Master Of Elements

Master Of Elements
ME 25 Pertarungan Pertama


__ADS_3

Setelah mendapatkan senjata itu, Matthew berniat kembali menuju kedai di mana John dan kedua adiknya berada. Matthew yakin saat ini mereka sudah selesai mengisi perut mereka. Selain itu, tidak lama lagi karavan pedagang akan berangkat. Jadi ia perlu bergabung kembali dengan mereka.


Namun, Matthew baru melangkah seratus meter dari kereta pedagang ketika dirinya dihadang. Ada sekitar lima orang yang kini menghadangnya. Kelimanya memakai baju tanpa lengan sehingga memperlihatkan memiliki tubuh yang cukup berotot.


Dari pandangan mereka terhadap Matthew, ia tahu bahwa kelima laki-laki ini memiliki niatan buruk. Meski Matthew tidak tahu apa itu, yang jelas apa pun yang mereka inginkan, itu tidak bagus untuk dirinya.


“Anak kecil, aku dengar Kau sudah mengambil uang Bos Leonard. Kau menghabiskan uang Bos kami untuk membeli hal yang yang tidak penting. Sekarang serahkan semua barang yang sudah Kau beli dan sisa uang milik Bos Leonard.”


Setelah mendengar ucapan dari salah satu laki-laki yang menghadangnya, Matthew tahu apa tujuan mereka. Kelima orang ini berniat merampoknya. Tetapi, mereka menggunakan alasan bahwa dirinya sudah mencuri uang mereka.


Matthew tahu apa yang dia lakukan tadi pasti diawasi oleh seseorang. Ia berani dengan terang-terangan berbelanja tanpa ada batasan karena dirinya masih berada di desa. Di desa di mana ia tinggal sebelumnya cukup aman. Tidak ada preman di sana.


Mungkin itu karena Albert, sebagai pemimpin tim patroli desa, melakukan tugasnya dengan sungguh-sungguh sehingga tidak ada yang berani macam-macam. Tetapi Matthew tidak menyangka di desa ini tim keamanan desa tidak membereskan preman-preman seperti ini.


“Siapa bilang aku mencuri uang Bos kalian. Apa kalian melihat sendiri aku telah mencurinya? Jika tidak, maka jangan menuduhku dengan hal yang tidak ada buktinya seperti itu.” Jawab Matthew tanpa ada rasa takut.


Ia percaya bahwa dirinya bisa mengatasi orang-orang ini. Matthew tidak menemukan keberadaan elemen di antara mereka. Jadi kemungkinan besar orang-orang ini bukanlah orang yang terjun dalam dunia profesional.


Itu akan cukup mudah baginya mengalahkan mereka. Jika terdesak, Matthew hanya perlu berlari menuju ke kedai di mana John dan kedua adiknya berada. Ia yakin bisa melakukan hal itu.


“Ck.” Seseorang mendecakkan lidahnya setelah mendengar ucapan Matthew tersebut. “Kami tidak perlu membuktikan apa pun. Jika Kami mengatakan bahwa Kau sudah mengambil uang Bos Kami berarti Kau memang mengambilnya. Kami tidak melakukan pembuktian.”


“Jika Kau tidak mau menyerahkan uang itu secara baik-baik, maka kami akan menggunakan cara kasar.” Ucap laki-laki itu.

__ADS_1


Matthew hanya memberikan seringai kepada kelima orang itu. “Paman, jika kalian memang berniat merampokku, lakukan saja sekarang. Kenapa kalian harus berbelit-belit membuat alasan seperti itu.” Pancing Matthew.


Mendengar ucapan Matthew, senyum yang sebelumnya ditunjukkan oleh kelima orang tersebut menghilang. Sekarang senyum itu digantikan dengan tatapan tajam oleh kelimanya.


“Rupanya Kau memilih kekerasan ya. Jangan salahkan Kami jika menghajarmu hingga kedua orang tuamu tidak mengenalimu lagi.”


“Coba saja jika kalian bisa.” Jawab Matthew santai.


Rupanya respon dari Matthew yang terlihat meremehkan mereka ini membuat kelima orang tersebut naik darah. Tanpa menunggu ada yang memberi aba-aba, salah satu dari mereka langsung menyerang Matthew.


Tentu saja Mathhew tidak tinggal diam. Ia sudah siap dengan semua ini. Jika tidak, kenapa dirinya memprovokasi mereka. Matthew ingin tahu seberapa kuat mereka ini.


Di kehidupan sebelumnya, Matthew mempelajari beberapa bela diri seperti Muay Thai dan Silat. Meski dirinya tidak mempelajari itu secara profesional, tetapi Matthew mengetahui dasar-dasarnya dengan baik.


Setelah Matthew menarik nafas panjang, ia lalu memasang kuda-kuda untuk bertarung. Sebelah tangannya sudah memegang pedang pendek yang baru saja ia beli. Sementara tangannya yang lain tengah memegangi belanjaannya.


Meski Matthew memiliki kantong ruang, ia tidak serta merta menyimpan belanjaannya di sana. Sebesar apa pun rasa percaya diri Matthew, itu tidak akan menjamin keamanannya jika ia menunjukkan tanda-tanda memiliki kantong ruang.


Menghabiskan satu koin emas saja membuatnya menjadi target perampokan seperti ini. Jika sampai ada yang tahu dirinya mempunyai kantong ruang, maka yang merampoknya nanti bukan lagi orang biasa, itu akan berganti dengan para profesional. Tentu saja Matthew tidak akan bisa menghadapinya.


….


Sebuah pukulan sekarang mengarah ke arah kepala Matthew, tetapi Matthew berhasil menghindarinya dengan sedikit membungkukkan tubuhnya. Ketika melakukan itu, Matthew juga menyabetkan pedang pendek miliknya.

__ADS_1


Mungkin orang-orang ini telah menganggap remeh Matthew. Sehingga, mereka tidak menyangka bahwa Matthew memiliki refleks yang bagus. Akibat dari keteledoran mereka itu, pedang pendek milik Matthew berhasil menyabet orang yang sebelum ini menyerangnya.


Orang itu langsung tumbang dan memegangi ketiak kanannya yang terkena pedang pendek milik Matthew. Tangan Matthew sedikit bergetar ketika melihat darah yang mengalir dari luka yang diakibatkan oleh serangannya.


Meski ketika mempelajari bela diri ia sudah biasa mengalahkan seseorang, tetapi ini adalah pertama kalinya ia melukai orang hingga berdarah seperti itu. Jadi masih ada rasa gugup dan was-was yang Matthew rasakan.


Tetapi ia segera menenangkan diri. Sekarang bukanlah saat yang tepat bagi Matthew merasa gugup. Masih ada empat orang lainnya yang perlu Matthew kalahkan. Keempat orang lainnya nampak sangat marah setelah mengetahui salah satu rekan mereka diserang oleh Matthew.


“Kurang ajar sekali Kau. Beraninya bocah ingusan sepertimu melukai teman kami.” Terika salah satu laki-laki yang masih berdiri.


Dua orang langsung menyerang Matthew sekaligus dari arah depan dan belakang. Sementara itu, dua orang yang lainnya memilih menyerang dari samping kanan dan kiri. Ini berarti, Matthew tengah dikepung oleh orang-orang ini.


Segala skenario Matthew pikirkan untuk keluar dari masalah ini. Namun, ia tidak bisa menemukan solusi yang tepat. Semua scenario yang Matthew pikirkan memiliki akhir yang sama. Dirinya akan babak belur di tangan musuh.


Namun, di saat sangat mendesak tersebut, elemen yang ada di sekitar Matthew bergerak aktif. Mereka seolah ingin memberitahu bahwa mereka ingin membantu Matthew dalam mengatasi masalah ini. Matthew sendiri bingung.


Meski dirinya sudah memiliki berbagai elemen, tetapi Matthew belum tahu bagaimana cara menggunakan elemen-elemen tersebut dalam pertarungan. Ia juga tidak pernah mencoba melakukannya.


Hal ini karena ada ketakutan dalam diri Matthew mengenai menggunakan elemen sebelum ia mempelajari lebih jauh lagi. Ia ingat perkataan ayahnya mengenai sepupunya yang menjadi orang tidak berguna karena melakukan kesalahan dalam berlatih.


Matthew tidak mau itu terjadi pada dirinya. Menjadi orang tidak berguna di dunia yang berbahaya seperti ini sama saja mencari kematian. Matthew ingin memiliki kekuatan untuk bisa menentukan hidupnya sendiri dan melindungi diri dari ancaman bahaya.


'Baiklah. Jika kalian memang berniat membantuku, maka tunjukkan padaku bagaimana agar aku bisa menggunakan elemen layaknya seorang profesional.’ Gumam Matthew melalui telepati.

__ADS_1


__ADS_2