
Perjalanan dari Karavan Gold Mine selanjutnya tidak mengalami hambatan. Mereka juga melakukan pemberhentian di desa-desa yang ada di sepanjang rute perjalanan mereka. Selama mereka melakukan pemberhentian, saat itu lah dipakai oleh George untuk mengajari Matthew memasak.
Pada awalnya George mengenalkan Matthew dengan bumbu-bumbu yang ada. Setelahnya, laki-laki itu mengajari Matthew untuk membuat roti isi sebagai makanan awal untuk Matthew pelajari. Tetapi anak itu memberikan kejutan yang besar kepadanya.
Matthew berhasil membuat roti isi yang enak dipercobaan pertamanya. Bukan hanya itu, anak itu juga membuat beberapa kreasi yang mengejutkan bagi George.
Anak itu membuat sesuatu yang dia sebut sebagai mayonnaise. Tidak banyak bahan yang dibutuhkan untuk membuatnya. Bisa dikatakan itu adalah bahan yang sangat umum ditemukan. Tetapi kreasi dari Matthew menurut George adalah seseuatu yang menakjubkan.
Selama dirinya mengikuti karavan pimpinan Simon, sudah banyak tempat yang ia kunjungi. Banyak pula makanan yang sudah ia coba. Tetapi ini pertama kalinya dirinya menemukan seseuatu yang disebut sebagai mayonnaise tersebut. Dengan menambahkan mayonnaise, cita rasa dari roti isi akan semakin bertambah.
George juga mendengar dari Matthew bahwa mayonnaise juga bisa dikreasikan untuk membuat makanan bernama salad. Meski George tidak paham makanan apa itu yang disebut dengan salad, tetapi makanan itu terdengar cukup lezat di telinga. Ia ingin sekali mencobanya, tetapi Matthew bilang bahwa sejauh ini dirinya belum menemukan bahan yang pas untuk dibuat menjadi salad.
Semua itu membuat George percaya ucapan Matthew beberapa waktu lalu, bahwa meskipun dirinya jarang memasak dia bisa membuat makanan yang pantas untuk dimakan. George tidak menyangka bahwa dirinya akan bertemu dengan orang yang memiliki talenta yang luar biasa dalam memasak. Ia yakin, jika Matthew mendalami profesi juru masak, anak kecil itu pasti akan memiliki nama yang besar dalam dunia juru masak dan menjadi sangat terkenal.
*****
“Jadi, Kau akan memasak apa kali ini Tuan Matthew?” tanya George.
Semenjak merasakan kreasi Matthew, George sudah tidak lagi mengajarkan Matthew memasak. Sekarang ini bisa dikatakan bahwa mereka adalah partner memasak. Bukan lagi seorang guru dan murid dalam memasak.
“Aku ingin membuat daging bakar Paman. Aku tadi melihat ada yang menjual saus tomat di desa ini. Jadi aku akan membuat daging bakar dengan saus pelengkapnya.” Jawab Matthew.
__ADS_1
“Apa Kau sudah memiliki semua bahannya? Jika tidak aku akan menyuruh seseorang untuk mencari bahan yang kurang.”
“Tidak perlu Paman George. Semua bahan sudah aku siapkan. Jadi, kita tinggal memasaknya kali ini. Kau bisa membantuku membakar dagingnya.”
“Daging bakar milikmu sangat lezat. Jadi aku akan menyerahkan urusan daging bakar kepadamu, Paman George. Sementara itu, aku akan membuat saus untuk daging bakar ini.” Jelas Matthew sembari menunjukkan kantong yang berisi belanjaan ditangannya.
Sebelumnya Matthew memang sudah berbelanja di pasar kecil yang ada di desa ini. Banyak yang ia beli selama perjalanannya dengan Karvan Gold Mine. Kebanyakan barang belanjaannya tidak ia masukkan ke dalam kantong ruang. Ia tidak ingin menarik perhatian terlalu banyak. Jadi, kereta mereka saat ini dipenuhi dengan beberapa barang.
Sebenarnya John sudah menyuruh Matthew untuk menyimpan semuanya di kantong ruang miliknya. Tetapi Matthew kekeuh ingin memperlihatkan beberapa barang milik mereka ke orang lain. Pada akhirnya perdebatan kecil itu dimenangkan oleh Matthew setelah memberikan lima puluh porsi roti isi buatannya kepada John. Sepertinya laki-laki itu ketagihan dengan masakan Matthew sekarang.
“Baiklah kalau begitu. Jika semua sudah siap kita bisa langsung memasak. Seperti biasa aku sudah meminta seseorang untuk mempersiapkan dapur untuk kita.” Ucap George.
Matthew kemudian berjalan mengikuti George. Selama ini seseorang memang menyiapkan dapur untuk mereka. Yang mereka sebut menyiapkan dapur itu bukan dengan cara menyewa dapur seseorang. Bukan. Tetapi mereka akan mempersiapkan dapur terbuka, lebih mirip dengan dapur umum.
Jadi meskipun itu sebuah dapur umum, mereka tidak perlu menyiapkan kayu bakar untuk memasak. Mereka hanya akan menggunakan kayu bakar jika apa yang mereka masak memiliki ukuran yang besar. Seperti beberapa waktu lalu dimana mereka memasak monster untuh di atas bara api. Jika seperti itu mereka akan menggunakan kayu bakar.
Sementara Matthew memasak, John mengawasi Jasper dan Ellie yang lebih memilih melatih fisik mereka dengan cara push up, sit up dan pull up. Sepertinya laki-laki itu tertarik dengan latihan yang dilakukan oleh keduanya.
Selama melakukan pemeberhentian, Jasper dan Ellie memilih untuk melakukan gerakan fisik tersebut. Mereka berdalih ingin melonggarkan ototnya yang kaku karena harus duduk lama selama perjalanan.
…
__ADS_1
Dapur tempat mereka masak berada di dekat pintu keluar desa. Hal ini karena Karavan Gold Mine memarkirkan kereta-kereta milik mereka di dekat pintu keluar desa. Di sana Matthew sudah melihat sebuah meja lipat dan dua kompor sudah siap. Tidak lupa juga beberapa peralatan masak lain dan juga tong besar berisi air
bersih juga sudah disiapkan.
Matthew berjalan menuju meja yang ada di sana. Satu persatu bahan-bahan yang ia beli ia keluarkan dari kantong belanjaannya. Kantong ini ia beli dari Karavan Gold Mine. Kantong yang terbuat dari kulit monster, yang sudah pasti kuat dan awet untuk pemakaian jangka panjang.
Tomat, bawang putih, bawang merah, tepung maizena, saus tomat, saus tiram. Satu persatu bahan-bahan tersebut Matthew keluarkan dari dalam kantong belanjaannya. Untuk bahan lainnya, Matthew sudah meminta seseorang menyiapkannya di meja. Jadi Matthew tidak perlu membelinya lagi.
Pertama-tama, Matthew menghaluskan bawang merah dan bawang putih. Ia kemudian mencincang tomat dan bawang Bombay. Setelah semuanya siap, ia kemudian menumisnya ke dalam wajan yang sudah ia beri sedikit minyak. Tidak lama kemudian, bau harum dari tumisan bumbu itu mulai tercium.
Matthew lalu memasukkan saus tomat, saus tiram dan menambahkan bumbu pelengkap seperti gula, garam dan lada. Setelahnya, Matthew tinggal memasukkan tepung maizena yang sudah dilarutkan dengan air ke dalam wajan.
Matthew hanya tinggal menunggu semuanya mengental. Setelah mencicipi bahwa semuanya sudah pas, Matthew mematikan kompor lalu memindahkan saus buatannya ke dalam mangkok yang sudah ia persiapkan sebelumnya.
Matthew membuat cukup banyak saos. Ia mengetahui bahwa yang menikmati makanan ini bukan hanya dirinya dan George. Ada dua perut lain yang tidak pernah puas yang perlu diisi. Selain itu Simon, Sam dan Lucas juga akan ikut bergabung dengan mereka untuk makan. Jadi Matthew membuat satu mangkok besar saus untuk makan siang kali ini.
Semuanya sudah siap. Tinggal menunggu George menyelesaikan bagiannya. Yaitu memasak daging bakar. Memikirkannya saja sudah membuat perut Matthew merasa sangat lapar.
Latihan elemen ruang yang menunjukkan kemajuan membuat nafsu makan Matthew semakin bertambah. Mungkin ucapannya pada John waktu itu akan menjadi kenyataan. Bahwa dalam waktu dua bulan dirinya akan memiliki enam elemen.
Setelah Matthew benar-benar memiliki enam elemen, akan menjadi giliran Jasper dan Ellie untuk menambah elemen yang mereka miliki. Mereka harus berkembang bersama-sama bukan?
__ADS_1
Matthew tidak mau kedua adiknya tertinggal terlalu jauh darinya. Setidaknya cara ini cukup berhasil untuk mereka bisa memiliki semua elemen. Matthew sendiri belum sempat melakukan eksperimen menggunakan senjata yang berelemen kehidupan dan bumi yang pernah ia dapatkan sebelumnya.
Mungkin setelah ini dirinya akan menyempatkan waktu untuk melakukan eksperimen tersebut.