Master Of Elements

Master Of Elements
ME 43 Energi Jiwa


__ADS_3

Tom membawa mereka berjalan melewati ruangan ruangan yang ada di sana. Matthew pikir bangunan tempat mereka berada ini tidak terlalu panjang.  Namun nyatanya cukup panjang.


Sejauh ini, Matthew memang hanya sampai di ruangan nomer sembilan. Sekarang ini Matthew bisa melihat ruangan bernomor enam belas. Bahkan ini masih ada ruangan lagi.


Ini bukan bangunan di mana ruangan bernomor ganjil berhadapan dengan ruangan bernomor genap. Tetapi ruangan yang ada di sini bersebelahan satu dengan yang lainnya. Setelah beberapa saat, jalan di depan mereka buntu. Ruangan terakhir yang Matthew lihat memiliki nomor dua puluh tujuh. Cukup panjang memang.


Tom kemudian membuka ruangan bernomor dua puluh tujuh tersebut, dan masuk kesana yang kemudian diikuti oleh keempat orang dibelakangnya. Ruangan itu terlihat cukup berantakan. Dengan beberapa barang ditumpuk di atas rak dengan tidak rapi. Beberapa juga terlihat berserakan di lantai. Kebanyakan dari barang-barang tersebut disimpan di dalam kotak kayu.


Tom kemudian berajalan menuju sudut ruangan. Di sana ia kemudian menarik sebuah lampu yang menempel di dinding. Setelah itu, sebuah pintu rahasia terbuka. Pintu itu cukup gelap. Hanya ada beberapa pencahayaan yang membuat suasana lorong tersebut temaram.


“Wow, Tuan Kau memiliki pintu rahasia? Jadi ini cara yang Kau lakukan untuk keluar dari kota tanpa melewati pintu gerbang. Aku kira kita akan meminta Kakek John untuk membawa kita berteleportasi keluar dari kota.” tanya Jasper dengan mata berbinar.


“Ya tentu saja. Ini adalah caraku untuk membawa kalian keluar dari Kota Suiria tanpa melewati gerbang Kota. Kita kan menggunakan cara konvensional. Tidak akan ada penggunaan elemen.” Ucap Tom yang mulai memasuki jalan rahasia tersebut.


Mereka berjalan memasuki lorong tersebut. Dua belas meter setelah mereka berjalan, ada sebuah tangga yang membawa mereka ke bawah. Mungkin mereka akan lewat di bawah bangunan bangunan yang ada. Tangga itu cukup dalam, mungkin itu sedalam lima belas hingga dua puluh meter di bawah permukaan tanah.


“Kita tidak bisa meminta John berteleportasi, flukstuasi elemen akan membuat kita mudah diketahui. Lebih baik menggunakan cara yang seperti ini. Cara konvensional seperti ini masih sangat berguna. Jadi jangan terlalu mengandalkan elemen yang kalian punya.” Ucap Tom melajutkan percakannya dengan Jasper tadi.


“Apa yang dikatakan oleh Tom itu benar. Sebisa mungkin kita tidak bergantung dengan kemampuan yang kita punya. Jika bisa dilakukan dengan cara konvensional tentu kita harus melakukannya. Jika Kau terlalu bergantung dengan kemampuan elemenmu, jika Kau terlalu memaksa, itu bisa merusak semuanya. Kalian bisa saja kehilangan elemen yang kalian punya.”

__ADS_1


Matthew mengernyitkan dahinya mendengar hal itu. “Kehilangan elemen? Kenapa bisa seperti itu? Apa karena kita sering menggunakannya? Bukankah dengan sering menggunakannya maka kita akan lebih lihai dalam menggunakan elemen. Tingkat kemahiran kita juga akan semakin meningkat bukan?” tanya Matthew.


Bukankah logikanya seperti itu? Semakin sering menggunakan itu sama halnya kita tengah melatihnya. Logikanya semakin kita sering berlatih bukankah kita akan semakin mahir melakukan sesuatu?


Lalu kenapa Tom dan John berkata bahwa jika kita terlalu sering menggunakannya, bisa saja kita kehilangan elemen kita? Matthew tidak paham dengan hal itu. Apakah ada alasan dibalik perkataan tersebut?


“Dalam menggunakan elemen, kita perlu yang namanya energy jiwa. Setiap elemen memiliki energi jiwa masing-masing. Bisa dibilang, setiap energy jiwa yang kita pakai untuk menggerakkan elemen itu merupakan danau-danau kecil, yang terhubung dengan aliran suangai, yag nantinya akan bermuara di danau besar.”


“Sejak kecil kita berusaha memperluas danau yang kita miliki dan kemudian mengisinya dengan energi jiwa yang sesuai dengan elemen yang lebih besar. Ada yang mengatakan bahwa seseorang sebenarnya memiliki seluruh danau energi jiwa untuk setiap elemen.”


Matthew mendengarkan dengan seksama penjelasan dari John. Ini adalah pertama kalinya dirinya mendengarkan penjelasan mengenai energi jiwa. Matthew ingin memahami apa sebenarnya energi jiwa itu.


Jika dirinya paham, kemungkinan besar akan mudah baginya mmepelajari banyak elemen. Tidak hanya itu, kebingungannya karena terbatasnya pemakaian elemen juga akan terjawab. Matthew juga meminta kedua adiknya melakukan yang sama. Supaya mereka juga memahami konsep ini.


“Inilah yang menyebabkan adanya orang yang terjun didunia profesional, tetapi tidak mengalami kemajuan. Ini jugalah yang membuat seseorang sulit memiliki elemen baru.”


Ketika berucap demikian, John memandangi Matthew dan kedua adiknya dengan seksama. Mereka bertiga memiliki kemampuan yang luar biasa sehinga memiliki banyak elemen semuda itu. John sendiri mulai merasakan keberadaan elemen ruang dalam diri Matthew melalui flutuasi elemen.


“Meski seseorang bisa membuat danau yang besar, setiap orang belum tentu juga bisa mengisi penuh danau yang mereka buat. Beberapa akan berhenti meski mereka terus berusaha sekuat tenaga. Entah mereka gagal memperluas danau, atau gagal dalam mengisinya.” Jelas John membuat pengandaian.

__ADS_1


“Lalu selama kita memakai elemen, kita seolah mengambil energi jiwa yang tersimpan di danau tersebut. Jika Kau masih bisa konstan mengisi dan mengambilnya, mungkin itu tidak akan masalah.”


“Tetapi ketika Kau sudah kesulitan untuk mengisi kembali, jika Kau terus menggunakannya maka semuanya akan habis. Kau tidak akan bisa lagi memakai elemen karena elemen itu memang sudah tidak ada lagi di dalam dirimu.” Imbuh Tom.


Mendengar hal itu Matthew mengangguk mengerti. Jadi kepemilikan elemen itu tidak mutlak. Seseorang bisa saja kehilangan elemen mereka jika terlalu memaksakan menggunakan elemen yang mereka punya.


Mungkin ini juga alasan lain kenapa John tidak membawa mereka berteleportasi selama perjalanan ini. Selain fluktuasi elemen ini adalah alasan lain.


Semua penjelasan ini juga memberikan sebuah arah baru untuk Matthew meningkatkan kekuatannya. Pengandaian yang diberikan oleh John cukup mempermudahnya dalam memahami semuanya.


Sekarang Matthew tahu bahwa alasan dirinya tidak bisa menggunakan elemen lebih dari dua jika melakukan serangan biasa, atau hanya satu kali jika serangan besar, itu ada kaitannya dengan daya tampung dari danau energi jiwa yang ia miliki.


Ada kemungkinan danau besar yang John maksud yang menyalurkan seluruh energi jiwa, merupakan sebuah bendungan besar.  Pintu pada bendungannya masihlah mengalirkan energi dalam jumlah kecil.


Jika Matthew ingin menggunakan elemennya tanpa batas, maka ia perlu memusatkan energi jiwanya ke satu elemen. Tetapi sebelum itu ia lakukan, Matthew perlu memperbanyak energi jiwa yang bisa ia simpan di bendungan miliknya.


Jika bendungannya luas dan isinya melimpah, Matthew bisa melakukan banyak serangan seperti yang ia inginkan.


“Lalu Kakek John, bagaimana caranya agar kita bisa menyerap energi jiwa? Selama ini orang tuaku belum memberitahu mengenai energi jiwa. Bagaimana kami mendapatkan semua itu?” Tanya Matthew meminta penjelasan lebih lengkap.

__ADS_1


“Itu karena belum saatnya bagimu memahami semua ini. Jadi orang tuamu tidak memberitahumu mengenai hal ini. Sebenarnya, sekarang pun belum saatnya kalian mengetahui ini. Tetapi, aku akan membuat pengecualian untuk kalian.”


John masih ingat bahwa sebelum ini Matthew sudah membunuh seorang bandit dengan menggunakan elemen. Ia tidak tahu bagaimana anak itu melakukannya. Yang jelas, sekarang dirinya harus memberikan pembelajaran agar lebih memahami tentang dunia profesional dan tidak salah dalam membuat keputusan.


__ADS_2