Master Of Elements

Master Of Elements
ME 18 Transaksi (2)


__ADS_3

John memicingkan matanya memandangi Matthew. Ia tidak mau lagi terjebak mengikuti taruhan yang sudah pasti akan kalah. Bukankah sebelumnya ayah dari anak ini juga melakukan hal yang sama? Mengajaknya taruhan dimana dirinya sudah pasti kalah. John tidak mau terjebak lagi.


Bukan karena dia tidak mau kalah taruhan. Bukan. Tetapi, jika Kau tahu Kau memiliki kemungkinan yang sangat-sangat kecil untuk menang, kenapa harus mengikuti taruhan tersebut. Toh dirinya ikut atau tidak, tidak memiliki pengaruh yang besar.


Tetapi, perkataan Matthew memantik rasa penasarannya. Bagaimana bisa anak itu sangat percaya diri. Jika taruhan dengan Albert, John bisa memakluminya karena Albert sudah mengetahui lebih dahulu mengenai elemen-elemen yang dimilki oleh anak-anaknya. Tetapi bagaimana dengan Matthew?


Tiga hari yang lalu John melihat sendiri hasil tes dari elemen-elemen yang dimiliki oleh Matthew. Tidak ada tanda-tanda kemunculan elemen keenam dari anak itu. Biasanya seseorang yang akan membangkitkan elemen baru, ketika melakukan tes tanda-tanda itu terlihat.


Akan ada bola elemen yang meredup, hilang, dan muncul kembali dalam bola Kristal yang digunakan untuk melakukan tes. Namun, tiga hari yang lalu John tidak melihat hal itu. Jadi, dari mana Matthew bisa dengan percaya diri mengajaknya bertaruh?


Tiba-tiba saja ini memantik rasa penasaran John tentang kemapuan ketiga anak ini dalam membangkitkan elemen. Ia ingin tahu bagaimana mereka bisa memiliki elemen sebanyak itu ketika usia mereka semuda ini?


Dari sekian banyak buku yang John baca, dirinya tidak pernah mengetahui bahwa seseorang bisa membangkitkan elemen mereka sebelum usia sepuluh tahun. Usia sepuluh tahun pun merupakan sebuah pengecualian.


Kebanyakan anak membangkitkan elemen mereka di usia sebelas hingga empat belas tahun. Lalu bagimana caranya anak-anak ini melakukannya?


Tiga hari ini John mengesampingkan hal tersebut. Ia masih fokus mengamati musuh-musuh yang ada. Ia tidak mau memcahkan konsentrasinya. Sekarang ia memiliki kesempatan untuk bertanya tentang hal itu.


Namun, saat ini mereka sedang berkejaran dengan waktu. Setelah mereka berada di tempat yang cukup aman, mungkin ia meminta mereka menjelaskan hal itu.


Sekarang ini, ia akan membuat sebuah transaksi dengan kedua anak itu, sebelum mereka pergi. Jika tidak melakukannya sekarang, mereka pasti akan selalu merecokinya dengan permintaan mengenai resep ramuan itu.

__ADS_1


Membayangkan tiga sampai lima minggu kedepan dirinya direcoki dengan pertanyaan itu saja sudah membuat John pusing. Apalagi jika itu benar-benar terjadi.


“Anak muda, daripada taruhan aku memiliki tawaran yang menarik untukmu. Daripada taruhan, aku rasa tawaran ini akan sangat menguntungkan untuk kita berdua. Bagaimana apa Kau mau?”


“Tawaran apa kakek John?” tanya Matthew. Ia tidak mengira bahwa John akan membuat sebuah penawaran dengannya.


Matthew tidak mau dengan mengiyakan tawaran John. Tawarannya saja Matthew belum mengetahuinya. Jadi ia tidak bisa dengan mudahnya mengiyakan. Ia ingin menimbang, apakah tawaran John benar-benar menguntungkan seperti ucapan John atau tidak.


“Daripada aku bertaruh tentang resep ramuan pengubah diri itu, bagaimana jika aku menukarnya dengan rahasia tentang bagaimana kalian dengan cepat bisa memiliki banyak elemen. Aku tidak yakin orang tua kalian mengetahui tentang hal ini bukan?” tanya John.


Matthew terdiam, tawaran dari John cukup menggiurkan memang. Tetapi Matthew tidak langsung menyetujuinya. Meskipun rahasia tentang bagaimana memiliki banyak elemen tidak terlalu berharga bagi Matthew, tetapi bagi orang lain hal itu sangatlah berharga. Matthew rasa jika ia menyetujuinya, maka dirinya akan dirugikan dalam transaksi ini.


“Aku rasa tawaran itu merugikanku Kakek John.” Ucap Matthew setelah cukup lama diam.


“Lalu, Kau mau apa?”


“Aku bisa memberitahumu caranya bagaimana kami bisa memiliki banyak elemen. Tetapi selain resep ramuan itu, Kau harus mengajarkanku cara membuatnya hingga aku bisa. Selain itu, Kau harus menyakinkan tetua di akademi agar kami bisa resmi menjadi murid Akademi Andradius.” Tawar Matthew.


Hal ini cukup adil menurut Matthew. Jika ia hanya diberi resep tanpa diajarkan bagaimana membuatnya itu sama saja dengan bohong. Matthew tidak memiliki dasar-dasar dalam membuat ramuan. Jadi akan menjadi kekacauan jika ia mempelajari resep itu tanpa bimbingan.


Lalu soal menjadi murid resmi akademi, itu juga hal yang wajib. Memang mereka bisa tinggal di akademi dan mendapat perlindungan, tetapi lebih baik menjadi murid di sana bukan? Dengan menjadi murid akademi, selain mendapatkan perlindungan mereka juga akan mendapatkan ilmu.

__ADS_1


Pasti akan banyak informasi yang bisa Matthew dapatkan dari buku-buku yang ada di akademi. Matthew menduga semua itu hanya bisa diakses oleh mereka yang merupakan murid akademi.


Jadi daripada membuang waktu mereka berlatih sendiri, lebih baik mereka menjadi murid akademi bukan? Dengan begitu juga mereka akan lebih awal dari anak seumuran mereka. Bisa menjadi murid akademi semuda ini sudah pasti akan membawa keuntungan bagi mereka kedepannya.


John mempertimbangkan tawaran Matthew. Sebenarnya tidak terlalu susah untuk menyakinkan para tetua untuk menerima kedua anak ini. Talenta mereka cukup tinggi. Mereka sudah ratusan langkah di depan anak seusia mereka.


Ketika anak lain tengah sibuk membagi waktu antara berlatih elemen dan melatih fisik mereka, anak-anak ini hanya tinggal memfokuskan diri melatih fisik mereka. Dan saat ini pun mereka sudah memiliki kempauan seseorang di tingkat Besi I.


Mereka hanya tinggal mempelajari rune yang sesuai dengan elemen mereka. Setelah itu, ketiga anak ini bisa langsung menjadi anak terkuat diusia mereka.


Tidak banyak anak yang memiliki kombinasi itu. Memiliki banyak elemen dan berada di tingkat besi I di usia sepuluh tahun. John yakin para tetua akan mau memberikan pengecualian untuk anak-anak ini. Jika demikian, tidak masalah untuknya menerima tawaran ini.


Masalah mengajari cara membuat ramuan ini itu sangat mudah bagi John. Ia bisa mengurung anak ini di tempat Andreas. Selain dirinya hanya Andreas saja yang mengetahui resep ini. John yakin orang tua itu tidak akan keberatan mengajari anak ini.


Anak ini adalah anak dari murid kesayangannya bukan? Pasti orang tua itu dengan senang hari mengajarkan anak ini.


Dengan begitu John tidak perlu bersusah payah mengajarkan semuanya dari dasar bukan? Ia tidak mau membuang waktunya. John sudah memiliki rencana, setelah meninggalkan kedua anak ini, dirinya akan kembali melanjutkan petualangannya.


John tidak ingin berada di Akademi dan harus berhadapan dengan kertas-kertas memusingkan itu. Lebih baik ia menghabiskan waktunya untuk mencari makanan-makanan lezat. Masih banyak makanan yang belum sempat John cicipi.


“Baiklah aku setuju dengan tawaranmu. Setelah kalian resmi menjadi murid akademi, Kau harus memberitahuku tentang rahasia itu. Sekarang sudah saatnya kita pergi dari sini.” Ucap John.

__ADS_1


__ADS_2