
“Terima kasih Tuan dan Nona Morgan, sudah membantu kami.” Meski mereka tidak membutuhkan bantuan Oliver, tetapi setidaknya Matthew perlu mengucapkan terima kasih kepadanya.
“Kalian tidak perlu berterima kasih. Aku hanya tidak suka dengan Rony, yang hanya bisa memakai nama keluarganya untuk mengencam seseorang. Bahkan sekarang dia juga menggunakan identitasnya sebagai calon murid dari Akademi Andradius untuk mengintimidasi kalian.”
“Dia hanyalah calon murid, belum tentu juga dia akan diterima. Tetapi lihat gayanya seolah dia sudah pasti diterima dan akan menjadi orang hebat nantinya.” Jelas Oliver singkat.
Oliver dan sepupunya Alice mengambil tempat duduk di kursi kosong yang ada di meja rombongan kecil Matthew. Alice hanya sekilas memandangi mereka tanpa berniat membuka suara.
“Jadi, apa yang membawa kalian mendatangi Kota Greenwood? Apa kalian juga calon siswa dari Akademi Andradius? Aku dengar lusa akan ada seleksi awal dari pihak akademi di lapangan depan istana. Jika saja ini tidak berbarengan dengan pekan belanja, sudah pasti seleksinya akan diadakan di alun-alun kota.”
Seleksi awal dari akademi? Matthew baru mendengarnya sekarang. Ia sama sekali tidak mengetahui proses yang perlu dilewati untuk bisa menjadi murid dari Akademi Andradius. Matthew kira semua seleksi akan diadakan di Akademi Andradius tetapi sepertinya masih ada tahapan lainnya.
Mendengar ucapan Oliver, Matthew ingin memastikan hal ini kepada John. Sedikit banyak John yang merupakan kepala akademi pasti mengetahui informasi mengenai seleksi dari Akademi Andradius.
Sebelum Matthew membuka mulutnya untuk bertanya kepada John, laki-laki itu sudah berbicara menjawab apa yang ingin Matthew tanyakan.
“Jadi seleksi Kerajaan Starwood akan diadakan lusa?” tanya John.
“Iya Tuan. Seleksinya akan diadakan lusa, apa kalian tidak mengetahui hal itu? Berita itu sudah menyebar ke seluruh kerajaan. Aku kira kalian akan mengikuti seleksi itu. Jika kalian tidak mengikuti seleksi itu, apakah kalian datang ke Kota Greenwood hanya untuk mengikuti pekan belanja?” tanya Oliver sedikit tidak percaya.
“Tidak. Kami datang ke Kota Greenwood tidak untuk mengikuti seleksi dari Akademi Andradius. Ketiga anak ini tidak akan lolos dalam seleksi itu.” jawab John singkat.
Menurut Oliver, ketiga bersaudara yang baru dikenalnya ini memiliki usia yang pas untuk mengikuti seleksi. Akademi Andradius sama sekali tidak memandang status seseorang, asalkan seseorang dapat memenuhi syarat yang diberikan, tidak peduli latar belakang dan statusnya, orang tersebut bisa menjadi murid dari Akademi Andradius.
Banyak sekali orang yang mencoba peruntungan dengan mengikuti seleksi yang diadakan di setiap kerajaan. Mereka ingin mencoba mengikuti seleksi dengan harapan dapat lolos meskipun ada yang kurang memenuhi syarat.
Lalu ketiga anak ini sama sekali tidak mau mencobanya sedikit pun? Oliver cukup heran mendengar hal itu.
“Apa masih ada yang ingin Kau biacarkan dengan kami anak muda?” tanya John yang memandang makanan di depannya.
“Kami masih mau menikmati makanan kami. Kedatangan temanmu tadi membuat kami tidak jadi makan.”
__ADS_1
Kini Oliver baru menyadari meja di depannya ini dipenuhi dengan banyak makanan. Enam keranjang roti dan sembilan gelas minuman. Oliver sedikit kaget melihat banyaknya makanan yang ada di meja.
Apakah semua makanan ini dipesan oleh keempat orang ini? Oliver memandangi tubuh Matthew yang sedikit kurus dan kecil itu.
“Jika kalian juga ingin bergabung makan dengan kami silahkan. Tapi pesan makanan kalian sendiri.” ucap Jasper yang kini melihat pelayan kembali mendatangi meja mereka dengan membawa sup iga pesanan mereka.
“Kami akan makan terlebih dahulu, pesan makanan kalian sendiri ke pelayan.”
Tanpa mempedulikan dua orang asing yang baru ditemuinya hari ini, Jasper mengambil satu potong roti dan mencelupkannya ke dalam susu. Ia sudah sangat lapar. Berdebat dengan anak sombong tadi menguras banyak sekali tenaganya. Sepertinya ia akan menambah beberapa porsi makanan lagi.
*****
Oliver dan Alice berjalan keluar dari The Snoring Turtle dengan wajah penuh dengan kebingungan. Mereka melihat sendiri bagaimana keempat orang yang baru mereka kenal menyantap makanan di depan mereka.
Mereka berempat memiliki porsi makan yang cukup besar. Apalagi Jasper dan Ellie. Untuk anak seusia mereka, kedua anak itu memiliki porsi makan yang luar biasa. Mereka bahkan mengalahkan porsi makan pengawal mereka yang merupakan seorang knight tingkat golden.
Seorang knight biasanya memiliki porsi makan yang lebih besar daripada orang pada umumnya. Apalagi dengan bertambahnya tingkat kekuatan mereka, maka porsi makan mereka juga akan bertambah.
Namun, dua anak tersebut memiliki porsi makan hampir tiga kali lipat dari porsi pengawal pribadi mereka.
“Aku rasa mereka bukan orang biasa Oli.” Ucap Alice sepupu Oliver yang sedari tadi diam.
Oliver sedikit mengernyitkan dahinya memandang ke arah sepupunya.
“Maksudmu apa Alice? Mereka sama sekali tidak terlihat istimewa. Selain mereka dengan pakaian seperti itu bisa dengan mudah menyewa kamar di The Snoring Turtle tentunya.”
“Tidak semua orang kaya akan memakai pakaian mewah Oli. Apa Kau tidak tahu bahwa beberapa pengembara yang memiliki kekuatan tinggi biasanya berpakaian sederhana.”
“Aku rasa orang tua tadi adalah orang seperti itu. Dia terlihat berpakaian sederhana tetapi aku yakin dia memiliki kekuatan yang tinggi. Lalu apa Kau tidak lihat porsi makan mereka?” tanya Alice.
“Porsi makan mereka cukup mengerikkan. Lihat ketiga anak tadi, mereka bisa makan sebanyak itu. Apalagi gadis tadi. Ia seorang perempuan tetapi tidak mempedulikan pandangan orang lain melihat dirinya makan sebanyak itu.”
__ADS_1
“Jika saja kita tidak cepat pergi dari sana mungkin orang-orang juga akan memandang kita aneh. Setelah kita pergi saja mereka kembali memesan makanan. Itu sangat gila Alice.” jawab Oliver.
Oliver bergidik ngeri mengingat porsi makan ketiga orang yang baru ditemuinya itu. Meski ketiganya makan dengan cukup sopan dan tidak terlihat terburu-buru layaknya orang kelaparan, tetapi bagi Oliver melihat mereka makan dengan porsi sebanyak itu cukup mengerikan.
“Jika Kau memandangnya dengan kacamata orang biasa, maka porsi makan mereka akan cukup mengerikan. Tetapi Kau harus memandangnya dari kacamata profesional.” Jelas Alice.
“Maksudmu bagaimana?” tanya Oliver sedikit bingung.
“Apa Kau lupa bahwa orang yang memiliki porsi makan banyak besar kemungkinan orang tersebut memiliki elemen ruang.”
“Jadi maksudmu….” Mata Oliver langsung melebar ketika berucap demikian, tidak percaya dengan tebakan dari sepupunya.
“Ya benar. Besar kemungkinan tiga orang tadi adalah pemilik elemen ruang.”
“Sejak kapan pemilik elemen royal bisa kita temui semudah ini. Tidak hanya satu, bahkan empat orang sekaligus. Lalu mereka memiliki elemen yang sama pula.”
“Kita sekarang berada di Kota Greenwood, bukan Akademi Andradius gudang para jenius. Kenapa mereka bisa berkumpul jadi satu seperti itu.” ucap Oliver tidak percaya.
Oliver kira yang Alice maksud bukan orang biasa karena mereka mampu memakan makanan sebesar itu. Tetapi ternyata mereka seistimewa ini. Mereka adalah pemilik elemen royal. Elemen yang cukup langka.
Meski Oliver dan Alice memiliki tiga elemen, tetapi keduanya tidak memiliki elemen royal. Pemilik elemen royal biasanya memiliki kekuatan yang lebih besar daripada pemilik elemen dasar.
“Aku juga tidak mengetahui kenapa kita menemui empat orang dengan elemen royal dengan mudahnya seperti ini. Jika mereka berniat mengikuti seleksi Akademi Andradius, itu semua bisa dengan mudah diterima.”
“Tetapi Kau dengar orang tua tadi bilang bukan? Ketiga anak tadi tidak akan mengikuti seleksinya. Meskipun mereka ikut itu mereka tidak akan lolos.”
“Ini berarti anak-anak tadi hanya memiliki satu elemen saja jadi mereka tidak bisa menjadi murid Akademi Andradius. Kita bisa memanfaatkan informasi ini.”
“Maksudmu apa Alice?” tanya Oliver.
“Mungkin saja kita bisa merekrut mereka menjadi tamu di keluarga kita. Kita bisa memancing mereka dengan beberapa keuntungan-keuntungan yang menggiurkan.”
__ADS_1
“Aku rasa anak seusia mereka akan dengan mudah mau menerima tawaran ini. Dengan mengikat mereka yang masih muda ke keluarga kita, mereka akan jauh lebih setia kepada keluarga kita.”
“Ah Kau jenius sekali Alice bisa memikirkan hal ini. Kita harus membicarakan ini dengan ayahku. Setidaknya dia lebih memahami apa yang perlu kita lakukan selanjutnya.” Ucap Oliver.