Master Of Elements

Master Of Elements
ME 73


__ADS_3

Selama beberapa hari kemudian, Matthew, Jasper dan Ellie hanya fokus untuk meningkatkan kekuatan mereka. Mereka mendapatkan sumber daya yang cukup besar untuk pelatihan mereka. Mulai dari penggunaan ruangan khusus untuk mempercepat meningkatkan energi jiwa mereka, hingga pemberian kristal elemen.


Setiap hari yang Matthew dan kedua adiknya lakukan adalah menempa energi jiwa mereka. Untuk sekarang Matthew menahan dahulu mempelajari elemen baru. Kekuatan yang ia utamakan.


Sekarang ini mereka sudah resmi menjadi murid akademi. Jadi, mereka berusaha menyamai standar dasar untuk menjadi murid akademi. Meskipun mereka juga tahu bahwa beberapa minggu tidak akan membuat kekuatan mereka meningkat cepat.


Tetapi bukan Matthew namanya jika tidak menemukan cara "curang" meningkatkan kekuatan mereka. Matthew menemukan cela untuk mempercepat peningkatan kekuatan mereka.


Sebelumnya, John mengatakan bahwa energi jiwa, yang membuat seseorang bisa menggunakan elemen, diibaratkan sebagai sebuah danau besar, lalu tempat elemen diibaratkan sebagai danau kecil. Antar danau itu dihubungkan dengan sebuah sungai.


Jika sesorang ingin menjadi kuat, maka ia perlu memperluas, tidak hanya danau, tetapi juga sungainya. Itu adalah teori yang dipakai di sini.


Tetapi menurut Matthew itu tidak sepenuh benar dan juga tidak salah. Masih ada cara yang lebih efisien dari pada itu. Bagaimana dengan memperpendek jarak antara danau kecil dan danau besar? Jadi, meski sungai penghubung tidak terlalu lebar, tetapi energi yang sampai jauh lebih cepat.


Dalam teori, itu memang sangat mudah, namun itu cukup sulit terapkan. Untuk menerapkan hal itu, Matthew ratusan kali mensugesti dirinya bahwa jarak antara danau besar dan danau kecil tidak terlalu jauh.


Matthew membutuhkan konsentrasi penuh untuk hal ini. Apa yang Matthew lakukan itu membuat Jasper dan Ellie tertegun. Ini karena mereka jarang melihat Matthew menuangan semua konsentrasinya ke dalam satu bidang.


...


"Fiuh." Matthew menghembuskan nafas panjang.


"Apakah Kau sudah selesai dengan latihanmu Matt?" tanya Jasper yang melihat Matthew sudah tidak lagi memejamkan mata.


"Ya aku sudah selesai. Berapa lama aku berlatih di sini?"


Sejak memulai latihan seriusnya, Matthew tidak pernah keluar dari kamarnya. Kedua adiknya akan selalu mengantar makanan. Jadi, Matthew berlatih tanpa mendapatkan gangguan lain.


"Kau sudah melakukan latihan tertutup selama seluluh hari penuh. Kakek John tidak menyangka Kau akan melakukan latihan tertutup ketika sampai di akademi. Bagaimana proses latihanmu itu? Apakah sudah ada kemajuan?” tanya Jasper penasaran.

__ADS_1


Matthew mengangguk dengan penuh semangat.


“Ya. Aku sudah memiliki kemajuan sekarang. Aku berhasil memperpendek jarak antara kantong utama tempat energi jiwa berada, dengan tempat kita menyimpan elemen.”


“Sungguh?”


“Benar. Aku berhasil melakukannya. Kau tinggal membayangkan sebuah danau besar berisi energi jiwa di dalam dunia bawah sadarmu, lalu minta elemen-elemen yang ada membentuk sebuah perahu yang mengapung di atas danau.”


“Dengan begini, kita tidak lagi butuh menunggu energi jiwa tersalurkan. Kita juga tidak akan lagi menerima pembatasan seperti sebelumnya. Kita bisa melakukan serangan sebanyak mungkin dengan elemen tertentu asalkan danau energi jiwa kita masih ada isinya.”


“Wow. Apakah Kau sudah mencoba semua itu? Apakah itu bisa diaplikasikan sekarang?” tanya Jasper penuh semangat.


Berhasil menemukan teorinya belum tentu berhasil pula melakukannya dalam praktek. Matthew harus bisa mempraktekkan teorinya itu agar teori itu dikatakan bisa dipelajari.


“Ayo kita ke ruang latihan saja. Aku ingin mencoba kekuatan baruku.”


Keduanya lalu beranjak pergi ke ruang latihan untuk mengetes kekuatan.


“Kau sudah menyelesaikan latihan tertutupmu, Matt?” tanya Frank yang saat ini berada di depan ruang latihan.


Frank dan tetua yang lain sebelumnya sudah memperebutkan Matthew. Mereka bahkan kembali berdebat setelahnya untuk menentukan pelajaran pertama yang akan Matthew ambil. Tetapi apa yang mereka lakukan terasa sia-sia.


Hal ini karena, Matthew tiba-tiba saja mengumunkan bahwa ia akan memulai latihan tertutup untuk waktu yang tidak bisa ditentukan. Para tertua yang sebelumnya berdebat, hanya bisa diam dan membiarkan Matthew melakukan latihannya.


Para tetua tahu bahwa pengetahuan Matthew masih sangat minim mengenai dunia profesional. Tetapi, mereka memberi kesempatan Matthew untuk melakukan apa yang ia mau sampai dimulainya kembali pembelajaran di Akademi Andradius.


“Ya mentor. Aku sudah menyelesaikan latihan tertutupku. Sekarang, aku ingin mengecek seberapa besar peningkatan kekuatanku,” jawab Matthew.


“Jangan terlalu berharap besar dengan latihanmu. Itu hanya latihan sepuluh hari, apalagi Kau belum memiliki dasar yang kuat. Jika Kau ingin lebih kuat, aku dan mentor yang lain akan mengajarimu mengenai caranya. Jadi jangan sampai patah semangat,” jelas Frank.

__ADS_1


Menurut Frank, ini adalah waktu yang cocok untuk membuat Matthew mengikuti jadwal latihan yang mereka berikan. Ada kemungkinan Matthew menjadi sombong karena sudah dianggap sebagai murid jenius. Pasti Matthew berpikir dirinya bisa melakukan semuanya sendiri.


“Tentu Mentor. Setelah ini aku tidak akan lagi melakukan latihan tertutup. Aku akan mengikuti semua arahan yang kalian tetapkan.”


“Kalau begitu ayo sekarang masuk. Aku juga ingin melihat kemampuanmu Matt.”


Ruangan memanjang itu memiliki luas tiga puluh meter persegi. Di dalam ruangan itu terdapat barier yang melindungi dari serangan. Menurut John, barier tersebut bisa menahan serangan seseorang yang berada di tingkat platinum.


Jadi, sangat aman bagi Matthew mencoba kekuatannya di sini. Tidak hanya itu, ada sebuah batu seperti tugu yang berfungsi untuk mengukur kekuatan serangan seseorang. Jadi, ketika Matthew menyerang, ia bisa melihat tingkatan kekuatannya. Ini adalah salah satu cara untuk menentukan kekuatan seseorang.


Di dunia ini, menentukan kekuatan seseorang ada dua cara. Yang pertama, mereka perlu mengkonsentrasikan diri untuk mengeluarkan energi jiwa mereka ke sebuah batu yang penuh dengan rune. Lalu yang kedua, adalah menentukannya dengan melihat kekuatan serangan.


Tetapi, kebanyakan yang menjadi patokan adalah kekuatan seseorang yang dilihat dari banyaknya energi jiwa mereka. Sebelumnya, Matthew, Jasper, dan Ellie sudah mengecek besarnya energi jiwa mereka. Hasilnya sangat memuaskan untuk anak seusia mereka.


Kekuatan Matthew saat ini berada di tingkat Iron III. Lalu Jasper dan Ellie berada di tingkat Iron II. Mungkin ini berkat latihan yang mereka lakukan selama perjalana menuju ke Akademi Andradius.


Matthew lalu memfokuskan elemen yang dimilikinya untuk melakukan serangan. Kali ini Matthew akan menggunakan elemen api dalam menyerang. Matthew menggunakan setengah dari energi jiwa yang ia miliki dalam serangan ini. Ia tidak berani menggunakan lebih dari itu.


Matthew masih ingat ancaman apa yang akan terjadi jika sampai energi jiwanya habis. Setengah sudah lebih dari cukup untuk melakukan tes ini.


“Fire ball.”


Sebuah bola api yang warnanya merah kebiruan langsung menyerang tugu kecil yang ada di ruangan itu. Setelahnya, terdengar ledakan yang cukup keras.


Frank yang melihat semua itu membuka matanya lebar. Ia cukup kaget melihat apa yang dilakukan oleh Matthew.


“Ini tidak mungkin. Bagaimana bisa Kau melakukan serangan sebesar itu?”


Ketiga orang tersebut lalu melihat ke arah layar kecil yang ada di ruangan tersebut. Di sana terlihat hasil tes yang Matthew lakukan.

__ADS_1


[Kekuatan serangan Iron X]


__ADS_2