
Ada sekitar tiga puluh kereta yang berbaris rapi di dekat pintu keluar desa. Matthew melihat tidak semua kereta tersebut merupakan kereta berpenumpang. Kebanyakan dari kereta-kereta tersebut merupakan kereta barang.
Monster yang menjadi penarik kuda adalah monster yang memiliki bentuk seperti kuda. Hanya saja monster itu memiliki dua buah tanduk di kepala mereka. Setiap kereta ditarik oleh dua ekor monster. Selain monster yang digunakan untuk menarik kereta, Matthew juga melihat beberapa monster yang ditunggangi oleh para Knight. Sepertinya para knight tersebut merupakan pengawal dari karavan ini.
Matthew melihat knight-knight tersebut memiliki elemen yang beragam. Tetapi mereka memiliki satu kesamaan yaitu elemen yang mereka miliki hanyalah elemen dasar. Matthew tidak menemukan pemilik elemen lainnya.
Dari jauh Matthew melihat pedagang yang tadi melakukan transaksi dengan John tengah memberi instruksi kepada orang-orang disekitarnya. Kebanyakan dari mereka memindahkan kotak kayu berukuran besar ke dalam kereta. Melihat bagaimana mereka dengan sangat berhati-hati memindahkan kotak-kotak tersebut Matthew
yakin benda di dalamnya cukup berharga.
Untung saja dirinya tadi sudah terlebih dahulu berbelanja pada pedagang ini. Jika ia menunggu John dan yang lainnya menyelesaikan makan mereka, maka Matthew tidak akan bisa membeli bumbu atau senjata.
Meski demikian, ada hal yang tidak mengenakkan yang Matthew alami setelahnya. Tetapi itu tidak membuat Matthew menyesal pergi dari John dan menerima kejadian buruk itu. Setidaknya sekarang dirinya memiliki pedang karatan yang memiliki elemen kehidupan.
Tidak hanya itu, ia juga mendapatkan sebuah kantong ruang baru dan tongkat sihir berelemem bumi yang merupakan milik Leonard. Ini juga menguntungkan bagi Matthew.
Ron menggiring robongan kecil tersebut ke arah sebuah kereta yang terletak di barisan belakang karavan. Meskipun bukan di barisan akhir, tetapi ini cukup jauh dari barisan terdepan. Barisan terdepan rata-rata diisi dengan kereta-kereta pengangkut barang.
Tidak ada simbol khusus yang terlihat di kereta yang ada di depan Matthew. Ini terlihat seperti kereta biasa. Meskipun begitu, kereta tersebut cukup bagus jika dibandingkan dengan kereta p enumpang yang lainnya. Mungkin ini adalah kereta terbaik yang bisa diberikan oleh Karavan Gold Mine kepada mereka.
“Ini kereta yang akan kalian tumpangi Tuan.” Ucap Ron yang mengantarkan mereka bertiga.
“Paman, berapa lama lagi kita tiba di pemberhentian selanjutnya?” tanya Matthew.
Jika terlalu lama di perjalanan, kedua pasti akan merasa lapar kembali. Apalagi setelah mengalami kejadian buruk, Matthew tiba-tiba berpikir untuk mengisi perutnya lagi. Ia tidak yakin makanan yang disiapkan Elisa di kantong ruang cukup untuk makan malam mereka.
Matthew juga ingin mengetahui pemberhentian mereka selanjutnya. Setidaknya jika mereka akan berhenti di sebuah desa atau kota, maka mereka tidak perlu tidur di ruang terbuka bukan?
Bukannya Matthew tidak mau tidur di ruang terbuka, hanya saja Matthew tidak mempersiapkan barang-barang untuk tidur di ruang terbuka. Setidaknya mereka membutuhkan beberapa selimut dan alas tidur bukan? Kereta di depannya ini tidak terlalu luas dan tidak akan nyaman untuk tidur disana.
“Lima jam lagi kita akan tiba di desa tetangga. Mungkin nanti kita akan bermalam di sana. Tetapi aku tidak tau lagi. Pimpinan karavan sepertinya ingin bergegas menuju kota. Mungkin saja kita tidak akan berhenti di desa tetangga. Mungkin kita akan melanjutkan perjalanan dan bermalam di jalan.”
“Semua keputusan ada di pimpinan karavan jadi aku tidak mengetahui dengan pasti rencananya. Jika kalian takut tidak bisa makan malam, kalian tenang saja. Karavan kami menjual beberapa makanan. Jadi jika nanti kita beristirahat kalian bisa membeli makanan dari kami.” Jelas Ron.
Matthew mengangguk pelan. Sepertinya ia tidak perlu takut tidak akan bisa mendapatkan makanan nantinya. Jika karavan ini juga menjual makanan, maka untuk urusan makanan bisa ia kesampingkan untuk saat ini.
“Baiklah, terimakasih Paman.” Ucap Matthew.
__ADS_1
Ketiga masih berdiri di dekat kereta mereka. Mereka masih belum memiliki niatan untuk memasuki kereta tersebut. Ellie mengamati suasana sekitarnya. Selain mereka ternyata ada orang lain juga yang bergabung dengan karavan pedagang ini untuk melakukan perjalanan. Banyak sekali barang bawaan yang dibawa orang-orang tersebut.
Ellie kemudian memandang ke arah rombongan kecilnya. Tidak ada satupun barang yang mereka bawa. Hanya John saja yang membawa sebuah tongkat. Tetapi tongkat tersebut bukanlah sebuah barang bawaan yang dibawa seseorang ketika berpergian.
Beruntung sekali mereka memiliki kantong ruang. Jika Elisa tidak memberi mereka kantong ruang, sudah pasti mereka akan kerepotan seperti orang-orang itu yang terlihat sedikit kewalahan dengan barang bawaan mereka.
‘Kita beruntung Matthew. Kita memiliki kantong ruang. Coba kalau ibu tidak memberikan kita sebuah kantonng ruang. Pasti akan banyak sekali barang yang kita bawa.’ Ucap Ellie dengan telepati.
Mendengar ucapan Ellie, Matthew melihat ke arah orang-orang tersebut. Benar saja seperti ucapan adik perempuannya. Orang-orang yang juga ikut karavan pedagang itu terlihat membawa banyak barang. Kebanyak barang bawaan mereka, mereka taruh di sebuah karung. Beberapa juga membawa barang bawaan mereka di kotak kayu.
Matthew mengerutkan keningnya melihat hal itu. Ia baru menyadari bahwa mereka sebuah kesalahan, tidak besar tetapi cukup serius. Mereka tidak membawa apapun untuk mengelabuhi orang-orang di sekitar mereka.
Jika mereka tidak membawa apapun, bukankah itu malah membuat orang curiga kepada mereka. Orang-orang tersebut pasti akan langsung berpikir bahwa mereka memiliki sebuah kantong ruang atau cincin ruang.
Di tangan Matthew hanya ada bumbu yang tadi ia beli. Ia belum sempat memasukkannya ke kantong ruang. Selain kantong kecil berisi bumbu, mereka tidak membawa apa pun.
Tanpa menjawab ucapan Ellie, Matthew langsung mengarahkan pandangannya ke arah John. “Kakek John, kita tidak membawa apapun dengan kita. Maksudku, orang-orang itu membawa barang bawaan dengan mereka. Sementara itu kita tidak membawa apapun.”
“Bukankah itu malah membuat mereka langsung berpikir kita memiliki sebuah kantong ruang atau cincin ruang. Apakah itu tidak masalah? Maksudku, ibuku bilang kami harus merahasiakan terntang kami yang memiliki kantong ruang. Lalu, jika kami tidak membawa apapun, bukankah itu akan sangat mencurigakan?” tanya Matthew dengan suara pelan.
John tertawa pelan mendengar ucapan Matthew. “Tenang saja itu tidak masalah. Biar aku saja yang menunjukkan kemewahan yang aku punya. Jika ada masalah yang datang, mereka pasti akan datang kepadaku. Apa Kau tidak tahu kenapa aku terlihat seperti orang lemah seperti sekarang ini?” Tanya John yang dijawab oleh
“Memangnya kenapa? Meski Kau berpakaian sejelek itu, aku tidak pernah berpikir bahwa Kau adalah orang lemah.” Kata Jasper yang menyadari permasalahan mereka setelah mendengar ucapan Matthew.
“Itu karena Kau sudah tahu identitas asliku. Orang lain pasti tidak akan mengetahuinya. Aku ingin berlagak menjadi seekor kucing untuk menangkap serigala. Padahal aku memiliki kekuatan harimau. Aku lebih suka berlagak lemah untuk memancing mereka-mereka yang serakah.”
“Jika Kau melihat ada orang lemah yang memiliki harta banyak, pasti pemikiran pertama yang muncul adalah merebut harta tersebut dengan kekuatanmu. Toh pemilik harta tersebut orang yang lemah. Orang-orang yang seperti itulah yang aku targetkan.”
“Akan sangat membosankan bagiku jika melakukan perjalanan tanpa sebuah hiburan bukan? Orang-orang serakah itulah hiburanku selama melakukan perjalanan.” Jelas John dengan sebuah seringai di bibirnya.
Ucapan John ini mengingatkan Matthew pada Leonard. Bukankah laki-laki itu meninggal karena meremehkan John? Dia menganggap John hanya orang lemah. Jadi ida berkata seenaknya. Pada akhirnya dia tidak bisa mengalahkan John.
Matthew sekarang mulai kasihan dengan korban-korban John. Mereka pasti berpikir berhasil mendapatkan mangsa yang gemuk yang bisa dengan mudah ditaklukkan. Mereka pasti akan sangat terpukul ketika mengetahui orang yang mereka hadapi tidak seperti yang mereka bayangkan. Itu seperti menghancurkan batu dengan telur. Sudah jelas mereka akan kalah.
“Jadi kalian jangan mengkhawatirkan hal itu. Aku bisa mengatasi semuanya.”
Setelah pembicaraan kecil ini keempat orang tersebut memasuki kereta mereka. Beberapa Knight sudah meneriaki mereka dan penumpang lainnya untuk segera masuk ke kereta karena sebentar lagi karavan mereka akan berangkat.
__ADS_1
Ruangan di dalam kereta tidak terlalu luas. Menurut Matthew ruangan di dalam kereta ini muat ditumpangi oleh enam orang. Ada dua buah kursi panjang yang saling berhadapan. Matthew dan Jasper memilih duduk di kursi yang sama sementara John dan Ellie duduk di depan mereka, membelakangi arah kereta ini berjalan.
Kursi yang mereka tumpangi cukup nyaman, tidak terlalu keras menurut Matthew. Kursi itu dilapisi kain berwarna merah. Interior dari kereta tersebut masih menampilkan warna khas dari kayu, coklat. Tidak ada kemewahan yang terlihat di dalam kereta tersebut.
Matthew tidak mengetahui apakah tarif yang perlu mereka bayar itu terbilang cukup mahal atau tidak. Mengingat kereta yang mereka tumpangi cukup biasa. Tetapi Matthew penasaran dengan monster yang menarik kereta ini.
Selama delapan tahun hidup di dunia ini, satu-satunya monster yang pernah Matthew lihat hanyalah Cosen Cow yang ada di halaman belakang rumah mereka. Jadi sekarang Matthew ingin menanyakan tentang monster tersebut kepada John.
“Kakek John, apa nama monster yang menarik kereta ini? Mereka terlihat cukup kuat. Aku juga melihat beberapa knight juga menunggangi monster tersebut.” Tanya Matthew pensaran.
“Monster itu, itu adalah Hontrea. Monster seperti itu memang sering dijadikan sebagai tunggangan. Mereka sangat mudah dijinakkan. Selain itu Hontrea memiliki stamina yang cukup kuat. Apalagi monster ini sangat mudah dikembang biakkan jadi harganya tidak terlalalu tinggi.”
“Seekor Hontrea tingkat Besi X bisa menempuh jarak lima ratus kilometer dalam waktu dua belas jam, dan biasanya dijual dengan harga satu koin emas. Kebanyakan Hontrea yang ada di karavan ini adalah monster tingkat bronze, Mereka bisa menempuh jarak seribu kilometer dalam waktu duabelas jam jika berada di tingkat Bronze X. Harganya juga cukup murah, hanya delapan hingga sepuluh koin emas setiap ekor.”
“Sepertinya Karavan Gold Mine ini cukup besar jika melihat banyaknya Hontrea tingkat Bronze yang mereka miliki.”
Mata Jasper berbinar mendengar penjelasan John. Ia yakin uang yang diberikan Elisa untuk mereka cukup untuk membeli monster itu. Jasper tiba-tiba memiliki pemikiran untuk memilki monster tersebut.
“Jadi siapapun bisa memilikinya?” Tanya Jasper. “Matthew Kau harus membelikanku monster seperti itu. Bukankah akan lebih keren jika aku menungangginya?”
“Hahaha.” Mendengar ucapan jasper, John tertawa. “Aku tidak yakin Kau bisa menungangi monster itu. Kau butuh berlatih keras untuk bisa duduk di punggung monster itu dan mengendalikan mereka. Aku yakin Sebastian tidak pernah mengajari kalian teknik menunggangi monster bukan.”
“Jika kalian tidak mengetahuinya, yang ada Kau akan terjatuh dari monster tersebut ketika Kau mencoba menunggangi mereka.”
Ucapan John membuat Jasper sedikit murung. Ia tidak mengetahui bahwa dibutuhkan teknik khusus untuk menungangi monster. Jasper sedikit menyalahkan hal ini kepada ayahnya. Setidaknya ayahnya bisa mengejari mereka hal ini bukan?
Melihat Jasper yang murung John pun mencoba menghiburnya. “Kau tidak perlu murung seperti itu anak muda. Kau bisa mempelajari hal itu nanti di akademi. Jika Kau menjadi murid akademi, akan banyak hal yang bisa Kau pelajari. Pelajaran menunganggi monster adalah hal yang sangat dasar untuk murid tahun pertama. Jadi jangan berkecil hati.”
Matthew juga tidak mau kalah untuk mengembalikan semangat adiknya. Ia mengirim telepati kepada Jasper agar adiknya itu tidak bersedih lagi.
‘Jas, jangan terlalu bersedih. Aku menemukan sebuah benda yang memiliki elemen kehidupan. Aku ingin tahu apakah benda itu bisa membantuku mempelajari elemen kehidupan lebih cepat atau tidak. Yang jelas, jika kita memiliki elemen kehidupan, keinginanmu memiliki tunggangan bisa terlaksana.’
‘Apa Kau ingat Ibu mengatakan bahwa pemilik elemen kehidupan bisa mengendalikan hewan? Jadi itu adalah solusi kita.’
Mendengar ucapan Matthew, Jasper langsung mengarahkan pandangannya ke arah saudara kembarnya. Ellie pun tidak mau kalah, ia juga memandang Matthew dengan penuh harap. Bukan hanya Jasper saja yang meinginkan tunggangan, Ellie juga menginginkannya.
‘Kau harus berjanji mengajari kami elemen kehidupan dan menjinakkan hewan tunggangan Matt.’ Pinta Ellie.
__ADS_1
‘Tentu saja.’ Jawab Matthew.