
Mereka baru saja selesai memesan makanan ketika Matthew meborbardir John dengan berbagai pertanyaan. “Kakek John, kenapa kita tidak melakukan teleportasi saja. Maksudku kau bisa melakukannya bukan? Bukannya dengan teleportasi kita jauh lebih cepat sampai ke tempat tujuan kita?”
“Lalu, kenapa kita harus mengikuti karavan pedagang untuk perjalanan kita selanjutnya. Dengan ikut mereka kita akan menghabiskan banyak waktu di perjalanan.” Ucap Matthew dengan suara yang cukup pelan, takut pengunjung di meja lain mendengar percakapan mereka.
Matthew penasaran dengan hal ini. Ada cara yang praktis kenapa mereka harus repot-repot melakukan perjalanan panjang seperti ini. Ini akan membuang-buang waktu dan tenaga mereka. Matthew tidak paham apa alasan John memilih melakukan perjalanan dengan cara yang seperti ini.
Bukankah mereka diburu oleh waktu. Mereka harus secepatnya sampai di Akademi Artinco bukan? Lalu kenapa harus berlama-lama di perjalanan seperti ini?
“Kau memang benar. Kita memang akan jauh lebih cepat jika berteleportasi. Tetapi dengan melakukannya kita bisa jadi pusat perhatian. Mereka yang berada di tingkat platinum ke atas bisa merasakan fluktuasi ketika seseorang melakukan teleportasi.” Jelas John.
“Jadi, lebih baik kita melakukan perjalanan dengan cara normal seperti ini. Dengan mengikuti karavan pedagang, kita akan sedikit banyak menghindari perhatian orang lain. Apalagi di waktu saat ini, di mana banyak anak remaja yang bergabung dengan karavan pedagang untuk pergi ke kota besar. Hanya di kota besarlah kita bisa melakukan teleportasi.” Tambah John.
“Jadi itu alasannya. Baiklah aku memahaminya. Lalu kakek John, apa karavan pedagang itu selalu menyediakan jasa transportasi orang seperti itu? Bukankah mereka hanya berkeliling membeli dan menjual barang dari satu tempat ke tempat lain. Kenapa mereka juga membuka jasa transportasi orang seperti itu?”
“Yang ada di pikiran mereka hanyalah uang, jadi mereka hanya berpikir bagaimana mendapatkan uang yang banyak dengan mengeluarkan modal yang sedikit. Kau dengar tadi bukan, untuk kita berempat menuju ke Kota Greenwood kita perlu membayar empat koin emas kepada mereka.”
“Padahal jika kita membeli sendiri kereta dan monster dengan tingkat Besi I untuk menarik kereta, sama seperti monster yang mereka pakai, kita hanya perlu mengeluarkan dua hingga tiga koin emas.”
“Berarti kita rugi besar? Mengapa kita tidak mencari sendiri kendaran untuk transportasi kita. Itu jauh lebih hemat bukan?” tanya Ellie penasaran.
“Tentu saja tidak. Itu akan sangat merepotkan. Aku tidak bisa mengendalikan monster penarik kereta, begitu juga dengan kalian. Lalu kita tidak mengetahui jalur aman untuk perjalanan. Yang menjadi ancaman bukan hanya para monster tetapi juga para bandit.”
“Meski aku bisa membereskan semua itu, tetapi akan sangat merepotkan jika harus terus berhenti untuk membersihkan jalan. Akan lebih praktis untuk mengikuti karavan pedagang.”
__ADS_1
Pembicaraan ketiganya terhenti ketika mereka melihat pelayan datang dengan membawa beberapa piring makanan. Tidak hanya satu, ada tiga pelayan yang mengampiri mereka dengan empat piring di setiap pelayan.
Pelayan-pelayan tersebut kemudian meletakkan makanan yang mereka bawa di meja tempat ketiganya berada. Aroma harum makanan langsung dapat mereka cium ketika makanan-makanan itu disajikan. Asap tipis terlihat keluar dari makanan di depan mereka, pertanda makanan ini baru saja selesai dimasak.
“Apa ada pesanan lainnya Tuan?” tanya salah satu pelayan sementara yang lain pergi.
“Untuk saat ini tidak. Jika aku ingin menambah pesanan, aku akan memanggilmu.” Ucap John tanpa memandang ke arah pelayan tersebut.
Pandangannya terpusatkan pada makanan yang tersaji di depannya. Daging bakar dengan aroma harumnya itu lebih menarik bagi John daripada pelayan di sampingnya. Jasper dan Ellie juga tidak jauh berbeda dengan John. Keduanya lebih memilih memusatkan perhatian mereka pada makanan yang ada.
“Terima kasih Kakak cantik.” Ucap Matthew berterima kasih sembari memberikan senyuman terbaiknya kepada pelayan.
Matthew yang melihat respon kedua laki-laki itu harus melakukan tindakan. Setidaknya mereka harus mengucapkan terima kasih bukan. Meskipun ini adalah tugas dari pelayan-pelayan itu, tetapi mereka sudah menjalankan tugas mereka dengan baik.
Tidak terlalu besar namun tindakan itu sangat berarti. Ketiga orang yang semeja dengannya itu lebih memilih memusatkan perhatian mereka kepada makanan sampai melupakan etika.
“Sama-sama tampan.”
“Kita akan lanjutkan pembicaraan kita nanti. Sekarang saatnya untuk makan.” Ucap John yang mulai mengambil sepiring daging bakar tanpa menghiraukan kepergian pelayan tersebut.
Melihat hal itu Jasper dan Ellie tidak mau tinggal diam. Keduanya meraih sepiring daging bakar yang menurut mereka memiliki ukuran lebih besar daripada yang lainnya. Jasper kemudian membuat potongan besar pada daging bakar tersebut dan langsung melahapnya tanpa mempedulikan panas dari makanan tersebut.
Sementara itu Ellie, ia sedikit mengingat etika makan. Dia memotong kecil-kecil daging bakar yang sudah ia dapatkan. Ia meniup dulu daging tersebut sebelum memakannya.
__ADS_1
“Aww panas. Hemm…. Tapi ini lezat sekali. Kau benar Kakek John, daging ini sangat lezat. Cepatlah Matthew kau harus mencobanya. Aku rasa kau akan menyukainya. Cepatlah makan sebelum kau tidak kebagian.” Setelah berucap demikian, Jasper tidak mempedulikan Matthew lagi. Ia berfokus pada makanan di depannya.
Jasper bertekat untuk makan lebih banyak daripada John. Setidaknya dia akan membalaskan dendamnya kepada John. Dengan ia makan lebih banyak, bukankah itu berarti John memakan dengan porsi yang lebih sedikit darinya. Dengan begini orang itu pasti akan merasa geram. Balas dendam yang sangat menyenangkan bagi Jasper.
Sementara itu Matthew tidak langsung memakan daging bakar di depannya. Ia mengamati masakan tersebut dengan seksama. Makanan di depannya lebih mirip seperti steak di dunia Matthew yang lama. Hanya sebuah potongan besar daging yang dibakar dengan bumbu yang tidak terlalu banyak.
Tidak ada saos tambahan untuk daging bakar di depannya. Tidak pula Matthew lihat hiasan untuk memperindah tampilan dari daging bakar. Ini hanya sebuah daging yang dibakar dan kemudian disajikan diatas piring logam.
Sangat jauh dari makanan yang ada di dunianya dulu dimana makanan yang disajikan biasanya terdapat sedikit hiasan untuk menambah nilai estetika dari makanan yang disajikan.
Matthew membuat potongan kecil dari daging bakar di depannya. Ia mengunyahnya dengan pelan. Mencoba meresapi rasa yang dihasilkan dari daging bakar di dunia ini. Enak, cukup enak. Tetapi menurut Matthew daging ini dibakar terlalu matang.
Banyak variasi tingkat kematangan untuk membuat daging bakar. Tingkat kematangan tersebut terbagi menjadi lima yaitu rare, medium rare, medium, medium well dan well done. Matthew lebih menyukai daging bakar dengan tingkat kematangan medium. Tidak terlalu matang tidak juga terlalu mentah, membuat daging bakar lebih juicy.
Matthew tidak melihat satupun dari dua belas porsi daging bakar di meja mereka ini yang memiliki tingkat kematangan medium. Semuanya berada di tingkat kematangan well done, dan Matthew kurang menyukainya. Meskipun Matthew akui rasanya cukup lezat, tetapi ini kurang sesuai dengan seleranya.
Jika Matthew memasaknya, ia juga akan menambahkan saos untuk menambah cita rasanya. Mungkin jika Matthew bisa menemukan bumbu yang sama atau mirip dengan beberapa bumbu yang dikenalnya, Matthew akan membelinya. Matthew sudah tidak sabar untuk membuat ulang makanan-makanan lezat dari dunianya yang dulu.
Ia ingin menunjukkan kepada kedua adiknya makanan lezat yang sesungguhnya. Mungkin dia harus menanyakan ini kepada para pedagang tadi. Mungkin saja mereka memiliki beberapa bumbu yang dicari Matthew. Matthew mengesampingkan rencananya tersebut. Ia sekarang lebih memilih menikmati makanan di depannya. Entah kenapa dirinya merasa sangat lapar saat ini.
Kenapa sekarang porsi makannya semakin hari semakin banyak. Apa mungkin dirinya akan memiliki elemen ruang? Ini adalah salah satu tanda-tanda khusu pemilik elemen ruang bukan? Memiliki porsi makan yang lebh besar dari orang lain.
Sepertinya ia akan meminta kedua adiknya berfokus untuk berlatih mengumpulkan elemen ruang selama perjalalanan mereka. Jika memang dengan cara seperti ini dirinya lebih cepat “berteman” dengan elemen ruang, maka dia bisa membantu kedua adiknya “berteman” dengan elemen lainnya. Dengan begini, bukankah mereka lebih cepat menguasai elemen yang lain bukan?
__ADS_1