
Setelah pembicaraan yang dilakukan oleh Matthew dan keluarganya itu, hari-hari Matthew kini dipenuhi dengan latihan-latihan yang semakin intens. Pagi dan siang hari mereka melakukan latihan seperti biasa, di sore hari Jasper mengajak Matthew dan Ellie untuk melatih fisik mereka.
Kini mereka tidak hanya melakukan gerakan fisik biasa, mereka juga mulai memakai beban dalam latihan fisik. Matthew merasa stamina mereka yang bertambah karena latihan pagi dan siang mereka,membuat latihan fisik normal tidak memberikan hasil yang signifikan bagi mereka.
Awalnya mereka hanya memakai beberapa lempengan logam di kaki dengan berat setengah kilogram di setiap kaki. Namun makin lama beban yang mereka taruh kini berubah menjadi dua kilogram di setiap kaki , dan satu kilogram di setiap tangan. Mereka juga memakai rompi yang berisi beban dengan berat tiga kilogram.
Selain latihan tersebut, setelah sarapan Elisa biasanya memberikan informasi umum kepada Matthew, Jasper, dan Ellie mengenai dunia professional. Meskipun Albert dan Elisa belum mengajarkan mereka untuk menggunakan elemen, namun bagi Matthew, Jasper, dan Ellie hal itu sudah cukup dari pada tidak mendapatkan informasi sama sekali.
Hari ini Matthew berencana bertanya-tanya mengenai elemen-elemen kepada Elisa. Masih banyak hal yang ingin ia ketahui, dan kesempatan ini akan Matthew manfaatkan sebaik mungkin.
“Jadi, apakah ada yang ingin kalian tanyakan pada Ibu?” tanya Elisa memulai sesi pembelajaran mereka.
“Tentu saja Ibu. Aku memiliki banyak pertanyaan untukmu.” Ucap Matthew penuh semangat. “Aku masih penasaran dengan elemen-elemen yang ada di sekitar kita. Dari pengamatanku selama ini, di sekitar kita ada sembilan elemen. Elemen-elemen tersebut memiliki berbagai warna yaitu merah, biru, tosca, coklat, putih, hitam, hijau, emas, dan silver.”
“Sejauh ini aku hanya tau bahwa elemen berwarna merah adalah elemen api, biru adalah elemen air, tosca adalah elemen udara, coklat adalah elemen bumi, putih adalah elemen cahaya, hitam adalah elemen gelap, silver adalah elemen ruang dan emas adalah elemen petir.”
“Aku ingin tau elemen apakah yang memiliki warna hijau Ibu.”
“Di dunia ini memang terdapat Sembilan elemen. Namun,elemen-elemen tersebut terbagi menjadi beberapa katagori yaitu empat elemen dasar, empat elemen royal, dan satu elemen kehidupan. Empat elemen dasar yaitu elemen api, air, udara dan bumi. Empat elemen dasar ini sangat umum dimiliki oleh orang di dunia ini.”
“Empat elemen royal yaitu elemen cahaya, gelap, petir dan ruang. Empat elemen royal ini merupakan elemen yang cukup langka di dunia ini. Perbandingan pemilik elemen royal yaitu satu dibanding dengan sepuluh ribu. ”
“Kalian sudah mengetahui delapan elemen tersebut. Lalu mengenai kemampuan dari kedelapan elemen ini aku tidak perlu menjelaskan lagi kepada kalian lagi bukan?” tanya Elisa sembari memandangi kedua anaknya.
“Aku ingin tau kegunaan elemen ruang ibu. Setidaknya aku tau sebagian besar kegunaan elemen yang lain dari namanya. Namun, apa elemen ruang itu?” tanya Jasper.
“Pengguna elemen ruang bisa menggunakan ruang yang ada di sekitar mereka. Mereka melakukan teleportasi, serangan mereka bisa saja tidak terlihat dan tiba-tiba saja serangan itu sudah sampai di depan matamu.”
“Wow. Hebat sekali.” Suara Jasper memotong ucapan Elisa.
“Berarti aku bisa melakukan teleportasi. Bukankah ini hebat? Aku bisa dengan cepat sampai dapur tanpa berjalan jauh. Aku bisa menghemat tenagaku untuk berjalan.” Mata Jasper berbinar membayangkan kemampuan teleportasi yang bisa mempermudah mobilitasnya untuk mencari makan.
__ADS_1
“Iya itu benar sekali Jas, kita bisa menuju ke tempat makanan dengan cepat. Itu akan menghemat sekali waktu kita.” Imbuh Ellie yang memiliki pemikiran yang tidak jauh berbeda dengan Jasper sekarang.
Mendengar ucapan Jasper dan Ellie, Elisa hanya menggelengkan kepalanya. Ia tidak menyangka akan mendapatkan respon seperti itu dari mereka. Namun ada rasa lega ketika Elisa mendengar tanggapan kedua anaknya itu.
Setidaknya tidak banyak perubahan pada diri keduanya, ia masih sama seperti biasanya, meskipun sudah mengetahui bahaya yang masih mengintai mereka.
“Seriuslah sedikit Jasper. Jika kau tidak serius kau tidak akan aku beri segelas susu Cosen Cow milikku sore ini. Kau Juga Ellie, jangan mengikuti semua ucapan Jasper.” ucap Matthew.
Elisa mengelah nafas pelan. “Matthew, berhentilah menjanjikan akan memberikan makananmu kepada adikmu. Lihatlah badan adikmu dua kali lebih besar dari dirimu. Kau juga perlu makan yang banyak agar kau cepat tumbuh besar dan tidak kalah dari Ken.” Elisa mengingatkan.
Ini sudah kesekian kalinya Elisa mengingatkan Matthew. Tidak hanya Elisa, Albert pun juga sering mengingatkan Matthew, namun anak sulung mereka ini tidak mau menghiraukan ucapan orang tuanya.
“Baiklah ibu aku mengerti.” Itulah yang selalu Matthew ucapkan ketika diingatkan oleh orang tuanya, sama seperti saat ini. “Bisakah kita sekarang kembali ke topik dan meninggalkan pembicaraan tentang makanan ini?”
Elisa mengangguk pelan. “Baiklah akan Ibu lanjutkan. Sampai dimana tadi pembahasan kita?” tanya Elisa.
“Kau sudah menjelaskan kedelapan elemen Ibu. Kau belum menjelaskan tentang elemen kesembilan, elemen kehidupan.” Ucap Matthew mengingatkan.
“Beberapa orang menjadikan monster sebagai rekan mereka, beberapa menggunakan roh hutan untuk menjadi rekan mereka. Elemen ini sangat langka, dari buku yang pernah aku baca hanya ada satu dari satu juta manusia yang bisa membangkitkan elemen ini. Kebanyakan elemen ini dimiliki oleh para Elf yang tinggal di benua Spantinco”
“Elf? Jadi disini tidak hanya ada monster dan manusia, tetepi juga Elf?” tanya Matthew tiba-tiba.
“Ya tentu saja. Banyak spesies lain selain manusia di dunia ini. Benua Andradius tempat kita tinggal ini adalah benua yang dihuni oleh manusia. Benua Floternius dihuni oleh para Elf dan Barbarian. Benua Draconitius benua ini dihuni oleh para naga dan Dwarf.”
“Benua terbesar di dunia ini adalah benua Berginitius, benua itu tiga kali lebih besar dari benua Andradius. Kalian bisa menemukan semua ras tinggal di sana. Masih ada benua lainnya yang ada di dunia ini. Kalian bisa mengetahui semua itu nantinya jika kami mengirim kalian ke Akademi Andradius.”
Matthew tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari ibunya. Ia tidak menyangka bahwa di dunia ini ada ras lain selain manusia. Sayang sekali ras-ras tersebut tidak berada di benua yang sama dengannya.
Jika berada di satu benua kemungkinan untuk bertemu mereka sangat besar. Matthew ingin sekali menemui ras-ras lain selain manusia, ia ingin mengetahui apakah pengetahuannya tentang ras-ras tersebut sama seperti ras-ras yang ada di dunia ini.
“Aku tidak menyangka di dunia ini memiliki banyak ras.” Ucap Matthew.
__ADS_1
“Apakah kau pernah bertemu dengan mereka ibu?” tanya Ellie penasaran.
“Tidak. Jika kita ingin bertemu mereka, kita harus datang ke benua lain. Untuk datang ke benua lain sangatlah sulit. Jalur laut sangat berbahaya. Monster-monster yang ada di laut lebih berbahaya dari pada monster yang ada di darat”
“Tidak banyak yang tahu jalur yang aman untuk melakukan perjalanan. Jika kita salah pilih jalur, bisa saja kita bertemu dengan monster tingkat diamond, atau bahkan demigod di lautan. Jadi, aku tidak pernah memiliki kesempatan untuk pergi ke benua lain.”
“Ah, sayang sekali. Padahal aku penasaran seperti apa ras lain selain manusia itu.” ucap Ellie.
“Sudahlah kalian tidak perlu memikirkan hal tersebut untuk saat ini. Yang perlu kalian lakukan hanyalah fokus pada latihan kalian saat ini. Kalian hanya harus fokus untuk memperkuat tubuh kalian. Jangan memikirkan hal yang lain.” Ucap Elisa.
“Tapi Ibu, bukankah kami akan jauh lebih kuat jika kami bisa menggunakan elemen? Kenapa kalian tidak mengajarkan cara penggunaan elemen kepada kami?” tanya Jasper.
Elisa memandangi wajah kedua anaknya. Terpancar raut wajah penuh harap di wajah mereka. Akhir-akhir ini keduanya memang sering menanyakan perihal cara menggunakan elemen kepada Elisa maupun Albert. Namun kedua orang itu belum juga memberikan respon kepada anak mereka.
Elisa mengela nafas. “Sebenarnya kami ingin mengajarkan kalian bagaimana caranya menggunakan elemen. Namun hal itu malah akan mengeskpos kemampuan kalian kepada organisasi gelap itu. jika kalian menggunakan elemen, maka kalian akan menghasilkan sebuah gelombang elemen. Setiap orang memiliki gelombang elemen yang berbeda-beda.”
“Jadi, jika mereka merasakan ada gelombang elemen yang asing di rumah ini, maka itu sama saja dengan mengundang mereka. Jika kalian hanya berlatih mengumpulkan elemen dan berlatih pernafasan, kalian tidak akan mengakibatkan timbulnya gelombang elemen itu.”
“Kalian sangat mudah dalam mempelajari hal baru. Aku yakin jika kami mengajarkan kalian bagaimana cara untuk menggunakan elemen kalian akan menguasainya dalam beberapa hari. Lalu kalian yang masih dalam proses belajar menggunakan elemen tidak akan bisa mengontrol gelombang elemen yang timbul. Jadi kami mengijinkan kalian untuk melakukan latihan dasar.” Jelas Elisa.
Ketiga anak tersebut terdiam mendengar penjelasan Elisa. “Jadi, kita hanya bisa melakukan latihan seperti biasa? Apa tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan Ibu? Apa kita hanya bisa menunggu dengan penuh kecemasan. Berharap mereka mengalihkan perhatian mereka dari kita?” ucap Matthew frustrasi.
Matthew lelah memikirkan bahwa mereka hanya bisa menunggu. Menunggu tanpa kepastian seperti ini makin lama bisa membuat Matthew stres. Belum tentu juga ketika mereka diam tidak melakukan apa-apa seperti ini organisasi itu tidak lagi mengawasi mereka.
Matthew merasa bahwa keluarganya dipermainkan oleh organisasi itu. Matthew merasa jika mereka hanya menunggu seperti ini, sama saja dengan menempatkan keselamatan keluarga mereka di tangan organisasi gelap itu. Matthew merasa mereka seolah-olah seperti ikan yang berada di atas talenan, mereka bisa kapan saja dipenggal oleh organisasi gelap itu.
Matthew ingin keluarganya melakukan sesuatu. Setidaknya mereka gagal dalam mencoba dari pada mereka harus melakukan kegagalan tanpa mencoba melakukan apapun. Dengan mencoba mungkin saja mereka menemukan kesempatan untuk bisa lolos dari pengawasan organisasi gelap itu.
“Kami juga masih memikirkan hal itu Matthew. Selama kita menunggu selama dua tahun lagi, akan ada kemungkinan-kemungkinan yang bisa merubah semuanya. Kami masih memikirkan yang terbaik untuk kalian.”
“Ayah kalian masih mencaritahu tingkatan dari orang yang sedang mengawasi rumah kita, berapa banyak mereka, dan kemungkinan bantuan dari organisasi gelap itu yang bisa saja datang kapan saja. Mereka berada di sisi kegelapan dan kita berada di sisi terang. Mereka bisa mengawasi kita dengan mudah tapi sulit bagi kita untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang mereka.”
__ADS_1
“Bersabarlah sedikit lagi.”