Master Of Elements

Master Of Elements
ME 47 Tawaran Yang Gagal


__ADS_3

“Bagaimana? Apa kalian tertarik? Kalian cukup membayarku tiga ratus Kristal tingkat rendah untuk telur dengan potensi perak, dua ratus Kristal tingkat sedang untuk telur dengan potensi emas, dan seratus Kristal tingkat menengah untuk telur dengan potensi platinum.”


“Ini lebih murah, daripada kalian harus bertarung harga di rumah gadai. Di sana persaingannya cukup ketat. Harga yang aku berikan bisa naik berkali-kali lipat.” Jelas Tom dengan bibir yang masih dihiasi dengan seringai.


Sudah jelas bukan laki-laki ini akan meminta uang ketika menunjukkan seringai seperti itu.


“Anak-anak, aku peringatkan kepada kalian. Jangan pernah melakukan transaksi dengan Tom, jika kalian tidak sedang terdesak. Harga yang dia tawarkan biasanya jauh lebih mahal. Jika kalian memiliki kemampuan, nanti kalian bisa mendapatkan telur monster milik kalian sendiri.” ucap John tiba-tiba.


“John jangan merusak bisnisku. Aku hanya seorang pedagang yang adil. Semua barang yang aku tawarkan itu memiliki kualitas sesuai dengan harganya. Jadi, sudah pasti itu lebih mahal. Telur monster-monster yang aku jual itu sudah jelas adalah telur dari monster yang memiliki kemampuan bertarung."


“Tidak seperti yang dijual oleh orang-orang dari rumah lelang itu. Telur-telur yang mereka jual belum tentu memiliki kemampuan bertarung. Memang telur-telur itu memiliki potensi yang tinggi tetapi belum tentu mereka bisa bertarung.” Jelas Tom membela diri.


“Heh.” John mendengus pelan. “Jika kalian ingin memiliki monster untuk menjadi rekan kalian, kalian hanya perlu memiliki nilai tertinggi di angkatan kalian nanti di Akademi. Peringkat pertama di setiap angkatan biasanya bisa mendapatkan satu buah telur monster. Itu sudah jelas monter yang memiliki kemampuan bertarung.”


“Tetapi potensi mereka sangat jelek bukan? Itu sama saja bohong jika telur-telur itu memiliki potensi perak. Itu tidak terlalu banyak membantu.” Cemooh Tom.


“Aku tidak yakin anak-anak ini akan membeli barangmu Tom. Kedua orang tua mereka sudah berada di tingkat platinum. Jadi jika anak-anak ini benar-benar menginginkan telur monster, mereka akan dengan senang hati mencarikan yang terbaik untuk anak-anak mereka.”


Perkataan John ini langsung membungkam mulut Tom. Perkataan John ada benarnya. Kedua orang tua anak-anak ini cukup mampu untuk mencarikan telur monster untuk anak-anak mereka. Jadi, ketiganya tidak perlu lagi meminta orang lain untuk membantu mereka mendapatkan telur monster.


Ucapan John tersebut menyadarkan Jasper. Sebelumnya ia berniat membujuk Matthew untuk membelikannya telur monster yang dimiliki oleh Tom. Tetapi sekarang tidak perlu.


Jika dirinya memang benar-benar ingin, Albert dan Elisa pasti dengan senang hati akan memberikan telur monster kepadanya. Seperti kata John, cukup mudah bagi keduanya melakukan hal itu.

__ADS_1


Setelahnya, selama perjalanan mereka tidak banyak membuat suara. Mereka hanya diam di punggung Tyson yang masih tetap dengan kecepatan tingginya membawa mereka melesat di antara awan.


….


Perjalan mereka berjalan lancar. Kali ini mereka tidak mengalami hambatan apapun. Selain beristirahat untuk makan dan tidur di malam hari mereka sama sekali tidak berhenti.


Rombongan lima orang dan satu ekor monster tersebut bermalam di tempat terbuka. Itu adalah pertama kalinya Matthew dan kedua adiknya benar-benar tidur di alam terbuka.


Selama ini perjalanan ini, mereka beristirahat di penginapan atau di dalam kereta. Jadi ini adalah kali pertama mereka tidur di alam terbuka.


Kali ini Matthew jauh lebih siap. Ia sudah mempersiapkan beberapa selimut tebal dan alas untuk tidur. Setidaknya ini bisa membantu dirinya dan kedua adiknya untuk menghindari dinginnya angin malam dan gigitan serangga.


Melakukan perjalanan dengan terbang menaiki monster seperti ini membuat mereka bisa dengan mudah melihat keindahan alam di sekitar mereka.


Suasanya sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan menaiki kereta. Apalagi menaiki monster terbang tidak terlalu banyak guncangan, tidak seperti kereta. Jadi menaiki monster terbang terbilang jauh lebih nyaman dari pada meniki kereta di dunia ini.


Dalam dua hari perjalanan mereka sudah sampai di tujuan mereka. Kota Greenwood. Dari tempatnya berada, Matthew bisa melihat bahwa Kota Greenwood terlihat jauh lebih luas dari pada Kota Suiria yang pernah ia kunjungi.


Meskipun Matthew sendiri belum sempat mengelilingi Kota Suiria, namun ia bisa membandingkan lebar gerbang kota kedua kota tersebut.


Jika Kota Suiria memiliki gerbang kota yang bisa dilewati empat kereta sekaligus, maka gerbang dari Kota Greenwood bisa dilewati delapan kereta sekaligus. Dari situ saja Matthew bisa memperkirakan bahwa Kota Greenwood memiliki luas yang lebih besar daripada Kota Suiria.


Jika Matthew tidak salah ingat, John pernah mengatakan bahwa Kota Greenwood merupakan ibukota dari Kerajaan Starwood.

__ADS_1


Itu tidak mengherankan jika kota ini jauh lebih besar bukan. Apalagi dengan samar Matthew bisa melihat bahwa Kota Greenwood memiliki banyak bangunan yang menjulang tinggi. Setidaknya bangunan paling tinggi Matthew perkirakan memiliki sepuluh lantai.


Tom menyuruh Tyson untuk mendarat satu kilometer sebelum Kota Greenwood. Laki-laki itu memilih mendarat di tengah hutan yang memiliki area yang cukup lapang yang tidak jauh dari jalan menuju ke Kota Greenwood.


“Aku hanya akan mengantar kalian sampai di sini.” Ucap Tom ketika para penumpangnya sudah turun.


“Kau tidak mampir dulu ke Kota Greenwood Tom?” tanya John.


Tom menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak. Aku masih ada urusan yang lain. Kita berpisah di sini anak-anak. Lain waktu jika kalian butuh bantuan kalian bisa datang ke tempatku. Rumah Gadai Pak Tua Tom. Jika harganya cocok aku pasti akan membantu kalian.” Seringai jahat terlihat menghiasi bibir Tom.


“Aku pergi dulu John. Akhir tahun ini aku akan berkunjung ke Akademi. Aku harap ketika aku kesana, Kau sedang ada di akademi. Jika tidak maka buku-buku koleksimu akan aku pinjam. Kau sudah terlalu lama meminjam arak milikku. Selamat tinggal. Sampai jumpa lagi.”


Setelah berucap demikian, Tom meminta Tyson kembali terbang. Monster itu terbang beberapa putaran sebelum menghilang di balik awan.


“Baiklah anak-anak. Kita masih perlu berjalan ke Kota Greenwood. Setelah ini kita akan mencari penginapan untuk beristirahat dan membersihkan diri.” Ucap John beberapa saat setelah kepergian Tom.


“Akhirnya kita bisa sampai kota. Aku ingin tidur di tempat yang nyaman setelah ini. Tidur di alam terbuka ternyata tidak semeneyenangkan itu.” Keluh Ellie.


“Siapa juga yang mengatakan bahwa tidur di alam bebas menyenangkan? Justru itu adalah tempat paling berbahaya. Kalian harus setiap saat menjaga kewaspadaan kalian jika bermalam di alam bebas. Karena kalian tidak tahu, mungkin saja ada monster yang mengintai kalian dan menunggu hingga kalian lengah.” Jelas John.


“Tetapi setelah ini kalian tidak perlu mengkhawatirkan hal itu.Kita akan beristirahat cukup lama di kota Greenwood. Paling cepat kita beristirahat di sana selama empat hari. Paling lambat sepuluh hari. Jadi Kau bisa beristirahat sepuasmu El.” Imbuh John.


“Baguslah. Aku sudah rindu dengan kasur empuk.” Jawab Ellie.

__ADS_1


__ADS_2