
“Jadi, jika nanti kami merasakan sedikit kesulitan mengumpulkan elemen, yang perlu kami lakukan adalah sebisa mungkin mengurangi kemampuan menggunakan elemen?”
“Ya.” John menjawab.
“Lalu apakah seseorang yang sudah kehilangan energi jiwanya tetapi dia sebenarnya masih bisa mengumpulkan energi jiwa, apakah orang itu bisa kembali menggunakan elemen?” Tanya Matthew.
“Itu akan sangat sulit. Jika energi jiwa dalam diri seseorang sudah benar-benar kering, maka akan sulit untuk mengumpulkan energi itu kembali. Meski Kau bisa mengumpulkan energi itu, belum tentu orang itu bisa menyimpannya dan menggunakannya dikemudian hari.” Jelas Tom.
“Akan sangat berbahaya bukan jika kalian yang tidak memiliki cadangan energi memulai pertarungan. Kalian sama saja dengan bunuh diri. Karena mungkin saja kalian bisa menahan satu dua serangan. Tetapi bagaimana dengan serangan selanjutnya? Tidak ada jaminan kalian bisa lolos dari bahaya.” Imbuh John.
Jadi seperti itu. Matthew masih ingat peradaiannya mengenai pengguna elemen di dunia ini. Ia mengandaikan bahwa tubuh manusia adalah sebuah ponsel, dan elemen adalah sebuah sinyal.
Sebuah ponsel yang tadinya baik-baik saja bisa saja rusak dan tidak bisa menangkap sinyal bukan? Jadi di dunia ini pasti ada kemungkinan seperti itu.
Tetapi, apakah itu juga mutlak? Ponsel rusak yang tidak bisa menangkap sinyal, biasanya masih bisa diperbaiki. Lalu bagaimana dengan seseorang yang sudah kehilangan elemen. Apakah itu benar-benar mutlak tidak bisa disembuhkan?
“Apa itu tidak bisa disembuhkan? Maksudku apakah tidak ada yang bisa kita lakukan untuk membantu seseorang yang sudah kehilangan elemennya?” tanya Matthew.
“Sampai saat ini belum ada. Alternatif yang bisa mereka lakukan adalah membangkin elemen lainnya. Namun, tidak semua orang bisa memiliki banyak elemen. Jika dari lahir mereka sudah ditakdirkan hanya memiliki satu elemen, maka jika mereka kehilangan elemen tersebut maka orang tersebut benar-benar tidak bisa ditolong. Dia akan kembali menjadi orang biasa.” Jelas John.
Matthew tidak seratus persen mempercayai ucapan John. Mungkin masih ada cara lain. Mungkin saja cara itu sebenarnya memang ada, hanya saja belum ada yang menemukannya. Bukankah cara Matthew dan kedua adiknya untuk memiliki elemen sangat berbeda dengan orang yang ada di dunia ini bukan?
__ADS_1
Jadi bisa jadi cara untuk menyembukan seseorang yang kehilangan elemennya itu masih ada. Hanya saja belum ada yang menemukannya.
“Jadi Matthew, aku tidak mau Kau gegabah dalam menggunakan elemen. Aku tahu saat ini Kau sudah bisa menggunakan elemen itu untuk melakukan penyerangan. Aku minta Kau jangan terlalu sombong dalam hal itu.”
“Jika Kau salah mengambil langkah, maka Kau akan menghancurkan masa depanmu. Mulai sekarang, sebelum Kau mendapatkan pendidikan yang lebih mendalam, jangan mencoba menggunakan elemen lagi.”
Peringatan keras John tersebut membuat keringat dingin mengalir di punggung Matthew. Ia tidak menyangka John tahu bahwa dirinya sudah bisa menggunakan elemen. Sebelumnya dia berbohong mengenai bandit yang terbunuh.
Matthew tidak mau John tahu bahwa dirinya bisa menggunakan elemen, sementara dirinya tidak memiliki rune. Itu akan membuat mereka semakin berbeda lagi dari yang lainnya. Itu juga bisa menarik rasa penasaran orang lain untuk mengetahui rahasia apa yang mereka miliki.
Sebelum Matthew bisa menjawab ucapan John, Toms sudah terlebih dahulu menyelamatnya dari rasa gugup ini.
“Kita sudah sampai.” Ucap Tom ketika mereka sudah berada di ujung lorong.
Terlihat beberpa lorong ada di gua tersebut. Matthew sama sekali tidak melihat cahaya matahari di sana. Mungkin saat ini mereka berada di gua bagian terdalam. Salah satu lorong tersebut akan membawa mereka keluar dari sini.
Meski tidak ada cahaya matahari, tetapi gua-gua tersebut diterangi oleh Kristal-kristal yang menggantung di langit langit gua. Keberadaan Kristal-kristal tersebut memperindah gua ini. Itu seperti melihat langit malam
penuh bintang.
Tetapi keindahan itu tidak lagi bisa Matthew nikmati ketika sebuah suara yang cukup keras terdengar. Itu seperti suara burung. Tetapi suara itu cukup keras. Meski ada suara itu menggema, tetapi Matthew bisa memperkirakan bahwa pemilik suara tersebut memiliki tubuh yang besar. Monster. Itu lah pemikiran pertama Matthew ketika mendengar suara tersebut.
__ADS_1
Matthew mendengar derap langkah kaki yang cukup berat dan cepat, tanda bahwa pemilik langkah kaki tersebut berukuran besar dan sekarang tengah berlari mendekat ke arah mereka. Mendengar langkah kaki itu semakin mendekat Matthew menjadi sedikit cemas.
Ia tidak mau keluar mulut singa malah masuk mulut buaya. Baru saja ia merasa mereka terbebas dari bahaya, namun sekarang ada bahaya lain yang datang. Matthew tidak mau sampai itu benar-benar terjadi.
“Apa kalian mendengarnya? Suara apa itu? Apa itu monster?” tanya Matthew.
Tom yang membelakangi Matthew membalikkan badannya dan memandanginya. Sebuah seringai jahat terlihat menghiasi bibir laki-laki tersebut.
“Ya itu monster. Itu monster yang aku persiapkan untukmu dan saudaramu. Kau kira aku akan membawa kalian pergi dari Kota Suiria? Jangan mimpi. Aku sama sekali tidak ada niatan untuk menolong kalian.”
“Lalu, apa kalian pikir John semudah itu mau menjadi pengawal kalian? Heh.” Tom mendengus pelan.
“Dia adalah seorang kepala akademi dari Akademi terbaik di Benua Andradius. Kalian kira dia akan sesenggang itu sehingga bisa mengantar kalian sampai di sini? Itu tidak mungkin. Kami sudah merencakan ini semua. Kami memiliki dendam dengan kakek kalian. Aku rasa dengan membalaskan dendam ini lewat kalian akan memberikan rasa sakit yang cukup besar bagi orang tua itu.”
“John membawa kalian kemari untuk menjadikan kalian makanan monster peliharaanku. Setelah itu, aku akan menyisahkan sedikit bagian tubuh kalian lalu aku akan membawanya kehadapan Kakek kalian. Aku ingin mendengar rasa sedih dari mulut laki-laki itu.” Ucap Tom yang masih menyeringai.
Mendengar semua itu tiba-tiba saja keringat dingin mengalir di punggung Matthew. Ia yang sebelumnya gugup, sekarang bertambah gugup lagi. Sulit baginya untuk mempercayai ucapan Tom. Tetapi apa yang diucapkan Tom bisa saja benar.
Kenapa John tiba-tiba saja mengubah rencana mereka? Bisa jadi John bukan mengubah rencananya. Tetapi laki-laki itu hanya menjalankan semua rencanannya. Lalu semua ini adalah bagian dari semua rencana John.
“Itu tidak mungkin terjadi. Kakek John tidak seperti itu. Kau tidak akan menyakiti kami bukan Kakek John?” tanya Ellie dengan suara sedikit bergetar.
__ADS_1
Ellie sediri juga tidak bisa mempercayai ucapan Tom. Kenapa laki-laki itu berbicara seperti itu? Selama perjalanan ini, John selalu baik kepada mereka. Jadi, cukup sulit bagi Ellie menerima semua ini ketika mengetahui bahwa John memiliki niat jahat kepada mereka.
Jasper tidak banyak berbicara tetapi anak laki-laki itu kini memandang Johns tajam. Jika John memang berniat jahat kepada mereka, maka Jasper akan melakukan segela yang ia bisa untuk melindungi saudaranya.