elemen kristal tingkat rendah. Nilai tukar elemen-elemen yang lain pun sama saja. Elemen kristal tingkat diatasnya sama dengan seratus elemen kristal tingkat tersebut.” Jelas John.


“Lalu bagaimana cara kami membedakan tingkatan elemen kristal? Maksudku, kita bisa mengetahui dengan mudah perbedaan koin perunggu, koin silver, dan koin emas. Lalu, bagaimana dengan elemen kristal?”


“Tentu saja ukurannya. Kalian akan mempelajari lebih jauh informasi ini nanti di akademi. Tidak ada gunanya kalian mengetahuinya sekarang. Itu saja yang perlu kalian ketahui untuk saat ini.”


Setelah berucap demikian, John mengajak keduanya, yang sedikit pulih dari efek samping berteleportasi itu, melanjutkan perjalanan. Lebih baik mereka beristirahat ketika mereka telah sampai di kedai nanti.


“Lebih baik kita lanjutkan perjalanan. Setidaknya kita bisa istirahat dengan lebih nyaman ketika berada di kedai nantinya.”

__ADS_1


Mendengar hal tersebut, Jasper dan Ellie yang sudah sedikit memulihkan tenaga mereka, melangkahkan dengan penuh semangat menuju kea rah desa. Setelah ini ia bisa sepuasnya makan. Keduanya tidak sabar ingin mmebuktikan ucapan John mengenai kelezatan daging bakar yang ada di kedai itu.


Jika lezat, Jasper dan Ellie bisa meminta Matthew untuk membeli beberapa porsi besar dan menyimpannya di dalam kantong ruang, untuk berjaga-jaga jika mereka merasa lapar.


*****


‘Matt, apakah ruangan di kantong ruangmu masih banyak?’ tanya Jasper melalui telepati.


‘Tidak terlalu banyak Ken. Memangnya kenapa?’ tanya Matthew.


‘Bisakah Kau membelikanku makanan di kedai nanti? Maksudku memesan dalam jumlah yang besar dan menyimpannya di kantong ruangmu.’


‘Itu ide yang bagus Jas. Dengan begitu, jika kita merasa lapar akan ada makanan lezat yang siap kita makan.’ Imbuh Ellie.


‘Tidak bisa. Aku tidak akan menyimpan banyak makanan di sana. Aku paham sekali dengan kalian. Jika sekarang aku mengijinkan kalian membeli makanan dalam jumlah banyak lalu menyimpannya ke dalam kantong ruang, lalu bagaimana dengan nanti? Aku yakin jika menemukan makanan lezat lainnya kalian juga akan minta hal yang sama.’


Mungkin ini juga salah satu alasan Elisa memberikan kantong ruang kepadanya. Keluarganya memahami benar watak Jasper dan Ellie. Dipemberhentian pertama saja ia sudah meributkan mengisi kantong ruang dengan makanan. Matthew yakin di beberapa pemberhentian mungkin saja kantong ruang mereka penuh sesak dengan makanan yang ditimbun oleh Ken.


‘Ayolah Matt? Aku mohon?’


‘Tidak Ellie. Kau bahkan belum mencobanya, dan sekarang saja Kau sudah memohon-mohon seperti ini. Aku tidak akan mengijinkannya. Aku mau mempersiapkan ruang untuk benda-benda yang lain El. Bisa saja kita menemui barang yang bagus dalam perjalanan kita kali ini.’ Jelas Matthew.


Hal ini baru terpikirkan oleh Matthew. Selama perjalanan mereka pasti akan singgah di berbagai Kota. Bisa saja Matthew menemukan hal berharga selama perjalanan bukan? Dengan kemampuannya melihat elemen, Matthew bisa menemukan benda-benda yang memiliki konsentrasi elemen yang tinggi.


Jika Matthew bisa menemukan benda tersebut atau mungkin membelinya dari seseorang dengan harga murah, bukankah itu bisa memberikan keuntungan besar bagi mereka? Memang uang yang diberikan oleh kedua orang tuanya terlihat cukup banyak. Tetapi menurut Matthew uang itu sangat sedikit.


Jika hanya untuk makan, uang-uang tersebut cukup, sangat cukup malahan. Tetapi Matthew paham, bahwa untuk menunjang latihan mereka, diperlukan biaya yang tidak sedikit. Matthew tidak yakin uang-uang itu cukup.


Jadi Matthew ingin memanfaatkan ruang yang ia punya di kantong ruang untuk menyimpan benda-benda berharga yang ia temui selama perjalanan menuju Akademi Andradius.


‘Ayolah Matthew. Tidak bisakah Kau menyisihkan beberapa ruang untukku?’ Ucap Jasper memohon.


‘Tidak. Aku tidak akan berkompromi dengan kalian mengenai hal ini.’ Setelah berucap demikian, Matthew memutus hubungan telepatinya dengan kedua adiknya. Ia memilih fokus melihat lingkungan sekitarnya.

__ADS_1


__ADS_2