Master Of Elements

Master Of Elements
ME 62 Hari Seleksi


__ADS_3

Matthew terbangun dari tidurnya dengan keadaan perut yang lapar. Ia ingat semalam dirinya belum makan sama sekali. Jelas saja sekarang ia merasa lapar sekarang.


Semalam ia ingin menunggu John kembali dan menanyakan apa yang terjadi dengan kedua orang dari Black Shadow. Namun, dirinya dikalahkan oleh rasa kantuk. Pada akhirnya ia tertidur pulas menyusul kedua adiknya.


Sekarang Matthew ingin mendengar langsung dari John mengenai kejadian semalam. Setelah membersihkan diri, Matthew langsung menuju ke kamar yang John tinggali. Belum juga ia mengetuk pintu kamar itu, John sudah terlebih dahulu membukanya.


“Aku sudah tahu bahwa Kau yang datang ke kamarku. Sekarang masuklah. Aku memiliki sesuatu untukmu.” ucap John mempersilahkan Matthew masuk ke kamarnya.


“Bagaimana dengan kejadian semalam Kakek John? Apakah Kau berhasil meringkus dua orang itu?” tanya Matthew.


“Tidak, aku tidak meringkus mereka.”


“Eh, Kau tidak berhasil meringkus mereka? Apakah mereka kabur duluan?” tanya Matthew.


“Aku sudah membunuh keduanya. Ini, harta rampasan perang untukmu.” ucap John sembari menyerahkan pedang, tongkat, dan dua kantong ruang yang ia dapatkan semalam.


“Itu adalah milik dua orang anggota Black Shadow yang semalam aku bunuh. Kau bisa memiliki semua itu. Kau juga bisa menyerahkan dua kantong ruang lainnya kepada kedua adikmu, aku yakin mereka akan senang menerima semua itu.” jelas John.


“Eh ini untukku? Kenapa Kau memberikannya untukku Kakek John? Aku tidak melakukan apa pun bukan? Aku tidak berhak menerima semua ini.”


“Tentu saja Kau sangat berhak menerimanya. Jika Kau tidak memberikan informasi penting itu, maka saat ini banyak orang-orang dari Akademi Andradius akan terluka, bahkan mungkin gugur di tangan dua orang itu.”


“Tidak hanya itu, akan banyak pula anak-anak yang akan mereka culik. Sudah sepantasnya Kau mendapatkan hadiah ini. Malah aku pikir seharusnya Kau mendapatkan lebih dari ini.” jelas John.


“Sekarang bangunkan kedua saudaramu. Kita perlu bersiap. Aku akan mengajak kalian pergi melihat jalannya tes yang diadakan di depan lapangan yang ada di depan istana. Kalian bersiaplah.” pinta John.

__ADS_1


Matthew langsung menyimpan semua pemberian John. Ia tidak akan langsung memberikan semua itu kepada kedua adiknya. Matthew akan memilah-milah dahulu isi dari kantong ruang yang John berikan.


Kedua adiknya pasti akan menghabiskan seluruh uang yang ada di dalam sana jika ia menyerahkan semuanya. Seseorang yang terjun di dunia profesional menghabiskan uang cukup banyak. Jadi Matthew sebisa mungkin berhemat mulai dari sekarang.


Apalagi ia dan kedua adiknya memiliki banyak elemen. Sejauh ini, Matthew belum menemukan senjat yang netral yang bisa digunakan untuk semua elemen. Jika itu tidak ada, maka senjata yang akan mereka beli akan semakin bayak.



Lapangan tempat diadakannya seleksi sudah dipenuhi oleh remaja berusia belasan tahun. Beberapa dari mereka terlihat ditemani oleh keluarga mereka. Beberapa hanya berkumpul bersama dengan teman sebaya mereka.


Mereka berasal dari berbagai latar belakang yang beragam. Lihat saja baju yang mereka pakai sudah menujukkan itu semua.


Tenda-tenda yang cukup besar terlihat berdiri di tengah lapangan. Mungkin tenda tersebut dijadikan tempat melalukan tes seleksi. Matthew kira tes yang dilakukan kali ini adalah tes terbuka. Tetapi jika tesnya dilakukan di dalam tenda-tenda tersebut, tidak banyak yang bisa Matthew lihat.


Sebuah meja registrasi terlihat mulai dipersiapkan. Sepertinya semuanya belum benar-benar dimulai. Meja registrasinya saja baru sekarang dipersiapkan.


“Seperti tahun-tahun sebelumnya. Kali ini yang dites hanyalah elemen dan umur. Untuk pengecekan tingkatan, biasanya dilakukan di Akademi Andradius.” Jelas John.


“Biasanya ketika mendekati pengecekan tersebut akan banyak calon murid yang meminum ramuan untuk bisa membantu mereka naik tingkatan. Jadi pengecekan tingkatan seseorang dilakukan di Akademi Andradius.” imbuh John.


Masuk akal juga menurut Matthew. Elemen seseorang tidak akan berubah secepat itu. Berbeda dengan tingkatan seseorang.


Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan tingkat kekuatan seseorang. Itu bisa untuk sementara maupun permanen. Jadi, akan sangat tidak adil bagi mereka yang mungkin saja di tes tahap selanjutnya, bisa mencapai tingkat Bronze IV.


“Ah jadi seperti itu.” Tidak ada yang menarik jika seperti itu. Matthew sudah memahami proses tes yang seperti itu. Bukankah John pernah melakukannya kepada dirinya dan kedua adiknya?

__ADS_1


Matthew kini mulai melaksanakan tujuan utamanya datang kemari. Tujuan utamanya kemari sebenarnya bukan untuk melihat jalannya tes. Melainkan mengamati mereka yang mengikuti tes.


Matthew ingin mengamati elemen-elemen yang dimiliki para calon siswa itu. Bisa saja dirinya bertemu dengan pemilik elemen kehidupan di sini.


Matthew ingin memanfaatkan keadaan mereka yang masih dibilang pemula dalam dunia professional. Ia ingin mendekati dan berteman dengan pemilik elemen kehidupan agar bisa ‘memanfaatkannya’ untuk melatih elemen kehidupan dan elemen bumi yang belum dimiliki oleh dirinya maupun kedua adiknya. Terutama elemen kehidupan yang cukup langka.


Jika anak tersebut sudah menjadi seorang profesional, maka sudah Matthew sulit mendekati. Jika Matthew ingin mendekatinya satu-satunya cara adalah dengan megungkapkan elemen yang mereka miliki. Dan Matthew tidak mau melakukan hal itu.


Kalian paham bukan bahwa seorang remaja pada umumnya masih meletup-letup seperti gunung yang akan meletus. Besar kemungkinan pemilik elemen kehidupan nantinya akan bersikap sombong dan merasa di atas semua orang hanya karena memiliki elemen yang sangat langka. Dan Matthew tidak mau berurusan dengan orang seperti itu.


Katakanlah Matthew licik, tetapi Matthew berniat ‘menjebak’ pemilik elemen kehidupan bergantung kepada dirinya dan kedua adiknya. Bukan apa-apa ini hanya demi kelancaran dirinya dan kedua adiknyamempelajari elemen tersebut.


Itu karena mempelajari elemen baru mengunakan senjata tidak berjalan dengan baik. Jadi ia kembali ke rencana semula, mencari seseorang yang memiliki elemen lain. Hitung-hitung ini menabah koneksinya.


Jika nantinya anak tersebut memiliki sikap yang baik, maka Matthew akan bersungguh-sungguh berteman dengannya. Tetapi jika anak itu bersikap sombong, Matthew tidak sudi untuk mendekatinya.


Dirinya masih bisa mempelajari elemen kehidupan, meskipun lebih lama, tanpa adanya pemilik elemen kehidupan. Jadi ada tidaknya mereka tidak terlalu bermasalah untuk Matthew. Toh dirinya memiliki kandidat lain untuk membantu mereka, Tom.


“Kakek John, bisakah Kami melihat jalannya tes yang ada? Aku ingin mencari teman di sini. Siapa tahu aku bisa menemukan seseorang untuk dijadikan teman.”


“Aku dan kedua adikku tidak banyak bersosialisasi, jadi aku ingin memanfaatkan momentum ini untuk berteman dengan anak seusiaku. Di akademi nanti jelas Kami membutuhkan teman seusia kami bukan?”


John menganggukkan kepalanya pelan. “Masuk akal juga. Baiklah kalian boleh melihatnya. Tetapi sepertinya sekarang ini semuanya belum dimulai. Jadi kalian berkeliling saja dulu.”


“Jika kalian ingin masuk ke dalam tenda, bawalah token milikku ini agar kalian bisa keluar masuk dengan mudah.” ucap John sembari menyerahkan sebuah batu giok kepada Matthew.

__ADS_1


“Terima kasih Kakek John. Aku akan mengembalikanya kepadamu setelah kami cukup puas melihat-lihat di sini.”


“Tentu. Aku akan menunggu kalian di tenda utama. Jika kalian bingung mana tenda utamanya, tanyakan saja kepada mereka yang berjaga.” jelas John.


__ADS_2