Master Of Elements

Master Of Elements
ME 46 Tawaran Tom


__ADS_3

Tyson membentangkan sayapnya. Monster tersebut mengepak-kepakkan sayapnya beberapa kali sebelum kemudian melompat terbang. Awalnya monster tersebut terbang pelan.


Namun setelah elemen udara yang dimiliki monster tersebut membungkus lima orang yang duduk di punggunggunya, ia langsung melesat cepat.


Elemen udara itu membungkus lima penumpang tersebut layaknya sebuah kaca pelindung yang melindungi mereka dari gesekan udara yang terjadi.


Matthew memperhatikan semua itu. Dengan elemen milik Tyson melindungi mereka, mereka tidak akan lagi terhempas oleh angin hingga jatuh bukan?


Merasakan sensasi terbang yang terasa sangat berbeda membuat mata Jasper semakin berbinar. Senyum lebar juga menghiasi wajahnya.


‘Wow Matthew. Ini sungguh hebat. Aku tidak menyangka bahwa manusia bisa terbang seperti ini. Aku tidak sabar untuk memiliki monster milikku sendiri. Itu pasti akan sangat keren. Kita bisa pergi kemanapun dengan menaiki


monster tersebut.’


‘Di duniaku yang dulu manusia juga bisa terbang Jas. Bahkan mereka bisa terbang hingga ke bulan.’ Matthew menanggapi tanpa ada rasa gembira dinada suaranya.


Meski sedikit berbeda Matthew rasa menaiki Falcon tidak jauh berbeda dengan menaiki pesawat. Malahan menurut Matthew jauh lebih nyaman naik pesawat. Kita bisa duduk dengan nyaman, bahkan sampai bisa tidur di dalam pesawat yang tengah mengudara bukan?


Lalu ketika menaiki Falcon milik Tom ini, mereka tidak bisa melakukan semua itu. Jangankan tidur, duduk dengan nyaman saja sulit untuk dilakukan. Pelana yang Matthew duduki tidak seempuk yang ia kira. Matthew juga harus terus menjaga keseimbangan dirinya. Jika tidak ia bisa saja jatuh.


Memang Matthew akui menaiki Falcon memberikan sensasi berbeda. Ia juga menginginkan memiliki rekan seperti ini. Namun hal itu tidak membuat Matthew memiliki respon seheboh Ken. Menurut Lily, dari semua yang ia lihat sampai saat ini, kemampuan berteleportasilah yang paling keren.


Itu semua karena di dunia Matthew sebelumnya, kemampuan berteleportasi hanya sebuah imajinasi yang dibuat oleh seseorang dalam cerita. Tidak ada di dunia nyata yang bisa melakukannya. Namun di sini, semua imajinasi bisa jadi kenyataan.

__ADS_1


“Kakek John, apakah seseorang yang ingin menjadikan monster sebagai rekan mereka dalam bertarung harus memiliki elemen kehidupan? Maksudku, apakah yang tidak memiliki elemen kehidupan tidak bisa menjadikan monster sebagai rekan mereka dalam bertarung?” tanya Matthew.


“Tentu saja bisa. Kau bisa melakukannya jika Kau membesarkan monster tersebut dari bayi. Tetapi itu sangat sulit sekali. Kau harus mendekatkan dirimu kepada monster yang baru lahir. Lalu, Kau harus menjadi orang pertama yang bayi monster itu lihat. Itu benar-benar sulit.” Ucap John.


“Yang dikatakan John itu benar. Seseorang yang tidak memiliki elemen kehidupan dan menginginkan seekor monster sebagai rekan mereka, harus membayar beberapa pemburu untuk membantu mereka memburu monster yang akan melahirkan. Tetapi itu tidak mudah."


“Biasanya monster yang akan melahirkan memiliki keagresifan yang tinggi. Para pejantan akan sangat agresif karena ingin menjaga calon anak dan pasangan mereka.” Jelas Tom.


“Meskipun kalian berhasil mendapatkan bayi monster tersebut, itu tidak bisa menjamin bahwa kalian adalah orang pertama yang mereka lihat. Bisa saja tanpa sengaja salah satu orang dari pemburu yang kalian sewa, adalah orang pertama yang monster itu lihat.” Imbuh Tom.


Matthew tidak menyangka bahwa orang tanpa elemen kehidupan bisa memiliki monster dengan cara itu. Tetapi mendengar semua penjelasan Tom, Matthew memahami sesuatu, memiliki monster sebagai rekan mereka dalam bertarung membutuhkan biaya yang cukup mahal dan sangat banyak persyaratan.


Tetapi semua itu pun belum tentu menjamin keberhasilan seseorang memiliki monster sebagai rekan mereka dalam bertarung.


“Apa tidak ada cara lain Tuan? Maksudku apa kita harus melakukan semua itu? Lalu bagaimana dengan monster-monster yang cukup jinak itu? Seperti Cosen Cow yang pernah aku punya. Atau bahkan Hontrea yang dijadikan alat trasportasi itu?”


Jasper pikir jika seandainya ia tidak bisa memiliki elemen kehidupan, ia akan menggunakan cara lain untuk memiliki monster peliharaan. Bukankah seseorang bisa menjinakkan beberapa monster?


Mungkin dia bisa melakukan ini untuk memiliki monster miliknya sendiri. Kenapa harus repot-repot menggunakan cara merepotkan seperti itu jika ada yang simpel bukan?


Tom menggelengkan kepalanya pelan. “Tentu saja kalian bisa melakukannya. Tetapi itu hanya akan menjadi peliharaan kalian. Mereka tidak bisa dijadikan sebagai rekan bertarung.”


“Memang apa bedanya? Bukankah sama saja?” tanya Ellie yang tidak mengerti dengan penjelasan Tom.

__ADS_1


Bukankah sama saja? Toh pada akhirnya mereka sama-sama menjadikan monster lebih menurut kepada mereka bukan? Lalu apa salahnya menjinakkan? Apa yang membuat Tom berkata itu sangat berbeda.


“Jika hewan hewan yang sudah cukup besar itu dijinakkan, memang mereka bisa membantumu. Mereka akan menuruti beberapa perkataanmu, jika memang monster tersebut mempercayaimu. Tetapi monster yang dijinakkan seperti itu tidak akan pernah bisa menjadi rekan dalam bertarung.” Jawab John.


“Jika mereka bertemu dengan musuh yang jauh lebih kuat dari mereka, monster-monster itu akan lebih memilih pergi melarikan diri. Mungkin mereka tidak akan melarikan diri tetapi mereka akan diam di tempat tanpa bisa


melakukan apa pun.”


“Menurut mereka kalian ini hanya seseorang yang memberi mereka makan, kalian memperkerjakan mereka dengan makanan sebagai bayaran. Mereka masih bisa mencari makanan sendiri. Jadi mereka tidak bergantung terlalu banyak kepada kalian.”


“Ini sangat berbeda dengan monster yang ketika lahir di dunia ini, orang pertama yang dilihatnya adalah kalian. Mereka akan menganggap kalian sebagai keluarganya. Mereka mau mengorbankan nyawa mereka untuk keuarganya. Jadi itu sudah jelas sangat berbeda.” Jelas John.


Matthew mulai memahaminya sekarang. Perbedaannya sangat jauh memang. Seorang karyawan belum tentu mau melakukan apapun untuk membantu bosnya yang tengah mengalami kesulitan. Tetapi seorang keluarga akan melakukan apa pun untuk membantu keluarganya yang tengah mengalami kesulitan.


“Jadi apakah tidak ada cara lain selain itu? Apakah kami harus memiliki elemen kehidupan agar bisa memiliki seekor monster sebagai rekan dalam bertarung?” tanya Ellie.


Tom kemudian sedikit menolehkan kepalanya ke belakang. Seringai jahat mulai menghiasi bibir laki-laki itu. Kini sedikit banyak Matthew sudah mengetahui kepribadian orang itu.


Tom sangat menyukai uang. Jika ia sudah menyeringai seperti itu, itu tandanya dia akan mengatakan seseuatu yang membuat orang lain mengeluarkan uang mereka dan membeli apa pun yang ia jual. Itu semua yang John katakan.


Tetapi Matthew bingung. Jika Tom memiliki kemampuan seperti itu, kenapa rumah gadai milikknya sangat sepi. Matthew baru ingat satu hal, lokasi dan kondisi rumah gadai milik Tom. Sudah jelas sekali tempat itu sepi pengunjung. Lokasinya saja di tempat kumuh seperti itu. Belum lagi kondisinya yang berantakan.


“Selama ini yang diperjual belikan adalah monster dari jenis unggas dan reptil. Hanya monster ini yang berkembang biak dengan cara bertelur. Biasanya telur-telur ini yang akan dijual  di rumah gadai. Orang yang membeli telur-telur tersbut tinggal menunggu telur itu menetas. Ini lebih mudah untuk mendapatkan bayi monster bukan?”

__ADS_1


“Jika kalian benar-benar menginginkan memiliki monster, aku bisa menjual telur monster kepada kalian. Aku bisa menawarkan telur monster yang memiliki potensi tingkat Platinum. Artinya jika monster itu menetas, jika dewasa kelak ia memiliki potensi mencapai tingkat Platinum.” Tawar Tom.


Lihat bukan, sekarang laki-laki itu sudah menawarkan sesuatu agar Matthew atau kedua adiknya mau membelinya.


__ADS_2