Master Of Elements

Master Of Elements
ME 90 Serangan Musuh


__ADS_3

“Bos Ronald, apakah Kau yakin kita semua akan baik-baik saja setelah membunuh anak-anak itu?” tanya Dominic salah satu orang yang mengikuti pergerakan Matthew dan yang lainnya.


“Apa yang Kau takutkan, Martin? Tidak ada yang perlu kita takutkan. Regu kita sudah menerima bayaran yang cukup besar untuk membunuh anak-anak itu. Yang terkuat di antara mereka berada di level Silver I. Sementara kita, yang terlemah di antara kita berada di level Silver IV. Aku sendiri berada di Silver VII. Aku yakin kita bisa mengatasi anak-anak itu. Misi kali ini memiliki bayaran besar besar dengan pekerjaan yang mudah,” jelas Ronald.


Ronald adalah pemimpin dari sebuah serikat kecil di Kota Archdale. Dirinya cukup sering mendapatkan misi untuk memburu hewan-hewan tertentu. Namun, siang tadi ia mendapatkan misi yang cukup berbeda dari sebelum-sebelumnya. Membunuh salah satu murid Akademi Andradius.


Dalam misi kali ini, Ronald menerima bayaran satu kristal elemen tingkat rendah. Itu adalah bayaran yang cukup banyak. Bayaran satu kali misi ini setara dengan pendapatan serikatnya selama satu bulan. Tentu saja Ronald tidak mau melewatkan kesempatan bagus ini.


“Tetapi Bos Ronald, mereka adalah murid Akademi Andradius. Kau tahu sendiri bukan bahwa Akademi Andradius sangat menyayangi murid mereka? Jika kita ketahuan membunuh murid Akademi Andradius, maka mereka akan membunuh kita,” ucap Isac.


“Heh.” Ronald mendengus mendengar ucapan Isac. “Ini adalah Hutan Nordrhein, ada cukup banyak monster yang ada di sini. Asalkan kita membunuh mereka dengan bersih, tidak akan ada yang tahu bahwa kita sudah membunuh mereka. Kita juga bisa membuat seolah-olah mereka terbunuh oleh monster yang ada di sini. Dengan begitu, kita tidak akan dicurigai.”


“Setiap tahunnya, ada beberapa murid Akademi Andradius yang mati ketika berlatih di Hutan Nordrhein. Aku yakin kematian beberapa murid akademi tidak akan menarik perhatian petinggi Akademi Andradius. Orang yang membayar kita sudah mengatakan bahwa mereka hanyalah murid biasa.”


“Meski begitu, aku merasa takut Bos Ronald. Instingku mengatakan kita akan mendapatkan bahaya yang besar jika melakukan hal ini, Bos Ronald,” ucap Dominic.


Plak.


Ronald langsung memukul bagian belakang kepala Dominic. “Instingmu itu tidak berguna di sini. Sudah berapa kali kita menghadapi bahaya karena isntingmu itu. Sudah ikuti saja rencanaku. Asalkan kalian mengikuti rencanaku, semuanya akan baik-baik saja.”

__ADS_1


“Sebentar lagi mereka akan tertidur. Saat itu, kita akan langsung menyerang mereka. Jangan berikan mereka kesempatan untuk melawan,” jelas Ronald.


Ronald menunggu dan kedua anak buahnya menunggu dengan penuh kesabaran. Meski rombongan Matthew lebih lemah darinya, Ronald tidak mau menganggap remeh mereka. Ronald ingin menyerang ketika mereka tidak siap.


Satu jam kemudian, Ronald melihat targetnya sudah mulai tidur. Ronald lalu memberi kode kepada kedua anak buahnya untuk bersiap. Sebentar lagi mereka akan menyerang rombongan Matthew. Dominic dan Isac langsung mengangguk, memberitahu Ronald bahwa keduanya telah siap.


Dominic langsung menggunakan elemen bumi yang ia miliki untuk membentuk tombak runcing dari tanah. Dominic langsung melemparkan tombak tersebut ke arah barier yang sebelumnya Matthew buat. Isac juga tidak mau kalah, ia juga memberikan serangan tebasan api dengan pedangnya.


Kedua serangan itu membuat barier yang Matthew buat bergetar. Bahkan, serangan itu membuat barier tersebut mengalami keretakan. Barier yang Matthew buat memang belum sekuat itu. Paling bagus barier ini hanya akan melindungi Matthew dari monster tingkat Bronze. Sayangnya serangan anak buah Ronald ini adalah serangan dari seseorang yang memiliki kekuatan tingkat silver, tentu saja barier itu tidak kuat menahannya.


Matthew dan Leonard yang baru terlelap, langsung terbangun setelah mendengar keributan di luar. Mereka langsung saling pandang, seakan berkomunikasi melalui tatapan mata. “Kita diserang,” ucap keduanya hampir bersamaan.


Matthew tidak perlu menunggu perintah dari Leonard, ia lalu membangunkan Jasper. Tidak hanya itu, Matthew juga menghubungi Ellie melalui telepati. Matthew meminta Ellie dan Clarissa bersiap karena ada serangan.


Ketika keluar dari tenda, Matthew bisa melihat sendiri dua orang asing tengah menyerang barier yang ia buat secara bergantian. Dari besarnya serangan mereka, Matthew tahu bahwa barier yang sudah ia buat, tidak akan bertahan lama.


“Sial!” umpat Leonard cukup keras. “Mereka memiliki kekuatan tingkat Silver, jauh lebih kuat daripada aku. Sudah jelas ini akan menyulitkan kita mengalahkan mereka. Belum lagi bariermu tidak akan bisa bertahan lama, Matthew. Jika begini, kita perlu meminta bantuan.”


Leonard langsung mengeluarkan sebuah benda berbentuk tabung dari cincin ruang miliknya. Tanpa diberi tahu pun, Matthew bisa menebak bahwa benda yang dipegang oleh Leonard adalah suar untuk meminta bantuan.

__ADS_1


Leonard mengangkat tinggi-tinggi suar tersebut dan menggunakan energi jiwa miliknya untuk menyalakannya. Sebuah cahaya merah keluar dari suar tersebut dan melesat ke atas. Namun, sebelum cahaya suar tersebut benar-benar terbang ke langit, seseorang telah mengganggunya. Orang tersebut memakai tebasan air untuk memadamkan cahaya suar tersebut.


Matthew langsung melihat ke pelakunya. Dia adalah seorang laki-laki menggunakan pedang besar. Wajahnya terlihat menyeramkan dengan luka bekas cakaran. Rambut panjangnya tertata rapi dengan beberapa kepangan kecil. Matthew justru menganggap orang ini mirip seorang bajak laut dengan tampilannya yang seperti itu.


“Aku sudah menduga bahwa kalian akan menyalakan suar untuk meminta bantuan. Untung saja aku bersembunyi dan berhasil menggagalkan rencana kalian,” ucap Ronald dengan suara beratnya.


“Siapa Kau? Kenapa Kau menyerang kami?” tanya Matthew.


Matthew tahu bahwa di Hutan Nordrhein yang berbahaya bukanlah monsternya, tetapi manusia yang ada di sana. Terkadang ada manusia yang lebih kejam dan ganas daripada seekor monster. Namun, biasanya seseorang akan diserang karena harta mereka.


Menurut Matthew, dirinya dan yang lain tidak menunjukkan harta yang berlebih. Mereka sekarang berada di pinggiran Hutan Nordrhein, jadi tidak ada inti monster yang sangat berharga di sini. Tanpa alasan yang kuat, tidak mungkin para tentara bayaran ini mau menyerang mereka, murid Akademi Andradius.


“Kau sudah menyinggung orang yang tidak seharusnya Kau singgung. Sekarang, dia memintaku untuk membunuhmu. Jadi, salahkan dirimu sendiri yang tidak bisa melihat keadaan. Hahaha ….”


Matthew mengerutkan keningnya mendengar ucapan Ronald. Seseorang menginginkan nyawanya? Siapa dia? Matthew sama sekali tidak memiliki musuh yang sampai membuat mereka ingin menghilangkan nyawanya. Siapa yang memiliki masalah dengan mereka?


“Sial Kau Jack. Aku tidak menyangka bajingan itu menyuruh seseorang membunuh kita hanya karena masalah sesepeleh ini,” ucap Jasper dengan penuh kemarahan.


Ucapan Jasper itu mengingatkan Matthew bahwa sebelum memasuki Hutan Nordrhein, Jack Smith memiliki masalah dengan mereka. Jack juga mengatakan bahwa keluarganya mengirimkan seorang tetua yang memiliki kekuatan Tingkat Gold untuk menjadi penjaganya.

__ADS_1


Kemungkinan besar, Jack meminta tetuanya itu melakukan sesuatu untuk membereskan mereka. Matthew yakin tetua itu tidak mau mengambil resiko ketahuan oleh pihak akademi sebagai pelaku pembunuh Matthew dan yang lain. Oleh karena itu, tetua keluarga Smith itu meminta tentara bayaran ini membunuh mereka.


Kemungkinan lain, tetua itu membayar orang-orang ini untuk menakut-takuti Matthew dan yang lain. Lalu, dalam keadaan mendesak Jack dan tetua keluarganya, akan datang dan berpura-pura menolong. Plot seperti itu sudah sangat Matthew pahami.


__ADS_2