Master Of Elements

Master Of Elements
ME 72 Diperebutkan


__ADS_3

Di depan Matthew sekarang sudah ada empat orang yang memandangi ia, Jasper dan Ellie dengan tatapan intens. Mereka seolah ingin menilai Matthew dan kedua adiknya.


Dari empat orang itu, tiga di antaranya adalah laki-laki. Satu perempuan yang ada di sana terlihat cukup muda. Meski begitu, Matthew tidak akan langsung percaya bahwa mereka masih muda. Ia pernah mendengar dari orang-orang di karavan Gold Mine bahwa ada ramuan yang membuat wajah seseorang awet muda.


Kemungkinan besar perempuan itu memakai ramuan itu. Lalu, John tadi juga menjelaskan bahwa para tetua di sini adalah gurunya di akademi ketika dia masih berstatus sebagai murid Akademi Andradius.


“Perkenalkan mereka ini adalah tetua di Akademi Andradius. Yang perempuan itu namanya adalah Venera Maletta. Di sebelah kanannya ada Petronio Cimo, lalu Frank Hamilton, dan terakhir Noah Steel. Beri hormat kepada mereka.” pinta John kepada Matthew dan kedua adiknya.


“Matthew Dawnson, memberi hormat kepada Tetua,” ucap Matthew sembari menempelkan tangannya di dada kiri dan membungkukkan tubuhnya.


Apa yang Matthew lakukan sekarang, diikuti juga oleh Jasper dan Ellie. Mereka juga melakukan penghormatan standar yang ada di benua Andradius.


“Jadi kalian ini anak-anak dari Sebastian Dawnson dan Amore Deluce," tanya Noah.


"Iya tetua. Kami ini adalah anak dari mereka."


"Sekarang, kami ingin melihat elemen yang kalian miliki, tidak masalah bukan jika kalian melakukan tes lagi di depan kami?"


"Tentu tidak ada masalah," jawab Matthew.


Yang pertama kali menjalankan tes adalah Ellie. Elemen milik Ellie tidak memiliki perubahan apa pun. Ia masih memiliki empat elemen yaitu elemen air, api, cahaya, dan ruang. Keempat elemen yang dimiliki oleh Ellie, ini sudah membuat para tetua yang ada di sana melebarkan mata mereka.


Meski mereka kaget dengan apa yang mereka lihat, para tetua itu tidak langsung memberi respon. Daripada memberi respon terhadap apa yang dilakukan oleh setiap tiga bersaudara ini, lebih baik mereka memberikan respon di akhir.


Setelah Ellie, gini giliran Jasper. Berbeda dengan Elli, elemen dari Jasper sekarang sedikit mengalami perubahan. Ia sekarang memiliki elemen udara, api, gelap, dan ruang. Selain itu, ada elemen biru samar muncul di bola kristal yang dipegang oleh Jasper untuk melihat elemen miliknya.

__ADS_1


Apa yang ada di sana menunjukkan bahwa dalam waktu dekat Jasper akan menguasai satu elemen baru, elemen air.


Kemunculan elemen air ini membuat John kaget. Terakhir kali ia mengecek, Jasper sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan memiliki elemen air. Sekarang dia memilikinya.


Hal itu membuat John menatap ke arah Mattew yang terlihat biasa saja. Matthew seolah sudah tahu mengenai kemungkinan Jasper memiliki elemen baru. Ini mengingatkan John mengenai rencana taruhannya dulu.


Matthew dulu mengajaknya bertaruh, bahwa Matthew akan bisa memiliki elemen ruang ketika sampai di akademi. Apakah sekarang Matthew memiliki elemen ruangnya?


"Sekarang giliranmu Matt."


Matthew lalu melakukan hal serupa seperti yang dilakukan oleh Jasper dan Ellie. Ia meletakkan tangannya di bola kristal dan berkonsentrasi pada elemen yang ada.


Tidak lama kemudian, teriakan kaget terdengar keras di ruangan itu. Tetua yang tadinya duduk, kini berdiri sembari menatap kristal yang ada di tangan Matthew.


"Tidak mungkin. Ini sangat mustahil," teriak Petronio.


"Matthew, bagaimana Kau melakukannya? Bagaiamana mungkin Kau bisa memiliki elemen baru dalam waktu singkat?" tanya John tidak percaya.


Selama ini John memang merasa Matthee cukup berbeda dari biasanya. Ia seperti merasakan elemen ruang dalam diri Matthew. Apalagi porsi makan Matthew yang bertambah banyak.


Tetapi, John sama sekali tidak mengecek semua itu. Hal itu membuat John tidak mengetahui bahwa Matthew memiliki elemen baru. Seharusnya John bisa menebak semua itu semenjak porsi makan Matthew bertambah banyak.


"Apakah dengan bakat kami semua ... kami bisa diterima di akademi ini dengan jalur khusus?" tanya Matthew.


Matthew tidak peduli dengan pandangan takjub dari mereka. Atau pertanyaan John mengenaj dirinya yang memiliki elemen baru. Yang Matthew pedulikan adalah diterima tidaknya mereka di akademi.

__ADS_1


"Aku setuju dengan usulan John untuk memasukkan kalian ke Akademi Andradius melalui jalur khusus. Aku akan menjadi mentor pribadimu setelah ini," putus Noah.


"Aku juga setuju. Tetapi, daripada menjadikan Noah sebagai mentormu, lebih baik Kau memilih aku sebagai mentor. Aku yakin aku lebih baik dari Noah," sahut Frank.


"Kalian jangan memperebutkan dia. Apa kalian tidak tahu bahwa Matthew sudah menjadi murid pribadiku. Bukankah begitu Matthew?" tanya Petronio.


"Kalian bertiga jangan berbicara omong kosong seperti itu. Tiga anak kembar ini adalah muridku. Aku pernah mengajar satu dua hal kepada ibu mereka. Jadi, hubungan mereka lebih dekat denganku. Sudah sepantasnya aku yang menjadi mentor mereka," putus Venera.


Keempat tetua itu berteriak untuk memperebutkan Matthew. Mereka saling mengunggulkan diri mereka dan merendahkan yang lain. Dengan begini, mereka berharap Matthew bisa melihat siapa yang paling baik dan siapa yang paling buruk.


"Tetua, tidak bisakah kalian menunjukkan sedikit wibawa seorang tetua? Kenapa kalian malah memperebutkan Matthew. Orang seperti dia dan adik-adiknya pantas untuk mendapatkan yang terbaik."


"Jadi, daripada kalian memperebutkan dia, bukankah lebih baik jika kalian bersama-sama menjadi mentornya. Aku yakin dia bisa belajar lebih cepat. Dia bisa mempelajari keahlian kalian berempat," usul John.


"Tumben sekali Kau memberikan ide cermelang John. Baiklah aku akan mengikuti saranmu itu. Kami akan menjadikan dia murid kami."


"Benar yang dikatakan Venera. Kami akan menjadi mentornya."


"Maaf, bukannya aku menolak, tetapi aku tidak akan menjadi murid siapa pun sebelum kedua adikku juga mendapatkan mentor."


Tiba-tiba saja suara Matthew terdengar dan memotong pembicaraan para tetua. Matthew tidak ingin dirinya sendiri yang mendapat mentor. Hanya karena dia memiliki elemen banyak lebih awal dari kedua adiknya, membuat Matthew mendapatkan perlakuan spesial.


Jasper dan Ellie berhak mendapatkan kesempatan yang sama. Mereka tidak kalah jeniusnya dari Matthew. Meski tidak jenius pun Matthew akan mengajari mereka apa yang ia pelajari. Jadi, jik dirinya mendapatkan mentor tapi mereka tidak, maka Matthew memilih untuk tida memiliki mentor.


"Apa Kau takut saudaramu tidak mendapatkan mentor anak muda? Tenang sana, kami akan menerima mereka juga. Aku rasa dua adikmu juga memilik bakat yang luar biasa. Mungkin kalian akan aku pertimbangkan menjadi kandidat calon Kepala Akademi menggantikan John nantinya," jelas Noah.

__ADS_1


"Ya ... Noah benar. Kami juga akan menjadikan kedua adikmu sebegai murid kami. Jadi Kau tidak perlu mengkhawatirkan mereka. Setelah ini kalian akan tinggal di area dekat kami untuk mempermudah pembelajaran," imbuh Frank.


Matthew bernafas lega mendengar hal itu. Setidaknya Jasper dan Ellie akan mendapatkan perlakuan yang sama dengannya.


__ADS_2