
“Seharusnya kalian berterima kasih. Ini akan menjadi sebuah kehormatan bagi kalian jika kamar yang akan kalian tempati aku pakai. Apa kalian tidak tahu siapa aku?”
“Ayahku adalah seorang Earl dari Kerajaan Starwood. Seorang anak Earl memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari kalian. Jadi, kalian harus menyerahkan kunci itu padaku.”
Remaja tersebut menampilkan sebuah senyum kemenangan. Ia yakin orang-orang ini pasti akan ketakutan ketika mendengar identitas aslinya. Pasti mereka akan langsung menyerahkan kunci kamar mereka.
Hal seperti itu sudah sering terjadi. Orang yang mendengar bahwa dirinya adalah anak Earl pasti langsung bersikap baik dan menyanjung-nyanjung dirinya, Rony Stanley.
“Betul sekali. Tuan Mudaku ini adalah anak kesayangan dari Earl Rory Stanley. Jadi kalian harus berbangga diri jika Tuan Muda Rony menginginkan kamar kalian. Jadi tunggu apa lagi, cepat serahkan kunci kamar kalian.”
Remaja bernama Rony itu semakin mendongakkan kepalanya setelah mendengar ucapan pelayannya. Ia sangat senang jika seseorang sangat menghormati dirinya. Menjadi anak seorang Earl saja bisa membuat orang menghormatinya seperti ini apalagi jika ia memiliki status yang lebih tinggi lagi.
“Meskipun Kau anak seorang Earl sekali pun, kami tidak akan menyerahkan kunci kamar kami.” Ucap Matthew yang mulai risih dengan keberadaan kedua orang ini.
Hanya seorang anak Earl bisa sesombong itu? Hanya karena memiliki orangtua berkedudukan tinggi tidak membuat seseorang berhak bersikap sombong bukan?
Jika mau memandang status, bukannya ibunya adalah seorang Putri dari Kerajaan Delluce? Jadi, jika menyombongkan status, bukankah Matthew kedua adiknya lebih berhak melakukannya daripada Rony yang hanya anak seorang Earl.
“Berani sekali Kau bicara seperti itu anak muda. Apa Kau tidak tahu konsenkuensi yang akan terjadi jika Kau menentang seorang anak Earl?” Bentak pelayan Rony.
Matthew menghiraukan keduanya dan kemudian memandang ke arah John yang hanya menjadi penonton drama kecil itu.
“Kakek John, apakah hukum di Kerajaan Starwood ini cukup longgar? Maksudku, seorang bangsawan dengan mudahnya memakai status mereka untuk menekan rakyat biasa di tempat umum seperti ini. Apa yang seperti ini sangat umum terjadi di Kerajaan Starwood?” Tanyanya penasaran.
“Tentu saja tidak.”
Sebelum John melanjutkan ucapannya, pelayan yang bersama Rony kembali membuka mulutnya.
“Jadi kalian hanya orang asing? Kalian bukan penduduk Kerajaan Starwood? Kalian berani sekali menentang seorang bangsawan. Apa kalian tidak takut konsekuensi yang kalian dapatkan sebagai orang asing yang menentang bangsawan?” tanya pelayan tersebut.
Matthew memandang pelayan laki-laki tersebut.
__ADS_1
“Pertama, kami memang bukan penduduk dari Kerajaan Starwood. Kedua, kami sama sekali tidak mencari gara-gara dengan kalian. Kalianlah yang mencari gara-gara dengan kami. Kami sedang menikmati makanan kami tetapi kalian menganggu kami. Jadi kami tidak memiliki salah di sini.”
Mendengar hal tersebut, Rony terlihat makin geram. Ia memandang tajam ketiga orang di depannya.
“Apa kalian yakin tidak mau menyerahkan kunci kamar kalian? Selain aku ini adalah anak seorang Earl, aku masih memiliki identitas lain.”
Rony terdiam sesaat. Ia ingin melihat respon ketiga orang di depannya. Ia ingin mengetahui apakah mereka penasaran dengan identitasnya yang lain apa tidak. Tetapi, melihat mereka yang hanya diam tanpa memberikan respon yang Rony inginkan, remaja laki-laki itu semakin geram.
“Aku ini calon murid baru dari akademi ternama di Benua Andradius. Aku akan menjadi seseorang yang hebat di kemudian hari. Apa kalian tidak takut memiliki musuh calon orang hebat sepertiku? Jadi apa kalian tetap tidak mau menyerahkannya?” ucap Rony dengan nada dingin.
Matthew ingin tertawa rasanya mendengar ucapan Rony. Takut bermusuhan dengan calon orang hebat? Dirinya dan kedua adiknya sama sekali tidak takut dengan orang bernama Rony, meski dia anak seorang Earl.
Rony ini bukalah siapa-siapa. Maksud Matthew, belum tentu juga dia akan menjadi orang hebat. Dia yang seperti itu menurut Matthew tidak perlu banyak dipikirkan.
Bukankah saat ini musuh dari Matthew dan kedua adiknya adalah organisasi gelap yang cukup ditakuti oleh semua orang di Benua Andradius. Dibandingkan dengan organisasi gelap tersebut, Rony seperti anak ayam yang membuat suara bising di telinga mereka.
Akan sangat merendahkan bagi Matthew ataukedua adiknya jika mengurusi orang yang masih mengenadalkan kekuatan orang lain seperti Rony. Jadi, untuk apa memusingkannya.
“Wah, wah, wah. Aku tidak menyangka Rony yang agung mengancam seseorang hanya untuk bisa mendapatkan kamar. Apakah keluarga Earl Stanley menjadi miskin sekarang sehingga tidak mampu lagi membayar penginapan?”
“Jika Kau mencari tempat menginap, mansion keluargaku masih memiliki tempat beberapa kamar kosong. Kau bisa datang ke mansion milik keluargaku dan menginap tanpa membayar.” ucap remaja laki-laki itu penuh dengan sarkasme.
Mendengar suara itu, Rony membalikkan badannya. Ia melihat kedatangan dua orang yang sangat dibencinya.
“Oliver ini bukan urusanmu. Jadi jangan ikut campur.” Ucap Rony geram.
Rony tidak menyangka akan bertemu dengan musuhnya di sini. Jika mengetahui dirinya akan bertemu dengan Oliver di sini, Rony jelas tidak akan berlama-lama berada di sini. Ia masih memiliki beberapa kenalan di Kota
Greenwood ini.
Rony bisa mendatangi mereka dan menginap di tempat mereka.Sampai dirinya mati pun Rony tidak akan pernah sudi menginap di Mansion keluarga Morgan. Keluarga yang juga memiliki gelar Earl yang menjadi musuh keluarganya selama ini.
__ADS_1
Keluarga Earl Morgan sedikit lebih berada dibandingkan dengan keluargnya. Mereka memiliki bisnis tekstil terbesar di Kerajaan Starwood sehingga mereka bisa memiliki sebuah mansion di Kota Greenwood.
Sementara keluarga Rony, meski mereka juga memiliki bisnis, tetapi bisnis mereka tidak sebesar bisni keluarga Morgan.
Keluarga Stanley dan Keluarga Morgan mendukung faksi yang berbeda di Kerajaan Starwood. Jadi tidak mengherankan jika mereka saling bermusuhan. Apalagi wilayah milik Earl Stanley dan Earl Morgan yang berdekatan membuat permusuhan mereka semakin kental.
“Bagaimana aku tidak ikut campur jika Kau menggunakan statusmu hanya untuk menindas orang lain. Sikapmu yang rendahan seperti ini sangat mencoreng nama bangsawan.”
“Jika aku tidak meluruskanmu, maka semua orang pasti akan berpikir bahwa bangsawan itu suka menindas. Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi.” Ucap Oliver dengan seringai yang masih menghiasi bibirnya.
Mendengar hal itu, Rony terlihat semakin geram. Ia kemudian menunjuk ke arah Matthew dan rombongan kecilnya.
“Akan aku ingat wajah kalian baik-baik. Suatu hari aku akan buat perhitungan dengan kalian. Kalian tunggu saja, aku akan membalas semua rasa malu yang kalian berikan kapadaku hari ini, berkali-kali lipat.” Ucap Rony sebelum pergi bersama dengan pelayannya.
Mendengar hal itu Matthew tertawa pelan dalam hati. Meski Rony bisa mengingat wajah mereka bertiga, bagi Matthew semua itu percuma.
Jika dia ingin membalaskan dendamnya karena merasa dipermalukan kepada mereka bertiga, sampai kapanpun Rony tidak akan bisa menemukan mereka. Dalam beberapa minggu wajah mereka akan berubah bukan? Jadi bagaimana bisa Rony membalaskan dendamnya kepada mereka.
*****
Setelah kepergian Rony dan pengawalnya, Oliver dan rekannya berjalan mendekat ke arah meja di mana John, Matthew dan kedua adiknya duduk.
“Kalian tenang saja. Selama masih ada aku di sini, anak ini tidak akan berani mengancam kalian. Jika dia masih mengancam kalian, kalian cukup datang kepadaku. Namaku Oliver Morgan, dan sepupuku Alice Morgan.” Ucap Oliver memperkenalkan diri.
“Aku Matthew, dan dia adikku Jasper dan Ellie. Yang bersama kami saat ini adalah teman orang tua kami.” Matthew memperkenalkan singkat.
Meski sekilas remaja bernama Oliver ini datang dengan maksud baik, Matthew sama sekali tidak mempercayainya. Dia mendatangi mereka dan berlagak seolah-olah menolong mereka hanya karena remaja laki-laki ini mengenal orang bernama Rony tadi.
Jika bukan karena itu, belum tentu dia akan menolong. Kehidupan para bangsawan penuh dengan topeng, drama dan rencana licik untuk menjatuhkan satu sama lainnya.
Matthew memahami hal itu dari berbagai novel yang pernah ia baca. Kita tidak bisa seratus persen bisa mempercayai mereka. Apalagi orang seperti Oliver ini.
__ADS_1
Meski dirinya bilang ingin memberikan citra yang baik bagi bangsawan, tetapi ucapannya tidak sepunuhnya bisa dipercaya. Bisa saja orang ini aslinya adalah orang jahat. Serigala berbulu domba. Menampakkan sisi baiknya untuk membuat orang lain lengah.