
"Jadi, apa yang ingin Kau bicarakan sehingga Kau memintaku membuat barier?" Tanya John setelah dirinya membuat barier pelindung.
Matthew menatap serius John.
"Aku mendenger seseorang akan melakukan serangan di seleksi siswa baru Akademi Andradius. Aku rasa orang-orang itu adalah anggota dari Black Shadow." Jelas Matthew.
"Apa?" Teriak John cukup keras.
Jika saja Matthew tidak meminta John memasang barier, maka semua orang yang ada di penginapan ini akan mendengar teriakan John barusan. Teriakan tersebut begitu keras dan menggema, ada kemungkinan John menggunakan cukup banyak energi dalam berteriak.
"Itu yang aku dengar. Ini adalah dugaanku yang kemungkinan adalah kebenaran Kakek John." Jawab Matthew.
"Jelaskan padaku semuanya. Dengan begitu aku bisa menilai semuanya." Pinta John.
Matthew langsung menjelaskan semuanya kepada John. Tentang rencana kedua orang yang ia curi dengar.
Matthew menceritakan bagaimana kedua orang itu akan melakukan serangan ketika acara seleksi siswa baru Akademi Andradius dilaksanakan. Tidak lupa Matthew juga menjelaskan bahwa orang-orang itu akan meracuni semua orang dari Akademi Andradius sehingga mereka tidak bisa menggunakan kekuatan mereka.
Mendengar penjelasan Kakak mereka, Jasper dan Ellie paham apa maksud Matthew dengan baru saja melewati kematia. Dua orang dari organisasi Black Shadow itu pasti memiliki kekuatan tinggi. Salah sedikit nyawa Matthew pasti akan melayang.
"Sial. Pasti orang-orang itu mau membalas dendam karena aku sudah menghabisi anggota mereka selama beberapa tahun ke belakang. Mereka pasti ingin menculik anak-anak yang menjadi calon murid Akademi Andradius." Potong John sebelum Matthew selesai dengan penjelasannya.
"Kau benar Kakek John, mereka berencana untuk menculik beberapa anak untuk diambil elemennya. Aku rasa ini adalah hal yang sangat penting jadi aku memberi tahumu mengenai hal ini."
"Aku tidak mau anak-anak itu kehilangan masa depan mereka jika organisasi Black Shadow berhasil menculik mereka. Kita harus mencegah Black Shadow menjalankan aksinya." Jelas Matthew.
"Lalu, apakah Kau tahu kemana perginya dua orang itu?"
"Aku dengar mereka tadi pergi makan ke rumah bordil yang cukup ternama di Kota Greenwood. Jika tidak salah, ada kata Sutra dalam nama rumah bordil tersebut."
"Aku juga mendengar bahwa malam ini mereka akan pergi ke lelang yang akan diadakan oleh Rumah Lelang Ateoviel. Mereka akan membeli senjata di sana." Jelas Matthew.
__ADS_1
John menganggukkan kepalanya pelan setelah mendengar Matthew mengatakan bahwa kedua orang yang merupakan anggota organisasi Black Shadow akan mengikuti lelang malam ini. John nantinya bisa meminta Matthew mengatakan siapa orang yang merupakan anggota organisasi Black Shadow tersebut.
Tidak mungkin bukan dirinya membawa Matthew menuju rumah bordil? Jika sampai Albert atau Elisa mengetahui hal itu, bisa-bisa mereka akan menghabisinya.
Bahkan tidak hanya orang tua Matthew saja yang marah, yang lain yang mengenal dirinya, pasti akan marah jika ia berani mengajak anak semuda Matthew ke rumah bordil.
"Baguslah kalau begitu. Malam ini, ketika kita menghadiri lelang, aku minta Kau coba mencari siapa dua orang itu Matt. Aku perlu membereskan mereka sebelum masalah ini membesar." Jelas John.
"Baik Kakek John, aku akan melakukan hal itu."
"Sekarang kembalilah ke kamarmu dan bersihkan dirimu. Aku perlu pergi ke suatu tempat. Lebih baik kalian pindah kamar, jangan pakai kamar yang bersebelahan dengan orang-orang itu." Ucap John memperingatkan.
John tidak mau ketika dirinya pergi ketiga anak ini menjadi target dari anggota organisasi Black Shadow. Ia masih harus menjaga keselamatan mereka.
"Tentu Kakek John."
...
"Matt, apa itu rumah bordil? Apakah itu nama tempat makan baru? Bisakah kita mencoba makan di sana di lain waktu?" Tanya Jasper ketika Matthew masuk ke kamar setelah membersihkan diri.
Matthew perlu meluruskan hal ini, agar nanti Jasper tidak sampai masuk ke rumah bordil hanya untuk mencari makanan. Tempat itu adalah tempat yang sangat berbahaya tetapi juga menyenangkan untuk para laki-laki.
Tetapi Jasper masih terlalu muda untuk mengenal hal itu. Mungkin jika nanti Jasper sudah dewasa, ia akan memperbolehkan adiknya untuk mengunjungi tempat itu.
"Itu bukan tempat makan Jas. Kau tidak akan menemukan makanan lezat di sana. Justru Kau yang akan menjadi makanan lezat bagi para perempuan di sana." Jelas Matthew.
"Apa maksudmu? Aku tidak mengert?" Tanya Jasper bingung.
Di sana tidak ada makanan lezat, tetapi dirinya yang akan menjadi makanan lezat? Konsep seperti itu sangat membingungkan untuk Jasper.
"Aku peringatkan, jangan pernah sekali pun berpikir untuk mengunjungi rumah bordil. Terutama Kau Jass. Jangan pernah pergi ke sana, sebelum umurmu mencapai tujuh belas tahun."
__ADS_1
Jasper mengerutkan keningnya. Ia kemudian menatap Matthew dengan tatapan meminta penjelasan.
"Memangnya kenapa?"
Plak.
Lengan Jasper dipukul pelan, dan pelakunya adalah Ellie. Ellie menatap tajam ke arah Jasper.
"Kenapa Kau memukulku El? Apa yang salah dari pertanyaanku tadi?" Tanya Jasper meminta penjelasan.
"Untung memperingatkanmu agar tidak bepikir untuk ke sana."
"Memangnya kenapa? Aku tidak mengerti. Jelaskan semuanya padaku supaya aku mengerti. Jangan hanya melarangku seperti ini." Protes Jasper.
"Apa Kau ingat gang yang hampir kita lewati tadi ketika menuju ke pekan belanja? Gang yang penuh dengan perempuan yang memiliki riasan tebal?"
Ucapan Ellie tersebut mengingatkan Jasper akan kejadian yang tadi mereka alami. Jasper langsung bergidik ngeri mengingat hal itu.
Tadi Jasper dan Ellie berjalan mendahului John. Mereka terpaut cukup jauh, meski begitu John masih bisa melihat keberadaan keduanya.
Tadi Jasper dan Ellie salah jalan sehingga memasuki gang kecil yang terlihat terang. Bau wewangingan juga tercium dari gang tersebut. Ketika berhenti di gang tersebut, beberapa perempuan yang memakai riasan tebal mendekati mereka.
Jasper yang wajahnya terlihat tua dari usia sebenarnya, menjadi target para perempuan tersebut. mereka memegangi wajah Jasper, mengelus-elus lengannya, dan membisikkan sesuatu di telinganya. Mereka menawarkan diri untuk menemani Jasper makan.
Pengalaman itu adalah hal yang sangat buruk untuk Jasper. Jika saja John tidak segera datang dan membawa keduanya pergi dari sana, sudah pasti Jasper akan ditarik oleh perempuan-perempuan itu ke salah satu rumah yang ada di sana.
“Hahaha.” Matthew tertawa keras setelah mendengar ucapan Jasper barusan. “Akus tidak menyangka Kau sudah mengunjungi kawasan rumah bordil di kota ini.”
“Hentikan tertawamu itu Matt. Aku tidak tahu jika tempat itu disebut sebagai rumah bordil. Tetapi bagaimana bisa kalian berdua mengetahui tempat semacam itu?” Tanya Jasper.
“Aku sudah tahu tempat apa itu dari kehidupanku sebelumnya. Sedangkan Ellie, dari mana Kau tahu kalau itu rumah bordil El?” Tanya Matthew heran.
__ADS_1
“Aku mengetahui dari pembicaraan para laki-laki yang lewat dekat sana.” Jelas Ellie.
“Sekarang kalian tahu sendiri tempat apa itu bukan? Jadi, jangan pernah berkunjung ke sana jika kalian belum dewasa.”