Master Of Elements

Master Of Elements
ME 37 Serangan Bandit (5)


__ADS_3

Setengah jam kemudian, pertarungan antara pengawal karavan dan para bandit itu selesai. Dengan John turun tangan dalam pertarungan ini membuat pengawal karavan bisa memenangkan pertarungan ini. Meski mereka memenangkan pertarungan ini, tetap saja ada korban yang jatuh disisi pengawal karavan. Jumlahnya akan semakin banyak jika John tidak berada di sini.


Lucas terlihat cukup lemas setelah semuanya selesai. Di pundak kananya terdapat luka sabetan yang cukup dalam. Meski dalam kondisi lemas, laki-laki itu masih menguatkan dirinya mendekat ke arah John. Mengesampingkan lukanya, Lucas kemudian berlutut dengan menundukkan kepalanya di depan John.


Lukas paham bahwa tanpa bantuan laki-laki di depannya ini, seluruh pengawal yang mengabdikan diri mereka kepada Simon akan gugur dalam pertarungan ini.


Tadi saja ia melihat beberapa pengawal seolah ingin menyerang pengawal yang lain. Ia yakin pengawal-pengawal tersebut adalah orang-orang yang ingin menghabisi Simon, orang-orang yang ditempatkan Steven khusus untuk misi ini.


Jika saja laki-laki di depannya itu tidak membantu, mereka pasti akan menjalankan perintah Steven. Jadi menurut Lucas, laki-laki ini pantas mendapatkan rasa hormatnya. Jangankan berlutut, jika laki-laki ini menyuruhnya ia bahkan mau bersujud di depannya.


“Terima kasih Tuan sudah sudi mengulurkan tangan untuk membantu kami. Tanpa bantuan Tuan, aku yakin akan banyak anak buahku yang gugur di sini.” Ucap Lucas dengan cukup serius.


Sekarang Lucas percaya dengan ucapan Sam. Laki-laki ini memang hebat. Ia memiliki kekuatan yang tinggi. Lucas tebak setidaknya laki-laki ini berada di tingkat Platinum V atau lebih. Lucas melihatnya sendiri bagaimana dia dengan mudahnya menghabisi para bandit tersebut. Dia sama sekali tidak terlihat kewalahan ketika menghadapi bandit tingkat platinum tadi.


Lucas malah berpikir bahwa yang dilihatnya bukanlah pertarungan, malah terlihat seperti permainan. Lucas melihat sendiri bagaimana para bandit itu dibuat tidak berdaya ketika menghadapi laki-laki di depannya ini. Sudah pasti dia berada di tingkat Platinum V atau lebih.


Apalagi kemampuan berteportasi yang dimiliki oleh laki-laki di depannya ini. Dengan kemampuan teleportasi itu Lucas bisa melihat dengan mudahnya dia berpindah dari satu pertarungan ke pertarungan yang lain.


Meski dalam waktu sebentar saja, kemunculan laki-laki ini akan memberikan dampak yang besar. Setiap dia menghilang satu orang bandit di tempatnya muncul tadi akan tumbang. Kebanyakan mayat dari bandit yang ada adalah hasil kerja dari laki-laki ini.


“Itu sudah seharusnya aku lakukan. Aku sama sekali tidak menyukai tikus-tikus tersebut. Mereka hanyalah sebuah hama yang sangat merugikan. Jadi, daripada merugi lebih baik aku basmi saja mereka.” ucap John dengan santainya.


John kemudian mengedarkan pandangannya ke arah sekitarnya. Ia melihat beberapa mayat berserakan di sana sini. Kebanyakan adalah mayat para bandit. John sama sekali tidak melihat mayat dari penumpang kereta di barisan belakang, yang mayoritasnya adalah orang biasa.


Kereta-kereta barang dari karavan ini juga tidak mengalami kerusakan. Sepertinya bandit-bandit tersebut ingin menghabisi semua orang sebelum menguras habis harta dari karavan pedagang ini.


“Bangunlah. Segera obati lukamu itu. Kau bisa membereskan semua ini sendiri bukan?” tanya John sembari mengedarkan pandangannya ke arah mayat-mayat di sekitar mereka.

__ADS_1


Lucas memahami apa maksud dari perkataan John. Ia bergegas berdiri dan menjawab pertanyaan John. “Tentu saja Tuan. Tentu saja. Aku dan anak buahku akan membereskan mayat-mayat ini. Kau tenang saja Tuan, kami akan melakukannya secepat mungkin.”


“Bagus kalau begitu. Setelah semua selesai, beritahu aku apa rencana kalian setelah ini.”


Setelah berucap demikian, John langsung menghilang dari tempatnya berdiri. Ia menanyakan mengenai mayat seorang bandit yang ada di dekat kereta. Tadi John belum sempat menanyakan hal itu kepada mereka karena kedatangan Lucas.


“Jadi, siapa yang membunuh bandit tadi?” Tanya John.


Saat ini mereka sudah tidak lagi berada di atap kereta, melainkan di dalam kereta. John memandangi wajah ketiganya. Meski wajah dari Ellie sedikit pucat, tetapi mereka semua terlihat baik-baik saja.


Sepertinya serangan dari para bandit mala mini tidak memberikan pukulan yang cukup besar kepada mereka. Itu bagus menurut John. Berarti mereka memiliki mental yang kuat.


Ini bagus bagi mereka yang terjun ke dunia profesional. Kedepannya, mereka akan lebih sering melihat darah. Jika mereka tidak memiliki mental yang kuat, mereka akan merasa lemas dan tidak sanggup lagi bertarung karena sudah melihat darah.


"Pengawal dari karavan ini yang melakukannya Kakek John." Jawab Matthew.


Sekarang, John ingin mereka beristirahat. Meski baik-baik saja, ketiga bersaudara ini memerlukan istirahat untuk bisa melanjutkan perjalanan panjang mereka.~~~~


“Kalian beristirahatlah dulu. Kemungkinan kita akan melanjutkan perjalanan esok hari. Banyak dari pengawal yang terluka jadi akan sangat berbahaya untuk karavan melanjutkan perjalanan di malam hari. Tidurlah, pulihkan tenaga kalian.”  Pinta John.


Setelah berucap demikian John menghilang dari dalam kereta. Laki-laki itu ingin memberikan ruang bagi ketiga bersaudara itu untuk menangkan diri. Sepertinya John harus meminta karavan untuk menunda keberangkatan hingga esok hari.


Dengan begitu, ketiga saudara kembar itu bisa beristirahat dengan tenang di dalam kereta, tanpa harus merasakan guncangan-guncangan yang terjadi jika mereka tidur di dalam kereta yang berjalan.


****


Suara kicauan burung membangungkan Matthew dari tidurnya. Samar-samar Matthew juga mendengar suara pembicaraan beberapa orang. Samar-samar Matthew juga mendengar saura tangisan anak kecil.

__ADS_1


Saat ini Matthew tengah berada dalam posisi tidur di atas kursi kereta. Tubuhnya ditutupi dengan selimut tebal. Sepertinya John membetulkan posisi tidur mereka. Mungkin rasa lelah membuat Matthew tidak menyadari seseorang memindahkan tubuhnya.


Matthew mengedarkan pandangannya ke sekeliling kereta. Ia tidak menemukan keberadaan kedua adiknya. Sepertinya saudaranya itu sudah bangun lebih awal dari pada dirinya. Di kursi satunya Matthew bisa melihat dua buah selimut yang terlipat rapi.


Matthew kemudian melipat selimut yang sudah ia pakai tidur. Setelah memastikan wajahnya cukup bersih dan pantas untuk bertemu dengan orang lain, Matthew pun keluar dari kereta. Matthew langsung disuguhkan dengan pemandangan beberapa orang yang terlihat menikmati sarapan mereka. Kebanyakan dari mereka membentuk lingkaran-lingkaran kecil dengan orang-orang yang mereka kenali.


Matthew melihat beberapa orang memiliki lingkaran hitam dibawah mata mereka. Sepertinya kejadian semalam juga memberikan sebuah pukulan untuk orang-orang itu. Semalam sudah pasti orang-orang tersebut takut untuk tidur karena mereka masih memiliki kecemasan akan serangan susulan yang bisa saja terjadi.


Matthew mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan kedua adiknya di antara orang-orang tersebut. ‘Jas, El, di mana kalian?’ ucap Matthew melalui telepati.


‘Ah Kau sudah bangun rupanya.’ Jawab Ellie.


‘Kembarilah Matt, di sini ada makanan enak.’ Imbuh Jasper.


‘Tadi Kau tidur cukup nyenyak. Jadi aku tidak ingin membangunkanmu. Tunggu sebentar aku akan menghampirimu.’ Ucap Ellie.


Tidak berapa lama kemudian Matthew melihat Ellie berlari dari arah depan karavan. Senyum lebar terlihat di bibir Ellie, adiknya itu seolah-olah sudah melupakan kejadian mengerikan yang mereka lihat semalam.


Setelah Ellie berada cukup dekat, Matthew bisa melihat bekas minyak di bibir adiknya. Matthew sudah bisa menebak bahwa Ellie sedang sarapan ketika ia berbicara dengannya tadi. Sepertinya saudaranya itu tengah sarapan dengan orang yang memilki wewenang di Karavan Gold Mine. Lihat saja Ken baru saja datang dari arah depan bukan.


“Bagaimana keadaanmu El? Apa Kau sudah baikan?” tanya Matthew yang kini sudah berdiri di depan Ellie.


“Aku baik-baik saja Matt. Setelah tidur aku merasa jauh lebih baik.” Jawab Ellie.


“Baguslah.”


“Sekarang ayo ikut aku. Ada makanan enak untuk sarapan kita. Kau pasti akan suka makanan ini Matt. Setelah ini Kau harus makan banyak untuk mengisi tenagamu.” Ucap Ellie.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama, Ellie menarik tangan Matthew menuju ke barisan terdepan dari karavan.


__ADS_2