
“Hah.” John mengela nafas panjang. Ia lalu mengangkat tongkatnya dan memukulkannya ke kepala Tom yang ada di depannya. “Jangan menakuti mereka bodoh.” Ucap John.
“Ah John. Kau tidak seru. Aku hanya ingin sedikit bermain-main dengan mereka.” Tom berkata dengan ekspresi tanpa rasa bersalah sedikitpun.
John kemudian menghadap ke arah kedua bersaudara tersebut. “Jangan semudah itu mempercayai ucapan Tom. Dia hanya mempermaikan kalian. Setelah ini pasti dia akan berkata bahwa dia akan mengampuni kalian jika kalian memberikan seluruh uang kalian kepadanya.” Jelas John.
“Yang kalian dengar itu memang suara langkah kaki monster. Itu adalah Falcon, monster milik Tom. Dia yang akan membawa kita ke Kota Greenwood. Monster itu mungkin merasakan kedatangan Tom sehingga dia berlari menuju ke arah kita.” Imbuh John.
“Aku kira dia mengatakan yang sebenarnya Kakek John. Syukurlah jika semua itu hanya bercanda.” Ucap Jasper lega.
“Kau sudah membuat kami takut Tuan Tom.” Ucap Matthew dingin.
Matthew tidak suka dengan cara Tom bercanda. Itu sama sekali tidak lucu. Matthew benar-benar menganggap semua yang diucapkan Tom adalah benar. Tetapi semuanya hanya bercanda? Hal seperti ini menurut Matthew bukan hal yang bisa dengan semudah itu dijadikan bahan bercandaan.
Ini membuat nilai Tom di mata Matthew menurun. Orang yang menjadikan nyawa seseorang sebagai bahan bercandaan memiliki nilai yang buruk di mata Matthew. Ia harap dirinya maupun adik-adiknya tidak akan lagi berurusan dengan Tom di masa mendatang.
…
Tidak lama kemudian dari salah satu lorong yang ada gua tersebut munculah seekor monster. Tubuh monster itu cukup besar menurut Matthew. Seukuran mobil SUV di dunianya yang dulu.
Monster itu memiliki postur tubuh sepeti elang. Hanya saja bulu monster itu berwarna biru dengan aksen silver pada bagian kepala hingga leher dan pada bagian ekor.
Monster tersebut memilih sedikit berlari dengan melompat lompat menuju ke arah mereka. Mungkin itu karena lorong gua yang sempit membuat monster tersebut memilih berlari setangah melompat daripada terbang.
__ADS_1
Lihat saja ketika monster tersebut berada di area yang memungkinkannya untuk terbang, monster tersebut langsung saja melebarkan sayapnya dan terbang beberapa putaran di langit-langit gua.
Monster itu memiliki bentangan sayap selebar tujuh meter. Meski tengah terbang santai, Matthew rasa monster tersebut bisa terbang di kecepatan tinggi.
“Oh sayangku. Apa kabarmu. Aku sudah sangat merindukanmu.”
Tom yang langsung memeluk monster yang sekarang sudah ada di depannya itu. Ia kemudian mengelus-elus bulu yang ada di leher monster tersebut. Sesekali Tom akan mendiumi monster miliknya itu.
“Kyak, kyak kyak.” Monster tersebut bersuara.
“Apa Kau kenapa bilang begitu teman? Meski terakhir kali kita bertemu adalah kemarin pagi tetapi tetap saja aku merindukanmu. Kenapa Kau mencemoohku seperti itu?” Ucap Tom seolah tengah bercakap-cakap dengan monster di depannya itu.
“Saat ini aku membawa pelanggan untukmu. Kau harus melayani mereka dengan baik. Setelah ini Kau akan aku belikan mainan baru. Aku tahu Kau sudah merusak mainan lamamu.”
“Matt, apa yang orang ini lakukan? Kenapa dia berbicara sendiri seperti itu?’ tanya Jasper melalui telepati.
‘Aku tidak tau Jas. Mungkin ketika dia menjadikan falcon tersebut sebagai rekannya dengan elemen kehidupan, mereka bisa berkomunikasi satu sama lainnya. Seperti kita saat ini.’ Jelas Matthew.
‘Ah jadi seperti itu. Sepertinya akan sangat menyenangkan jika kita juga memiliki rekan seekor monster Matt. Itu terdengar sangat hebat. Apa Kau bisa mempelajari elemen itu Matt?’ Tanya Ellie cukup antusias.
‘Aku belum tahu El. Saat ini kita lebih fokus melengkapi elemen yang kita miliki bukan? Untuk elemen kehidupan dan elemen bumi, yang tidak satu pun di antara kita yang memilikinya, akan kita pelajari belakangan.’
‘Kalian sendiri juga mendengar penjelasan Kakek John mengenai energi jiwa dan penggunaan elemen bukan? Aku ingin mempelajari semuanya sampai paham, barulah nanti aku akan memikirkan apakah itu baik untuk kita mempelajari banyak elemen atau malah justru itu buruk dan menghambat kita untuk menjadi lebih kuat lagi.’
__ADS_1
‘Aku perlu memahami semua itu dulu Jas, El. Jadi, jika kalian ingin memiliki elemen kehidupan dan memiliki monster sebagai peliharaan, bersabarlah. Kita tidak boleh terlalu gegabah dalam hal ini.’ Jelas Matthew.
Suara Tom memutus percakapan antara Matthew dan kedua adiknya. “Anak-anak pernalkan ini Tyson, monster falcon milikku. Dia yang akan membawa kita terbang melesat menuju ke kota Greenwood. Setelah ini kita akan berangkat. Ayo ikuti aku. Kita masih perlu keluar dari gua ini terlebih dahulu.”
Tom kembali memandu mereka berjalan menuju salah satu lorong yang ada di sana. Lorong ini berbeda dengan lorong di mana monster milik Tom muncul. Sementara itu, Tyson mengikuti mereka dari belakang. Mereka tidak perlu berjalan cukup lama. Lima belas menit kemudian, cahaya matahari mulai terlihat dari bibir gua.
Pintu gua terletak di area yang cukup lapang. Mungkin Tom membuat area ini cukup lapang agar Tyson bisa dengan mudah mengambil ancang-ancang untuk terbang. Dengan tubuh dan lebar betangan sayap seperti itu, sudah jelas akan sulit bagi Tyson untuk terbang di antara pepohonan rindang yang ada di hutan.
Tom kemudian mengeluarkan sesuatu dari cincin ruangnya. Yang Tom ambil dari sana terlihat seperti pelana kuda bagi Matthew. Tetapi itu memiliki bidang yang lebih luas. Mungkin pelana tersebut hanya muat untuk diduduki oleh empat orang hingga lima orang saja.
Tom kemudian berjalan mendekati Tyson dan mengikat pelana tersebut di punggung monster tersebut.
“Sebenarnya Tyson kurang suka jika aku memakaikan pelana di punggungnya. Namun aku takut anak-anak akan kesulitan jika menaiki Tyson jika tidak ada pelana. Tyson akan terbang dengan kecepatan tinggi nantinya.Jadi, jika tidak memakai pelana, maka kalian bisa saja terjatuh dari punggungnya."
"Oleh karenaitu nanti kalian harus berhati hati ketika menaiki Tyson. Jangan melakukan gerakan besar ketika terbang agar kalian aman.~~~~” Jelas Tom.
Kemudian Tom menaiki falcon miliknya. Laki-laki itu kemudian menghadap ke arah John. “Bantu mereka naik.”
John membantu satu persatu ketiga bersaudara tersebut untuk menaiki Tyson. Monster tersebut sama sekali tidak terlihat risih ketika ada orang asing yang menaiki punggungnya.
Mungkin monster tersebut sudah terbiasa dengan adanya orang lain di punggungnya selain Tom. Bukankah Tom sudah mengatakan bahwa orang tua mereka juga pernah menggunakan jasa Tom untuk melarikan diri?
Setelah Matthew dan kedua adiknya naik, kini giliran John menakiki monster tersebut. John memilih duduk di belakang kedua anak tersebut. Ia ingin menjaga merekaagar tidak terjatuh ketika Tyson terbang.
__ADS_1
John mengetahui betapa cepatnya monster ini terbang. Jadi bukan tidak mungkin jika kedua anak ini bisa kapan saja terjatuh. Maka dari itu ia duduk di bagian paling belakang untuk menjaga mereka.