
“Lalu, bagaimana nasib mereka yang menjadi budak itu? Aku dengar mereka tidak bisa menghianati Keluarga Johanson. Jika mereka melakukannya, maka semua elemen milik mereka akan hilang. Benarkah itu?” tanya Matthew.
“Ya. Jika Kau sudah bersumpah menggunakan elemen milikmu sebagai jaminan, maka Kau akan kehilangan semuanya jika melanggar sumpah itu,” jawab Clarissa.
“Bagaimana nasib mereka setelah ini?”
Menurut Matthew, nasib mereka cukup miris. Mereka yang memiliki mimpi tinggi, justru mengalami kehancuran di tempat mereka meraih mimpi. Matthew yakin tidak sedikit dari murid-murid itu yang bermimpi menjadi orang yang hebat di benua ini. Sayangnya mimpi mereka harus pupus begitu saja.
“Aku tidak mengetahui terlalu banyak mengenai mereka. Yang jelas, aku dengar kebanyakan dari mereka memilih untuk melanggar sumpah dan kembali ke kerajaan mereka masing-masing. Aku sendiri tidak tahu mendetail mengenai hal itu. Jika Kau penasaran, bagaimana kalau kita menanyakan hal ini kepada Leo? Aku yakin dia tahu lebih banyak mengenai hal ini daripada aku,” jelas Clarissa.
“Kau ada benarnya. Setelah aku makan, kita akan mencari keberadaan Leo. Aku sangat ingin tahu mengenai perkembangan kasus ini.”
Ketika Matthew dan yang lain tengah menikmati makanan mereka, tiba-tiba saja ada seorang laki-laki berjubah merah, berjalan tergopoh-gopoh menuju kantin. Ia seolah tidak peduli sudah menabrak beberapa orang yang ada di sana.
Laki-laki itu lalu berdiri di atas meja yang berada di tengah-tengah kantin. Setelahnya, ia memberikan pengumuman yang menghebohkan seisi kantin tersebut.
“Berita besar, berita besar,” ucap laki-laki itu berulang kali.
Hal ini membuat mereka yang berada di dalam kantin memandangi laki-laki itu. Jika sampai laki-laki ini bersikap seperti itu, maka berita yang ia bawa cukuplah serius.
“Ada apa Josh? Berita apa yang Kau bawa sekarang?” tanya salah seorang siswa dengan berteriak keras.
Josh, laki-laki yang berdiri di atas meja, kini menyapukan pandangannya ke seluruh ruangan.
__ADS_1
“Keluarga Johanson, keluarga dari Mentor Louis, tidak dia tidak bisa lagi disebut sebagai mentor. Keluarga Johanson terbukti menghiati Akademi Andradius. Mereka terbukti bekerja sama dengan organisasi Black Shadow untuk mencuri informasi dari akademi.”
“Apa? Ini tidak mungkin,” ucap salah satu murid bejubah unggu.
“Aku tidak menyangka Keluarga Johanson ternyata bekerja sama dengan Organisasi Black Shadow,” sahut murid berjubah biru.
“Itu sangat mungkin. Kenapa Kau tidak mempercayainya. Apa Kau tidak merasa curiga sama sekali kenapa si Louis itu menjebak beberapa anak-anak jenius yang tidak memiliki latar belakang? Aku yakin ia akan mengirim mereka ke Black Shadow. Aku dengar beberapa anak yang sudah diperbudak oleh Keluarga Johanson tidak pernah terlihat lagi. Pasti mereka sudah dikirim ke markas Black Shadow.”
Satu persatu obrolan mengenai hal ini terdengar di seuruh sudut kantin. Mereka saling mengatakan pendapat mereka mengenai kejadian ini.
Matthew sendiri juga tidak mempercayai berita ini. Keluarga Johanson tidak hanya membuat murid jenius Akademi Andradius sebagai budak, tetapi mereka dipaksa untuk bergabung dengan Black Shadow, organisasi yang menjadi musuh dari semua kerajaan di Benua Andradius.
“Semua harap tenang. Aku masih memiliki berita lainnya,” teriak Josh.
“Mulai sekarang sampai tiga bulan ke depan, akademi akan menjalani isolasi. Semua murid yang masih ada di luar akan diminta untuk kembali. Lalu yang sudah ada di akademi, tidak akan bisa pergi.”
Ucapan Josh ini kembali menimbulkan keributan di kantin. Semua saling bertanya-tanya kenapa Akademi Andradius harus mengisolasi diri. Tidak hanya itu, semua murid yang masih ada di luar di minta kembali, dan mereka yang ada di akademi tidak bisa keluar.
Ini cukup aneh. Sepanjang sejarah berdirinya Akademi Andradius yang sudah berabad-abad, mereka tidak pernah mendengar Akademi Andradius menetapkan isolasi seperti ini. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya masalah ini.
“Kenapa kita tidak bisa keluar Josh? Apa Kau tahu alasannya?” tanya salah seorang siswa berjubah ungu.
Josh yang terkenal menjadi informan di seluruh akademi, sering memberikan pengumuman penting mengenai kejadian yang ada di sana. Beberapa orang mmeberi julukan Josh sebagai sang pemberi pesan. Jika ingin mengetahui mengenai apa yang sedang terjadi di akademi, maka Josh adalah orang yang tepat untuk ditanyai.
__ADS_1
“Ini karena pihak akademi ingin melihat apakah masih ada penghianat di antara murid-murid dan mentor yang lain. Siapa pun yang keluar selama periode isolasi atau murid yang di luar tidak juga kembali selama waktu yang sudah ditentukan, akan diangap sebagai penghianat.”
“Jadi, jika kalian bukanlah penghianat dan masih ingin belajar lebih lama di akademi ini, maka kalian jangan mencoba-coba untuk menyusup keluar. Sekarang Kepala Akademi John sudah kembali. Jadi, penjagaan akan lebih ketat daripada sebelumnya,” jelas Josh.
“Jadi, kapan isolasi ini di mulai Josh? Aku perlu mempersiapkan perbekalan untuk tinggal di akademi dalam waktu lama.”
Tidak semua orang yang berada di Akademi Andradius adalah anak orang berada. Beberapa merupakan anak dari keluarga ekonomi menengah. Mereka tidak memiliki cukup banyak uang. Apalagi kantong ruang untuk menyimpan perbekalan.
Tiga bulan bukanlah waktu yang singkat. Murid-murid ini perlu memikirkan makanan mereka untuk tiga bulan mendatang. Meski di akademi ada kantin, tetapi mereka harus membayar untuk bisa makan di sini. Lebih baik memasak makanan sendiri.
“Kalian tenang saja. Aku dengar mulai minggu depan aturan itu baru akan dilaksanakan. Jadi, kalian masih memiliki waktu untuk mempersiapkan semuanya.”
…
“Aku tidak menyangka ini akan berakhir seperti ini,” ucap Matthew setelah mendengar semuanya.
“Lalu, bagaimana dengan peneriman murid baru? Bukankah itu tinggal sepuluh harian lagi? Bagaimana nasibku setelah ini?” tanya Clarissa.
Apa yang Clarissa ucapkan ada benarnya. Yang diumumkan oleh Josh itu hanya informasi untuk murid akademi, sedangkan untuk calon murid Josh tidak memberikan informasi apa pun.
“Tenang saja, Clarissa. Aku akan membantumu mencari tahu mengenai hal ini. Aku akan menanyakan ke beberapa orang mengenai hal ini,” ucap Jasper mencoba menenangkan Clarissa.
“Ya, Jass benar Clar, kami akan membantumu. Sementara ini kita lihat dulu perkembangan yang ada. Kita sendiri tidak tahu bukan masalah yang sebenarnya bagaimana,” imbuh Ellie.
__ADS_1
“Sepertinya, setelah ini kita memang harus mencari Leonard. Aku tidak hanya penasaran mengenai nasib mereka yang menjadi budak Kaluarga Johanson, aku juga butuh orang yang cukup mengenal Kota Archdale. Kita perlu menyetok suplai makanan dan kebutuhan lainnya selama tiga bulan ke depan. Yang lain juga sepertinya melakukan hal yang sama