
Esok paginya, Matthew menemui Josh di kantin akademi. Laki-laki itu lalu membawa Matthew melewati cukup banyak bangunan akademi. Pada akhirnya, Josh membawa Matthew ke sebuah rumah kaca yang berisikan banyak sekali tanaman. Letak rumah kaca ini cukup jauh dari lalu lalang murid Akademi Andradius. Jadi, melakukan pertemuan di sini adalah pilihan yang tepat.
“Ini adalah kebun tanaman obat-obatan milik Mentor Andreas Dominic. Kita bisa menggunakan kebun ini hingga pukul sepuluh nanti. Pada pukul sepuluh, murid Mentor Andreas akan datang mengurusi semua tanaman obat-obatan ini. Aku sudah meminta izin dia untuk menggunakan kebun ini.”
“Jadi, Kau tidak perlu khawatir ada yang mengganggumu dalam pertemuan ini. Tempat ini sering dipakai oleh para murid untuk melakukan pertemuan semi rahasia,” jelas Josh.
Andreas Dominic. Matthew mengingat nama ini. Dia adalah mentor Elisa. Sebelum berangkat ke akademi, Elisa sempat memberitahu Matthew, Jasper, dan Ellie agar salah satu dari mereka bertiga, ada yang mempelajari ilmu herbal dari Andreas.
“Ayo masuk,” ucap Josh sembari membuka pintu menuju rumah kaca tersebut.
Di dalam sana, Matthew sudah melihat cukup banyak murid Akademi Andradius. Mereka tidak terlihat berbeda dari murid akademi pada umumnya. Yang membedakan hanyalah murid-murid ini tidak memakai pin yang menunjukkan level kekuatan mereka.
Secara kasar, Matthew menghitung ada lebih dari seratus dua puluh orang murid yang sudah berkumpul di sini. Menurut Matthew, jumlah ini cukup banyak. Tetapi, jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan murid Akademi Andradius, jumlah ini tidaklah terlalu banyak.
“Aku hanya bisa mengumpulkan orang sebanyak ini. Tidak ada setengah dari semua murid yang menjadi korban mau kembali dan menemuimu,” jelas Matthew.
“Josh, rupanya Kau sudah datang.” Seorang murid perempuan yang memakai jubah berwarna merah terlihat mendekati mereka. Perempuan itu kemudian mengarahkan pandangannya ke arah Matthew. Ia memandang Matthew dari atas ke bawah, seolah tengah menilai Matthew.
“Jadi dia yang mengundang kami kemari?” tanya perempuan itu.
“Ya, Bianca. Dia yang ingin bertemu dengan kalian.”
“Apa Kau yakin dia bisa membantu kami? Bukannya aku meremehkannya, tetapi dia masih sangat muda. Dia juga murid tahun pertama. Memangnya apa yang bisa dia lakukan untuk membantu kami?” tanya murid lain yang memakai jubah dengan warna yang sama dengan Bianca.
“Kau bisa langsung bertanya lasung kepadanya Felix. Jangan tanya padaku.”
Semua orang yang ada di sana, langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah Matthew. Dipandangi oleh orang sebanyak itu, Matthew sama sekali tidak merasa takut atau pun gugup. Ia justru memandang balik mereka.
Entah keberanian dari mana yang muncul begitu saja dalam diri Matthew. Mungkin darah bangsawannya yang membuatnya tidak memiliki rasa takut dipandang seperti itu.
__ADS_1
“Aku tahu kalian tidak akan mempercayai ucapanku. Banyak dari kalian yang mungkin meremehkanku. Namun, dengan kalian datang kemari, sudah menunjukkan bahwa kalian memiliki sedikit kepercayaan kepadaku. Meski itu sangat sedikit sekali pun.”
Josh mengatakan, semua orang yang ada di sini, tidak mencapai setengah dari jumlah korban Keluarga Johanson. Ini membuktikan bahwa mereka ini mempercayai Matthew. Mereka menaruh harapan kepada Matthew yang sama sekali tidak mereka kenal. Matthew sendiri merasa terharu diperlakukan seperti ini.
“Aku bersumpah dengan seluruh elemen yang aku punya, aku akan mengusahakan semampuku untuk membantu kalian bangkit dari keterpurukan ini. Nantinya, jika aku tidak sungguh-sungguh membantu kalian, maka aku akan kehilangan semua elemen yang aku miliki, tidak hanya elemen yang aku miliki sekarang, tetapi juga elemen yang akan aku miliki masa mendatang.”
Sumpah yang Matthew ucapkan ini cukup serius di mata semua orang yang ada di sini. Matthew tidak hanya mempertaruhkan elemen yang ia miliki sekarang, tetapi semua elemen miliknya termasuk yang akan ia miliki di masa depan.
Murid-murid ini tahu, tidak sedikit murid Akademi Andradius membangkitkan elemen baru selama berada di akademi. Matthew masih berada di tahun pertama. Jadi, masa depannya masih cukup panjang. Dia memiliki kemungkinan memiliki elemen baru.
“Lalu, apa yang akan Kau lakukan untuk membantu kami?” tanya Bianca.
“Sebelum aku mengatakannya, aku ingin mendengar kalian bersumpah dahulu. Bersumpahlah atas semua elemen yang akan kalian miliki di kemudian hari, bahwa kalian hanya akan setia padaku dan seluruh keluargaku. Lalu, kalian akan menjadi anak buahku selama tujuh puluh lima tahun.”
Matthew dengar, seorang profesional memiliki umur yang lebih panjang daripada manusia normal. Di dunia ini, manusia memiliki rata-rata umur sembilan puluh hingga seratus tahun. Jika mereka bisa menjadi profesional, maka umur mereka akan bertambah.
Tingkat Iron misalnya, itu memberikan tambahan umur sebanyak lima puluh tahun. Jadi, seseorang yang memiliki kekuatan tingkat Iron, bisa hidup hingga mereka berusia seratus lima puluh tahun. Lalu tinggkat Bronze memberikan tambahan umur seratus tahun, tingkat silver seratus lima puluh tahun.
“Kalian juga tidak boleh membicarakan mengenai apa yang aku lakukan untuk membantu kalian kepada orang lain. Termasuk keluarga kalian, pasangan kalian, atau hanya membicarakan itu sendiri. Tenang saja aku tidak akan meminta kalian berbuat kejahatan,” jelas Matthew.
Tujuan awal Matthew mengumpulkan semua korban ini di sini adalah untuk membantu mereka. Namun, setelah memikirkannya kembali, Matthew tidak bisa membantu mereka secara cuma-cuma. Jadi, ia berpikir untuk membuat pasukan rahasia miliknya. Ilmu miliknya ini sangat unik.
Bisa dibilang, apa yang Matthew miliki adalah satu-satunya kemampuan di benua ini. Matthew tidak memperlihatkan cukup banyak aura sebagai seorang profesional. Jika ia bisa membentuk pasukan yang dari luar terlihat seperti orang biasa, tetapi memiliki kekuatan besar, bukannya itu luar biasa?
“Lalu Kau juga, Josh. Aku berterima kasih Kau sudah datang membantuku mengumpulkan mereka. Tetapi, jika Kau ingin tetap di sini dan mendengar semuanya, maka Kamu harus bersumpah seperti mereka. Jika Kau tidak mau, silahkan pergi dari sini.”
“Jadi, aku juga perlu ikut bersumpah?”
“Ya.”
__ADS_1
Setelah Matthew berucap demikian, rumah kaca itu hening. Tidak ada yang bersuara. Mereka sepertinya menimbang ucapan Matthew. Ini terlihat dari dahi mereka yang berkerut.
“Aku bersedia,” jawab Bianca.
“Apa Kau yakin, Bianca? Kau yakin mau mengikuti anak ini?” tanya Felix.
“Ya. Aku sudah menjadi orang yang tidak berguna. Tidak ada ruginya aku mencoba mengikuti dia. Meski aku masih bisa berusaha mempelajari elemen lain, tetapi aku tidak yakin aku bisa melakukan itu,” jelas Bianca.
Ada hal lain yang tidak Bianca katakan. Bahwa Matthew meminta mereka bersumpah menggunakan elemen yang kemungkinan besar akan mereka miliki di masa depan. Ini berarti, Matthew memiliki cara agar mereka bisa mendapatkan elemen baru bukan?
Jika satu dua orang saja yang Matthew bantu, mungkin itu sangat mungkin. Matthew bisa mengorbankan banyak sumber daya untuk melakukan hal itu. Namun, mereka berjumlah lebih dari seratus dua puluh orang. Jika Matthew tidak bersungguh-sungguh membatu mereka, maka dia akan kehilangan elemen miliknya.
Dalam perjanjian ini, pihak yang memiliki resiko paling besar adalah Matthew. Sedangkan Bianca, Felix, dan yang lainnya, mereka tidak memiliki apa-apa untuk dikhawatirkan.
“Hem … aku juga bersedia mengikutimu,” ucap Felix yang merasa ucapan Bianca ada benarnya.
Setelah Felix mengucapkan persetujuannya, satu persatu murid yang lain juga mengucapkan persetujuan mereka. Dari semua murid yang berkumpul di sini, tidak ada satu pun yang mundur. Mereka semua mau mengikuti Matthew dan menjadi anak buahnya.
“Lalu bagaimana denganmu, Josh?” tanya Matthew.
Josh yang ditanya tidak langsung menjawab. Ia merasakan banyak tatapan mata yang memandang ke arahnya. Bagi Josh yang selama ini memimpin kelompok kecil pengumpul informasi di dalam Akademi Andradius, ia tidak mau tunduk dan menjadi anak buah orang lain.
Tetapi, rasa penasaran yang terbentuk karena kelompok pengumpul informasi ini tidak bisa Josh bendung. Ia sangat penasaran dengan apa yang akan Matthew lakukan untuk membantu murid-murid ini. Apa yang Matthew pertaruhkan untuk mereka yang bukan siapa-siapa baginya cukup besar.
“Baiklah aku juga akan mengikutimu. Tetapi, aku tidak mau bekerja padamu selama tujuh puluh lima tahun. Itu terlalu lama bagiku yang tidak berhutang apa pun padamu. Berbeda dengan mereka yang Kau bantu. Aku akan bekerja padamu hanya dua puluh lima tahun, tidak lebih,” jelas Josh.
Matthew mengangguk pelan. Tidak masalah baginya. Asalkan Josh mau bersumpah tidak akan menghianatinya atau membocorkan rahasia miliknya, Matthew tidak mempermasalahkan berapa lama Josh akan bekerja padanya.
Jika dibutuhkan, Matthew bisa memeras semua tenaga Josh selama dua puluh lima tahun ia bekerja padanya. Bakat Josh dalam mengumpulkan informasi tidak bisa disepelehkan. Jika dipergunakan dengan baik, dan diberi arahan, Josh bisa mengetahui seluruh informasi yang ada di Benua Andradius.
__ADS_1
“Tidak masalah untukku.” Matthew lalu memandang ke seluruh murid yang akan menjadi anak buahnya. “Sekarang, biarkan aku memperkenalkan diriku secara resmi kepada kalian. Namaku, Mattew Alexander Delluce Dawnson. Dari namaku kalian sudah bisa menebak siapa keluargaku. Aku adalah anak dari Sebastian Albert Dawnson dan Amore Elisa Deluce.”
Apa yang Matthew ucapkan ini membuat mereka yang ada di sana melebarkan matanya. Mereka semua menatap Matthew dengan tatapan tidak percaya. Ternyata bos baru mereka memiliki identitas yang tidak biasa