Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 37. Kesepakatan


__ADS_3

Hari masih sangat pagi ketika Encik Rafiq memutuskan untuk kembali kerumah nya.


Semalaman iya tidak dapat tidur karena fikiran nya yang begitu kacau.


Nadia yang kelelahan tertidur pulas tidak menyadari kepergian Encik Rafiq dari apartemen nya.


Encik Rafiq pun tidak ingin membangunkan nya.


Iya bergegas keluar apartemen menuju parkiran dan melajukan mobill nya untuk pulang kerumah.


"Masalah ini harus segera selesai. Nadia tidak salah. Dan Aku sangat mencintai nya. Aku tidak ingin kehilangan nya. Aku akan pulang untuk bertemu Zizi dan menceraikan nya secara baik-baik" ujar Encik Rafiq di dalam hati nya.


Tiba nya di rumah, Encik Rafiq mendapati Zizi sedang duduk santai menikmati sarapan nya lalu menatap tajam kearah Encik Rafiq yang berjalan mendekat pada nya.


"Fik... " Ucap nya pelan lalu menghentikan sarapan nya.


"Zi.. Kita perlu bicara.." ujar Encik Rafiq pula pada Zizi.


Zizi mengangguk pelan.


"Aku minta maaf.. Aku terlalu emosi kemarin.." ujar Zizi membuka pembicaraan.

__ADS_1


Tidak hanya Encik Rafiq yang tidak dapat tidur. Zizi pun demikian. Semalaman waktu di habiskan nya untuk berfikir tentang hubungan nya dengan Encik Rafiq.


Iya menyadari kesalahan nya karena telah meninggalkan Encik Rafiq terlalu lama.


Zizi takut dan merasa terancam ketika melihat perlakuan Encik Rafiq kemarin terhadap Nadia yang begitu tampak jelas kalau iya mencintai istri siri nya itu.


Zizi tidak ingin bercerai dari Encik Rafiq.


Dia tidak memiliki siapapun lagi di dunia ini selain Encik Rafiq suaminya.


Karir nya sebagai model di singapura pun sudah meredup.


"Mungkin sebaiknya kita bercerai saja.. Aku minta maaf.. Aku tidak bisa memenuhi janjiku untuk menjagamu. Aku sudah berusaha menjadi suami yang baik, menuruti semua kemauan mu bahkan mengorbankan perasaanku sendiri!!! Pernikahan kita memang hanyalah sebatas pernikahan bisnis belaka. Aku tau kamu tidak pernah mencintaiku. Dulu, Aku fikir hidup ini cukup singkat. Pernikahan bukanlah suatu hal yang penting. Aku bahagia bisa menikah dengan mu. Aku berfikir dulu Aku begitu mencintaimu. Tapi kehadiran Nadia merubah segalanya. Dia mengajarkan ku tentang arti cinta sesungguh nya. Dan Dia membuatku sadar kalau selama ini Aku hanyalah mengagumi mu. Aku terlalu tenggelam dengan pekerjaanku. Janjiku pada almarhum orangtua mu membuatku merasa terikat untuk tetap bersamamu. Walapun kamu selalu bersikap sekehendak mu dan tidak memperdulikan ku. Tidak masalah bagiku. Yang terpenting kamu bahagia. Tapi itu semua ternyata hal yang salah. Keadaan itu membuatku semakin terpuruk perlahan. Nadia datang membawakan arti hidup yang baru bagiku. Dan Aku mencintai nya. Aku tau ini salah. Aku menikahi nya tanpa persetujuanmu. Saat itu kami menikah karena terpaksa. untuk memenuhi permintaan terakhir almarhum Papa. Tapi seiring waktu, kebersamaan membuat kami akhirnya saling mencintai. Aku minta maaf!!" ujar Encik Rafiq menjelaskan panjang lebar pada Zizi.


Zizi hanya terdiam mendengarkan ucapan sang suami.


Air mata penyesalan mengalir deras dari kedua pelupuk mata nya.


Kepala nya menggeleng kuat.


"Aku tidak ingin bercerai darimu Fik..Please.. Aku minta maaf.. Aku kembali karena ingin memperbaiki semuanya. Aku sadar Aku salah.. Beri Aku kesempatan Fik.. Pernikahan kalian hanyalah pernikahan siri Fik.. Kalian menikah karena terpaksa bukan?? Kamu mencintaiku sejak dulu kan?? Sekarang Aku sudah disini Fik.. Kita perbaiki semuanya. Aku janji Aku akan jadi istri yang baik untukmu. Istri yang berbakti dan akan melakukan semua hal yang di lakukan perempuan itu bahkan lebih. Aku akan melayanimu dengan baik. Sepenuh jiwaku. Aku janji. Semua belum terlambat Fik.. Kita perbaiki semuanya.. kita mulai lagi dari awal. Please..!!" jawab Nadia sembari terduduk di lantai memeluk pinggang Encik Rafiq yg duduk di kursi makan.

__ADS_1


"Aku akan lakukan apapun asal kan tidak di cerai oleh mu.. Aku tidak punya siapapun lagi di dunia ini Fik.. Aku cuma punya kamu.. Aku mohon..!!" ujar terus menangis.


Encik Rafiq bingung.


Tangisan Zizi membuatnya ragu.


Diangkat tubuh Zizi diraihnya dalam pelukan nya.


Zizi memeluknya sangat erat.


Sejenak Encik Rafiq terlupa akan Nadia.


Rasa iba dengan permohonan Zizi untuk tidak di ceraikan membuatnya benar-benar menjadi bimbang.


Dia berdiri diantara dua pilihan.


Bercerai atau tidak.


Zizi atau Nadia.


Janji atau Cinta.

__ADS_1


__ADS_2