Master Of Elements

Master Of Elements
ME 85 Jack Smith


__ADS_3

“Ck, ck, ck.” Leonard mendecakkan lidahnya ketika kembali bertemu dengan Matthew setelah lebih dari dua bulantidak bertemu.


“Sangat pantas menamai kalian sebagai monster. Lihat saja, kalian sudah meningkatkan kekuatan kalian cukup derastis. Dulu kalian masih berada di tingkat Iron II dan Iron III. Namun, dalam waktu tiga bulan saja kalian sudah berada di tingkat Iron X dan Iron VIII.”


Memang di tingkat Iron, seseorang bisa meningkatkan kekuatan mereka dengan cukup pesat. Namun, Leonard tidak pernah melihat adanya orang yang memiliki peningkatan kekuatan secepat tiga anak kembar di depannya. Mereka ini benar-benar monster.


Leonard tidak tahu bagaimana mereka berlatih. Yang jelas, ia sangat bersyukur memilih bekerja di bawah ketiga anak kembar ini. Leonard adalah salah satu orang bergabung menjadi anak buah Matthew di bawah pimpinan Josh.


Meski mereka sekarang jauh lebih lemah darinya, yang sekarang memiliki kekuatan di tingkat Silver I, Leonard yakin tiga anak ini cepat atau lambat akan mengunggulinya. Dengan kecepatan mereka meningkatkan kekuatan yang seperti ini, dalam waktu kurang dari satu tahun, mereka pasti sudah mencapai tingkat silver.


Selain nantinya akan memiliki pemimpin kuat, Leonard juga bisa memiliki kekuatan tambahan yang begitu besar. Sekarang saja elemen miliknya bertambah karena bergabung menjadi anak buah Matthew. Jika dirinya tidak bergabung, maka elemen yang ia miliki hanya akan berhenti di tiga elemen saja.


“Kami hanya melatih kekuatan kami lebih keras daripada yang lain. Kau tahu sendiri bukan murid tahun pertama yang terlemah memiliki kekuatan di tingkat Bronze IV. Jika kami tidak berlatih, maka kami akan tertinggal jauh,” jawab Jasper.


“Iya itu benar. Aku mendengar gosip bahwa beberapa murid tahun pertama banyak yang mulai melakukan duel satu sama lain. Beberapa orang sudah menargetkan kami, karena mereka mendengar bahwa kami ini murid yang di terima tanpa mengikuti seleksi. Maka dari itu, kami mengajakmu untuk menemaki kami memasuki Hutan Nordrhein,” jelas Ellie.


“Baiklah, Bos. Dengan aku bersama kalian, aku jamin keselamatan kalian akan lebih terjamin. Aku akan menjadi penjaga kalian jika nanti ada monster yang tidak bisa kalian hadapi,” ucap Leonard.


“Jangan menyombongkan dirimu seperti itu Leo. Jika saja Bos Matthew tidak memberikan kami tugas, maka kamilah yang akan pergi bersama dengan Bos Matthew ke Hutan Nordrhein.”


“Ya. Felix benar. Kau hanya memiliki kekuatan di level Silver I. Sedangkan kami berdua, kekuatan kami sudah kembali seperti semula. Dengan kekuatan kami yang berada di tingkat Silver VII, sudah jelas kami lebih unggul darimu,” imbuh Bianca.

__ADS_1


Memang Matthew mengajak Felix dan Bianca untuk keluar dari akademi. Namun, ia tidak mengajak mereka ke Hutan Nordrhein. Melainkan mencari informasi mengenai kedua orang tuanya.


“Kalian itu tahun ketiga, jangan dibandingkan dengan aku yang berada di tahun kedua. Sudah sangat bagus aku berada di tingkat silver di tahun kedua. Biasanya murid di sini berada di tingkat silver ketika mereka berada di tahun ketiga bukan?”


Melihat Felix dan Bianca yang diam dan tidak lagi mendebatnya, Leonard menunjukkan sebuah senyuman kemenangan. Ia bisa dibilang salah satu anak jenius di antara mereka yang berada di tahun kedua.


“Sekarang tunggu apa lagi? Ayo kita berangkat? Kita masih perlu mampir ke Kota Archdale untuk membeli tenda dan peralatan pelengkap lainnya. Jika kita terlalu lama di sini, maka kita akan memasuki hutan Nordrhein ketika hari sudah menggelap.”


“Tunggu dulu, Leo. Kita masih perlu menunggu Clarissa. Dia akan ikut dalam latihan kali ini,” ucap Matthew.


Tidak lama setelah Matthew berucap demikian, ada lima orang yang memakai jubah berwarna putih mendekati mereka. Satu orang murid perempuan, dan empat orang murid laki-laki. Matthew hanya mengenal murid perempuan itu, tetapi tidak dengan empat orang lainnya.


Salah seorang murid laki-laki yang datang bersama dengan Clarissa, memandang dengan tatapan tidak suka kepada Matthew dan juga yang lainnya. Terutama ketika melihat jubah berwarna cokelat yang dikenakan oleh Felix dan Bianca.


Jubah warna cokelat adalah jubah yang biasa dikenakan oleh para pekerja di akademi. Jadi, tidak heran jika laki-laki itu tidak menyukai Matthew dan yang lainnya. Murid laki-laki ini pasti memandang rendah kedudukan orang-orang yang memakai jubah cokelat, termasuk orang-orang yang terlihat akrab dengan mereka.


Beberapa anak yang menempuh pendidikan di Akademi Andradius adalah seorang bangsawan. Beberapa juga merupakan anak yang memiliki darah anggota kerajaan. Meski Akademi Andradius mencoba melunturkan jarak ini, tetap saja itu tidak bisa mengubah pemikiran dari beberapa orang yang keras kepala/


“Clarissa. Sudah aku bilang, jika Kau ingin pergi ke Hutan Nordrhein, lebih baik Kau ikut bersamaku saja. Aku memiliki tetua yang berada di tingkat Gold. Dia akan melindungi kita dari kejauhan. Keamananmu akan lebih terjamin jika bersama dengan kami. Jadi, kenapa Kau memilih mengikuti orang-orang ini?” tanya murid laki-laki tersebut.


Matthew mengerutkan keningnya mendengar ucapan anak laki-laki tersebut. Ia mencium kemunculan masalah dengan datangnya murid laki-laki ini. Matthew memang tidak ingin memiliki masalah selama di akademi. Tetapi, jika ada masalah yang datang padanya, maka ia akan dengan senang hati menghadapinya dan memberi pelajaran kepada siapa pun yang memberinya masalah.

__ADS_1


“Dia adalah Jack Smith. Dia cucu laki-laki pertama Keluarga Smith dari Kerajaan Starwood. Kakeknya adalah salah satu jenderal perang dari Kerajaan Starwood. Aku dengar sejak berada di akademi, Jack terus berusaha mendekati Clarissa. Dia ingin mengajak Clarissa bergabung dengan keluarganya,” bisik Leonard yang sekarang sudah berada di dekat Matthew.


Ternyata memiliki seseorang yang mengetahui informasi mengenai orang-orang di akademi ada gunanya. Jika Matthew tidak mengenal identitas seseorang, maka akan ada yang membisikkan informasi orang itu kepadanya. Ini seperti memiliki seorang asisten pribadi di dunia Matthew sebelumnya.


Lalu mengenai alasan murid bernama Jack Smith itu mendekati Clarissa, Matthew sudah bisa menebaknya. Kemungkinan besar dia mengincar elemen kehidupan yang dimiliki oleh Clarissa. Sebelumnya di Kerajaan Starwood bukankah sudah banyak keluarga kerajaan yang mencoba mengajak Clarissa bergabung dengan keluarga mereka bukan?


Sekarang, setelah anak-anak mereka masuk ke Akademi Andradius, mereka masih tidak menyerah. Mereka justru meminta anak-anak mereka untuk merekrut kembali Clarissa dengan berbagai rayuan dan bujukan.


“Sudah aku bilang berapa kali, Jack. Aku tidak akan bergabung denganmu. Aku sudah berjanji akan berlatih bersama dengan Jasper dan yang lainnya. Jadi, jangan lagi memaksaku untuk mengikuti semua ucapanmu itu,” tolak Clarissa.


“Jasper?” tanya Jack sembari mengedarkan pandangannya ke arah laki-laki yang berada di rombongan Matthew. Sepertinya dia ingin mencari keberadaan murid laki-laki bernama Jasper di antara rombongan Matthew.


“Siapa di antara kalian yang memiliki nama Jasper?”


“Aku adalah orang itu. Memangnya mau apa Kau?”


Dengan penuh percaya diri, Jasper maju selangkah. Ia membusungkan badannya dan menatap tajam ke arah Jack. Tidak hanya itu, Jasper juga menarik tangan Clarissa sehingga perempuan itu sekarang berada di balik punggungnya.


Sejak mereka bertemu dengan Clarissa, Matthew memang sudah merasakan bahwa Jasper memandang Clarissa sedikit berbeda. Namun, Matthew tidak menyangka bahwa Jasper bisa bertindak secepat ini.


Demi Dewa, Jasper hanya anak berusia sepuluh tahun yang bulan depan baru berusia sebelas tahun. Dia masih sangat muda untuk mengenal yang namanya cinta. Sepertinya sebagai kakak, juga sebagai seseorang yang hidup lebih lama dengan pengalaman lebih banyak, Matthew perlu berbicara serius dengan Jasper mengenai hal ini naatinya.

__ADS_1


__ADS_2