Master Of Elements

Master Of Elements
ME 67 Kota Archdale (Akhir Buku Satu Tiga Anak Kembar)


__ADS_3

"Tuan Arthur ada memang salah satu mentor di Akademi Andradius. Tetapi, Anda tidak memiliki kekuasaan sebesar itu untuk bisa mencopot Louis dari jabatannya. Anda bukan Kepela Akademi Andradius." Ucap Gerald.


"Malapor pun Anda tidak akan mendapatkan respon dari Kepala Akademi Andradius. Tuan John Gallagher telalu sibuk mengurusi Black Shadow, jadi aku rasa dia tidak akan peduli dengan urusan yang seperti ini."


"Aku sudah memberikan Anda cukup banyak muka Tuan Arthur. Jangan melewati batas dengan mengancam kami juga." Jelas Gerald.


Setelah berucao demikian, Gerald kembali menatap ke arah rombongan kecil Matthew. Ia menatap mereka dengan tatapan tajam. Jika pandangan bisa membunuh, pasti mereka sudah mati sekarang.


"Kalian beruntung karena ada Tuan Arthur yang datang menyelamatkan kalian. Tetapi kalian harus berdo'a untuk tidak bertemu dengan kami di tempat lain. Jika itu terjadi, aku tidak akan lagi memperi kalian ampunan. Bersiaplah." Jelas Gerald.


Setelah berucap demikian, Gerald mengajak pergi Abigail dan Scarlett dari sana. Beberapa orang yang melihat keributan itu dan berharap ada pertarungan terjadi, harus menelan kekecewaan mereka.


Arthur hanya menganggukkan kepalanya sekilas kepada John sebelum mengajak rombongannya pergi dari sana. Saat ini John sedang memakai penampilan barunya, tidak mungkin Arthur mendekat dan menyapanya. Bisa-bisa penyamaran milik John akan terbongkar.


“Hah, untung saja mereka sudah pergi dari sini. Tiga orang itu sangat bau mulutnya.” ucap Jasper kesal.


“Kenapa Kau bersikap biasa saja Jas, justru ini sangat berbahaya. Keluarga Johanson pasti akan menindas kita ketika sudah berada di akademi. Nasib kita nantinya akan sangat buruk Jas. Ada kemungkinan kita akan menjadi budak mereka.” potong Clarissa.


“Menjadi budak?” tanya Matthew heran.


Matthew tidak menyangka perbudakan masih ada di dunia ini. Di dunianya dulu hampir tidak ada budak. Memang beberapa negara warganya secara diam-diam masih memiliki budak. Tetapi secara keseluruhan tidak ada.


Lalu Matthew teringat akan perkataan Gerald sebelumnya. Laki-laki itu meminta Matthew rombongan kecilnya untuk bersumpah dengan mempertaruhkan elemen mereka. Apakah ini ada hubungannya dengan semua itu?


“Ya, apa Kau tidak tahu hal itu? Seseorang yang bersumpah dengan menggunakan elemen mereka, tidak bisa melanggar sumpah itu. Jika mereka melakukannya, maka elemen mereka akan menghilang sebagai hukuman. Aku dengar banyak anak jenius murid Akademi Andradius menjadi budak mereka. Siapa pun yang menyinggung mereka tidak akan diampuni.”


“Di akademi ada praktek seperti itu?” tanya John.

__ADS_1


Ia tidak menyangka di akademi ada praktek seperti ini. John sebagai Kepala Akademi merasa malu tidak mengatahui masalah sebesar ini. Menjadikan murid akademi sebagai budak adalah masalah yang cukup serius.


“Ya. Aku mendengar rumornya seperti itu. Mangkanya mereka yang berasal dari Kerajaan Starwood sebisa mungkin menghindari mereka yang berasal dari keluarga Johanson. Meski kita tidak membuat masalah, terkadang mereka yang berasal dari keluarga Johanson membuat masalah dengan kita.”


“Sekarang, kita sudah menjadi target mereka. Aku yakin kita tidak akan bisa menghindar lagi.” jelas Clarissa.


“Tenang saja Cla, semua itu tidak akan terjadi. Kita memiliki Kakek John di sini.” ucap Jasper mencoba menenangkan Clarissa.


“Apa Anda memiliki kenalan mentor dengan kedudukan tinggi di Akademi Andradius Tuan?” tanya Clarissa.


Matthew dan kedua adiknya belum memberitahukan kepada Clarissa identitas asli dari John. Maka dari itu sampai sekarang Clarissa masih merasa khawatir mengenai nasib mereka di akademi nantinya.


“Aku memiliki cukup banyak mentor dengan kedudukan tinggi. Kau tidak perlu khawatir gadis muda. Aku akan membereskan semua ini. Aku yakin semua orang yang sudah berani menjadikan murid Akademi Andradius sebagai budak, akan mendapatkan balasannya.”


Nada bicara John cukup datar. Matthew bisa menebak bahwa John saat ini sangat marah. Matthew tidak pernah melihat John bertidak seperti ini.


Rencananya mereka memang akan menginap satu hari di setiap kota yang akan mereka kunjungi. Namum hal itu berubah karena adanya masalah dengan keluarga Johanson ini.


“Baiklah Kakek John.”



Hari sudah menggelap ketika mereka tiba di Kota Archdale. Matthew dan yang lainnya merasa lelah setelah tiga kali melakukan teleportasi. Memang di antara setiap teleportasi yang mereka lakukan, mereka mengisntirahatkan tubuh sejenak. Tetapi itu tidak membuat tubuh keempat anak itu membaik. Mereka tetap merasa lelah.


John melihat ke arah keempat anak itu yang tampak lesu. Ia pun memutuskan untuk tidak langsung kembali ke akademi sekarang.


“Kita akan mengisi perut kita terlebih dahulu. Setelah itu, barulah kita akan pergi ke Akademi Andradius.” jelas John.

__ADS_1


Mata Jasper langsung berbinar mendengar ucapan John tersebut. Setelah ini mereka akan makan. Ellie juga tidak kalah dari Jasper. Anak perempuan itu bahkan sudah mengelus-elus perutnya.


“Aku sudah lapar Kakek John. Aku rasa Kau tahu tempat makan yang paling enak di Kota Archdale bukan?" Tanya Ellie yang masih mengelus perutnya.


"Tentu saja. Aku akan mengajak kalian ke tempat makan langgananku. Harganya sedikit lebih mahal dari yang lain, tetapi rasa masakan mereka sebanding dengan apa yang mereka buat."


John langsung membawa mereka menuju ke sebuah kedai yang terletak di dekat jalan utama. Kedai tersebut dipadati oleh banyak pengunjung.


Sepertinya ucapan John mengenai rasa dari masakan di sini yang enak bukan bualan. Buktinya banyak yang berkunjung ke kedai ini sekarang.


John tidak membawa mereka ikut mengantri. Ia memabawa empat anak yang bersamanya itu, menuju ke lantai tiga kedai. Di sana ada ruangan yang lebih privat untuk mereka makan.


Matthew dan kedua adiknya memesan cukup banyak makanan. Mereka beralasan bahwa itu adalah pengisi tenaga setelah seharian melakukan teleportasi.


Meski sebelumnya sudah melihat porsi makan tiga bersaudara yang sangat banyak itu, Clarissa tetap merasa takjub tiap kali melihatnya. Porsi mereka sama dengan dua puluh porsi milik, bahkan lebih.


Setelah puas mengisi perut, John menyewa sebuah kereta dan meminta kusirnya untuk membawa rombongan kecil itu menuju ke Akademi Andradius.


Meski dikatakan bahwa Akademi Andradius berada di Kota Archdale, tetapi sebenarnya itu cukup jauh dari pusat kota. Mereka masih perlu melakukan perjalanan dua puluh menit dengan menggunakan kereta untuk sampai di sana.


"Eh, apakah tidak masalah jika kita langsung pergi ke akademi?" Tanya Clarissa ketika kereta yang mereka naiki, mulai bergerak.


"Seleksi tahap selanjutnya baru akan diadakan dua minggu lagi. Kita tidak bisa pergi ke akademi jika bukan waktu seleksi. Mereka pasti mengusir kita." Imbuh Clarissa.


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Aku bisa mengatasinya." Jawab John.


Dua puluh menit kemudian, mereka sampai di gerbang Akademi Andradius. Suasana di sana cukup remang ketika mereka sampai. Pencahayaan yang ada hanya berasal dari lampu tempel yang ada di salah satu gerbang.

__ADS_1


John langsung menuju ke pos penjagaan. Ia mengeluarkan sebuah token kepada penjaga di sana. Tidak lama kemudian, gerbang tersebut terbuka.


__ADS_2