Master Of Elements

Master Of Elements
ME 49 Kota Greenwood (2)


__ADS_3

“Penginapan yang akan kita tuju letaknya cukup jauh. Jika kita berjalan kaki akan memakan waktu yang cukup lama untuk sampai di sana. Di depan sana ada bebersapa orang yang menyewakan kereta. Kita akan menaiki kereta itu ke penginapan.” Ucap John setelah mereka berjalan selama lima belas menit.


Sekitar dua puluh meter dari mereka berada memang terlihat barisan kereta yang terparkir rapi. Hal itu mengingatkan Matthew akan barisan taksi yang tengah menunggu penumpang.


Bukankah itu sangat mirip? Setidaknya jika ada tempat khusus seperti ini untuk menemukan kereta, ini bisa mempermudah mobilisasi mereka.


Ketika John mendekat ke arah kumpulan kereta tersebut, beberapa kusir kereta yang ada di sana terlihat berjalan mendekati mereka.


“Tuan, Anda mau kemana Tuan mari saya antar. Aku jamin kereta milikku memiliki kursi yang paling empuk dibandingkan dengan kereta yang lain.” Salah satu kusir menawarkan jasanya.


“Kereta milikku juga tidak kalah Tuan. Aku selalu menjaga kebersihan dari keretaku. Jadi Kau tidak akan menemukan satu kotoran sedikit pun di dalam keretaku. Jadi gunakan keretaku saja. Sudah pasti Kau akan lebih nyaman menggunakan keretaku.” Ucap kusir yang lainnya.


Sebelum kusir yang lain sempat membuka mulut untuk menawarkan jasa mereka, John sudah mengangkat sebelah tangannya terlebih dahulu. Meminta mereka untuk diam karena dirinya ingin berbicara.


“Aku tidak peduli dengan keadaan kereta kalian. Asalkan kereta kalian bisa berjalan aku tidak memperasalahkan yang lain. Aku hanya mencari seseorang yang bisa membawaku ke The Snoring Turtle.”


“Apa Kau tadi berkata The Snoring Turtle Tuan? Aku rasa kami tidak bisa membawa kalian kesana. The Snoring Turtle berada di kota dalam. Kereta kami ini tidak bisa masuk ke kota dalam.” Ucap seorang kusir.


“Untuk urusan masuk ke kota dalam itu urusanku. Jadi, adakah di antara kalian yang bisa membawaku ke sana?” tanya John sekali lagi.


John tidak mendapatkan jawaban yang ingin ia dengar. Para kusir itu malah bergumam dengan teman mereka.


“Apa mereka yakin akan pergi ke The Snoring Turtle? Lihat saja pakaiannya saja seperti itu. Aku tidak mereka memiliki uang untuk menginap di sana. Jadi untuk apa kita membawa dia kesana.”


“Kau benar. Dia bilang dia bisa mengurus mengenai penjaga gerbang kota dalam. Tetapi aku tidak yakin itu. Memangnya mereka siapa? Aku yakin mereka ini hanyalah penduduk desa yang baru pertama kali ke ibukota.”


“Mereka mengira dengan kekayaan yang mereka punya, mereka dengan mudahnya bisa menginap di The Snoring Turtle. Aku yakin mereka pernah mendengar kabar bahwa The Snoring Turtle adalah penginapan terbaik di Kerajaan Starwood jadi mereka ingin mencobanya.” Imbuh kusir yang lain.


Para kusir itu mencemooh rombongan tiga orang itu dengan suara pelan. Mereka seolah-olah menganggap empat orang yang mereka cemooh itu tidak bisa mendengar apa yang tengah mereka bicarakan. Padahal, baik John, Matthew, dan kedua adiknya, dapat mendengar jelas apa yang mereka bicarakan.


Memang mereka berempat sama sekali tidak menunjukkan kata mewah dari cara mereka berpakaian. Pakaian yang mereka gunakan adalah pakaian sederhana yang biasa dipakai oleh orang pada umumnya.

__ADS_1


Matthew dan kedua adiknya memakai pakaian yang Elisa beli dari karavan pedagang yang mampir ke desa mereka. Sedangkan John, dengan pakaiannya yang lusuh seperti itu sudah jelas dirinya dianggap sebagai orang miskin.


Namun cemoohan dari para kusir kereta tersebut sama sekali tidak menyinggung empat orang tersebut. Toh memang mereka terlihat seperti orang dari desa kecil, dan memang itu adalah sebuah fakta bahwa Matthew dan kedua adiknya merupakan orang desa.


Ya meskipun mereka memiliki darah bangsawan, tetapi tetap saja mereka lahir dan besar di desa kecil di pinggir Hutan Morento.


“Jadi, apa di antara kalian benar-benar tidak ada yang bisa membawa kami ke The Snoring Turtle?” tanya John untuk yang kesekian kalinya.


“Aku tidak bisa mengantarmu kesana Tuan. Kau cari saja kusir kereta yang lain.” Ucap salah satu kusir yang kemudian meninggalkan John diikuti oleh yang lainnya.


John hanya menggelengkan kepala melihat hal itu. “Sepertinya kita tidak mendapatkan kereta anak-anak. Apa kalian tidak keberatan untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki?” tanya John kepada Matthew dan kedua adiknya yang sedari tadi diam.


“Tidak masalah Kakek John. Ini sekalian latihan fisik. Jalan jauh seperti ini tidak masalah buatku.” Jawab Jasper.


“Aku juga tidak masalah Kakek John. Tidak ada bedanya kita menaiki kereta atau berjalan kaki. Lihat saja jalanan yang ramai seperti ini. Aku tidak yakin kereta-kereta itu bisa membawa kita lebih cepat ke penginapan. Jadi sepertinya lebih cepat jika kita berjalan kaki.” imbuh Ellie.


“Bagus. Kalau begitu kita lanjutkan perjalanan kita.”


“Tuan. Aku bisa mengantar kalian kesana.” Teriak seseorang.


John membalikkan badannya dan mengahadap orang tersebut. Ia memiliki badan yang kurus, sangat kurus untuk ukuran orang di dunia ini.


“Apa Kau bisa mengantar kami?” Tanya John.


“Ya. Aku bisa mengantar kalian kesana. Tetapi, aku tidak mau membayar tarif masuk ke kota dalam. Kalian sudah bilang akan mengurus hal tersebut. Aku juga meminta biaya dobel. Apa kalian mau?” Ucap laki-laki tersebut dengan sedikit gugup.


“Memangnya, berapa yang Kau minta?”


“Dua koin silver. Tidak boleh kurang.” Ucapnya.


“Tidak masalah. Ambil keretamu kami akan menunggu di sini.” Ucap John.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, laki-laki tersebut kembali dengan menaiki keretanya. Ia mengarahkan kereta miliknya mendekat ke arah rombongan empat orang itu berdiri. Lalu laki-laki itu bergegas turun dan membukakan pintu kereta untuk mereka.


“Silahkan naik Tuan.”


Bagian dalam kereta tidak terlihat baik, namun juga tidak terlihat terlalu buruk. Tetapi, jika dibandingkan dengan kereta milik Karavan Gold Mine yang pernah mereka naiki, kereta ini jauh dibawahnya.


Kain yang menjadi pelapis dudukan terlihat lusuh. Tidak hanya itu, cat kereta itu juga sudah memudar warnanya. Tetapi, ini tidak akan mereka permasalahkan. Toh mereka hanya akan melakukan perjalanan singkat, bukan perjalanan yang membutuhkan waktu berhari-hari.


“Kakek John, kenapa orang-orang tadi tidak ada yang mau membawa kita ke penginapan? Apa ada sesuatu yang salah pada diri kita?” tanya Ellie ketika kereta mereka sudah berjalan menuju kota dalam.


“Di pekan belanja seperti ini, banyak sekali orang desa yang datang ke kota. Kebanyakan dari mereka merasa menjadi orang yang paling kaya di desa mereka.”


“Jadi, ketika datang ke Kota Greenwood mereka memilih penginapan yang terbaik. Jangankan membayar penginapan di kota dalam, kebanyakan dari mereka bahkan tidak bisa membayar tarif masuk ke kota dalam.”


“Kota dalam dari Kota Greenwood memang seperti dunia yang berbeda jika dibandingkan dengan kota luar tempat kita berada saat ini. Harga barang di sana berkali-kali lipat lebih mahal dari pada kota luar.”


“Jadi tidak heran kalau orang-orang tadi tidak mau mengantar kita. Mereka tidak mau ikut merasa malu jika seandainya kita tidak bisa membayar tarif masuk ke kota dalam.” Jelas John.


“Lalu bagaimana dengan paman yang sedang mengantar kita ini?” Tanya Jasper.


Jika seperti itu, kenapa kusir ini mau mengantarkan mereka menuju ke kota dalam. Padahal, dia tahu konsekuensi apa yang akan ia alami jika melakukan hal tersebut.


“Dia sedang butuh uang Jas. Dia saja berani menaikkan tarif keretanya. Biasanya dari tempat tadi ke kota dalam kita hanya butuh satu koin perak. Namun dia mencoba meminta dua koin perak dari kita. Satu atau dua koin silver tidak menjadi masalah untukku. Jadi tidak masalah jika dia menaikkan harganya sedikit.”


“Memangnya berapa yang harus kita bayar untuk menginap satu malam di The Snoring Turtle? Sepertinya itu sangat mahal dari apa yang aku dengar dari para kusir itu.”


Matthew cukup penasaran dengan hal itu. Semahal apa memangnya penginapan itu sehingga membuat para kusir merendahkan, mereka yang berpakaian biasa, yang ingin menginap di sana.


“Itu hanya satu koin emas untuk semalam. Lalu, Kau harus membayarnya di muka jika ingin menginap di sana. Dibandingkan dengan penginapan lainnya di Kota Greenwood yang rata-rata mematok harga dua sampai sepuluh koin silver semalam, The Snoring Turtle terlihat sangat mahal.”


“Aku tidak menyangka perbedaan harganya sampai sejauh itu. Aku harap pelayanan mereka sama tingginya seperti harga yang mereka berikan.” Ucap Matthew.

__ADS_1


__ADS_2