Master Of Elements

Master Of Elements
ME 55 Menguping


__ADS_3

Malam harinya Matthew bertukar kamar dengan Ellie. Ia ingin melakukan sebuah eksperimen kecil. Ia ingin mencoba mempelajari elemen dari senjata yang ia temukan. Baru sekarang Matthew memiliki kesempatan untuk melakukan hal itu.


Sebelum-sebelumnya, mereka berhenti ditempat yang kurang nyaman, jadi Matthew tidak memiliki kesempatan untuk mencoba eksperimen ini. Apalagi sebelum ini dirinya fokus mempelajari elemen ruang.


Matthew mengeluarkan potongan senjata yang memiliki elemen kehidupan. Ia duduk bersila dan meletakkan potongan senjata itu di atas kedua pahanya. Kedua tangannya memegang ujung-ujung senjata tersebut.


Matthew langsung berkonsentrasi untuk merasakan elemen kehidupan pada senjata tersebut. Matthew bisa merasakan elemen kehidupan di sekitarnya. Apalagi ketika ia memilih fokus kepada mereka.


Elemen-elemen itu terbang di sekitarnya, paling banyak memang berasal dari potongan senjata yang ada di pangkuannya. Matthew lalu mencoba mendekati elemen kehidupan tersebut.


Kali ini respon yang Matthew dapatkan berbeda dengan dirinya yang mencoba mendekati elemen ruang dengan bantuan kedua adiknya. Memang sekarang dirinya bisa mendekati mereka, tetapi proses itu cukup lama.


Apa yang Matthew capai kali ini sama saja dengan Matthew mendekati elemen dengan cara biasa. Dengan cara seperti ini, akan cukup lama bagi Matthew menguasai elemen baru. Berbulan-bulan atau paling lama satu tahun setengah barulah Matthew bisa mempelajari elemen baru.


Meski itu terbilang cepat jika dibandingkan dengan orang pada umumnya, tetap saja itu cukup lama bagi Matthew. Ia ingin sesegera mungkin memiliki seluruh elemen dalam waktu dekat.


Matthew kembali melanjutkan konsentrasinya mendapatkan elemen baru. Tetapi, sampai langit berubah terang, Matthew belum juga merasakan kemajuan atas eksperimennya ini.


“Bagaimana hasilnya Matt?” Tanya Elie yang berkunjung ke kamar yang Matthew tempati.


Saat ini Ellie bisa melihat garis hitam di bawah mata Matthew. Itu berarti semalaman kemarin Matthew tidak tidur sama sekali. Selama ini, meskipun mereka berlatih, mereka masih ingat waktu dan tidak lupa untuk beristirahat.


“Apakah Kau semalaman tidak tidur Matt?” Tanya Jasper yang juga melihat keadaan Matthew.


“Ya. Aku semalaman tidak tidur. Aku berusaha untuk mempelajari elemen kehidupan pada senjata yang aku beli tempo hari. Tetapi, aku tidak mendapatkan hasil yang aku inginkan. Latihan mengumpulkan elemen dengan bantuan senjata ini sama saja dengan latihan biasa.” Jelas Matthew.


“Jika begitu, kita tidak bisa memotong jalur untuk bisa mempelajari elemen kehidupan dan elemen bumi. Kita hanya bisa melakukannya dengan sangat lama seperti halnya latihan elemen yang sebelum-sebelumnya kita lakukan?” Tanya Jasper.

__ADS_1


“Ya seperti itu.”


“Jika begini, kita berlatih saja elemen yang belum kita miliki Matt. Kau tidak perlu pusing menambah elemen baru. Maksudku, kita bisa membantu Jas memiliki elemen cahaya, atau kalian bisa membantuku memiliki elemen udara dengan cepat.” Jelas Ellie.


“Bukankah jika kita saling membantu sama lain, kita nanti akan memiliki tujuh elemen? Kita tidak perlu memaksakan diri memiliki semua elemen saat ini juga Matt. Semua butuh proses. Lalu, kita yang sekarang pun sudah di atas rata-rata anak seusia kita.”


“Menurutku, daripada bereksperimen memikirkan elemen baru, Kau perlu memikirkan cara agar kita bisa jauh lebih kuat. Memikirkan cara memperluas kapasitas energi jiwa milik kita mungkin.” Imbuh Ellie.


Pejelasan yang diberikan oleh Ellie itu seperti air es yang dituangkan ke wajah Matthew. Itu membuatnya tersadar akan kesalahannya. Benar kata Ellie barusan, memiliki banyak elemen bukanlah segalanya.


Lebih baik mereka mengembangkan apa yang mereka miliki saat ini. Memperkuat diri juga lebih penting daripada hanya menambah jumlah elemen yang mereka punya.


Sebelumnya ia sudah memahami konsep pengunaan energi jiwa bukan? Jadi sudah saatnya Matthew memperkuat diri. Tidak lama lagi mereka akan sampai di akademi. Siswa di sana memiliki kekuatan paling rendah di tingkat perungu.


Itu jauh dari Matthew dan kedua adiknya yang saat ini hanya berada di tingkat Besi I. Memiliki benyak elemen belum tentu bisa mengalahkan musuh yang lebih kuat daripada mereka.


“Ish. Untuk apa Kau berterima kasih padaku. Kau adalah kakakku. Sudah seharusnya aku melakukan ini.” Jawab Ellie.


“Sudahlah lebih baik kita makan. Lalu kita akan pergi ke pekan belanja yang ada di sini. Kakek John bilang, akan ada banyak makanan enak nantinya. Jadi, kita perlu ke sana untuk bisa menikmatinya.” Potong Jasper.


“Sepertinya aku tidak akan ikut kalian ke pekan belanja. Aku akan memilih tidur setelah sarapan nanti. Mataku sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.” Jawab Matthew.


“Baiklah kami akan membelikan beberapa makanan untukmu nanti.” Ucap Ellie.



Setelah tidur selama tiga jam, Matthew merasa lebih segar lagi. Ia berniat mencari keberadaan kedua saudara kembarnya dan juga John. Dari telepati yang ia kirim, Matthew tahu bahwa saat ini mereka masih berada di pekan belanja yang ada di alun-alun kota.

__ADS_1


Tiga orang itu sudah mencicipi banyak makanan. Jasper dan Ellie sudah menyombongkan diri memakan banyak makanan lezat kepada Matthew.


Baru saja Matthew akan keluar dari kamarnya, suara berisi dari kamar sebelah membuatnya mengurungkan hal itu. Pintu kamar sebelah dibanting dengan keras oleh penghuninya. Tidak hanya itu, suara-suara gaduh pun terdengar dari dalam sana.


Rasa penasaran Matthew langsung saja bangkit. Ia kembali duduk diranjangnya dan menempelkan telinganya ke tembok kayu yang ada di penginapan. Matthew langsung memberi nilai enam dari sepuluh untuk penginapan ini karena buruknya kualitas tembok yang mereka miliki.


“Apakah semuanya sudah dipersiapkan Han?” Ucap seseorang yang ada di kamar itu.


“Ya aku sudah menyiapkannya. Besok kita bisa melakukannya sesuai dengan rencana. Aku sudah mengancam seseorang untuk memberikan racun pada makanan yang akan dikonsumsi oleh orang-orang dari Akademi Andradius.” Jawab seseorang beranama Han.


“Setelah mereka mengkonsumsinya, orang-orang itu tidak akan bisa menggunakan kekuatan mereka. Itu akan memudahkan kita menculik anak-anak berbakat yang ada di sana. Kita tidak perlu lagi mencari-cari seperti sebelumnya.”


“Idemu ini cukup brillian Ron. Kita bisa memiliki stok anak jenius yang lebih banyak lagi. Ya meskipun mereka sudah melewati batas umur untuk dicuci otak, kita masih bisa mengambil elemen yang mereka miliki.” Jelas Han.


“Tentu saja. Aku yakin Pak Tua dari Akademi Andradius itu akan geram setelah mengetahui apa yang kita lakukan. Siapa suruh dia menghancurkan markas yang kita miliki. Gara-gara yang dia lakukan, selama lima tahun belakangan ini organisasi kita memiliki sedikit anak baru.”


“Aku tidak bisa membiarkannya begitu saja. Pak Tua itu perlu mendapatkan balasan. Ini adalah balasan dari apa yang dia lakukan. Sayangnya aku baru terpikirkan rencana ini sekarang.”


“Jika saja aku memikirkan rencana ini dari dulu, maka sekarang kita bisa melakukan serangan besar-besaran disetiap kota besar tempat tes awal masuknya Akademi Andradius dilakukan.” Jelas Ron yang terdengar cukup kecewa dengan apa yang terjadi.


“Apakah kita akan baik-baik saja hanya menyerang berdua? Tidakkah Kamu mau menunggu kedatangan Rey dan Sein? Aku akan lebih percaya diri jika mereka juga ada di sini.”


“Tenang saja Han, bukankah racun itu membuat seseorang tidak bisa menggunakan kekuatan mereka selama satu hari penuh? Dengan ini kita bisa menghancurkan mereka dengan mudahnya.”


“Aku tahu Ron, aku tahu itu. Tetapi, beberapa orang dari Kerajaan Greenwood pasti ikut campur jika kita muncul di sana.” Jawab Han.


“Tenang saja Han. Besok kita hanya akan menculik para jenius yang ada di sana. Kita tidak akan melakukan pertarungan apa pun. Jadi, itu akan lebih mudah bagi kita. Kau jangan khawatir semua aman.”

__ADS_1


“Nanti malam kita bisa mengikuti lelang yang diadakan oleh Rumah Lelang Ateoviel. Senjata yang akan di lelang mala mini aku yakin bisa membantu kita menyelesaikan misi ini.”


__ADS_2