Master Of Elements

Master Of Elements
ME 89


__ADS_3

"Akhirnya kita berhasil mengalahkan monster pertama kita," ucap Ellie yang sekarang terduduk di tanah. Napasnya sedikit memendek. Rupanya pertarungan kali ini cukup menguras tenaganya.


"Pertarungan ini cukup menyulitkan. Aku kehilangan banyak tenaga untuk bisa mengalahkan satu monster saja."


"Itu berarti, Kau harus bisa mengatur dengan baik energi jiwa yang Kau pakai dalam bertarung. Jika Kau menggunakannya tanpa perhitungan, maka Kau tidak akan memiliki kekuatan untuk menyelesaikan pertarungan. Bisa saja musuhmu masih memiliki banyak tenaga bukan? Jika seperti itu, sama saja dengan Kau ikan yang berada di talenan, Kau siap kapan saja untuk dipotong,” jelas Leonard.


“Kekuatan kalian jika digabungkan lebih kuat dari musuh, tetapi pengalaman kalian tidak ada. Jelas kalian akan dikalahkan dengan mudah. Namun, untuk pertarungan pertama ini, kalian sudah melakukannya dengan baik,” imbuh Leonard.


“Sekarang kalian beristirahatlah dan kumpulkan kembali energi kalian. Kita masih berada di Hutan Nordrhein. Jadi, monster bisa datang menyerang kapan saja.”


Apa yang dikatakan Leonard ada benarnya. Matthew dan yang lainnya tidak memiliki kemampuan bertarung. Mereka memang memiliki kekuatan yang cukup besar, tetapi tidak tahu cara terbaik menggunakannya.


Menghadapi satu musuh saja mereka harus menghabiskan cukup banyak tenaga. Padahal itu adalah pertarungan satu lawan empat. Jika yang mereka hadapi ini adalah monster yang tinggal dalam kawanan, sudah pasti mereka tidak akan bisa selamat.


“Leo, apakah Moon Wolf adalah monster yang tinggal dalam kawanan?” tanya Matthew.


Jika Moon Wolf adalah monster yang tinggal dalam kawanan, ini berarti di dekat mereka ada Moon Wolf lain yang mungkin saja sedang mengintai keberadaan mereka. Ini akan sangat berbahaya. Matthew dan yang lain kehilangan cukup banyak energi jiwa dalam pertarungan tadi. Jadi mereka tidak akan bisa bertarung dengan maksimal setelah ini.


“Ya, Moon Wolf memang monster yang tinggal dalam kawanan. Aku tahu apa yang Kau khawatirkan Matt. Namun, kalian juga harus bersyukur Moon Wolf yang kalian hadapi belum sempat untuk memanggil kawanannya. Jika ia sempat melolong dan memanggil kawanannya, sudah pasti sekarang banyak Moon Wolf yang mengelilingi kita.”


“Oleh karena itu, sekarang cepat pulihkan sebanyak mungkin energi kalian selagi aku membereskan bangkai dari Moon Wolf ini. Setelah itu kita harus segera pergi. Darah dari Moon Wolf ini akan menarik perhatian monster lain. Atau bahkan kawanannya.”


Mendengar peringatan Leonard, Matthew dan yang lain langsung bermeditasi untuk mengumpulkan kembali energi jiwa yang sebelumnya mereka pakai. Sementara itu, Leonard mendekati mayat Moon Wolf. Ia mengeluarkan pisau dan mulai membedah mayat tersebut.


Ada beberapa bagian tubuh dari Moon Wolf yang bisa dijual. Tentu saja dari bagian tubuh yang lain, inti monster adalah yang termahal. Masih ada jantung, hati, dan ginjal dari Moon Wolf yang masih bisa dijual. Beberapa dijadikan sebagai bahan obat, beberapa dijadikan sebagai bahan makanan.

__ADS_1


Leonard memerlukan lima belas menit untuk membedah tubuh Moon Wolf, ia sudah terbiasa melakukan hal ini. Jika Matthew atau yang lain melakukan ini, pasti mereka membutuhkan waktu hampir satu jam untuk menyelesaikan satu Moon Wolf. Ini karena mereka tidak memiliki pengalaman dalam membedah monster.


“Apakah kalian sudah selesai?” tanya Leonard.


“Ya. Meski energi kami belum sepenuhnya terisi, tetapi ini lebih baik daripada sebelumnya.”


“Bagus. Kita akan pergi sekarang.”


“Leonard, Kau tengah menebarkan apa?” tanya Clarissa, melihat Leonard menaburkan beberapa bubuk di sekitar tempat pertarungan mereka, terutama di mayat Moon Wolf yang sudah tidak berbentuk.


“Ini adalah bubuk bunga veloon. Bunga ini bisa memiliki bau yang cukup tajam bagi para monster, mereka tidak menyukai bau bunga ini. Jadi dengan menebar bubuk bunga veloon bau kita akan tersamarkan. Dengan begini, jika kawanan moon wolf datang kemari, mereka tidak akan mencium bau kita.”


“Aku dengar dari mentorku bahwa bunga ini sering ditanam di desa-desa kecil untuk mengelabuhi monster. Dengan adanya bunga veloon, maka bau manusia akan tersamarkan.”


“Sekarang ayo kita pergi dari sini. Kita akan mencari monster lain untuk kalian jadikan lawan tanding berlatih.”


Beberapa jam selanjutnya Matthew dan yang lain menulusuri Hutan Nordrhein. Jika ada monster, maka mereka akan melawannya. Tentu saja Leonard tetap mengawasi dan tidak ikut dalam pertarungan. Sejauh ini Matthew dan yang lain masih bisa mengatasi monster yang mereka temui di Hutan Nordrhein.


Perlahan, kekompakan antara Matthew, Jasper, Ellie, dan Clarissa dalam bertarung mulai terbentuk setelah mereka menghadapi monster ketiga mereka. Selain kekompakan, mereka berempat juga mulai bisa mengetahui penggunaan energi jiwa yang pas dalam melakukan serangan.


“Ini sangat melelahkan. Kita sudah bertarung dengan lima monster sekarang. Apakah kita akan tetap melanjutkan perjalanan?” tanya Jasper yang sekarang ini bersandar di sebuah pohon.


Matthew dan yang lainnya baru selesai membunuh kawanan monster yang mirip seperti tikus. Bangkai mereka masih bergeletakan di sana sini. Monster yang memiliki nama muloe itu memang tidak terlalu kuat. Dalam kawanan yang mereka hadapi, muloe terkuat hanya berada di level Iron VIII.


Namun, jumlah muloe yang cukup banyaklah yang membuat Matthew dan yang lainnya perlu mengeluarkan tenaga ekstra dalam membasmi muloe tersebut. Setelah menghadapi para muloe barulah Matthew tahu susahnya menghadapi monster yang hidup dengan kawanan.

__ADS_1


“Lebih baik kita mencari tempat berkemah sekarang. Lihat langit sudah mulai menggelap sekarang. Aku yakin setengah jam lagi malam akan tiba. Pada malam hari, Hutan Nordrhein akan sangat berbahaya. Banyak monster yang memulai aktivitas berburu mereka pada malam hari. Dengan keadaan yang gelap, kita bisa kapan saja disergap oleh para monster,” jelas Leonard.


“Baguslah. Sekarang aku juga sangat lapar. Aku ingin segera memakan bekal makananku” jawab Ellie.


“Andai saja aroma masakan tidak akan mengundang para monster itu, aku pasti akan meminta Matthew memasak,” sahut Jasper.


Mereka berlima pun melanjutkan perjalanan. Hari yang semakin gelap membuat mereka semakin meningkatkan kewaspadaan. Pada akhirnya, kelima orang tersebut menemukan sebuah area lapang di tengah hutan.


“Kita akan menginap di sini saja. Meski tempat ini tidak sepenuhnya aman, tetapi ini lebih baik daripada mendirikan tenda di dekat pepohonan. Di tepian Hutan Nordrhein kalian akan jarang menemukan gua. Namun, di area terdalam hutan, cukup banyak gua yang bisa kalian temukan.”


“Gua adalah tempat yang paling cocok dan mudah dipertahankan jika kalian menginap di dalam hutan. Jika menginap di dalam gua, seseorang hanya perlu mengawasi pintu gua. Bahaya hanya akan dari sana. Tentu saja setelah memastikan gua tersebut tidak dihuni oleh monster. Namun, di tempat seperti ini, serangan monster bisa datang dari mana saja,” jelas Leonard.


“Soal itu, serahkan saja padaku, Leo. Aku bisa memasang barier pelindung di sekitar perkemahan kita. Meski barier milikku hanya mampu menahan serangan dari monster tingkat Bronze III ke bawah, tetapi itu lebih baik daripada tidak ada pelindung sama sekali. Jika ada yang menyerang barier pelindung, setidaknya kita akan tahu dan bisa melakukan sedikit persiapan,” ucap Matthew.


“Eh … Kau sudah mempelajari teknik membuat aray? Jika begini, kita bisa lebih tenang berada di sini. Setidaknya, tidak akan ada monster yang mengendap-endap memasuki perkemahan kita. Kalau begitu aku akan membantumu membuat barier, Matt. Yang lain cepat dirikan tenda.”


“Baiklah.”


Kelima orang tersebut kemudian bergerak melakukan tugas masing-masing. Matthew dan Leonard bekerja sama untuk membuat Barier pelindung. Dengan menggunakan inti monster sebagai dasar, Matthew mulai membuat barier miliknya.


Di lain sisi Jasper, Ellie dan Clarissa mulai mendirikan tenda. Kali ini mereka mendirikan dua tenda yang berukuran sedang. Satu tenda untuk para laki-laki dan satu tenda untuk para perempuan. Tenda yang mereka pakai cukup mudah didirikan. Jadi, dalam waktusingkat semua bisa diselesaikan.


Bersaman dengan hal itu, barier yang dibuat oleh Matthew dengan bantuan Leonard, berhasil operasi dengan baik. Dengan demikian, rombongan Matthew bisa beristirahat dengan tenang setelah ini.


Namun, yang tidak mereka ketahui, beberapa pasang mata sudah lama mengawasi pergerakan mereka. Semenjak Matthew dan rombongannya memasuki Hutan Nordrhein, pemilik mata ini sudah mengikuti pergerakan Matthew dan yang lain. Mereka hanya menunggu waktu yang tepat untuk bisa melaksanakan rencana jahat yabg sudah mereka susun.

__ADS_1


__ADS_2