
Ketiga saudara kembar itu berjalan-jalan menghampiri kerumunan peserta. Setidaknya ada ratusan orang yang ada di sini. Matthew sendiri tidak mengetahui jumlah pasti dari peserta yang mengikuti seleksi.
Seleksi ini awalnya akan dilakukan selam empat hari ke depan. Namun, karena kejadian munculnya anggota Black Shadow, Matthew dengar acara ini akan dipercepat menjadi dua hari saja.
Matthew sendiri tidak tahu apakah bsok mereka akan kembali menghadiri tes ini. Semua keputusan ada di tangan John. Kemungkinan besar besok lusa Matthew akan mengikuti rombongan calon murid yang lolos seleksi kali ini.
Sekarang, Matthew ingin menggunakan waktunya semaksimal mungkin untuk mencari keberadaan pemilik elemen bumi dan elemen kehidupan yang bisa mereka ajak berteman.
Matthew bisa menggunakan waktunya semaksimal mungkin. Ia sedang tidak dikejar waktu sekarang.
‘Apa kau sudah menemukannya Matthew?’ tanya Jasper untuk yang kesekian kalinya.
‘Belum Jas. Bersabarlah sedikit. Jika Kau mau menemaniku mencari, aku akan memberimu sepuluh buah roti isi malam ini.’ ucap Matthew mencoba menyogok adiknya itu.
Matthew tahu saat ini Jasper bosan menunggu seperti ini. Agar adiknya yang satu ini mau menemaninya di sini, tentunya Matthew perlu menyogoknya.
‘Baiklah. Tapi jangan sampai melupakan roti isiku.’
‘Berikan beberapa juga untukku Matt.’ imbuh Elllie tidak mau kalah.
‘Tentu saja saja aku akan memberikan itu untuk kalian.’ jawab Matthew.
Matthew mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru lapangan itu. Ia mencoba memfokuskan pandangannya pada elemen-elemen yang ada.
Kerumunan orang membuatnya sedikit sulit untuk melihat dengan jelas elemen yang dimiliki seseorang. Apalagi jika mereka berdempetan. Itu malah akan mempersulitnya.
Matthew menjatuhkan pandangannya ke arah seorang gadis yang berpakaian sedikit lusuh. Ia terlihat berdiri sendirian. Tidak ada satu orang pun yang mendekati gadis tersebut.
Matthew sedikit penasaran dengan gadis itu. Ia kemudian mengajak Ken untuk berjalan mendekat ke arah gadis itu.
__ADS_1
Ini yang baru Matthew ketahui belakangan ini. Meski ia bisa melihat elemen, Matthew perlu berada pada jarak tertentu untuk bisa melihat dengan jelas elemen apa yang ada pada seseorang. Memiliki kemampuan melihat elemen tidak menjadikannya seorang yang sangat hebat.
Ketika Matthew sudah berada pada jarak sepuluh meter dari gadis itu, Matthew bisa melihat dengan jelas elemen yang dimiliki oleh gadis itu. Mata Matthew langsung berbinar melihat elemen yang dimiliki oleh gadis itu.
Gadis itu memiliki tiga elemen, dan satu di antara ketiga elemen tersebut adalah elemen yang dicari-cari oleh Matthew, elemen bumi dan elemen kehidupan.
“Jas, El, aku sudah menemukannya.” Matthew langsung menarik tangan kedua adiknya dan membawa mereka menghampiri gadis tersebut.
Jasper dan Ellie menurut saja ketika dirinya di tarik oleh Matthew. Mereka tahu bahwa sekarang ini Matthew sudah menemukan seseorang yang bisa membantu latihan mereka.
“Hai. Apa kau sendirian di sini? Namaku Matthew dan ini adikku Jasper dan Ellie.” Ucap Matthew berbasa basi.
Gadis tersebut sedikit kaget dengan kedatangan Matthew yang tiba-tiba itu. Sepertinya ia tidak menyangka ada seseorang yang mendekatinya dan mengajaknya berkenalan.
“Ehm…. Hai, namaku Clarissa senang berkenalan denganmu.” Ucap gadis itu dengan suara yang cukup lirih, hampir tidak terdengar malahan.
“Clarissa, nama yang bagus.” Jasper menanggapi sembari memandangi Clarissa dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Mendengar tanggapan Jasper, pipi dan telinga Clarissa terlihat memerah. Sepertinya gadis ini adalah tipe gadis pemalu melihat dari respon yang ia berikan. Mendengar pujian sedikit saja ia sudah memberikan respon seperti itu.
“Te-terima kasih.” jawab Clarissa lirih.
“Jadi Kau juga ikut seleksi ini?” tanya Ellie.
Clarissa menggelengkan kepalanya. “Aku, aku tidak bisa ikut. Uangku tidak akan cukup untuk membayar biaya pendaftaran. Karavan yang aku ikuti dirampok oleh bandit sehingga semua uangku mereka ambil.”
Matthew tidak mengetahui jika ingin mengikuti tes perlu membayar biaya pendaftaran. Bisa dibilang Matthew dan kedua adiknya nantinya memasuki Akademi Andradius melalui jalur belakang. Jadi ia tidak mengetahui prosedur yang ada di sini.
Lalu, selama ini mereka yang tidak terlalu berinteraksi dengan dunia luar membuat mereka tidak mengatahui informasi apa pun mengenai Akademi Andrasius berikut proses seleksi muridnya.
__ADS_1
“Memangnya berapa biaya pendaftarannya?” tanya Matthew.
“Lima koin emas. Aku hanya punya satu koin emas, ini saja setelah aku menjual beberapa barang yang tidak diambil oleh bandit-bandit itu.”
“Jika aku membayarkan biaya pedaftaranmu, apakah kau yakin bisa lolos semua seleksi dan menjadi murid Akademi Andradius?” tanya Matthew.
‘Matthew, kenapa kau bilang padanya bahwa kau akan membayar biaya pendaftarannya?’ tanya Ellie melalui telepati.
Ellie sedikit heran dengan apa yang Kakaknya itu lakukan. Sebelum ini Matthew selalu mengatakan pada mereka untuk tidak bersikap terlalu baik pada orang asing yang belum tentu kita kenal. Jika sampai salah menilai orang, yang ada kita nantinya akan dimanfaatkan oleh orang tersebut.
‘Dia pemilik elemen kehidupan El. Selain itu, dia juga memiliki dua elemen lainnya, yaitu elemen air dan bumi. Aku berniat membayarkan biaya pendaftarannya karena potensi yang dimilikinya.’
‘Jika dia bisa masuk ke Akademi Andradius, maka itu akan mempermudah kita mempelajari elemen lainnya El. Dia memiliki dua elemen yang belum kita miliki. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.’
“Kau mau membayarkan biaya pendaftaranku?” tanya Clarissa ingin memastikan.
Sangat mengejutkan bagi Clarissa menemukan seseorang yang tiba-tiba saja mau membayarkan biaya pendaftaran tesnya. Mereka bukanlah kenalan yang sudah lama mengenal. Pertemuan mereka pun baru kali ini saja. Sangat tidak mungkin oran seperti itu mau membayarkan biaya pendaftarannya.
“Ya tentu saja. Asalkan kau yakin bisa masuk menjadi murid Akademi Andradius, aku akan membayarkan biaya pendaftaranmu. Bahkan, aku juga akan membiayai perjalananmu hingga ke akademi jika itu memang dibutuhkan. Bagaimana?”
Kedua adiknya belum mengetahui masalah dua kantong ruang milik anggota organisasi Black Shadow yang John berikan padanya. Di sana cukup banyak kristal elemen yang tersedia. Mengeluarkan beberapa puluh bahkan beberapa ratus koin emas tidak akan membuat Matthew bangkrut.
Clarissa sedikit ragu dengan tawaran yang diberikan Matthew. Ia belum bisa mengambil keputusan.
“Apa yang kau inginkan dariku? Kau menawarkan hal ini pasti menginginkan sesuatu dariku bukan? Apa yang kau inginkan?”
Matthew tersenyum mendengar ucapan Clarissa. Gadis ini tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Meski telihat menggiurkan dia tidak langsung menyetujui apa yang Matthew tawarkan. Meskipun Matthew tidak memiliki niat jahat sedikitpun, tetapi dia berhati-hati, apalagi Matthew adalah orang yang baru ditemuinya.
“Tentu saja ada yang aku inginkan darimu. Akan sangat munafik jika aku bilang bahwa aku menolongmu dengan senang hati. Bisa dibilang aku dan kedua adikku sudah menjadi murid Akademi Andradius. Jadi, kami berani membantumu membayarkan biaya pendaftaran, jika kau yakin bisa lolos semua seleksi dan menjadi murid akademi.”
__ADS_1
“Kau tetap harus mengembalikan uang yang kami pinjamkan padamu nantinya di akademi. Tentu saja dengan sedikit bunga. Bagaimana? Apa kau mau?” tawar Matthew sekali lagi.
“Ehm…. Baiklah kalau begitu. Aku setuju dengan tawaranmu.”