
Bandit yang sekarang menyerang kereta yang memiliki barier tidak menyangka anak-anak yang ada di atap memiliki kemampuan untuk menyerangnya. Ketika melihat serangan dari anak-anak itu entah kenapa bandit tersebut merasakan bahaya.
Tetapi itu cukup aneh menurutnya. Serangan dari anak-anak itu tidak terlalu membahayakan menurutnya. Bola api yang mereka keluarkan juga kecil. Itu berarti, mereka memiliki kekuatan di bawahnya. Tetapi kenapa serangan dari anak-anak itu memberikan perasaan berbahaya.
Ketika bandit tersebut sibuk memikirkan mengenai hal itu, serangan dari Matthew datang dengan cepat. Bandit itu berpikir bisa menghindari serangan tersebut, tetapi ia terlambat. Serangan tersebut mengenai pundaknya.
Bandit tersebut mengira bahwa serangan tersebut tidak akan melukainya. Saat ini dirinya memakai sebuah jirah kulit sebagai pelindung. Meski ini hanya dari monster di tingkat Besi V, tetapi ia yakin jirah ini bisa melindunginya.
Namun, tebakannya salah. Bola api yang menyerangnya itu berhasil menembus jirah milinya dan mengenai kulitnya. Tidak berhenti di situ, ketika bola api itu masuk ke dalam pundaknya, ia mendengar suara seorang anak laki-laki dari atas kereta.
“Meledak.”
Seketika itu juga, bola api yang ada di pundaknya meledak dan menyebar ke seluruh tubuhnya. Hal itu membuat tangan dari bandit tersebut terputus karena keladakan tersebut. Teriakan kesakitan langsung di suarakan oleh laki-laki itu.
Setengah tubuhnya hilang, tetapi ia tidak langsung mati begitu saja. Seorang profesional, apalagi dirinya yang merupakan seorang knight memiliki tubuh yang lebih kuat. Ini tidak akan membuatnya mati dengan mudah. Apalagi yang hilang adalah tubuh sebelah kananya, bukan sebelah kiri.
…
Dari atas kereta, Matthew bisa melihat semua itu dengan jelas. Eksperimennya berhasil. Tadi, Matthew tidak hanya meminta para elemen api untuk membentuk peluru ketika dikeluarkan. Ia juga meminta mereka untuk bergerak memutar dengan cepat.
Dengan begitu, peluru tersebut memiliki kekuatan yang lebih besar untuk menembus tubuh seseorang. Barulah ketika peluru elemen tersebut masuk ke dalam tubuh bandit itu, Matthew meminta mereka meledakkan diri.
Ia tidak menyangka seranganya ini berhasil. Yang mengherankan baginya, bandit tersebut tidak langsung mati. Jika saja ia berhasil mengenai pundak kirinya, pasti itu akan menghancurkan jantungnya. Sayangnya ia meleset.
“Matt, apa itu tadi. I-itu sangat luar biasa.” Ucap Jasper dengan mata yang berbinar.
Ellie yang awalnya ketakutan, memberanikan diri melihat semua yang Matthew lakukan. Ia lalu memandang Kakak tertuanya dengan pandangan kagum. Ia tidak menyangka Matthew bisa melakukan hal yang seperti itu.
“Matt, bisakah Kau mengajariku melakukan serangan seperti itu juga?” Tanya Ellie dengan pandangan penuh harap.
__ADS_1
“Kau bilang aku harus menjadi lebih kuat agar bisa melindungi diri bukan. Jadi, ajarkan aku untuk melindungi diriku.” Imbuh Ellie.
“Tentu saja El.” Jawab Matthew.
Matthew lalu memberikan instruksi kepada kedua adiknya melalui telepati mengenai penggunaan elemen versinya. Ia menjelaskan semua itu melalui telepati karena ia tidak mau ada yang mencuri mendengar apa yang sedang ia jelaskan.
Matthew tahu apa yang ia jelaskan ini sangat berharga. Ia tidak mau ada orang lain yang menggunakan caranya menggunakan elemen.
“Hanya seperti itu?” Ucap Jasper setelah mendengar ucapan Matthew.
“Jangan meremehkannya Jas, Kau harus membuat mereka mau menuruti kemauanmu dulu baru Kau bisa melakukannya. Sekarang kalian cobalah apa yang sudah aku ajarkan tadi. Banyak yang bisa menjadi target kalian setelah ini.” Pinta Matthew.
Sekarang ini Matthew melihat beberapa bandit bergerak ke arah kereta mereka. Mungkin mereka memiliki pemikiran yang sama seperti bandit sebelum. Mereka mengira ada sesuatu yang berharga di kereta ini.
Atau mungkin juga para bandit itu mendatangi kereta mereka karena mendengar teriakan dari rekan mereka. Apa pun alasan mereka, yang jelas mereka akan menjadi target latihan kedua adiknya.
Mungkin ini terdengar kejam menjadikan manusia sebagai target latihan. Tetapi, dunia ini sendiri saja sudah kejam. Siapa yang lemah bisa kapan pun menjadi korban. Lalu, para bandit ini juga bukan orang yang baik. Pasti sudah banyak nyawa orang tidak berdosa yang hilang di tangan mereka.
…
Jasper dan Ellie pun mencoba menggunakan elemen sesuai dengan instruksi Matthew. Elemen yang mereka pilih adalah elemen api. Kebetulan keduanya juga memiliki elemen ini.
Matthew sengaja meminta adiknya memilih elemen ini dan tidak elemen yang lain. Ia berencana menyembunyikan elemen lain yang ia miliki. Dengan begitu, tidak akan banyak yang mengetahui elemen apa yang mereka miliki.
Jika nanti mereka terdesak, maka Matthew bisa melakukan serangan dengan elemen yang lainnya. Itu pasti akan membuat musuh tidak siap dan mereka bisa membalikkan keadaan.
Elemen api pun mulai berkumpul di tangan Jasper dan Ellie. Seperti permintaan Matthew, mereka menahannya untuk mengkompres elemen yang ada. Lalu mereka melakukan serangan kepada beberapa bandit yang ada seperti yang Matthew lakukan.
Matthew sendiri juga mencoba melakukan serangan lagi. Tetapi ia tidak bisa lagi menggunakan elemen api. Satu serangan yang kuat tadi sudah menguras semua energinya. Sebelum ini dirinya bisa melakukan dua kali serangan dengan elemen api. Tetapi sekarang hanya satu serangan.
__ADS_1
Matthew ingat beberapa preman di desa mengatakan bahwa energi jiwanya sudah habis. Matthew sendiri belum paham apa itu. Yang jelas ini ada kaitanya dengan dirinya yang hanya bisa menggunakan elemen dalam jumlah terbatas.
Matthew lalu memilih melihat serangan yang dilakukan kedua adiknya. Mereka cukup cepat dalam mempelajari hal baru. Lihat saja mereka sekarang sudah bisa menggunakan elemen seperti apa yang ia ajarkan.
Meski mereka berhasil menggunakan eleman dengan baik, sayangnya mereka belum bisa melakukan serangan tepat sasaran. Menurut Matthew itu bukan menjadi masalah besar. Mereka bisa melatih hal itu nantinya.
Yang terpenting menurut Matthew adalah kedua adiknya sudah bisa menggunakan untuk menyerang, dan mereka memiliki keberanian menyerang seseorang. Lalu untuk yang lainnya, semua masih bisa dilatih.
“Ah aku tidak bisa mengenai mereka.” Ucap Jasper kecewa.
“Aku juga.” Imbuh Ellie.
“Kalian bisa melatih itu nantinya. Jangan khawatir.”
“Lalu bagaimana dengan bandit-bandit yang mengelilingi kereta kita?” Tanya Jasper.
Di sekitar mereka masih ada bandit yang menyerang barier. Jasper takut ada sesuatu yang terjadi jika para bandit tersebut terus menyerang.
“Biarkan saja. Aku rasa barier yang Kakek John tinggalkan masih bisa melindungi kita saat ini. Jangan khawatir.” Ucap Matthew.
Tidak lama kemudian, para bandit yang menyerang kereta mereka tiba-tiba diselimuti api dan terbakar hingga habis. Tanpa melihat pun, Matthew bisa tahu siapa itu.
“Kakek John.” Sapa Matthew.
“Kalian baik-baik saja?” Tanya John memastikan.
John tadi merasakan fluktuasi elemen di sekitar barier yang ia buat. Jadi ia datang kemari untuk melihat keadaan mereka. Barier yang ia buat memang mampu menangkal serangan musuh. Tetapi jika sampai salah satu dari tiga anak ini terjatuh dan keluar dari barier, maka mereka bisa saja terluka.
“Kami tidak apa-apa Kakek John.” Jawab Jasper.
__ADS_1
“Syukurlah. Kalian tunggu sebentar lagi. Semua bandit yang kuat sudah aku bereskan. Sekarang kita tinggal menunggu pihak karavan membereskan yang lainnya.” Jelas John.
John hanya menghabisi mereka yang memiliki level tinggi. Sementara mereka yang jauh lebih lemah, ia menyerahkannya kepada para pengawal karavan. Itu akan sangat merendahkan dirinya jika John tetap harus turun tangan menghadapi mereka yang lebih lemah.