
Antrian untuk memasuki kota mengular cukup panjang di depan pintu gerbang Kota Greenwood. Tidak hanya antrian kereta, tetapi Matthew bisa melihat antrian manusia juga sama panjangnya.
Mungkin karena ini adalah ibukota jadi orang-orang yang akan memasuki Kota Greenwood jauh lebih banyak dibandingkan dengan Kota Suiria. John membawa kedua anak tersebut mengikuti antrean terpendek dari ketiga barisan antrian manusia di sana.
Orang di sekitar mereka terdengar berbicara satu dengan yang lainnya. Dari pembicaraan mereka Matthew mengetahui bahwa besok adalah pekan belanja yang rutin diadakan setiap minggu terakhir di awal bulan.
Di setiap pekan belanja tersebut, banyak karavan pedagang yang berkumpul dan menjajakan dagangan mereka. Tidak hanya itu, beberapa petani di sekitar Kota Greenwood juga akan menjajakan dagangan mereka di acara bulanan ini.
Dalam pekan belanja, barang-barang yang dijual akan sangat beragam sehingga akan mudah menemukan barang-barang tertentu. Lalu, harga barang di pekan belanja ini terbilang lebih murah dari biasanya.
Inilah yang mengakibatkan antrian memasuki kota mengular seperti sekarang ini. Semua orang di sekitar Kota Greenwood bergegas kemari untuk bisa mengikuti pekan belanja ini. Kebanyakan dari mereka memilih melakukan belanja bulanan di pekan belanja karena harganya yang jauh lebih murah dari biasanya.
“Kebetulan sekali kita sampai di sini ketika pekan belanja akan diadakan. Kalau begitu, kita bisa mencari hiburan dengan berkunjung ke sana.” Ucap John.
“Apakah banyak makanan enak nantinya Kakek John?” tanya Jasper dengan mata berbinar.
“Tentu saja. Akan banyak penjual makanan di pekan belanja. Jadi jangan sampai melewatkan hal ini. Selain itu, pasti akan ada lelang nantinya.”
“Biasanya lelang dilakukan ketika pekan belanja dilakukan. Jadi, kita bisa mencoba melihat barang apa yang akan dijual. Biasanya akan ada barang bagus di pelelangan nantinya. Jadi kita tidak bisa melewatkan hal ini.” Jelas John.
“Kau benar Tuan. Besok malam Rumah Lelang Ateoviel akan melakukan lelang. Aku dengar mereka akan melelang beberapa senjata tingkat Diamond hasil dari Tuan Orius. Kau pernah dengar Tuan Orius bukan?”
“Pandai besi paling terkenal di benua Andradius. Aku dengar Rumah Lelang Ateoviel berhasil membujuk Tuan Orius agar mau menjual beberapa karyanya di tempat mereka.” ucap seseorang yang berdiri di depan Ken.
__ADS_1
“Benarkah itu? Aku kira itu hanya rumor yang disebarkan oleh Rumah Lelang Ateoviel.” Tanya seseorang lainnya yang berada di barisan sebelah kanan.
“Itu bukan rumor. Itu kenyatan, sebuah fakta. Teman dari sepupuku bekerja di keluarga Collins. Sepupuku itu mendengar dari temannya bahwa keluarga Collins menjual beberapa aset mereka agar memiliki uang yang cukup untuk bertarung dalam pelelangan merebutkan senjata itu.”
“Jadi semua itu bukan rumor. Lihat saja kereta-kereta itu. Banyak dari kereta-kereta itu memiliki lambang keluarga bangsawan. Aku yakin mereka datang ke Kota Greenwood untuk mengikuti pelelangan itu.” Imbuh seseorang yang ikut mengantre.
Orang tersebut sedikit membusungkan dadanya setelah berucap demikian. Ia berpikir bahwa cukup membanggakan baginya mengetahui informasi semacam itu secara akurat.
John mengagguk-anggukkan kepalanya pelan mendengar pembicaraan orang-orang di sekitarnya. “Sepertinya besok aka nada hiburan yang cukup menyenangkan. Anak-anak besok aku akan mengajak kalian mengajak sebuah hiburan.” Ucap John dengan seringai menghiasi bibirnya.
Mendengar ucapan John, Matthew yakin bahwa besok akan ada drama di Rumah Lelang Ateoviel. Bukankah semua drama dan pertarungan selalu John anggap sebagai hiburan? Sedikit banyak Matthew bisa membayangkan apa yang akan terjadi di rumah lelang besok malam.
Semua itu tidak akan jauh dari yang namanya memamerkan kekayaan. Pasti akan banyak intimidasi yang dilakukan di pelelangan tersebut. Bukankah kejadian seperti ini sudah sering terjadi. Matthew sering membaca novel yang menceritakan bagian tentang rumah lelang.
Paling banyak kejadian yang ada di sana ada memamerkan kekuatan sebuah keluarga dengan cara menjukkan kekayaan yang mereka punya. Meskipun sedikit banyak Matthew sudah mengetahui drama apa yang terjadi, tetapi ia tidak sabar untuk melihat pelelangan yang ada.
Mungkin ia akan menemukan hal baru yang belum ia temui selama perjalanan ini. Ia harap pekan belanja besok akan memberikan kejutan untuk lain untuk dirinya.
….
Jalanan Kota Greenwood terlihat di padati dengan kereta. Kereta-kereta itu terlihat berjalan pelan. Pejalan kaki pun juga terlihat memadati bahu jalan. Melihat hal itu ada rasa takjub yang terlihat di mata Jasper dan Ellie. Mereka tidak menyangka melihat banyak orang berkumpul seperti ini.
“Kakek John, apakah kita bisa mendapatkan penginapan? Lihat saja banyak sekali yang datang ke Kota Greenwood. Aku yakin penginapan di sini sudah banyak yang penuh. Pasti akan sangat sulit menemukan penginapan kosong.” Tanya Matthew.
__ADS_1
Biasanya jika ada sebuah acara besar di sebuah kota, semua penginapan akan penuh, disewa oleh mereka yang datang dari luar kota. Matthew sudah memahami hal ini.
Ini yang terjadi di dunia asalnya. Di sana, jika terjadi lomba olahraga tingkat internasional, hotel-hotel sekitar di kota tempat lomba itu diadakan akan penuh disewa oleh para pendukung.
Matthew yakin di sini juga sama. Dengan adanya pelelangan besar yang diadakan oleh rumah gadai Ateoviel, akan banyak orang yang mengunjungi kota ini. Apalagi lelang itu diadakan bersamaan dengan diadakannya pekan belanja bulanan.
Dengan semua faktor itu, sudah jelas akan sangat sulit mencari penginapan. Matthew dan kedua adiknya ingin mendapatkan penginapan sesegara mungkin. Mereka ingin membersihkan diri dengan cara yang layak.
Mandi dengan air mengalir bukannya mengusap wajah seperti yang dua hari ini mereka lakukan.
“Kalian tenang saja. Jika kita tidak mendapatkan kamar, aku bisa membawa kalian ke tempat temanku. Aku yakin dia memilki banyak kamar kosong untuk kita. Aku rasa masih ada beberapa penginapan yang memiliki kamar kosong. Tetapi kamar mereka sedikit lebih mahal dari pada yang lainnya.”
“Tidak masalah Kakek John. Seperti biasa, kami akan membayar kamar kami sendiri. Tidak masalah jika sedikit lebih mahal. Yang terpenting kita tidak tidur di pinggir jalan. Aku sangat ingin membersihkan diri jadi, berapapun itu tidak masalah.” Imbuh Ellie.
Membayar sedikit lebih mahal untuk tempat yang nyaman bukan menjadi masalah besar bagi Ellie. Dari Matthew, Ellie tahu bahwa orang tua mereka memberi uang saku yang cukup banyak. Membayar mahal untuk mendapatkan kenyamanan tidakakan membuat mereka jatuh miskin.
“Baiklah.” Ucap John.
Laki-laki itu kemudian membawa ketiganya menyusuri jalanan yang ada. Jika sebelumnya John membawa mereka melewati gang-gang sempit saat mereka berada di Kota Suiria, maka kali ini laki-laki itu memakai jalan umum.
Dengan begini Matthew bisa dengan mudah melihat pertokoan yang ada di dunia ini. Bangunan-bangunan di Kota Greenwood ini didominasi dengan bahan dari batu.
Cukup berbeda dari bangunan-bangunan yang Matthew lihat sebelumnya yang didominasi dengan bahan dari kayu. Oleh karena itu bangunan di sini bisa menjulang tinggi hingga sepuluh lantai.
__ADS_1
Tidak hanya itu, jalan yang ada di sini juga terbuat dari bebatuan tipis yang ditata sedemikian rupa sehingga membuat jalan yang ada di dalam kota datar. Itu sama seperti aspal yang ada di dunianya dulu.
Dengan batuan itu, maka melewati jalanan di dalam kota ini, dengan menggunakan kereta, akan jauh lebih nyaman daripada jalanan di luar tembok kota yang hanya berupa tanah.