
“Kau adalah anak dari Sebastian Albert Dawnson dan Amore Elisa Deluce?” tanya Josh memastikan.
“Ya. Mereka adalah orang tuaku. Aku, Jasper dan Ellie adalah anak mereka,” jelas Matthew singkat.
“Sial,” umpat Josh. “Aku tidak menyangka dua orang itu tidak benar-benar mati. Ternyata mereka diam-diam menikah dan memiliki tiga orang anak. Berapa banyak orang yang ditipu oleh dua orang ini.”
Josh merasa ini adalah informasi yang sangat berharga. Jika Josh menjual informasi ini kepada Kerajaan Deluce atau kepada Kerajaan Frantico, sudah jelas ia akan mendapatkan keuntungan besar. Sayangnya, ia sudah bersumpah kepada Matthew untuk tidak mengkhianatinya atau pun keluarganya.
Josh sendiri tidak tahu apakah mengabarkan mengenai fakta bahwa Sebastian Albert Dawnson dan Amore Elisa Deluce masih hidup termasuk penghianatan atau tidak. Josh tidak mau bertaruh dengan elemen miliknya.
“Ya bisa dibilang seperti itu. Aku minta kalian juga merahasiakan mengenai hal ini dari orang lain,” pinta Matthew.
“Tentu saja, Bos,” ucap anak buah baru Matthew secara serentak.
“Bagus. Sekarang, aku akan mengatakan kepada kalian rahasia bagaimana aku membantu kalian. Kalian mendekatlah. Aku akan memberitahukan kepada kalian mengenai hal ini. Aku tidak mau ada orang lain yang mendengar informasi ini,” jelas Matthew.
Mendengar instruksi Matthew, mereka yang ada di sana langsung mendekat dan lebih merapatkan diri satu sama lain. Tidak ada satu pun di antara mereka yang mengerti cara membuat barier. Jadi, mereka hanya bisa menggunakan cara konvensional seperti ini.
Matthew lalu menjelaskan teori sinyal dan provider miliknya mengenai kepemilikan elemen oleh seseorang. Dia menjelaskan bagaimana dirinya dan kedua adiknya bisa memiliki elemen dan menambah elemen dengan mudah.
Matthew beberapa kali mengulang penjelasannya hingga mereka yang ada di sana cukup paham dengan teori serta teknik miliknya dalam berteman dengan elemen untuk memiliki mereka.
“Dengan caraku ini, ada kemungkinan seseorang memiliki seluruh elemen yang ada di dunia ini.”
Semua yang ada di sana cukup terkejut mendengar pernyataan Matthew. Memiliki seluruh elemen? Itu adalah hal yang sangat mustahil. Dalam sejarah Benua Andradius, belum ada seorang pun yang memiliki seluruh elemen yang ada. Bahkan, di benua lain pun mereka tidak yakin ada orang seperti itu.
Lalu di sini, Matthew dengan percaya dirinya mengatakan seseorang berkesempatan untuk memiliki seluruh elemen? Itu sangat mustahil dilakukan. Mereka mengakui bahwa teori yang Matthew berikan memang sangat bagus. Terori itu sangat luar biasa. Tetapi untuk memiliki semua elemen?
__ADS_1
Matthew bisa melihat tatapan tidak percaya dari anak buahnya. Jelas sekali mereka tidak akan langsung percaya. Mereka tidak melihat buktinya secara langsung. Lalu, Matthew sendiri belum bisa membuktikannya. Sekarang ini, ia belum memiliki seluruh elemen hanya ada enam elemen saja.
“Aku tahu kalian skeptis dengan ucapanku ini. Tetapi, setelah kalian mencoba teknik yang aku bicarakan tadi, maka kalian akan tahu sendiri apakah ucapanku mungkin terjadi atau tidak.”
Matthew tidak mau mendebat anak buah barunya. Percuma saja, ia akan kalah suara. Jadi, ia akan menunggu mereka mencoba teknik miliknya dan bisa menyimpulkan sendiri bahwa teorinya mengenai seseorang bisa memiliki sembilan elemen sangat memungkinkan terjadi.
“Kita tidak bisa berlama-lama di sini. Kalian bisa kembali ke tempat kalian masing-masing dan berlatihlah dengan teknik milikku. Aku minta untuk sementara waktu, kalian mengikuti pengaturan dari akademi.”
“Aku tahu itu sangat merendahkan bagi kalian yang sebelumnya memiliki kedudukan terhormat, tiba-tiba saja harus menjadi orang rendahan yang bekerja melayani orang lain. Bersabarlah. Kalian harus tetap ada di akademi agar aku bisa membantu kalian lebih leluasa.”
Beberapa mantan murid Akademi Andradius ini sekarang menjadi pekerja kasar. Beberapa ada yang ditugaskan untuk memasak, membantu pihak kantin menyiapkan makanan. Ada yang bertugas menjadi tukang kebun yang mengatur tanaman di taman akademi. Lalu, ada pula yang menjadi pustakawan di Akademi Andradius.
Ini adalah salah satu bentuk bantuan yang diberikan oleh Akademi Andradius untuk mereka para korban. Mereka akan mendapatkan gaji dari akademi. Daripada bekerja di kampung mereka dengan gaji yang sama, beberapa memilih tinggal dan berharap ada keajaiban.
Beberapa pula memilih pergi karena mereka tidak bisa menghadapi teman-teman mereka yang masih meneruskan pendidikan. Dulunya teman sekelas, sekarang mereka berganti menjadi “pelayan” teman sekelas mereka.
Matthew perlu memikirkan tempat yang tepat untuk pertemuan mereka nantinya. Jumlah anak buahnya tidak sedikit. Jika dia terus menerus melakukan pertemuan seperti ini, lama kelamaan akan ada yang penasaran dengan apa yang mereka lakukan.
Cepat atau lambat pasti mereka akan mencari tahu kegiatan yang Matthew lakukan. Bahkan, ada kemungkinan ia atau anak buahnya akan dimata-matai oleh orang lain.
“Hem … baiklah. Kami akan berlatih sekeras mungkin untuk mencoba teknik milikmu. Tidak ada ruginya bagi kami mencoba,” jawab Felix.
Setelah itu, satu persatu anak buah baru Matthew pergi dari rumah kaca milik Andreas Dominic. Matthew memandangi kepergian mereka dengan ditemani Josh. Kini tinggal mereka berdua saja yang tersisa.
Matthew lalu memandang ke arah Josh. Ia terlihat bepikir sejenak sebelum mengutarakan ide miliknya kepada Josh.
"Josh, bolehkah aku bertanya sesuatu."
__ADS_1
"Memangnya apa yang ingin Kau tanyakan, Bos?"
"Kau tidak perlu memanggilku Bos. Cukup panggil aku Matt seperti biasanya."
"Baiklah jika Kau memang berkata demikian. Jadi apa yang ingin Kau tanyakan?"
Ada rasa lega dalam diri Josh setelah mendengar bahwa Matthew tidak ingin dipanggil dengan panggilan bos. Sedikit aneh bagi Josh memanggil orang lain dengan sebutan bos. Apalagi dirinya yang sering dipanggil bos oleh orang lain.
"Apa yang dilakukan oleh mereka yang sudah lulus dari akademi?"
Matthew penasaran dengan hal ini. Jika di dunianya dulu, seseorang yang lulus dari akademi bisa bekerja pada bidang masing-masing. Ada semacam perusahaan berbagai bidang yang bisa mereka pilih. Apa pun pendidikannya, mereka bisa bekerja mulai dari menjadi buruh kasar sampai pekerja kantoran.
"Banyak, beberapa ada yang memilih menjadi tentara bayaran. Mereka akan memburu monster sesuai dengan permintaan. Beberapa ada yang bekerja pada keluarga kerajan. Beberapa juga ada yang tinggal di akademi untuk menjadi mentor. Ada pula yang menjadi petualang. Beberapa ad yang memilih menjadi pedagang, ada juga yang menjadi master tempa, master peramu obat, atau bahkan master array pemasang barier," jelas Josh.
"Memangnya, kenapa Kau bertanya ini padaku?" tanya Josh penasaran.
"Aku hanya ingin Kau mendata anak buahmu. Maksudku, murid Akademi Andradius yang bekrrja sama denganmu mencari informasi di sini. Bisakah Kau mendata apa pekerjaan yang akan mereka pilih setelah lulus?" tanya Matthew.
"Memangnya untuk apa kita melakukan itu? Itu sangat tidak penting bukan?" tanya Josh penasaran.
Menurutnya, Matthew tidak perlu melakukan hal itu. Tidak ada gunanya Matthew mengetahui apa pekerjaan dari anak buahnya yang sama-sama mengumpulkan informasi di Akademi Andradius.
"Siapa bilang itu tidak penting. Ini sangat penting. Apakah Kau tidak memiliki cita-cita tinggi? Apakah Kau sudah puas hanya bisa mengumpulkan informasi di Akademi Andradius? Apakah Kau tidak ingin menjadi orang yang mengumpulkan informasi di seluruh Benua Andradius dan memperjual belikannya?"
Entah kenapa, jantung Josh berdebar kencang mendengar ucapan Matthew mengenai dirinya yang mengetahui semua informasi di seluruh Benua Andradius dan memperjualbelikan infotmasi tersebut. Memikirkan dirinya bisa melakukan itu saja sudah sangat mendebarkan. Namun, melakukan hal itu adalah hal yang sangat mustahil dilakukan.
"Memangnya Kau tahu caranya? Lalu apa hubungannya dengan pekerjaan impian anak buahku?" tanya Josh penasaran.
__ADS_1
Jika Matthew sampai menanyakan hal ini, ada kemungkinan Matthew mengetahui sesuatu. Josh berharap Matthew bisa memberikannya petunjuk untuk mencapai hal tersebut.