Master Of Elements

Master Of Elements
ME 30 Latihan Di Kereta Berguncang (2)


__ADS_3

Semua yang dilakukan oleh tiga bersaudara itu tidak luput dari pengamatan John. Laki-laki itu tidak mengetahui apa yang keduanya lakukan. Setelah ia minta untuk menjadikan kondisi mereka saat ini sebagai latihan, langsung saja mereka bersemangat mencobanya. Yang sulit John terima adalah mereka bisa berhasil dengan mudahnya berkonsentrasi.


‘Apakah semudah itu sekarang untuk berlatih?’ tanya John dalam hati.


Ia ingat dulu dirinya perlu waktu berhari-hari untuk bisa berkonsentrasi dalam meditasi di tempat yang kurang nyaman. Lihat kedua bersaudara di depannya. Bagi mereka itu adalah hal yang sangat mudah.


Lalu lihat senyum lebar di bibir Jasper dan Ellie. Apa yang tengah mereka pikirkan ketika berlatih sehingga mereka tersenyum selebar itu? Mereka seolah sangat menikmati latihan yang saat ini mereka lakukan.


Bukankah selama ini orang akan memiliki wajah yang cukup serius ketika bermeditasi? Kenapa kedua anak ini seolah menjadikan meditasi sebagai hal yang menyenangkan? John ingat dirinya tidak menikmati masa-masa latihan ketika ia berusia sama seperti mereka. Saat itu ia sedikit dipaksa oleh keluarganya untuk terus berlatih.


Apa mungkin inilah yang membuat mereka berbeda dengan anak yang lain. Maksud John, mereka berhasil membangkitkan elemen sebanyak itu. Apa ini karena menikmati semua proses yang mereka jalani dalam berlatih?


Tidak lama kemudian John merasakan pergerakan elemen di sekitar ketiga anak tersebut. Teknik meditasi seperti apa yang mereka pelajari. Kenapa mereka bisa menimbulkan gejolak elemen yang cukup besar di sekitar mereka. Apakah ini adalah teknik khusus yang diberikan oleh kedua orang tua mereka?


Tetapi seingat John baik keluarga Dawnson maupun keluarga Deluce tidak memiliki teknik seperti itu. Mungkinkah itu adalah teknik baru yang ditemukan oleh Sebastian dan Amore ketika mereka melarikan diri? John sendiri tidak yakin. Yang jelas teknik meditasi yang dilakukan oleh kedua anak tersebut termasuk dalam teknik yang cukup tinggi.


Dalam teknik meditasi, baik untuk knight maupun mage, terbagi menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan tersebut yaitu tingkat rendah, tingkat sedang, tingkat menengah, tingkat tinggi dan tingkat super. Setidaknya teknik meditasi yang digunakan oleh kedua anak di depan John ini berada di tingkat tinggi atau bahkan super.


John menyimpulkan demikian karena teknik meditasi yang ia gunakan berada di tingkat menengah. Ia bisa merasakan teknik yang digunakan kedua anak di depannya ini lebih tinggi dari teknik yang ia gunakan. Sependek pengetahuannya, di benua Andradius yang tersebar hanyalah tingkat rendah hingga teknik meditasi di tingkat menengah.


John pernah membaca catatan dari Kepala Akademi Andradius yang menjabat sebelum John, yang pernah mengunjungi benua lain. Dari situ ia mengetahui bahwa di benua lain ada teknik meditasi yang lebih tinggi lagi dari teknik meditasi yang ada di benua Andradius. Kepala Akademi tersebut tidak berhasil mendapatkan teknik tersebut karena harganya yang cukup tinggi.

__ADS_1


Lalu bagimana dengan kedua anak ini? Dari mana mereka mendapatkan teknik meditasi ini? Apa Sebastian dan Amore benar-benar menemukan teknik ini ketika melarikan diri? Itu bisa saja terjadi. Bisa saja mereka menemukan makam seorang profesional dalam pelarian mereka. Itu mungkin saja terjadi.


Meskipun sangat sulit untuk melakukan perjalanan ke benua lain, itu tidak benar-benar tidak bisa dilakukan. Banyak orang yang melakukannya. Dan biasanya orang-orang tersebut memiliki kemampuan yang tinggi. Biasanya orang-orang seperti ini akan kembali ke benua asal mereka ketika mendekati akhir hayat mereka.


Orang-orang tersebut biasanya akan memilih tempat yang tersembunyi untuk mereka jadikan peristirahatan terakhir. Biasanya mereka juga meninggalkan warisan berupa teknik dan rune yang selama ini mereka kuasai. Jadi jika takdir berkehendak, seseorang yang beruntung akan menemukan makam mereka.


Beberapa dari orang-orang ini memberikan serangkaian tes kepada siapa saja yang menemukan makam mereka. Mereka ingin mewariskan apa yang mereka miliki kepada siapapun yang memilki kemapuan untuk mendapatkannya. Banyak orang yang gagal dalam melakukan tes, mereka bisa saja terluka, mengalami kecacatan, atau bahkan kematian.


Meski begitu masih banyak orang yang dengan penuh semangat mencari makam-makam seperti itu. Bukankah para pemburu awalnya dibentuk karena hal ini? Mereka akan menelusuri tempat-tempat tertentu untuk mencari makam-makam tersebut. Lalu mereka bisa memilih menelusirinya sendiri atau menjual informasi ini melalui seikat pemburu.


Tidak ada alasan lain yang bisa John pikirkan selain hal ini. Jika memang demikian, ini adalah keberuntungan bagi tiga anak di depannya. Bisa jadi, kemampuan mereka memiliki banyak elemen ada kaitannya dengan warisan yang ditemukan oleh Sebastian dan Amore. Bisa jadi.



Matthew menghentikan meditasinya ketika merasakan lapar menyerangnya. Mungkin efek pengguna elemen ruang sudah mulai menimpanya. Ia sering merasa lapar. Padahal sebelumnya ia sudah memakan dua porsi daging bakar. Tetapi sekarang ia merasa sangat lapar.


Matthew membuka matanya, terlihat kedua adiknya juga mulai membuka mata mereka. John yang berada di depan Matthew terlihat sedang tidur dengan nyenyaknya, tidak mempedulikan guncangan dari kereta.


Matthew membuka korden jendela kereta. Sepertinya mereka melewati jalan dekat hutan. Matthew bisa melihat pepohonan di sepanjang jalan. Langit juga terlihat mulai gelap. Pertanda malam semakin mendekat.


Matthew tidak mengerti kenapa mereka masih belum juga sampai di pemberhentian selanjutnya. Bukannya Paman yang tadi sudah mengatakan bahwa mereka hanya butuh waktu lima jam untuk sampai di pemberhentian selanjutnya. Namun kenapa mereka belum sampai?

__ADS_1


Seingat Matthew mereka tadi berangkat pada pukul sebelas siang. Seharusya mereka sampai di pemberhentian selanjutnya pukul empat sore. Kenapa sampai hari mulai gelap mereka belum juga sampai?


Seingat Matthew di musim panas seperti sekarang ini, langit baru akan menggelap pada pukul tujuh malam. Berarti ini sudah delapan jam mereka melakukan perjalanan. Pantas saja Matthew merasa lapar. Sepertinya kedua juga merasakan hal yang sama.


Matthew tidak mengetahui kenapa Karavan Gold Mine tidak melakukan pemberhentian. Yang jelas sepertinya malam ini mereka akan tidur di ruang terbuka. Untung sekali ini musim panas, bukan musim dingin. Udara di malam hari pada musim panas tidak sedingin itu. Hanya saja akan banyak serangga yang menganggu tidur mereka.


Matthew menyesal tidak mengambil beberapa lembar selimut sebelum berangkat. Dari semua barang yang ada di kantong ruangnya, Matthew tidak menemukan adanya selimut di sana. Sepertinya dia harus merelakan kulitnya digigit oleh serangga malam ini.


‘Apa kau punya makanan Matt?’ tanya Jasper sembari mengelus-elus perutnya. ‘Aku lapar sekali saat ini.’


‘Ibu memang menyiapkan beberapa makanan untuk kita. Tetapi aku tidak bisa memberi banyak makanan kepadamu. Kita belum tau kapan karavan ini berhenti. Bisa saja malam ini kita akan tidur di ruang terbuka, bisa saja juga karavan ini akan terus melakukan perjalanan tanpa berhenti.’ Jelas Matthew.


Matthew mengeluarkan beberapa makanan dari kantong ruangnya. Kebanyakan makanan yang disiapkan Elisa adalah roti bakar dengan isian telur di dalamnya. Lebih mirip roti isi. Matthew bisa merasakan bahwa roti yang ada di tangannya masih cukup hangat, aromanya pun masih tercium kuat. Kantong ruang ini benar-benar hebat sekali.


Melihat makanan di tangan Matthew, Jasper langsung meraih roti tersebut tanpa menunggu Matthew untuk mengulurkannya kepadanya. Tetapi Jasper kalah cepat dari Ellie. Roti tersebut sekarang sudah berpindah ke tangan Ellie.


Gadis itu langsung memberikan gigitan besar kepada roti isi tersebut tanpa mempedulikan Jasper yang terlihat kesal. Rasa lezat yang sudah sangat ia dikenali dapat Ellie rasakan ketika mengunyah makanan di tangannya. Ah masakan ibu memang benar-benar lezat.


‘Aish Kau malah merebutnya. Itu adalah roti miliku El.’ Protes Jasper melalui telepati.


Anak laki-laki itu tahu bahwa saat ini John tengah tertidur. Jadi ia tidak mau bersuara untuk mengganggunya. Apalagi Matthew sudah menceritakan bagaimana John membantunya melawan orang-orang jahat itu. Jadi, John pantas untuk beristirahat tanpa terganggu.

__ADS_1


‘Tenanglah Jas, masih ada makanan untukmu.’ Jawab Matthew yang kemudian mengeluarkan dua roti lagi.


Matthew memberikan satu roti itu untuk Jasper dan satu lagi untuknya. Sebelum melahap makanannya, Matthew bisa melihat John terbangun dari tidurnya. Sepertinya laki-laki itu terbangun karena mencium aroma dari makanan yang Matthew keluarkan.


__ADS_2