
“Tentu saja ada hubungannya. Kau bisa menyebar anak buahmu keseluruh penjuru Benua Andradius untuk mengumpulkan informasi. Tentu saja jika mereka aktif mengumpulkan informasi secara langsung, orang-orang akan mencurigai mereka.”
“Namun, bagaimana jika mereka mengumpulkan informasi secara tidak langsung? Lalu, nanti Kau bisa mengirim surat satu sama lain untuk membagi informasi itu. Bukankah itu akan membuatmu bisa menguasai informasi di seluruh benua?”
“Misalnya saja salah satu anak buahmu menjadi seorang tentara bayaran, dia bisa mengumpulkan informasi di kedai tempat para tentara bayaran berkumpul. Aku yakin akan banyak yang menyebarkan gosip di sana. Lima puluh persen gosip yang beredar di kedai adalah kebenaran.”
“Lalu, misal ada anak buahmu yang memilih membuat karavan pedagang, ia bisa mengumpulkan informasi selama perjalanannya. Tidak hanya itu, mereka juga bisa menjadi orang yang bertugas menukar informasi dari satu kota ke kota lain.”
“Kau juga bisa mempekerjakan orang biasa untuk mengumpulkan informasi. Misal membuat rumah bordil. Tetapi rumah bordil ini hanya memberikan hiburan kemampuan dari para perempuan. Seperti menari, bermain musik, atau pun bernyayi.”
“Rumah bordil seperti ini sangat cocok ditaruh di ibukota kerajaan atau pun kota-kota besar. Mereka yang datang ke tempat seperti ini biasanya adalah para bangsawan atau pun orang-orang kaya. Pasti akan ada pertukaran informasi penting ketika bangsawan dan orang-orang kaya berkumpul.”
Mata Josh berbinar mendengar penjelasan Matthew. Apalagi mendengar penjelasan Matthew yang semakin lama semakin rinci. Josh sudah bisa membayangkan apa yang perlu ia lakukan hanya dari penjelasan singkat itu.
Benar kata Matthew, dirinya memiliki kesempatan untuk memperbesar kelompoknya. Jika mengikuti saran Matthew, maka mereka bisa menjadi organisasi yang cukup besar. Mereka tidak hanya mengumpulkan informasi, tetapi juga menjual jasa mengumpulkan informasi mengenai orang-orang tertentu.
“Idemu itu sangat brilian Matt. Aku tidak menyangka Kau bisa berpikir sejauh itu. Aku hanya berpikir untuk membuat kelompok kecil ini di Akademi Andradius. Lalu nanti setelah lulus, aku akan melakukan kegiatan lain dan memberikan kelompok kecil ini kepada orang lain. Tidak pernah terpikir olehku untuk membuat organisasi besar di luar sana.”
“Sekarang, aku akan mengumpulkan yang lain dan bertanya kepada mereka apakah mereka mau bergabung dengan organisasiku ketika lulus nanti. Aku juga perlu menanyakan apa yang akan mereka lakukan setelah lulus. Dengan begitu, aku nantinya bisa memiliki gambaran apa yang harus aku lakukan nantinya,” ucap Josh penuh semangat.
“Aku peri dulu. Aku yakin Kau bisa menemukan jalan kembali bukan?”
Setelah berucap demikian, Josh langsung pergi meninggalkan Matthew tanpa mempedulikan apa respon yang Matthew berikan. Melihat hal itu, Matthew hanya menggelengkan kepalanya. Ia tidak menyangka arahan kecil darinya bisa membuat Josh bersikap demikian.
“Hah sudahlah. Lebih baik aku kembali sekarang,” gumam Matthew.
…
Keesokan harinya, Matthew sudah berada di ruangan mentor, lebih tepatnya ia dan kedua adiknya sedang berada Mentor Frank. Kemungkinan besar Frank-lah yang memenangkan undian membimbing Matthew dan kedua adiknya.
__ADS_1
“Aku tidak akan membahas lebih banyak mengenai elemen. Kalian bertiga lebih menguasai elemen daripada aku. Lalu mngenai energi jiwa juga begitu. Matthew juga sudah memiliki teknik sendiri yang bisa membuat energi jiwa kalian lebih banyak dari milik orang dengan level yang sama,” ucap Frank membuka kelasnya.
“Setelah berdiskusi dengan mentor kalian yang lain, aku akan mengajarkan mengenai penggunaan rune bagi kalian. Sejauh ini, berapa banyak rune yang kalian miliki? Sejauh pengamatan yang aku lakukan, Matthew hanya memakai elemen api miliknya untuk melakukan serangan.”
“Jadi, bisakah Kau jelaskan padaku rune yang sedang Kau pakai Matthew?” tanya Frank.
Matthew tertegun mendengar ucapan Frank. Sepertinya John belum mengatakan kepada para tetua akademi mengenai dirinya yang tidak memerlukan rune untuk menggunakan elemen. Sekarang, Matthew bingung harus menjawab apa pertanyaan yang diberikan oleh Frank kepadanya.
“Kenapa Kau tidak menjawabnya? Apakah Kau kesulitan menjelaskannya? Kalau begitu, coba gambarkan saja rune milikmu itu,” pinta Frank.
Frank pikir Matthew hanya tidak bisa menjelaskan mengenai rune miliknya. Beberapa orang juga seperti ini. Mereka lebih mudah memahami sesuatu. Tetapi untuk menjelaskan apa yang mereka pahami kepada orang lain cukuplah sulit.
Frank yang sudah memiliki pengalaman menjadi mentor selama puluhan tahun sudah banyak menemukan kasus seperti ini. Jadi, dia tidak langsung memaksa Matthew untuk menunjukkan rune yang dia miliki. Lebih baik pelan-pelan membimbing Matthew untuk menjelaskan rune miliknya.
“Maaf, Mentor Frank. Bukannya aku tidak bisa menjelaskan rune apa yang aku miliki. Hanya saja, aku dan adik-adikku tidak memiliki rune. Selama ini aku menggunakan elemen tanpa bantuan rune,” jelas Matthew pada akhirnya.
“Apa? Kau menggunakan elemen tanpa bantuan rune?” tanya Frank kaget.
“Bagaimana Kau bisa melakukannya? Siapa yang mengajarimu hal ini?”
Matthew hanya terdiam. Ia tidak langsung menjawab pertanyaan Frank yang satu ini. Hal itu membuat pemikiran Frank melebar ke mana-mana. Ia lalu menyimpulkan sesuatu dari semua yang sudah Matthew lakukan.
“Jangan bilang Kau menciptakan sendiri teknik ini?”
“Ya, bisa dibilang seperti itu. Ini adalah satu kesatuan dengan teknik milikku dalam mengumpulkan elemen.”
“Kau benar-benar seperti monster sekarang. Apa Kau tahu, tidak ada satu pun manusia yang bisa melakukan sihir tanpa menggunakan bantuan rune. Hanya para monster saja yang bisa menggunakan elemen tanpa rune,” jelas Frank.
Matthew baru tahu hal ini. Ia kira semua makhluk hidup di dunia ini membutuhkan rune untuk melakukan serangan elemen. Matthew tidak menyangka monster tidak membutuhkan rune dalam melakukan serangan.
__ADS_1
Bisa dibilang, selama Matthew berada di dunia ini, ia belum pernah melihat secara langsung monster menyerang dengan elemen yang mereka punya. Hal ini membuat Matthew menjadi penasaran mengenai cara kerja penggunaan elemen untuk menyerang yang dilakukan oleh para monster. Apakah cara mereka menggunakan elemen sama? Ataukah berbeda?
“Ini benar-benar gila. Aku dan yang lain jelas senang menjadi mentor seorang murid genius sepertimu. Kau nanti akan menjadi orang hebat, dan kami akan ikut terkenal. Namun, itu juga membuat kami malu.”
“Tidak ada yang bisa kami ajarkan padamu. Teknik yang Kau miliki, sangat berbeda dengan yang kami miliki. Bahkan Kau tidak memerlukan rune untuk menyerang, dan masih bisa memberikan serangan besar.”
“Sekarang, apa yang akan kami ajarkan padamu? Apa kami hanya akan menjadi mentor sekedar nama saja?” tanya Frank frustasi.
Frank pikir ia dan mentor yang lain bisa dikenal sebagai mentor seorang yang hebat suatu hari nanti. Potensi yang dimiliki oleh Matthew cukuplah besar. Jadi, mereka sebagai mentor akan terangkat namanya.
Namun, mereka salah, sangat salah. Matthew dan kedua adiknya tidak seperti yang mereka bayangkan. Tanpa bantuan mereka pun, Frank yakin ketiga anak ini bisa menjadi orang hebat suatu hari nanti.
Jika bukan karena Black Shadow yang mengganggu ketentraman hidup keluarga mereka, Frank bisa menebak Sebastian dan Amore tidak akan pernah mengirim anak-anak mereka ke Akademi Andradius.
“Bukankah Kau bisa mengajari kami yang lain mentor?” tanya Jasper tiba-tiba.
“Maksudku, jika Kau memang tidak bisa mengajari kami dalam memperkuat diri, Kau masih bisa mengajari kami yang lain bukan? Misalnya meramu obat, membuat barier, atau bahkan menempa senjata. Tentu ada di antara kalian yang bisa melakukan hal ini bukan?”
Ucapan Jasper ini memberikan angin segar kepada Frank yang sebelumnya merasa frustasi. Benar kata Jasper, ia masih bisa mengjarkan hal lain kepada anak-anak ini. Jika teknik miliknya tidak bisa mereka pelajari, maka keahlian lain yang ia miliki akan ia ajarkan kepada anak-anak ini.
Dengan begitu, ketika mereka menjadi orang terkenal nantinya, Frank dan tetua yang lain masih bisa mengangkat kepala mereka tinggi-tinggi dan mengumumkan kepada dunia bahwa orang-orang hebat itu adalah murid yang mereka mentori.
“Ah … Kau benar Jasper. Aku masih bisa mengajarkan kalian ilmuku yang lain. Kalau begitu, aku akan mendiskusikan lagi dengan tetua yang lain mengenai hal ini. Meningkatkan kekuatan kalian adalah yang utama. Jadi, kita tidak bisa mengganggu jadwal berlatih kalian dengan mengajarkan kemampuan sampingan yang kami miliki.”
“Sekarang, kalian fokuslah memperkuat diri. Aku memberi kalian target, dalam satu tahun kalian harus bisa mencapai tingkat bronze. Apakah kalian bisa melakukannya?”
“Aku tidak bisa menjanjikan hal itu. Namun, aku akan berusaha lebih keras untuk mencapai hal itu,” jawab Ellie.
“Aku juga akan berusaha dengan keras. Mentor Frank,” imbuh Jasper.
__ADS_1
“Kami tidak akan bersantai dalam hal ini, Mentor Frank. Jadi Kau bisa tenang.”