
“Kenapa Kau mengikuti Kami Draven?” tanya Jost setelah mereka sampai di Kota Archdale.
Josh tahu bahwa Draven hanya ingin mencari tahu identitas dari Matthew dan kedua adiknya. Namun, Draven biasanya menyuruh seseorang untuk mencari tahu hal ini, bukannya malah mencari tahu sendiri seperti ini. Cukup aneh sekali menurut Josh.
“Memangnya tidak boleh? Tidak ada larangan bagiku untuk mengikuti kalian bukan? Aku mengikuti kalian secara terbuka seperti ini, bukan mengintai secara sembunyi-sembunyi. Lalu, aku juga ingin membeli beberapa bahan makanan seperti kalian. Bukankah kita menuju ke arah yang sama?” tanya Draven.
Tentu saja ada alasan lain mengapa Draven mengikuti rombongan Josh. Ini karena ia merasa mengenal anak bernama Matthew serta dua saudara kembarnya. Draven yakin hari ini adalah pertemuan pertama mereka. Tetapi, ia tidak bisa menepis perasaan itu.
Jadi, Draven memilih untuk mencari tahu secara langsung siapa Matthew sebenarnya daripada menyuruh seseorang melakukan itu. Pasti ada alasan mengapa ia merasakan hal seperti ini.
“Bukankah Kau selalu diberikan jatah uang makan yang cukup oleh keluargamu? Kenapa pula Kau ikut kami membeli bahan makanan. Kau yang terbiasa dilayani dan membeli makanan di kantin, tidak mungkin memasak sendiri.”
“Memangnya tidak boleh jika aku belajar memasak. Sudahlah Josh aku tidak akan terlalu mengganggu. Mereka saja tidak protes aku ada di sini. Kenapa Kau malah protes seperti ini?”
Josh lalu memandang Matthew dan yang lain. Mereka nampak baik-baik saja. Tidak nampak sedikit pun rasa risih di wajah mereka. Semua nampak baik-baik saja. Meski begitu, Josh tetap ingin memastikan bahwa semuanya memang baik-baik saja.
“Apa Kau tidak keberatan jika anak ini ikut?” tanya Josh sembari menunjuk ke arah Draven.
“Aku tidak masalah dengan hal itu. Berapa orang pun yang ikut, tidak terlalu menjadi masalah untukku,” jelas Matthew.
Matthew sendiri ingin mengenal lebih dekat sepupunya, Draven. Albert pernah mengatakan bahwa Keluarga Dawnson tidak menyetujui pernikahannya dengan Elisa. Tetapi, ada kemungkinan beberapa anggota Keluarga Dawnson tidak mempermasalahkan pernikahan mereka. Jadi, Matthew ingin tahu di posisi manakah Draven ini.
“Lihat bukan, dia baik-baik saja dengan semua ini. Jadi, jangan melakukan protes seperti itu,” cibir Draven.
“Aish … baiklah jika Kau ikut.”
Pada akhirnya Josh mengalah dan membiarkan Draven mengikuti mereka. Josh memimpin rombongan enam orang itu menuju ke beberapa toko bahan makanan. Banyak murid dari Akademi Andradius dengan berbagai warna jubah terlihat memadati toko-toko yang menjual bahan makanan.
“Tuan, bisakah Kau memberiku enam ratus lima puluh kilogram tepung, seratus lima puluh kilogram gandum, dan tiga ratus kilogram beras?” tanya Matthew kepada penjual bahan makanan.
Ucapan Matthew yang mengatakan jumlah pesanannya membuat Josh, Draven, dan juga Clarissa yang bersamanya memandang aneh kepada Matthew. Tidak hanya mereka, penjual bahanmakanan dan beberapa orang yang mendengar pun langsung menatap ke arah Matthew.
“Kenapa Kau membeli sebanyak itu? Ini hanya tiga bulan saja. Kau tidak perlu membeli sebanyak itu bukan?” tanya Josh heran.
__ADS_1
“Oh, aku dan kedua adikku memiliki nafsu makan yang besar. Jadi, aku harus membeli cukup banyak stok bahan makanan. Aku sendiri saja tidak yakin apa yang aku pesan tadi bisa memenuhi kebutuhan kami selama tiga bulan mendatang,” jelas Matthew.
Tiga bahan makanan tadi adalah bahan makanan yang tidak mudah busuk. Jadi, ia tidak perlu memberikan alasan bagaimana menyimpannya untuk tiga bulan ke depan. Sekarang, yang Matthew pusingkan adalah bahan makanan yang mudah basi. Bagaimana ia membeli bahan makanan itu dalam jumlah banyak tanpa membuat orang mencurigai bahwa ia memiliki kantong ruang.
“Paman, apakah aku bisa membeli sebanyak itu?” tanya Matthew sekali lagi kepada penjual bahan makanan.
“Ah ya …. Kau bisa membelinya. Tetapi, stok kami mungkin tidak bisa memenuhi permintaanmu. Mungkin tiga sampai empat hari lagi aku bisa memenuhi pesananmu itu. Apakah itu tidak masalah?”
“Tiga sampai empat hari lagi ya. Hem … kalau begitu, bisakah Paman mengirimkannya ke Akademi Andradius?”
“Tentu saja bisa. Aku biasa mengirimkan pesanan untuk kantin akademi. Jadi, aku bisa mengirimkannya ke sana. Tetapi Kau perlu membayar biaya tambahan.”
Mengirim untuk kantin akademi? Kenapa Matthew tidak memikirkan hal itu. Kantin akademi yang setiap harinya memasak untuk para murid, jelas mendapatkan pasokan makanan dari luar. Ini berarti, Matthew bisa membeli beberapa bahan makanan yang mudah membusuk melalui pensuplai makanan ini.
“Aku tidak masalah dengan hal itu. Katakan saja berapa jumlah yang aku bayar.”
Setelah menyelesaikan transaksinya, Matthew dan yang lainnya pergi dari toko bahan makanan. Namun, hanya Matthew saja yang berbelanja. Sementara Jost, Draven, atau pun Clarissa tidak ada yang berbelanja.
“Kau tidak jadi membeli bahan makan Draven?” tanya Matthew.
“Ya. Aku dan kedua adikku memang memiliki nafsu makan yang besar karena elemen ruang milik kami. Jadi, aku perlu membeli bahan makanan yang cukup banyak. Kau tahu, membeli langsung di kantin cukup menguras uang kami. Jadi, aku memilih memasak sendiri makananku.”
“Masakan Matthew sangat enak. Sebenarnya, juru masak di kantin pun masakannya masih kalah dengan masakan Matthew kalian perlu mencobanya,” ucap Jasper yang mempromosikan masakan kakaknya.
“Benarkah?”
“Kenapa pula aku berbohong. Kau bisa mencobanya setelah ini Josh. Aku jamin Kau pasti akan ketagihan.”
“Ehm … bagaimana jika setelah berbelanja ini aku mentraktir kalian masakanku. Akan aku tunjukkan bagaimana masakanku.”
“Itu ide yang bagus. Aku penasaran dengan masakanmu. Sudah diputuskan setelah ini kita ke tempatmu untuk makan,” ucap Draven.
Jelas Draven tidak mau melewatkan kesempatan ini. Ia ingin tahu mengenai Matthew dan kedua adiknya. Dengan makan bersama, Draven yakin dirinya bisa lebih mendekatkan diri kepada Matthew.
__ADS_1
“Namun, sebelum itu kita perlu membeli beberapa bahan makanan. Terutama bahan makanan yang mudah membusuk. Josh, apakah Kau tahu siapa penjual daging dan sayuran yang biasa melayani pesanan kantin akademi? Aku ingin memesan makanan dari mereka dalam jumlah besar dan dikirimkan ke akademi bersama dengan pesanan kantin.”
“Itu cukup mudah aku akan mengajakmu ke sana.”
Josh lalu membawa Matthew dan yang lain ke beberapa penjual bahan makanan yang sering menerima pesanan kantin. Apa yang Josh lakukan ini sudah memperlihatkan bagaimana dia mengetahui cukup banyak informasi, termasuk juga informasi mengenai pedagang yang bekerja sama dengan kantin akademi.
“Akhirnya selesai juga. Sekarang, kita bisa kembali ke akademi. Aku ingin segera mencicipi makananmu Matt,” ucap Josh.
“Baiklah kita kembali. Apakah tidak ada lagi yang ingin kalian beli?” tanya Matthew kepada kedua adiknya dan juga Clarissa.
“Eh itu, anu aku ingin membeli sesuatu. Tetapi, aku tidak tahu di mana aku harus membelinya,” ucap Clarissa.
“Memangnya, apa yang ingin Kau beli? Katakan saja padaku. Meski aku tidak bisa mengatakan mengetahui semua toko yang ada di sini, tetapi jika Kau mengatakan apa yang Kau cari, mungkin aku bisa menyarankan toko yang tepat,” jelas Josh dengan bangga.
“Eh itu. Aku malu mengatakannya.”
“Kenapa harus malu?”
Josh heran, memangnya ada sesuatu yang membuat malu ketika akan membelinya? Yang Josh ketahui, biasanya orang akan takut jika membeli sesuatu. Ini karena yang mereka beli adalah barang terlarang. Tetapi tidak ada yang malu ketika membeli sesuatu.
“Ah itu … kebutuhan bulanan perempuan. Apakah Kau mengetahui di mana tokonya?”
“Kebutuhan bulanan perempuan? Apa itu? Draven, apakah Kau mengetahuinya?” tanya Josh bingung.
“Aku sendiri juga tidak tahu.”
Matthew yang mendengar ucapan Clarissa tentu saja tahu apa yang dia maksud. Ia tidak menyangka bahwa Clarissa sudah memiliki tamu bulanannya. Umurnya saja baru tiga belas tahun sepertinya. Matthew sendiri tidak tahu kapan tepatnya seseorang memiliki tamu bulanan. Tetapi, ia juga perlu menyiapkan sesuatu seperti itu untuk Ellie.
Meski sekarang dia masih berusia hampir sebelas tahun, tamu bulanannya bisa datang kapan saja. Jika melakukan persiapan, Matthew tidak akan kebingungan nantinya.
“Josh, dia mencari sesuatu yang bisa menahan pendarahan seorang perempuan. Kau tahu, pendarahan setiap bulan yang mereka alami,” jelas Matthew.
Sepertinya, penjelasan Matthew ini bisa dimengerti oleh Josh. Hal ini terlihat dari muka Josh yang tiba-tiba memerah. Jelas dia sudah tahu apa yang sedang Clarissa cari. Namun, tidak hanya Josh saja yang memiliki muka mmeerah. Draven dan Clarissa juga memiliki muka memerah karena hal yang sama.
__ADS_1
Sementara itu, Jasper dan Ellie merasa bingung dengan perubahan mereka. Tiga orang itu yang awalnya baik-baik saja tiba-tiba berubah ekspresinya setelah mendengar ucapan Matthew. Memangnya, apa yang dimasud oleh Matthew?