Master Of Elements

Master Of Elements
ME 61 Keluarga Morgan


__ADS_3

Beberapa orang yang ikut dalam penyergapan malam ini heran dengan perkembangan keadaan yang terjadi di depan mereka. Banyak yang berpikir bahwa mereka akan bertarung cukup hebat malam ini. Nyatanya, mereka hanya melihat pertunjukan John yang dengan mudahnya mengalahkan musuh.


“Mentor, jika Kepala Akademi bisa mengatasi semuanya sendiri, mengapa dia meminta kita datang kemari?” tanya salah seorang murid akademi yang ikut dalam penyergapan, dengan setengah berbisik.


“Kehadiran kita di sini hanya sebagai pajangan saja. Tidak ada gunanya kita di sini.” imbuhnya.


Murid tersebut langsung mendapatkan pukulan di belakang kepalanya. Tentu saja pelakunya adalah Arthur.


“Bodoh. Kepala Akademi sudah membereskan musuh yang paling kuat. Sekarang tugas kita yang mencari mereka kaki tangan dari dua orang tadi. Kau tidak mungkin mengharap Kepala Akademi melakukan semuanya sendirian bukan?”


“Sekarang bergeraklah. Selidiki siapa saja yang sudah berhubungan dengan dua orang tadi beberapa hari belakangan. Prajurit Kota Greenwood sudah menutup akses keluar masuk kota. Itu akan mempermudah pekerjaan kita.”


“Jadi segeralah bergerak untuk mencari siapa saja mereka. Terutama orang yang akan meracuni makanan yang akan kita konsumsi esok hari. Kita perlu segera menyelidiki semuanya.” perintah Arthur.


Mendengar hal itu, murid dari Akademi Andradius tersebut membungkukkan badannya ke arah Arthur. Ia lalu pergi bersama dengan yang lainnya mencari keberadaan kaki tangan dua orang tadi.


Arthur juga tidak tinggal diam. Ia sudah memiliki cukup banyak informasi mengenai dua orang tadi. Mereka adalah Ron dan Han, salah satu anggota dari Black Shadow yang sering kali bertugas untuk menculik anak-anak berbakat.


John juga sudah memberikannya informasi mengenai di mana mereka tinggal dan beberapa tempat yang kemungkinan besar keduanya kunjungi. Arthur harus bergerak cepat malam ini.


Besok ia akan melakukan tes kepada beberapa anak yang berniat mendaftarkan diri menjadi murid dari Akademi Andradius. Tidak mungkin bukan Arthur mengundur acara esok hari.


Satu persatu pasukan Kerajaan Starwood pun pergi meninggalkan Rumah Lelang Ateoviel. Malam ini akan banyak orang yang begadang untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Tidak hanya itu, akan ada beberapa orang yang hidupnya akan berubah setelah malam ini.


Beberapa orang yang melihat semua kejadian dari awal hingga akhir, kini mulai bergosip dengan teman mereka. Mereka mulai mendiskusikan apa yang sebenarnya terjadi.


Di antara beberapa orang yang melihat, ada dua orang remaja yang menampilkan wajah tidak percaya mereka. Mulut mereka menganga cukup lebar. Dua orang laki-laki yang bersama mereka mengingatkan kedua remaja itu untuk segera menutup mulut mereka.

__ADS_1


“Oliver, Alice, tutup mulut kalian. Kenapa kalian membuka mulut kalian lebar-lebar seperti itu? Kalian seperti tidak pernah melihat pertarungan saja.” ucap Edward Morgan ketika melihat respon yang diberikan oleh putra dan keponakannya.


“Ah, maafkan Kami Paman. Hanya saja Kami cukup kaget melihat laki-laki tua tadi.” jawab Alice.


“Apa kalian mengenal laki-laki tua tadi? Laki-laki yang sebelumnya bertarung itu?” Tanya Aaron, ayah Alice.


Oliver menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak Paman. Kami tidak mengenal mereka terlalu dekat. Tetapi kemarin Kami bertemu dengan mereka dan sekedar berkenalan dengan laki-laki tua itu.” jawab Oliver.


“Tiga orang anak yang bersama laki-laki tua tadilah yang Kami maksudkan Ayah, anak-anak yang mungkin bisa kita rekrut untuk bergabung dengan keluarga kita.” Jelas Alice.


“Jadi tiga anak yang kalian maksud itu adalah anak yang bersama dengan laki-laki tadi? Dan mereka cukup dekat dengan laki-laki tua itu?” Tanya Edward memastikan.


“Ya. Aku rasa mereka cukup dekat. Mereka memanggil laki-laki tua itu dengan panggilan Kakek John. Itu sudah cukup bukan untuk mengetahui bahwa hubungan mereka cukup dekat?” tanya Oliver.


“Apa Kau bilang tadi? Siapa nama laki-laki tua tadi?” tanya Aaron yang tiba-tiba seperti kehilangan kewibawaannya. Ia bahkan sampai memegang kedua pundak Oliver dan menggoyangkannya dengan cukup keras.


Mendengar jawaban keponakannya, Aaron menarik nafas panjang. Tidak hanya Aaron saja, Edward Kakaknya juga melakukan hal yang sama. Ia menarik nafas panjang untuk menenangkan diri.


“Kalian, apakah kalian sudah mengatakan kepada mereka bahwa kalian meminta ketiga anak itu untuk bergabung dengan keluarga kita?” tanya Edward dengan suara yang sedikit gemetaran.


Oliver dan Alice cukup heran melihat respon yang diberikan oleh Edward dan Aaron. Menurut Oliver dan Alice, respon dua orang laki-laki dewasa itu cukup berlebihan.


Beberapa orang yang ikut menyaksikan pertarungan tadi saja tidak ada yang memberikan respon seperti yang Edward dan Aaron berikan.


“Belum. Kami belum mengatakan apa pun kepada mereka. Kami ingin mendiskusikan ini terlebih dahulu dengan kalian.”


Jawaban dari Alice tersebut seakan memberikan angin sejuk kepada Edward dan Aaron. Keduanya langsung bernafas lega. Apa yang mereka khawatirkan tidak terjadi.

__ADS_1


“Syukurlah kalian belum mengatakan penawaran itu kepada mereka.”


“Memangnya kenapa Ayah? Sebenarnya siapa laki-laki tua tadi? Kenapa kalian seakan was-was ketika membicarakannya.” Tanya Oliver heran.


“Kemungkinan besar laki-laki tua itu adalah John Gallagher, Kepala Akademi Andradius. Aku yakin tiga orang anak yang bersamanya itu bukanlah anak sembarangan. Ada kemungkinan mereka adalah anak jenius.”


“Aku bersyukur kalian belum menawarkan kepada mereka untuk bergabung dengan keluarga kita. Kalian jelas akan ditolak jika menawarkan hal itu. Jika hanya ditolak itu bukan masalah besar. Yang aku takutkan mereka akan tersinggung dan marah kepada kita.”


“Keluarga kita tidak sanggup untuk menghadapi orang seperti dia.” jelas Edward.


“John Gallagher?” “Kepala Akademi Andradius?” ucap Oliver dan Alice secara bersamaan.


Keduanya tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Laki-laki tua itu adalah John Gallagher, Kepala Akademi Andradius, akademi yang akan mereka masuki.


Keduanya tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan langkah seperti ini. Bertemu langsung dengan Kepala Akademi. Tidak hanya itu, kemarin mereka juga duduk semeja dengan dia.


Ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah Oliver dan Alice lupakan sepanjang hidup mereka. Bahkan, keduanya bisa menyombongkan pengalaman ini kepada orang lain. Tidak semua orang berkesempatan duduk semeja dengan seorang John Gallagher.


“Aku yakin tiga anak yang sekarang bersama dengan Kepala Akademi nantinya akan menjadi murid dari Akademi Andradius. Aku minta kalian menjaga hubungan baik dengan ketiga anak itu. Jika perlu, bantu mereka jika mereka membutuhkan bantuan.”


“Aku tidak tahu apakah mereka lebih kuat dari kalian, lebih berbakat dari kalian, yang jelas jangan jika kalian tidak bisa menjadi teman mereka, jangan membuat masalah dengan ketiga anak itu.”


“Fakta bahwa mereka cukup dekat dengan Kepala Akademi hingga diperbolehkan memanggilnya sebagai Kakek sudah cukup menjadi alasan kalian tidak boleh meremehkan mereka. Apa kalian mengerti?” Tanya Aaron.


“Mengerti Paman.” “Mengerti Ayah.” jawab Oliver dan Alice secara bersamaan.


“Lebih baik kita pulang sekarang. Kalian perlu segera beristirahat. Besok kalian masih harus mengikuti seleksi awal yang diadakan oleh Akademi Andradius. Lalu, jangan katakan pada siapa pun mengenai ketiga anak itu yang dekat dengan Kepala Akademi. Simpan rahasia itu hanya untuk diri kalian.” imbuh Edward.

__ADS_1


“Tentu Ayah.” “Aku akan mengingatnya baik-baik Paman.”


__ADS_2