Master Of Elements

Master Of Elements
ME 52 Tuan Muda Sombong


__ADS_3

“Heh. Dasar tidak berguna.”  Bentaknya lagi.


“Maafkan saya Tuan Muda. Pelayan Anda ini memang tidak berguna. Tetapi berikan kesempatan kedua untuk saya memperbaiki kesalahan ini Tuan Muda.” Ucap pelayan tersebut dengan nada pelan.


“Jadi apa yang akan Kau lakukan untuk menebus kesalahanmu?” Tanya remaja tersebut.


“Anda bisa mengganti uang yang orang-orang itu keluarkan untuk mendapatkan kamar. Dengan begitu Anda juga bisa mendapatkan kamar pesanan mereka Tuan Muda. Mereka terlihat seperti orang biasa. Aku rasa Anda bisa dengan mudah mendapatkan kunci kamar mereka.” Saran pelayan tersebut.


“Mungkin jika mereka tahu siapa Anda sebenarnya, mereka akan dengan senang hati menyerahkan kunci kamar mereka kepada Anda Tuan Muda.”


“Saya tadi melihat mereka belum memasuki kamar yang mereka pesan. Mereka masih makan di kedai yang ada di lantai satu dari The Snoring Turtle Tuan Muda.” Jelas pelayan tersebut.


Pelayan itu berharap dengan begini majikannya ini akan memaafkannya. Jika tidak dirinya akan berada dalam bahaya. Hukuman berat sudah jelas akan menantinya.


Majikannya ini sangat menujunjung tinggi gelarnya yang merupakan anak dari seorang Earl dari Kerajaan Starwood. Dia ingin mendapatkan fasilitas yang terbaik di mana pun ia berada.


Mulai dari kereta yang di tumpangi, makanan yang ia makan hingga di mana ia akan menginap. Majikannya ini ingin semuanya memiliki kualitas terbaik. Ia tidak mau menginap di penginapan murah dan bercampur dengan rakyat biasa.


Jika kota tempat mereka berada tidak ada penginapan yang mewah, maka ia akan membayar pedagang terkaya di kota itu agar ia bisa menyewa salah satu kamar di rumahnya dengan fasilitas yang mewah.


Jadi pelayan ini berharap sarannya kali ini bisa mengurangi hukumannya. Ia juga berharap orang-orang tersebut mau bekerja sama dan mau memberikan kunci kamar yang sudah mereka pesan kepada majikannya ini.


Dari pengamatannya, ia melihat bahwa orang-orang tersebut adalah orang-orang biasa. Tiga orang anak dan seorang laki-laki tua. Itu sangat mudah dihadapi.


Pakaian mereka saja seperti itu sudah jelas mereka bukan orang yang memiliki status. Maka dari itu pelayan ini menyarankan hal tersebut kepada majikannya ini.


“Tunjukkan aku di mana mereka sekarang?” tanya remaja tersebut.


Pelayan itu menujuk ke arah sudut ruangan di mana tiga orang anak dan seorang laki-laki tua sedang berbicang-bicang dengan santainya.

__ADS_1


“Itu Tuan Muda, meja dengan tiga orang anak dan satu orang laki-laki tua. Itu mereka yang mengambil kunci terakhir.” Ucap pelayan tersebut.


“Baiklah ayo kita ke sana.” Ajaknya.



Setelah sepuluh menit menunggu, roti dan susu yang mereka pesan diantar oleh pelayan ke meja mereka. Satu persatu keranjang berisi roti dan gelas berisi susu ditaruh di atas meja.


Setiap keranjang berisi sekitar lima roti berukuran sedang. Sedang gelas yang ada di sana mampu menampung sekitar tiga ratus lima puluh milliliter susu.


Sebenarnya, dua keranjang roti dengan tiga gelas susu sudah bisa mengenyangkan tiga orang dewasa, yang memiliki porsi besar. Namun keempat orang ini bukanlah orang biasa. Mereka bukan lagi memiliki porsi makan besar, bisa dikatakan itu adalah porsi makan super.


“Ini sebagian dari pesanan kalian. Untuk sup iganya mohon menunggu sebentar. Chef kami masih memasakkan pesanan kalian.” Ucap pelayan setelah semua roti dan susu sudah berada di atas meja.


“Baiklah terima kasih Kakak.” Ucap Matthew dengan sebuah senyuman menghiasi bibirnya.


“Sama-sama.”


Matthew pikir akan sangat menyenangkan jika ia bisa memakan roti dengan cara mencelupkannya ke dalam susu. Dengan begitu rasa dari roti yang tawar akan bertambah.


Baru saja mereka mengambil potongan pertama roti, dua orang laki-laki terlihat menghampiri mereka. Merasakan hal itu, John menaruh kembali roti yang baru saja ia ambil.


John paling tidak suka jika diganggu ketika makan. Jadi, sebelum dia memulai makan sebaiknya ia selesaikan gangguan itu terlebih dahulu sehingga dirinya bisa dengan nyaman menikmati makanannya.


Sepertinya ketiga saudara kembar di depan John juga memiliki pemikiran yang sama. Baik Matthew dan kedua adiknya memilih menunda dulu keinginan mereka untuk makan. Mereka tidak memiliki kenalan satu pun di kota ini, jadi sangat aneh jika seseorang menghampiri mereka.


Orang ini juga jelas bukan kenalan John. Laki-laki itu sudah mengubah tampilannya dengan ramuan. Jadi akan sulit bagi orang lain mengenalinya. Tidak semua orang seperti Tom. Ia mengandalkan bau untuk mengenali sesuatu, jadi laki-laki itu dengan mudahnya bisa mengenali John.


Orang yang mendatangi mereka ini jelas-jelas memiliki maksud lain. Meski mereka berempat tidak mengetahui maksud kedatangan orang ini, mereka bisa menebak orang ini tidak memiliki maksud baik.

__ADS_1


Lihat saja aura keangkuhan yang terpancar dengan jelas dari remaja yang memimpin tersebut. Dari ekspresinya saja sudah terlihat dia memiliki maksud jahat.


“Apakah kalian adalah orang yang memesan kamar terakhir di sini?” tanya remaja itu tanpa basa basi terlebih dahulu.


“Jika iya kenapa, jika tidak kenapa?” Tanya Jasper.


Jasper tidak suka dengan nada bicara dengan orang yang ada di depannya ini. Memangnya sehebat apa orang ini sehingga dia berani menggunakan nada seperti itu di depan John, yang merupakan kepala akademi terbaik di Benua Andradius.


“Serahkan kunci itu padaku. Aku akan mengganti dua kali lipat dari uang yang sudah kalian keluarkan.” Jawabnya dengan penuh keangkuhan.


“Kami tidak akan menyerahkannya.” Ucap Jasper tegas.


John hanya diam melihat semua itu. Ia sudah memahami ke mana arah pembicaraan ini. Hanya saja ia enggan untuk ikut campur untuk saat ini. Ia ingin melihat bagaimana ketiga anak kembar ini menghadapi masalah ini. Jika nanti keadaan tidak terkendali, maka John akan turun tangan membantu keduanya.


“Hey anak muda apa Kau tidak tau apa yang terbaik untukmu? Seharusnya Kau terima tawaran dari Tuanku. Ia sudah berbaik hati mau membayar dua kali lipat dari uang yang kalian keluarkan.”


“Kalian hanya orang dari desa, tidak seharusnya kalian menghambur-hamburkan uang hanya untuk menginap di sini.”


“Kalian malah harus berterimakasih kepada Tuanku karena sudah berbaik hati memberikan uang lebih kepada kalian. Sebaiknya kalian pindah ke penginapan yang lebih murah dan memakai uang lebihnya untuk kebutuhan kalian di sini. Untuk makan saja kalian tidak mampu bukan?”


Setelah berucap demikian, pelayan tersebut memandang ke arah makanan yang tersaji di meja makan. Itu hanya susu dan roti. Jelas mereka tidak mampu memesan makanan yang lebih mahal lagi. Roti dan susu itu adalah makanan termurah yang ada di sini.


“Jadi, jangan memaksakan diri menginap di sini jika yang mampu kalian beli hanya roti dan susu.” Ucap laki-laki yang berada di belakang remaja tadi.


“Kami tetap tidak akan menyerahkannya.” Kini Ellie yang menjawab.


Anak perempuan itu memandang tidak suka kedua orang yang mengganggu waktu makannya. Ia ingin segera menghabiskan makanan pesanannya dan segera membersihkan diri. Tetapi dua orang ini malah mengulur waktu berharganya.


Remaja tersebut terlihat geram dengan respon yang diberikan oleh orang-orang di depannya. Memberikan dua kali lipat dari apa yang sudah mereka keluarkan tidaklah sedikit.

__ADS_1


Seharusnya orang-orang ini mau menerimanya dengan senang hati. Jika seperti ini, mereka harus paham sedang berhadapan dengan siapa mereka saat ini.


__ADS_2