Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 10. Datuk Iskandar Sakit


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Datuk Iskandar di antar Nadia kembali ke kamar nya untuk beristirahat.


Terlihat jelas kalau Datuk sedang tidak sehat.


Bahkan makan malam nya pun tidak habis di makan.


Sementara itu, Encik Rafiq menuju ruang kerja nya yang terdapat tidak jauh dari ruangan home theater di bagian depan dekat ruang tamu.


Nadia sendiri asik berbincang santai bersama Abang Sugi, Pak Rital, Bik Sari dan Mak Tua.


Nadia begitu antusias menceritakan tentang kampus dan jurusan Akutansi yang akan iya ambil.


Nadia juga kemudian menceritakan tentang megah nya perusahaan Belibis Group milik keluarga Datuk Iskandar.


"Ruang kerja Tuan Muda sangat luas.. Ada sofa panjang berwarna hitam yang sangat empuk. Diah sampai tertidur disana menunggu Tuan Muda selesai rapat. Dan ternyata Tuan Muda sangat baik, Dia menyelimuti Diah dengan Jas kerja nya dan membiarkan Diah tidur sampai puas barulah kami pulang kerumah. Tuan Muda memang jantan sangat..!!" Puji Nadia tanpa malu sama sekali.


"Hati-hati loh.. Nanti kamu jadi suka sama Tuan Muda.." olok Bik Sari kemudian pada Nadia.


Semua tertawa melihat kearah Nadia yang salah tingkah karena olokan Bik Sari.

__ADS_1


"Umur panjang.. Baru saja di ceritakan Tuan Muda malah menelepon saya.. Jangan-jangan mau tanya tentang Diah ini.." ujar Bang Sugi pula ikut mengolok.


Semua kembali tertawa lalu diam hening mendengarkan percakapan Sugi dan Tuan Muda.


"Astsgfirullah... Baik Tuan.. Kami segera naik ke atas.." jawab Sugi menutup telepon nya.


"Tuan Besar pingsan.. Ayo keatas..!!" Ujar nya lagi sambil berdiri dan berlari menuju tangga.


Semua kemudian ikut menyusul Sugi ke atas menuju kamar Tuan Besar.


Tuan Besar segera di larikan kerumah sakit oleh Tuan Muda, Sugi dan Nadia.


Tiba di rumah sakit, Tuan Muda dan Nadia berjalan mengikuti perawat yang membawa Tuan Besar menuju ruangan ICCU (Intensive Cardiologi Care Unit), sebuah ruangan yang melayani perawatan pasien kritis dewasa yang mengalami gangguan pada jantung.


Tuan Muda yang terlihat sangat cemas kemudian duduk di samping Nadia yang menangis karena khawatir terhadap kondisi Datuk Iskandar yang sudah di anggap seperti ayah nya sendiri.


"Tenanglah.. Berhentilah menangis... Insyaallah Papa akan baik-baik saja.." ujar Tuan Muda mencoba menenangkan Nadia.


"Aamiin.." jawab Nadia masih dalam tangisnya.

__ADS_1


Bang Sugi yang baru selesai memarkirkan mobil, ikut duduk di sisi Nadia dan membantu Tuan Muda untuk menenangkan Nadia yang terus saja menangis.


Dokter Danu yang merawat Tuan Iskandar akhir nya keluar dari ruangan ICCU setelah hampir dua jam lamanya.


Beliau kemudian segera memberi kabar pada Tuan Muda dan Nadia tentang kondisi Tuan Besar.


"Masa kritis Datuk Iskandar alhamdulillah sudah lewat.. Hanya saja beliau belum sadarkan diri dan masih harus kami rawat secara intensive. Jadi sebaiknya Encik Rafiq pulang saja dulu.. Nanti jika Tuan Besar sadar maka Kami akan segera menghubungi Encik Rafiq" Ujar sang dokter menjelaskan pada Tuan Muda.


Rafiq pun mengangguk tanda mengerti lalu mengajak Nadia dan Sugi untuk kembali pulang kerumah.


Sepanjang perjalanan pulang suasana mobil hening sekali tanpa suara.


Nadia tertidur karena kelelahan.


Rafiq yang duduk di sisi kiri Sugi melamun jauh menatap arah luar mobil yang melaju diantara gerimis malam.


Sugi pun hanya fokus mengemudi saja tanpa bicara sepatah pun.


Rafiq kemudian meninggalkan Sugi yang sedang berusaha membsngunkan Nadia ketika mereka telah tiba di rumah.

__ADS_1


Nadia pun kemudian berjalan pelan menuju kamarnya dan membaringkan tubuh nya yang terasa begitu lelah sekali.


'Semoga besok Dstuk sudah sadarkan diri.. Sembuhkan Datuk ya ALLAH.. Aamiin' ucap Nadia dalam hati sebelum kembali tidur.


__ADS_2