
Leonard menatap nanar jumlah makanan yang ada di meja. Piring yang ada di sana jumlahnya sudah tidak bisa lagi ia hitung. Leonard kira, ia hanya akan mengeluarkan beberapa koin perak, paling banyak lima puluh hingga tujuh puluh koin perak, untuk mentraktir keempat kenalan barunya. Tetapi ia salah.
Porsi makanan mereka sangat banyak. Itu melebihi porsi makanan yang ia makan selama seminggu. Apalagi makanan pilihan keempat anak itu cukup mahal. Hal ini membuat Leonard kehilangan tiga minggu uang makannya.
Leonard ingin sekali menghentikan Matthew dan kedua saudara kembarnya memesan lebih banyak makanan. Tetapi gengsi Leonard lebih tinggi dari itu. Ia sudah mengatakan akan mentraktir mereka. Itu membuat Leonard tidak bisa menarik kata-katanya.
Leonard hanya bisa menangisi sepuluh koin emas yang ia keluarkan hari ini. Mungkin nasib buruk memang sedang melandanya.
"Apa kalian pemilik elemen ruang?" tanya Leonard mencoba mengalihkan fokusnya. Ia tida mau terus memikirkan koin emas yang sudah raib itu.
"Ya, Kau benar. Aku dan kedua adikku memiliki elemen ruang."
"Pantas saja porsi makan kalian sangat banyak. Ini memang hari sialku."
"Bukankah kami sudah menolaknya tawaranmu berkali-kali. Kau saja yang bersikukuh ingin mentraktir kami. Ini, kami akan membayar sendiri makanan kami. Jadi jangan lagi menunjukkan wajah memelasmu itu."
"Tidak perlu. Aku masih punya cukup uang. Lagi pula aku sudah berjanji untuk mentraktir kalian makan bukan. Jadi jangan terlalu sungkan denganku. Tetapi, apa yang aku alami sekarang bisa aku jadikan pelajaran. Kelak aku tidak akan mentraktir orang asing sembarangan."
"Jadi, apa tujuan kalian datang kemari? Siapa yang mengajak kalian kemari?" tanya Leonard.
Ini adalah alasan Leonard mentraktir mereka. Ia ingin menggali informasi dari anak-anak ini. Tidak semua orang bisa mengajak kerabat mereka dan membiarkan mereka menginap di asrama. Hanya orang-orang tertentu yang bisa melakukan hal itu.
Bahkan jika keluarga salah satu mentor datang, mereka tidak bisa menginap di akademi. Mereka akan tinggal di penginapan yang ada di Kota Archdale selama kunjungan.
Empat anak ini bisa tinggal di sini, lalu mereka juga memiliki tanda pengenal seperti milik murid akademi. Tentu itu membuat Leonard berpikir latar belakang anak-anak ini tidak biasa. Mungkin jika ia berteman dengan mereka, Leonard akan mendapatkan keuntungan di masa depan.
__ADS_1
"Dia adalah atasan dari mentor orang tua kami. Kami akan tinggal di sini untuk menempuh pendidikan. Jadi, mohon bantuannya Leo. Kami akan merepotkanmu selama beberapa hari ke depan. Kami belum terbiasa berada di sini," jawab Matthew.
Sepertinya dugaan Leonard benar. Identitas anak-anak ini tidak bisa diremehkan. Mereka bisatinggal lebih awal di asrama meski belum resmi diterima.
"Rupanya begitu. Jika kalian akan menjadi murid di akademi ini, maka kalian harus ingat untuk tidak membuat masalah dengan orang-orang tertentu yang ada di sini."
Matthew lalu menegapkan badannya untuk mendengar apa yang akan Leonard ucapkan. Ini adalah informasi penting. Matthew harus tahu siapa saja yang perlu ia hindari selama menempuh pendidikan di sini.
"Yang pertama adalah Charlie Brown, dia murid tahun ketiga. Sekarang ini Charlie sudah berada di tingkal Gold I meskipun dia masih di tahun ketiga. Charlie memiliki empat elemen dan salah satunya adalah elemen royal. Dia terkenal pendiam, namun akan berubah menjadi ganas terhadap musuhnya."
"Tahun lalu, ada orang yang mengganggu sepulunua, Helen, orang tersebut dibuat babak belut oleh Charlie. Jika tidak ada mentor yang memisahkan mereka, maka orang itu pasti sudah mati. Jadi, jangan membuat masalah dengan Charlie atau sepupunya, Helen."
"Yang kedua adalah anggota kerajaan. Siapa pun itu, jika mereka adalah anggota kerajaan, jangan mencoba mengganggu mereka. Kau bisa menjadi musuh satu kerajaan. Namamu akan masuk daftar hitam orang yang dilarang berkunjung ke kerajaan mereka."
"Yang keempat adalah Stone bersaudara, hindari mereka sebisa mungkin. Dua orang dari keluarga Stone itu suka sekali menantang seseorang. Jika kalian terlihat sedikit berbakat dan perbedaan kekuatan kalian tidak terlalu besar, maka mereka akan menantang kalian."
"Yang kelima adalah Keluarga Johanson. Keluarga Johanson hampir sama dengan keluarga Dawnson, mereka juga akan menghajar siapa pun yang menggagu keluarga mereka. Tetapi keluarga ini berbeda dari yang lain."
Leonard lalu diam sejenak. Ia lalu melihat ke arah kiri dan kanan sebelum akhirnya mencondongkan badannya ke depan. Leonard lalu melanjutkan penjelasannya dengan setengah berbisik.
"Jika kalian membuat masalah dengan anggota Keluarga Johanson, maka tamatlah riwayat kalian. Mereka tidak mengenal ampun. Bahkan aku mendengar rumor bahwa mereka sengaja membuat masalah dengan orang lain."
"Tujuan mereka adalah mencari murid jenius untuk direkrut menjadi anggota Keluarga Johanson. Tetapi, perekrutan yang mereka lakukan bukan dengan cara wajar. Mereka akan memaksa para jenius untuk bersumpah dan tunduk kepada keluarga Johanson sampai akhir hayat mereka."
"Jadi, jangan sampai kalian masuk dalam radar Keluarga Johanson. Apalagi kalian memiliki elemen ruang. Sudah pasti mereka akan menargetkan kalian."
__ADS_1
Setelah berucap demikian, Leonard kembali duduk seperti posisinya semula. Ia lalu melanjutkan apa yang belum diselesaikannya.
"Lalu yang terakhir, adalah mereka yang menjadi anak emas para mentor. Jumlahnya tidak terlalu banyak, mungkin ada sekitar lima puluhan orang. Mereka adalah murid akademi yang mendapatkan bimbingan secara langsung dari para mentor."
"Biasanya, mereka akan tinggal di kediaman mentor mereka, bukan di asrama seperti kita ini. Jadi, kecil kemungkinan kalian bertemu mereka. Tetapi, jika kalian melihat salah satu dari mereka, jangan membuat masalah."
"Hanya itu?" tanya Matthew setelah Leonard mengakhiri penjelasannya.
"Ya hanya itu."
"Lalu siapa saja anak emas itu?" tanya Ellie. "Jika kami tidak tahu bagaimana rupa mereka, bagaimana kami bisa mengenalinya?"
"Itu sangat mudah. Kalian tinggal melihat jubah atau kaos dalam dari baju zirah yang mereka pakai. Warna putih untuk murid tahun pertama. Warna biru untuk murid tahun kedua. Warna merah untuk murid tahun ketiga. Warna ungu untuk tahun keempat. Mereka si anak emas, memakai warna hijau. Asisten mentor memakai warna abu-abu, sedangkan mentor warna hitam."
"Dari warna-warna itu kalian bisa mengenali siapa yang harus kalian hindari. Jika kalian tinggal lebih lama di sini, kalian juga akan mengetahui sendiri siapa saja yang harus dihindari," jelas Leonard.
"Teteapi Leo, aku rasa Kau harus menarik Keluarga Johanson dari daftarmu itu Leo. Sebentar lagi mereka akan tinggal nama. Ada kemungkinan, mereka akan diusir dari sini."
"Eh ... apa maksudmu Jas? Kenapa Kau mengatakan hal seperti itu?"
"Mereka sudah berulah di depan orang yang salah. Ini hanya dugaan Jasper semata. Jangan Kau ambil hati. Lebih baik kita melanjutkan makan sekarang," potong Matthew.
Matthew tidak ingin Jasper berbicara terlalu jauh. Ia juga mengingatkan mereka melalui telepati. Tidak banyak yang tahu mengenai nasib buruk yang akan menikpa Keluarga Johanson. Jadi, mereka yang orang baru ini, tidak seharusnya membicarakan itu di tempat umum.
Saat ini John tidak ada bersama mereka. Jelas jika sesuatu terjadi, maka mereka tidak akan bisa melindungi diri.
__ADS_1