Master Of Elements

Master Of Elements
ME 29 Latihan Di Kereta Berguncang


__ADS_3

Menyakitkan. Itulah yang Matthew rasakan ketika menaiki kereta ini. Mungkin kereta ini tidak memiliki sebuah suspensi sehingga ketika melewati jalan yang berlubang getaran yang ditimbulkan cukup besar. Ini tidak seperti menaiki mobil di dunianya yang dulu.


Keadaan ini membuat Matthew susah untuk berkonsentrasi dalam melakukan latihan. Ia mencoba berlatih tapi kemudian tubuhnya tiba-tiba condong kesamping karena kereta melewati sebuah lubang. Jalanan yang kurang rata juga yang membuat Matthew merasa kurang nyaman berada di dalam kereta.


“Kakek John, apakah semua kereta seperti ini? Maksudku, kenapa menaiki kereta tidak senyaman yang aku bayangkan. Terlalu banyak goncangan yang terjadi di dalam kereta ketika kita melewati jalan yang tidak rata. Tidak adakah kereta yang lebih baik dari ini?” tanya Matthew frustasi setelah lebih dari lima belas menit mencoba berkonsentrasi namun gagal.


Jasper dan Ellie juga mengalami hal yang tidak jauh berbeda. Tadi Matthew sudah meminta keduanya untuk melatih elemen ruangnya selama perjalanan. Mereka sudah mengkomunikasikan hal ini melalui telepati. Namun, rencana mereka gagal hanya karena mereka berada dikondisi yang kurang nyaman seperti sekarang ini.


“Kau mau minta yang bagaimana lagi. Semua kereta memang seperti ini. Bahkan kereta Raja saja seperti ini. Jadi jangan terlalu banyak protes meski ini tidak terlalu nyaman bagimu.” Jelas John.


“Tetapi kami susah berkonsentrasi jika seperti ini. Kami ingin berlatih dan menambah kekuatan kami sebelum sampai di akademi.” Protes Jasper. “Tidak adakah cara lainnya untuk mengurangi goncangan ini?”


Ellie tiba-tiba membayangkan dalam benaknya lebih nyaman mana berkendara dengan mengunakan kereta seperti sekarang ini atau kendaraan bermesin seperti di dunia Matthew sebelumnya. Ellie pernah mendengar Matthew bercerita tentang kendaraan-kendaraan yang ada di dunianya.


Di sana ada kendaraan yang bisa terbang di langit, kendaraan dari besi yang bisa mengapung dengan mudahnya di air, kendaraan yang berjalan di jalur besi. Banyak sekali kendaraan yang diceritakan oleh Matthew kepadanya.


Dari cerita Matthew tersebut, sepertinya kendaraan-kendaran itu memberikan kenyaman yang luar biasa kepada penumpangnya. Matthew sendiri pernah bercerita bahwa kendaraan-kendaraan tersebut bisa ditinggali oleh dengan nyaman.


Bahkan kendaraan yang bernama mobil itu bisa dijadikan rumah berjalan. Orang tidak akan mau tinggal di tempat yang kurang nyaman bukan. Sudah jelas kendaraan di dunia Matthew jauh lebih nyaman. Lalu kenapa kendaraan di sini seperti ini.


Jangankan untuk untuk tidur dengan nyaman, duduk diam saja susah untuk Ellie lakukan. Sedah jelas akan kurang nyaman untuk tinggal dalam waktu lama di kendaraan ini.


“Kalian harus menerimanya. Jika kalian memang ingin berlatih, berlatihlah sana. Apa kalian hanya bisa berlatih di tempat yang nyaman? Heh, jika kalian menjadi murid akademi, akan ada saatnya dimana kalian menjalankan misi dari akademi.”

__ADS_1


“Ketika itu tiba, kalian harus selalu berkonsentrasi. Tidak hanya untuk berlatih, kalian juga harus berkonsentrasi terhadap bahaya yang mungkin saja mengintai. Jadi, kenapa tidak jadikan ini latihan konsentrasi bagi kalian.”


Matthew menganguk pelan, menyetujui ucapan John. Memang mereka akan membutuhkan latihan untuk bisa bermeditasi di tempat dengan kondisi apapun. Bisa saja nantinya mereka ketika latihan memiliki banyak gangguan bukan? Jika gangguan seperti ini saja mereka tidak bisa mengatasinya, lalu bagaimana dengan kedepannya?


Apa mereka harus selalu mencari tempat tenang? Mereka tidak selalu bisa menemukan tempat yang cocok dan nyaman bukan. Jadi seperti kata John, sebaiknya mereka menjadikan ini latihan lain untuk mereka. Latihan berkonsentrasi untuk bisa masuk ke proses meditasi.


“Baiklah Kakek John. Kami akan mencoba melakukannya.”


‘Coba kalian tenangkan pikira kalian. Kita mulai lagi berkonsentrasi. Coba saja bayangkan sekarang ini kita sedang berada di punggung Cosen Cow yang ada di belakang rumah. Bayangkan goncangan ini adalah goncangan yang timbul karena Cosen Cowmu berlari. Coba nikmati semua goncangan yang ada.’ Ucap Matthew melalui telepati.


Matthew mencoba memberi saran demikian, mungkin saja berhasil. Bukankah kekuatan sugesti sehebat itu?


Jasper dan Ellie mencoba mengikuti saran Matthew. Mereka menutup mata dan membayangkan bahwa mereka saat ini sedang berada di punggung Cosen Cow penghasil susu untuk keluarga mereka. Baik Jasper maupun Ellie memang sudah beberapa kali menaiki punggung Monster tersebut.


Membayangkan monster kesayangannya itu membawanya berlari di bawah pohon-pohon rindah di dalam Hutan Morento. Sesekali Jasper  dan Ellie merasakan hembusan angin di sekitar mereka. kedua anak itu masih ingat tujuannya melakukan hal ini. Pelan-pelan keduanya mencoba memanggil “teman-temannya”, para elemen ruang.


Perlahan-lahan Jasper dan Ellie merasakan mereka datang. Mereka mencoba membagi kesenangannya dengan “temannya” tersebut. Semakin lama elemen-elemen tersebut berkumpul di sekitar mereka. Sedangkan elemen yang lain seakan tersisihkan, tidak mendapatkan perhatian lebih dari Jasper dan Ellie.


Senyum di bibir Ellie semakin lebar. Mungkin ini yang Matthew bicarakan tentang membawa hewan peliharaan jalan-jalan di dunianya yang dulu. Ellie sekarang merasakannya. Kesenangan berjalan-jalan dengan binatang peliharaan.


Matthew yang belum memulai latihannya melihat perubahan yang terjadi pada kedua adiknya. Perlahan-lahan elemen ruang mulai mendekati Jasper dan Ellie. Ini pertanda bahwa keduanya sudah memulai meditasinya.


Ini pertama kalinya Matthew melihat senyum lebar di bibir kedua adiknya ketika mereka berlatih. Selama ini hanya wajah serius yang ditampilkan saudaranya itu ketika berlatih.

__ADS_1


Melihat keberhasilan dari idenya, Matthew mencoba melakukan hal yang sama. Jika kedua adiknya membayangkan diri mereka menaiki Cosen Cow, monster kesayangannya, maka Matthew membayangkan hal yang jauh berbeda.


Ia membayangkan dirinya saat ini menaiki roller coaster. Guncangan-guncangan yang ditimbulkan ketika menaiki roller coaster jauh lebih kuat dibandingkan dengan guncangan kereta yang sedang Matthew naiki saat ini.


Ia mengingat-ingat terakhir kali ia menaiki roller coaster dengan teman-teman. Saat itu sangat yang sangat menyenangkan bagi Matthew. Ia bisa berteriak sepuasnya ketika menaiki roller coaster. Meski mengalami banyak guncangan, tetapi menaiki roller coaster memberikan kesenangan yang besar untuk Matthew.


Perlahan Matthew membayangkan bahwa selain dirinya ada orang lain yang ikut menaiki roller coaster ini. Mereka adalah para elemen. Matthew mencoba memilih elemen-elemen yang ada di sekitarnya.


Melalui hubungan yang terbentuk antara dirinya dan kedua adiknya, Matthew mencoba mendekati elemen ruang di sekitar mereka. Ia ingin mengajak para elemen ruang itu menikmati kesenangan menaiki roller coaster.


Ketika mengundang calon “temannya” itu, Matthew membagikan ingatannya ketika dirinya menaiki roller coaster. Ini adalah pertama kalinya bagi Matthew mencoba berinteraksi dengan para elemen dengan cara membagi ingatannya kepada mereka. Seolah penasaran dengan apa yang ada dalam ingatan Matthew, beberapa elemen ruang perlahan mendekati Matthew.


Elemen-elemen ruang itu belum sepenuhnya “berteman” dengan Matthew. Mereka hanya memiliki ketertarikan awal kepada Matthew. Saat ini para elemen itu seperti halnya pengunjung lain di taman hiburan yang tengah melihat Matthew menaiki roller coaster. Mereka tertarik melihatnya tetapi belum memiliki niatan untuk bergabung dengan Matthew menikmatinya.


‘Ini adalah sebuah kemajuan. Ternyata cara ini berhasil. Dengan begini aku dan kedua adikku bisa dengan mudah mempelajari elemen-elemen yang lain. Yang perlu kami lakukan adalah mencari pengguna elemen yang tidak satupun aku atau kedua adiku miliki.’


‘Atau mungkin benda lain yang memiliki elemen yang kuat seperti halnya pedang yang aku beli tadi. akan mencoba bereksperimen mengenal elemen menggunakan benda-benda berelemen nantinya.’ Gumam Matthew dalam hati.


Jika digabung, elemen yang Matthew dan kedua adiknya miliki saat ini adalah elemen air, api, udara, gelap, cahaya, petir dan ruang. Dua elemen yang tidak dimiliki oleh mereka adalah elemen kehidupan dan elemen bumi.


Kebetulan juga Matthew memiliki benda dengan dua elemen tersebut. Jika nantinya dirinya gagal dalam berteman dengan elemen dengan bantuan dua elemen tersebut, maka Matthew perlu mencari pengguna dua elemen tersebut.


Jika tidak menemukannya, itu berarti Matthew dan kedua adiknya haruslah memperlajari dua elemen itu secara otodidak seperti sebelumnya. Itu pasti memerlukan waktu yang sangat lama lagi.

__ADS_1


__ADS_2